26.5.17

5 Hal yang Aku Rindukan di Bulan Ramadan


Ramadan mulai besok! Dari sebulan menjelang Bulan Ramadan ini, Ais mulai 'kepo' soal puasa karena serial Upin dan Ipin episode bulan puasa. Mudah-mudahan sih Ais bisa lancar berpuasa. Rencana sih baru mau puasa setengah hari saja. Soalnya dari tahun lalu dia belum pernah benar-benar puasa. Apalagi bocahnya demen ngemil dan minum air putihnya banyak. Tapi, sebagai ibu aku harus optimis lah yaw...

Nah, Bulan Ramadan kan memang bulan yang istimewa dibanding 11 bulan lainnya. Karena itu, banyak hal istimewa yang kurindukan selama Bulan Ramadan ini. Hal-hal tersebut antara lain:

1. Momen sahur dan berbuka bersama
Momen sahur dan berbuka bersama adalah hal yang sangat aku rindukan dari Bulan Ramadan. Soalnya, kalau di bulan lainnya, terkadang jam makan di keluargaku  bisa berbeda-beda. Kalau selama Bulan Ramadhan, otomatis jadwal makannya bareng, yaitu pas sahur dan berbuka. Suasana makan istimewa, menunya pun seringkali istimewa pula.

Selama Bulan Ramadan pula, akan banyak tawaran berbuka bersama. Paling enak sih kalau buka bersamanya nggak di tempat umum, soalnya tempat makan suka penuh nggak ada ampun pas jam buka puasa!

2. Solat Tarawih berjamaah
Sebenarnya aneh lo, kok bisa masjid lebih rame saat ibadah Tarawih yang notabene ibadah sunah, dibanding saat waktu Sholat Magrib yang merupakan ibadah wajib? Tapi itulah istimewanya ibadah di Bulan Ramadan. Ada satu hal yang bikin jamaah Sholat Tarawih bakalan tetap banyak. Semua itu karena buku catatan kegiatan Ramadan yang wajib diisi oleh pelajar di Indonesia. Inget banget dulu zaman sekolah, setiap selesai solat tarawih pasti antri minta tanda tangan khatib. Kalau pas nggak bisa ke masjid, aku pasti paksa bapakku ngasih ceramah buatku, aku resume, terus bapak suruh tanda tangan. Kalau sekarang, mungkin kepikiran nonton streaming terus tanda tangannya di a.n gitu kali ya? Hahahahahha!

3. Berburu takjil dengan berbagai pilihan menu di sepanjang jalan
Ini nih yang bikin semangat menjelang buka. Biasanya suka banyak pasar kaget di jalanan. Tinggal pilih mau buka puasa pakai apa. Dulu pas masih kuliah sih, pilihan makanan di sekitaran kampus bermacam-macam. Tapi pilihan menu yang kubeli nggak pernah jauh dari gorengan dan es buah. Nggak tahu deh, yang paling menggugah selera pas buka puasa cuma dua jenis makanan itu. Belakangan karena males keluar rumah, gorengan dan es buah kami buat sendiri di rumah. Ternyata lumayan hemat dan menambah kehangatan keluarga saat berbuka lho!

4. Menikmati iklan yang khusus hanya ada di Bulan ramadan
Pertanda kalau akan memasuki bulan puasa itu bukan pidato dari Menteri Agama, tapi dari munculnya iklan sirup yang khusus muncul menyambut puasa dan lebaran. Ada juga iklan rokok seri Ramadan yang kerap kali menyentuh hati. Kalau dulu sih ada iklan gula yang atraktif dan menarik menyambut hari besar di Indonesia, tapi sekarang iklan itu nggak pernah ada lagi. Huhuhu.

5. Berburu baju lebaran
Baju baru memang nggak mutlak harus ada di hari raya. Tapi seru aja kan ya kalau pakai baju lebaran seragam bersama keluarga. Yang jelas sih baju buat anak lanang kudu disiapin yang baru, soalnya badannya makin melar kesamping dan keatas. Apalagi habis sunat ini. Hadeh.

Berburu baju lebaran sih sebaiknya sebelum bulan puasa. Biar gak kecapekan, dan sayang banget kan kalau harus batal puasa gara-gara urusan duniawi macam beli baju lebaran. Atau kalau mau praktis sih, mending beli online saja. Nyaman banget tinggal cari baju pilihan sembari duduk atau tiduran cantik. Klak klik pilih baju. Transfer. Nunggu kiriman datang deh. Praktis dan mudah. Asal jangan gatel kebanyakan belanja online saja, tahu-tahu saldo ATM tipis, nggak bisa ngasih sangu sodara-sodara di kampung dong nanti. Hehehehe..

Bulan Ramadan adalah bulan penuh berkah. Karena itu, yang paling kurindukan dari bulan ini adalah keberkahannya. Berkah setelah seharian berpuasa, dan berkah berkumpul keluarga besar. Alhamdulillah.

