26.6.16

Nostalgia Kuliner Semarang


Aku baru tiga kali ke Semarang. Itu pun hanya sekali yang sampai menginap. Dari tiga kali kunjungan itu, aku belum benar-benar menikmati kuliner Semarang. Kali pertama ke Semarang, saat itu ada pengukuhan guru besar om yang menjadi dosen di Universitas Diponegoro Semarang. Aku, Ais, dan akung Ais mencari hotel murah di Semarang yang lokasinya dekat dengan Universitas Diponegoro dan kami menginap semalam sebelum pengukuhan guru besar om.Niat hati malam itu mau wisata kuliner, apa daya sudah kemaleman dan nggak tahu jalan, akhirnya ya cuma ngedon cantik aja di kamar hotel. Kali pertama ke Semarang gagal kulineran.

Kali kedua ke Semarang dalam rangka menemani temanku melayat bapaknya bosnya yang meninggal. Lumayan kan ke Semarang diongkosin. Rencananya juga mau wisata kuliner, tetapi karena kunjungan kami balik hari, makanya cuma sempat sekali makan siang, dan karena nggak keburu waktunya, kami kulinernya di terminal bus. Wah, nggak mbois sama sekali. Tapi luamayan lah daripada lumanyun.

Kali ketiga ke Semarang, saat itu ada tes kerja di Semarang. Kalau dari perhitungan waktu sebenarnya sih nggak mungkin bisa wisata kuliner. Tetapi Allah berkehendak lain *cie. Saat itu aku bersama seorang teman yang diantar ayahnya ke Semarang. Dia juga punya niat mau kulineran, akhirnya untuk pertama kalinya dari tiga kali kunjunganku ke Semarang yang benar-benar merasakan wiasata kuliner. Niat kami sama, pengen makan lunpia Semarang yang sangat terkenal itu. Sekali ini nggak mau lah makan lunpia sembarangan yang dijual di Semarang. Pilihan kami jatuh ke lunpia Delight. Itu juga atas rekomendasi sahabat bloggerku di Semarang, Lestari, yang bilang lebih baik ke Lunpia Delight karena sudah ada sertifikat halalnya. Wah asyik banget deh sore itu bisa kesampaian puas makan lunpia
Kesampaian juga makan lunpia yang legendaris ini, hehe
Kebahagianku semakin bertambah karena ternyata Lestari bisa menyempatkan ketemuan denganku di Lunpia Delight. Jadi setelah temanku yang tadi tes bareng sama aku pamit pulang, aku pun (semacam) ng-date sama Tari. Aku yang posisinya sudah kenyang mkan lunpia diajak untuk mencoba tahu gimbal enak di Semarang. Memang beda deh kalau bawa 'penduduk lokal' saat berwisata. Jadi tahu banget seluk beluk tempat asyik di Semarang. Ini sih yang aku sebut #BerkahNgeblog. Coba deh kalau nggak ngeblog dan gak dekat sama Manda, mana mungkin lah kenal sama yang namanya Lestari.
Aku dan Lestari. Miss her so much...
Memang pertemuan kami nggak terlalu lama, cuma sekitar satu jam, tapi jujur sangat berkesan. Besok-besok aku pengen ke Semarang lagi sambil ngajak Ais dan pengen bisa silaturahmi sama blogger-blogger kece Semarang yang terkenal dengan komunitas Gandjel Relnya. Tempo hari mereka sudah kunjungan ke Jogja. Kayaknya bakalan seru kalau aku dan teman-teman Blogger Jogja bisa  balas melakukan kunjungan ke Semarang, sambil kulineran seru di Semarang, ya kan?
Tahu gimbal dari Tante Tari buat Ais ^_^


Reaksi:

0 komentar:

Poskan Komentar

Terima kasih sudah berkunjung di lapak sederhana EDibaFREE. Komentar Anda akan sangat berarti buat kami...