24.5.17

Menjaga Kelestarian Hutan lewat Program High Carbon Stock (HCS) Approach Toolkit Versi 2.0


Caraku menjaga kelestarian hutan: Meminimalkan penggunaan kertas, tisu, diaper, dan pembalut

Aku kadang heran sama diriku sendiri. Entah kenapa aku bisa sedih teramat sangat kalau harus menyia-nyiakan berlembar-lembar kertas. Bisa frustasi sama keran yang airnya masih menetes walau sudah ditutup rapat. Dan suka perhitungan banget kalau pakai tisu atau pembalut.

Dulu, zaman Ais masih bayi, aku selalu meminimalkan penggunaan diaper sekali pakai. Aku prefer pakai popok kain walau konsekuensinya harus lebih sering mencuci. Ada yang bilang aku pelit dan rempong, tapi sejatinya aku malas saja dengan sampah yang menggunung bila menggunakan diaper. Begitu juga masalah pembalut. Pasca melahirkan dan mulai menstruasi 17 bulan kemudian, aku bela-belain beli menstrual cup yang cukup mahal harganya itu. Tujuannya nggak lain adalah supaya aku gak perlu buang pembalut lagi. Jujur suka risih sama pembalut bekas. Walau sudah dibungkus rapat lengkap dengan kresek hitam, tapi tetap saja yang terbayang di kepala ini adalah pembalut yang mengambang di IPAL. Hiy, jangan sampai aku jadi pelaku pencemaran yang seperti itu.
bela-belain beli dan belajar pakai ini demi bebas pembalut.

Masalah penggunaan kertas juga begitu. Aku akan memikirkan cara bagaimana biar penggunaan kertas diminimalkan. Aku sering nggak ambil karcis masuk ke kampus karena aku tahu, kertas kuning kecil itu nantinya akan terbuang sia-sia. Pernah juga aku protes dengan prosedur administrasi kantor yang memboroskan banyak kertas. Terakhir, aku sampai menghitung berapa liter air yang terbuang dalam kurun waktu tertentu bila keran lupa dimatikan. Ih, lebay banget ya aku? Kesannya tuh pelit to the max.

Baca: Go Green Mommy!

Terserah sih orang mau bilang apa, dibilang lebay juga biarin. Tapi pemborosan penggunaan diaper, pembalut, kertas, atau tisu, pastinya akan berdampak pada kelestarian hutan, betul? Karena ada pohon yang harus ditebang dan diolah untuk menghasilkan sebuah diaper, sepotong pembalut, selembar tisu, dan selembar kertas. Rasanya nggak tega aku kalau harus mengorbankan mereka demi kepraktisan hidupku...

Tapi, walaupun begitu, aku akan tetap bergantung pada produk hasil hutan kan? Terus gimana dong memastikan hasil hutan yang kupakai tidak menyebabkan kerusakan hutan?

Tenang, aku bukan satu-satunya konsumen yang concern masalah pelestarian alam. Makin banyak konsumen yang menyadari pentingnya menjaga hutan sebagai jantung bumi dan paru-paru dunia. Para ahli dan pemangku kepentingan bersinergi untuk menciptakan regulasi yang menjamin proses produksi yang selaras dengan alam agar kehidupan tetap harmonis dan terkendali. Salah satu sistem yang dikembangkan untuk mengatasi deforestri (penggundulan hutan) adalah berupa HCS Approach (High Carbon Stock Approach).


Apa sih HCS Approach?
Definisi di modul


HCS Approach (High Cabon Stock Approach) adalah metodologi global untuk menerapkan praktek non-deforestasi. HCS Approach diselenggarakan oleh HCS Approach Steering Group yang terdiri dari industri perkebunan seperti Wilmar, Asia Pul & Paper Group (APP), Golden Agri Resources, Golden Veroleum Liberia, Musim Mas, dan New Oil Britain Palm Oil Limited. Industri komoditas seperti P&G, Unilever, dan BASF. Organisasi non pemerintah seperti WWF, Green Peace, Conservation International, Forest Peoples Programmes, Forest Heroes, Mighty, National Wildlife Federation, Rainforest Action Network, Rainforest Alliance, dan Union of Concerned Scientists. Dan yang terakhir adalah member dari kategori organisasi technical support, seperti Daemeter, Eco Nusantara, proforest dan TFT. Nah, HSC Approach Steering Group ini, pada pertemuan di Bali awal Mei lalu, meluncurkan toolkit yang bernama HCS Approach (High Cabon Stock Approach) Toolkit Versi 2.0 yang berisikan modul untuk mensosialisasikan dan menerapkan praktek non-deforestasi secara jelas, sistematis, dan sinergi dengan metode pelestarian hutan lainnya. Toolkit ini adalah seri kedua dari toolkit sebelumnya.

Cover Modul HSC Aproach Toolkit Versi 2.0
HCS Approach Toolkit Versi 2.0 terdiri dari dua fase dan 7 modul. Fase pertama adalah membuat HCS Forest Map sesuai dengan keadaan aktualnya. Untuk membuat HCS Forest Map, diperlukan empat modul pendukung. Modul pertama adalah pendahuluan mengenai HCS Approach ini.
Modul kedua adalah mengenai persyaratan social (social requirement), dimana tim HCS Approach menghormati penduduk setempat dan kearifan lokalnya, menghindari konflik social dengan mereka, dan member kontribusi positif, antara lain memberi kesempatan untuk mendapatkan pekerjaan, konservasi lahan untuk menjamin pangan mereka, dan lain sebagainya. Modul ini memang penting dilakukan di awal, karena bila HCS Approach sudah mampu berbaur dengan penduduk setempat, program HCS Approach kedepannya juga akan lebih mudah diimplementasikan.

Modul ketiga adalah mengintegrasikan HSC Approach dengan FPIC (Free, Prior, informed Concern) dan penduduk setempat dengan penilaian HCV (High Coservation Values). Terintegrasinya ketiga metode ini secara efisien akan mengefektifkan biaya yang dikeluarkan.
HCS, HCV, dan FPIC yang terintegrasi

Modul keempat mengklasifikasikan hutan berdasarkan vegetasinya menggunakan satelit, data di lapangan, dan data LiDAR (Light Detection and Ranging). Ada tujuh klasifikasi hutan berdasarkan vegetasinya, yaitu High Density Forest (HDF), Medium Density Forest (MDF), Low Density Forest (LDF), Young Regenerating Forest (YRF), Scrub, dan Open Land. Untuk scrub dan open land, sudah tidak termasuk High Carbon Stock Forest (HCS Forest) lagi.
Klasifikasi hutan menurut stok karbonnya

Output dari fase pertama adalah mendapatkan HCS Forest Area terkini dengan keterangan ukuran dan hubungan antar HCS Forest.
Peta Hutan Kalimantan sesuai klasifikasinya.

Fase selanjutnya adalah menganalisa HCS Forest Patch, merekomendasikan konservasi yang terintegrasi dan peta penggunaan lahan. Fase ini memerlukan tiga modul antara lain mengenai analisa HCS Forest Patch, mengembangkan isu untuk menarik partisipasi smallholder dan komunitas mengenai High Forest Cover Landscapes and Carbon, dan mengenai kontrol kualitas (quality assurance) HSC approach yang transparan dan termonitor dengan baik.

Dalam pelaksanaan HCS Approach ini diperlukan penentuan prioritas dalam pengelolaan HCS Forest Patch. Ada titik hutan tertentu yang lebih diprioritaskan dibandingkan hutan lainnya. Penentuan ini berdasarkan HCS Forest Patch Analysis Decision Tree, yaitu:

1. Mengklasifikasikan hutan berdasarkan vegetasinya, apakah termasuk High Density Forest (HDF), Medium Density Forest (MDF), Low Density Forest (LDF) atau masih Young Regenerating Forest (YRF).
2. Menentukan prioritas pengelolaan HCS Forest Patch berdasarkan luas areanya. Untuk hutan dengan luas area diatas 100 hektar akan langsung masuk prioritas tinggi. Sedangkan hutan dengan luas area di bawah 100, masih akan dilakukan pertimbangan lebih lanjut.  Apabila lokasi hutan terkoneksi dengan hutan yang menjadi prioritas, maka HCS Forest Patch ini akan masuk prioritas juga.
3. Analisa resiko. HCS forest dengan resiko minimal akan menjadi prioritas.
4. High Density Forest (HDF), Medium Density Forest (MDF), Low Density Forest (LDF) lebih diprioritaskan dibandingkan Young Regenerating Forest (YRF).
5. Rapid biodiversity assessment. Semakin HCS Forest tersebut berpengaruh pada biodiversity, artinya memiliki keanekaragaman hayati yang banyak, maka HCS forest tersebut akan diprioritaskan.
Outline Toolkit secara singkat.

Ternyata, menjaga kelestarian hutan itu butuh usaha yang cukup rumit juga ya? Tetapi setidaknya hasil hutan adalah sumber daya yang dapat diperbaharui, sehingga selama manusia mampu menggunakan hasil hutan dengan bijak dan memikirkan kelestariannya, maka hutan akan berfungsi sebagai jantung bumi dan paru-paru dunia yang dibutuhkan seluruh manusia di muka bumi ini.

Mengurangi penggunaan produk hutan tentu saja tidak cukup untuk mempertahankan kelestarian hutan. Perlu ada upaya menjaga kelestarian hutan agar tidak gundul dan tetap menjadi tempat tinggal bagi keanekaragam hayati di muka bumi. Semoga sukses HCS Approach dalam upaya 'nol deforestasi'.

Sumber:
http://highcarbonstock.org/the-hcs-approach-toolkit/
Twitter: @Highcarbonstock
Youtube: High Carbon StockApproach

18.5.17

Ayah, Ayo ke Lombok!

Yeay. Postingan ini dedicated buat Ayah Edy. Habisnya aku tetiba mupeng lihat foto-foto ayah pas liburan sendiri di Lombok. Kapan ajak aku dan Ais nih Yah? *kedip-kedip.

Senja di pantai kuta Lombok
Kalau lihat artikel wisata di Lombok, rasanya mupeng pengen ke tempat-tempat wisata alam di Lombok. Wisata alam di Lombok kan ada bermacam-macam ya, seperti Gili Terawangan, Gunung Rinjani, Pantai Kuta Lombok, atau ke Pantai Sengigi. Wisata alam disana masih alami, memukau, dan bebas polusi. Tempat kayak gini nih favoritnya aku, Ais, sama Ayah juga. Pulang dari Lombok kemarin, ayah ngasih oleh-olehnya foto-foto cantik di Lombok. Kan bikin tambah mupeng. Huhuhu.

Baca: Yang Tak Terlupakan dari Lombok

Mengurus akomodasi ke Lombok juga gampang banget sekarang. Kalau dulu, karena ribet dan belum gencar online seperti sekarang, kita bakal pasrahin urusan tiket dan akomodasi liburan ke agen wisata, ya kan? Terus ikutan paket tur yang tersedia disana. Tapi, itu sih dulu. Kalau sekarang, cari tiket dan hotel di lokasi tujuan wisata itu gampang banget. Tinggal klak klik nyari dari ujung jari kita. Mau menentukan destinasi mana saja yang bakal dituju juga gampang. Serahkan saja pada Google Maps. Haha...

Ayah, ayo kita ke Lombok bertiga sama Ais. Nanti urusan tiket pesawat sama penginapan disana aku yang urus deh. Kan sekarang Traveloka ada fitur baru, pesan tiket pesawat dan hotel sekaligus. Praktis banget. Pastinya menghemat waktu dibanding memesan tiket pesawat dan hotel terpisah. Udah gitu, harga totalnya juga bakalan lebih murah dibandingkan kita memesan tiket pesawat dan hotel secara terpisah. Wah, kalau beneran kayak begitu, sisa uangnya lumayan buat makan selama disana nih.
Hemat waktu dengan memesan tiket pesawat dan hotel sekaligus

Enaknya pilih liburan kapan ya Yah. Kalau minggu depan juga bisa, soalnya Ais belum sekolah dan belum mulai bulan puasa juga. Atau mau pilih waktu liburan tahun depan? Biar jadwalnya nggak terlalu mepet juga. Nanti dipasin sama jadwal Ais liburan sekolah. Enaknya tanggal berapa ya Yah? Bisa langsung dicari disini.

Nah, ini rinciannya kalau kita pergi minggu depan sebelum puasa.

Sudah praktis, hemat pula!


Wah, penghematannya lumayan juga ya kalau pesan tiket pesawat dan hotel sekaligus. Sejuta rupiahnya lumayan buat makan selama di Lombok, ya kan Yah? Gimana Yah? Kalau oke bakalan langsung dibayar nih. Gampang aja sih bayar pesanan di Traveloka, tinggal via gadget aja, mau transfer atau via kartu kredit, bisa semua! Setelah itu, tinggal duduk manis nunggu email e-ticket dan kode booking hotel.

Oh ya, Ayah nggak perlu khawatir sama penginapan pilihanku. Di situs Traveloka, informasi hotelnya sudah lengkap, termasuk penilaian dari pelanggan atau pun dari Tripadvisor. Syarat penginapan yang Ayah mau, yaitu harus ada wifi, air panas dan menyediakan fasilitas antar jemput ke bandara kan? Aku pilihin penginapan yang dekat Gunung Rinjani aja kayaknya ya Yah? Harga penginapannya lumayan murah, dan sudah banyak review di Tripadvisor juga. Aku pilih di sekitaran Gunung Rinjani karena katanya kan ayah pengen naik gunung sama Ais. Aku juga udah mupeng banget pengen naik gunung lihat daerah pegunungan dan savana yang ada di Rinjani. Nanti kalau masih ada waktu, pengen ke Gili Trawangan juga Yah. Walau pun ayah pernah kesana, jangan bosen kesana lagi ya. Hehe.
Informasi hotel yang informatif di website Traveloka

Yah, mempersiapkan liburan ternyata nggak ribet lagi sekarang. Kita benar-benar dimanjakan dengan kecanggihan teknologi dan promo online. Alhamdulillah banget buat low budget traveler kayak kita ya Yah. Duh, jadi nggak sabar menunggu liburan tiba.

A Day with Mira A. Udjo

Udah lama banget nih nggak ngubek-ngubek blog teman dalam rangka arisan blog. Alasannya sih klasik: sibuk, padahal kalau disempetin sih, ibarat bertamu yah. Datang cuma sebentar, tapi bawanya banyak! Iya, apalagi kalau berkunjung ke blog yang produktif kayak kakira.my.id punya Mbak Mira A. Udjo.

Mbak Mira ini cukup aktif ikutan acara offline blogger, terutama acara yang kaitannya dengan keluarga. Jadi, dengan membaca blognya aku jadi seperti ikutan di acara itu. Banyak acara yang diikuti Mbak Mira dan cukup bikin mupeng daku nih. Di halaman pertama blognya aja, blogpostnya ada tentang acara peluncuran koleksi baru Mothercare (kan kece-kece banget tuh koleksinya), Kanmo Spectacular Bazaar (nah ini retailnya Mothercare, so pasti kece-kece lah barang-barang bazaarnya), CFD bersama Downy (ih mupeng sama joget Downynya), Blogger Day with SoMan Indonesia  (masih penasaran nih aku sama yang namanya SoMan), suka lihat seru-seruannya duo K di acara Together More with Choco Pie dan Dancow Explore The World.

Biar 'kepo'nya makin tuntas, aku bikin list pertanyaan dan ktanyakan via whatsapp. Asyiknya, Mbak Mira menjawab 10 pertanyaanku dalam waktu relatif cepat. Asyeek.

1. Mb Mira ngeblog dari tahun berapa? >> Dari tahun 2009. Pas lagi hamil k1.
(Wah udah lama juga ya. Aku juga blognya dari 2009 lho. Tapi hiatus lama, baru aktif lagi akhir 2013, hehe.*sapa yang nanyak)

2. Awal ngeblog motivasinya apa mbak?
>> Awal ngeblog sebetulnya cuma iseng doang. Ikutan temen yang punya blog. Nah berhubung aku baru berhenti kerja dan gak ada kerjaan, akhirnya iseng bikin blog. Tapi itupun masih jarang-jarang juga isinya dan kebanyakan tentang curhat galau ibu hamil gitu deh.
(Eh tapi ngeblog tuh memang bermanfaat ya. Selain buat keluarin uneg-uneg, juga bermanfaat buat ngisi waktu selama di rumah, ya nggak sih?)

3. Blog pertamanya apa? Kayaknya ngeblog setelah menikah ya? Atau ada blog sebelum nikah?
>> Blog pertama udjomio.blogspot.com. Udjomio itu dari nama panggilan aku dan suami. Itu dibuatnya setelah menikah. Sebetulnya ada juga sih di multiply, tapi aku lupa namanya dan sejak kapan. Dulu buat di multiply karena biar bisa belanja online dan nanya-nanya di blog orang buat persiapan nikah. Jadi emang gak pernah fokus isi di multiply. Cuma post foto-foto aja.
(Wah, samaan nih. Punya akun multiply sebagai 'reader' doang. Pas itu mah belum paham sama yang namanya blog itu apaan)

Nah, pertanyaan keempat ini adalah pertanyaan terkepoku. Secara Mbak Mira kan blogger ibukota, jadi aku penasaran dong gimana rasanya jadi blogger ibukota yang (kabarnya) persaingannya ketat.

4. Suka dukanya jadi blogger ibukota gimana nih mbak?*aku kepo
>> Yang jelas banyak saingan. Hehehe.. Kalo aku sih karena memang dijalaninnya gak terlalu ngoyo jadi buat aku ya masih banyakan sukanya. Enaknya banyak event buat blogger.  Kalau lagi banyak, bisa ngantri deh tuh event yang pengen didatengin. Sampai suka kepengen bisa membelah diri biar bisa dateng ke banyak event yang barengan. Kalau dukanya sih sejauh ini belum ada ya. Karena memang jalaninnya hepi ya jadinya hepi aja.

(Siip. Sesuatu kalo dinikmati dan sesuai hobi memang menyenangkan. Cheers!)

5. Mbak Mira kan sering ikutan acara offline blogger di Jakarta. Itu gimana bagi waktunya? Secara acaranya kan banyak n kadang jauh2.
>> Kalo bagi waktu, yang jelas aku ambilnya sebisa mungkin yang weekend. Tapi weekend pun aku batesin cuma satu hari aja. Kalau gak sabtu ya minggu. Supaya bisa tetep ada satu hari quality time sama anak dan suami. Kalau hari kerja, lebih milih yang setelah makan siang atau agak sore. Supaya tetep bisa jemput anak dari sekolah dulu baru berangkat. Kalau untuk masalah jauh, biasanya aku daftar atau terima undangan yang tempatnya yang masih dalam jangkauan plus aku kenal daerahnya. Kalau daerahnya jauh dari rumah dan aku gak kenal daerahnya ya gak di ambil. Buat aku gak sepadan capeknya. Apalagi Jakarta sekarang macet banget. Bisa habis waktu dijalan. Makanya pasti ambil yang gak terlalu jauh dari rumah.

(Noted. Nggak kebayang kalo nggak selektif bisa keok itu badan ikutan srgala event kali ya?)

6. Berkah ngeblog terbesar yang mbak mira rasakan selama ngeblog ini apa?
>> Hmmmm.. Apa ya.. Buat aku berkah yang terbesar itu ya bisa kenal banyak orang baru. Bisa ketemu sama orang terpandang, orang terkenal, pejabat, dan lain sebagainya yang rasanya kalo bukan dari ngeblog, kayaknya gak bakalan mungkin deh bisa bertatap muka atau bertukar sapa sama mereka. Dan bisa nyobain produk/tempat lebih dulu dari orang lain. Gayak deh pokoknya. Hahahahha.

(*gayak, yes2. Aku setujuuu. Usah macam artis gitu ya Mbak. Hehe)

7. Pengen gak sih duo K nanti ngikuti jejak emaknya jadi blogger? Kira2 minat gak duo K jadi blogger? Hehe
>> Kalo blogger kayaknya mereka blom ada minat. Tapi kalo vlog, mungkin ada. Mereka lagi suka banget minta direkamin pas lagi main atau mereka bikin cerita apaaa gitu trus direkam.

(Anak-anak memang lebih asyik visual kayaknya ya? Anakku juga. Apa-apa divideoin ampe kadang full memorinya)

8. Suami ikutan ngeblog di kakira juga gak sih?
>> Dia pada dasarnya gak suka nulis cerita. Tapi pernah sih nulis dua atau tiga kali deh kalo gak salah. Itupun karena aku "paksa" dan dia emang lagi mau dipaksa. Makanya kejadian. Tapi sampai sekarang blom pernah lagi sih.

(Toss Mbak. Nulis itu butuh kemuan dan konsistensi. Dan waktu yang tenang. Kalau nggak punya tiga hal itu, memang agak susah mau nulis, suamiku juga, padahal doski punya blog, hihi)

9. Pertanyaan agak teknis nih, kan awalnya ngeblog di blogspot, kok akhirnya hijrah ke wordpress kenapa mbak?
>> Kalau itu sebetulnya dijerumuskan sama suami. Jadi dulu pas kepengen beli domain, aku ngobrol-ngobrol dulu sama suami. Tau-tau dia udah langsung beliin kakira.my.id dan dia buatnya di wordpress. Jadilah saya terjerumus dan harus belajar lagi dari awal. Harus setting segala macem sendiri. Belajar lagi plugin-pluginnya, htmlnya, dan lain-lain. Awalnya frustrasi banget dan sempet didiemin agak lama. Tapi akhirnya pelan-pelan bisa juga dan dapet juga feelnya. Pas udah mulai nyaman, aku export semua post di udjomio ke kakira lalu udjomio aku buat private. Cuma sayangnyaaaa.. Sampe sekarang blom kelar ngerapihin post-post yang lama. Ternyata banyak juga euy. Hahahaha.

(Nah2, 'terjerumus' ternyata. Dulu daku pun sempat pengin hijrah ke wordpress. Tapi urung karena gaptek, haha)

10. Apa sih harapan Mbak Mira di dunia perbloggeran ke depan? Semacam targetnya Mbak Mira gitu.
>> Target.. Banyak job. Aamiin. Hahahha.. Ya kalo ditanya target aku sih kepengennya ada tawaran kerjasama terus ya. Tapi itupun gak terlalu ngoyo banget. Soalnya memang dari akunya juga tetep selektif. Gak serta merta semua tawaran di ambil. Soalnya lumayan pusing juga otak aku mikirnya kalo segala disamber. Harapannya sih bisa terus berbagi aja dan semoga apa yang aku bagi, bisa ada manfaat untuk orang lain. :)

(Aamiin. Alhamdulillah ngeblog bisa nambah uang dapur ya..moga kedepannya blogger makin dipercaya brand ya...)

Seru deh ngobrol santai sama Mbak Mira. Udah cantik, ramah, dan kayaknya sih orangnya kalem deh. Someday, moga-moga ada event blogger yang mempertemukan kita ya Mbak. Aamiin.

17.5.17

Asri dan Novel Romantis


Ini kali kedua aku bikin postingan tentang Asri Rahayu. Sahabat blogger dari Jogja. Kalau dulu bikin review dalam rangka arisan blog emak blogger Jogja, kali ini aku bikin tentang Asri dalam rangka Arisan Link Blogger Perempuan.

Di postingan terdahulu, aku sudah cukup membahas tentang blog asrirahayu.com dan sedikit membahas tentang peekthebook.com. Dulu sih yang peekthebook belum top level domain. Kalau sekarang peekthebook.com yang merupakan blog buku Asri, makin kece saja. Desain templatenya 'Asri banget'. Maksudnya, sesuai dengan kepribadian Asri yang aku kenal, romantis dan bersemangat.

Tentang peekthebook.com nya Asri Rahayu

Berkunjung ke peekthebook.com itu ibarat kita sedang pergi ke toko buku atau perpustakaan, terus mojok di area novel romantis dan baca buku disitu. Soalnya buku-buku yang direview maupun yang jadi hadiah giveaway di blog peekthebook ini adalah novel romantis. Seperti blogtour buku "Seribu Tahun Mencintaimu" atau "impLOVEssible". Tapi, blogpost yang menarik perhatianku adalah blogpost tentang "Lead Character Favoritnya Princess". Postingan ini masuk dalam postingan kolaborasi Asri dengan beberapa blogger buku lain. Sepertinya, postingan kolaborasinya sendiri belum berlanjut lagi ya? Ditunggu loh. Hehe..

Asri ini sepertinya penggemar tokoh novel pria ya? Hihi. Soalnya dari delapan lead character di delapan novel, enam diantaranya adalah tokoh pria. Memang sih, kalau menelisik alasan Asri menyukai tokoh-tokoh ini, nggak heran kalau Asri sampai memfavoritkan tokoh-tokoh ini. Tapi, jangan sampai ya gegara saking favoritnya sama tokoh fiktif, terus jadi punya target pasangan hidupnya harus seperti tokoh pria di novel favoritnya. Syusah dapetnya yang kayak di fiksi-fiksi begitu soalnya. Hehe...

Postingan (dua) terakhir Asri tentang review dan pengumuman giveaway buku "Seribu Tahun Lamanya". Dari judulnya ketahuan deh romantisnya. Rupanya buku ini terdiri dari beberapa cerita pendek romantis. Ow2, dah lama nih daku gak baca novel romantis. Oh ya, periode giveaway buku ini sekitar seminggu di blog Asri. Periodenya cukup singkat, pasti karena banyak peminatnya.

Lewat blog khusus buku ini, Asri cukup banyak mendapat kesempatan untuk mereview dan mengadakan giveaway sebuah buku. Ibarat kata, inilah #BerkahNgeblog. Lewat blog, hobi Asri membaca novel romantis dapat tersalurkan dengan baik plus menjadi sesuatu yang lebih produktif.

So, buat kamu yang punya suatu hobi, jangan ragu untuk memulai sebuah blog. Lewat menulis dan ngeblog, kita akan semakin tahu diri kita sendiri. Percayalah.

15.5.17

Diary Sunat Ais: The Day


Mungkin aku rada parno sama yang namanya sunat ya. Soalnya sekali lihat sunatnya adek, kayaknya kok sakit banget. Tapi punya anak cowok cuma satu, ya kudu beraniin mental dong buat nemeni anak sunat. Deg-degannya dari H-2, sampai bikin status di FB. Nggak penting banget deh.

Sebelumnya: Memilih Metode Sunat

Hari sunat kupilih hari Sabtu. Pertimbangannya, biar nggak terlalu banyak izin kerja. Demi sunat hari Sabtu, ayahnya Ais bela-belain maju berangkatnya ke Belitang. Biar Sabtu udah di Palembang lagi.

Ais dapat waktu sunatnya di malam hari sekitar jam 7 malam. Karena dokternya cuma bisa malam. Sebenarnya bisa saja sih aku ganti dokter dan tempat sunat lain. Tapi sepertinya memang takdirnya begitu. Karena secara kebetulan aku dapat job online di rentang waktu jam 4 sore sampai setengah 6, dan ayah ada urusan ke Tanjung Lago, dan kemungkinan baru sampai Palembang jam 5 sore.

Ternyata, dokter minta jadwal sunat dimajukan. Alhasil, setelah ayah sampai ke gudang, aku langsung membereskan komputer dan merapikan 'pekarangan' Ais di kantor. Sekitar 6.35 sore kami berangkat menuju Klinik Mitra. Si ayah ngasih Ais es krim biar Ais rileks mau sunat. Hehe

Makan es ktim sebelum sunat

Ternyata, lokasi klinik cukup jauh juga ya. Haha! Tepat setengah 7 baru sampai di klinik. Dokter sudah standby, tetapi aku minta izin solat dulu. Kebayang dong, habis sunat nanti pasti rempong, bisa-bisa nggak sempat solat Magrib, ya kan?

Prosesi sunat
Setelah solat, kami bertiga masuk ke ruang tindakan bedah. Sunat dengan metode cauter memang khusus dilakukan dokter bedah, hal ini dikarenakan ada resiko luka bakar yang dapat terjadi bila tidak dilakukan tenaga ahli. Dokter spesialis sunat cauter di Klinik Mitra adalah  dr. H. Safyudin, M. Biomed, CGA.

1. Ais diminta buang air kecil dulu.
Sebelum sunat, Ais diminta buang air kecil dahulu, walaupun Ais tidak kebelet. Tujuannya untuk melemaskan penis.

2. Dokter memberi bius.
Setelah Ais pipis, Ais diminta membuka celana dan tiduran di kasur dengan bagian pantat sudah diberi perlak disposible. Dokter memberi sugesti positif supaya Ais nggak takut. Sesuai sugesti positif kami di rumah, Ais percaya kalau disunat itu macam gigit semut, kayak katanya Upin Ipin.

3. Tunggu bius bereaksi sekitar 15 menit. Pada waktu menunggu ini, dokternya pergi solat dulu.

4. Waktunya 'kres'.
Ini nih bagian paling menegangkan. Ternyata kulup penisnya dubersihkan dulu, baru kemudian ditarik-tarik, lalu dipotong. Waw, wajar aja kalau anak takut sunat ya. Tahapannya cukup intimidatif begitu. Tapi dengan sunat cauter, pendarahannya relatif sedikit. Jadi setelah sunat nggak perlu pakai perban lagi. Boleh langsung pakai celana juga.

5. Langsung minum obat.
Untuk mencegah biusnya hilang dan anak kesakitan, maka Ais harus minum obat sesaat setelah sunat. Baiknya sih perut tidak kosong saat minum obatnya, tapi nggak harus makan malam dulu sih. Kebetulan Ais memang belum waktunya makan malam.

Obat yang diberikan ada 4 macam. Antibiotik Amoxicilin, obat nyeri, vitamin C, dan betadine. Yang harus  diminum segera adalah antibiotik dan obat nyeri. Vitamin C nggak harus diminum saat itu juga. Kalau betadine, kan memang bukan buat diminum. Wkwkwk. Betadine dioleskan di pagi dan sore hari. Harus menggunakan cotton bud, mungkin agar luka tidak kontak langsung dengan ujung betadine.

Perjalanan pulang lumayan jauh. Agak macet juga, jadi di tengah perjalanan pulang, Ais sempet menangis kesakitan. Duh, kasihan. Jadi, setelah sampai rumah, Ais langsung disuap makan dan diberi obat nyeri yang memang harus diminumkan 2.5 jam setelah obat pertama tadi.

Alhamdulillah setelah minum obat Ais langsung tidur. Sempet terbangun di tengah malam dan kesakitan, tapi overall tidurnya masih nyenyak.

Pengen lanjut tentang Ais pasca sunat. Tapi tunggu hasil sunatnya benar-benar sembuh dulu.

14.5.17

Diary Sunat Ais: Memilih Metode Sunat



"Kayaknya sebelum masuk sekolah Ais harus sudah disunat." Ujar ayahnya Ais setelah Ais resmi diterima di SD Khalifah Annizam Palembang.

Bagai disambar geledek aku mendengarnya. Helow? Masih kecil begitu sudah harus sunat? Yakin po? Wong adekku dulu sunat kelas 3 SD aja kayaknya masih kasian. Tapi, dipikir-pikir, memang sekarang ini waktu yang tepat buat sunatan sih. Secara Ais masih belum mulai sekolah, dan kalau sunatnya semakin ditunda-tunda, takutnya Ais malah jadi nggak mau sunat.

Akhirnya, aku mulai browsing tentang tempat sunat yang rekomen di Palembang. Tanya-tanya teman juga. Dari hasil tanya-tanya dan browsing ini, aku menyimpulkan ada 3 metode sunat yang umum digunakan di Indonesia.

1. Metode konvensional.
Metode sunat konvensional adalah sunat yang umum dipakai dari zaman dulu. Termasuk metode yang digunakan adekku sunat 15 tahun silam. Yang aku ingat, sunat pakai metode ini agak messy ya, soalnya pakai perban dan darahnya lumayan banyak.

2. Metode laser dan cauter.
Metode ini adalah metode yang lebih canggih dari sunat konvensional. Yang bikin metode ini populer karena sedikitnya pendarahan yang terjadi pasca sunat. Oh ya, metode ini ada yang memang benar-benar menggunakan sinar laser, tapi ada juga yang berupa besi panas yang biasa digunakan untuk dokter bedah, atau metode cauter. Tapi, kedua metode ini sama-sama disebut sunat laser.

3. Metode Clamp
Ini nih metode yang lagi heits saat ini. Temen-temen banyak yang pakai metode ini untuk sunat anaknya. Tapi sekilas aku nangkepnya kayaknya ribet ya, anak dipasangi semacam klamp selama beberapa hari. Walau mungkin gak sakit, tapi ngeliat ada gondelan di penisnya, anak mungkin aja sugesti kesakitan.

Dari ketiga metode ini, aku prefer metode yang kedua, yaitu metode laser/cauter. Pertimbangannya karena:

1. Pendarahannya lebih sedikit. Secara emaknya rada parno liat darah dan malas ribet ganti-ganti perban.

2. Sunat cauter harganya relatif sama dengan metode konvensional. It means not cost a lot.#Irit

3. Walaupun banyak yang menyarankan metode clamp, tapi jujur masih belum sreg kalau harus pasang2 'gondelan' gitu. Plus kurang sreg di kantong juga. (Yaelah, curahan hati terdalam kalau ini)

Intinya sih, segala metode sunat itu sebenarnya sama saja. Mau canggih kayak apa juga, tetap saja ada sakit-sakitnya (katanya). Paling nggak ada rasa sugesti lah pasti. Wong ada bagian tubuh yang terpotong, ya kan?

Aku sih nggak pernah sunat (ya iyalah), tapi keputusan ini sudah berdasarkan pertimbangan ayahnya yang so pasti udah pernah ngalami sunat. Jadi yakinlah sama metode pilihan ini.

Selanjutnya: The Day!