19.3.19

Headset Philips A3 Pro Terbaik Berdesain Keren Ala DJ


Philips Profesional A3-Pro DJ Headphone merupakan headphone terbaik yang dirancang khusus untuk kebutuhan para DJ dan profesional audio. Meskipun begitu juga cocok untuk digunakan sehari-hari. Salah satu fitur andalan yang ditawarkan adalah  driver 50mm yang membuat musik bebas distorsi. Perangkat ini juga mudah dibawa dan disimpan karena mengunggulkan desain lipat. Selain itu masih banyak fitur menarik yang ditawarkan headset Philips satu ini. simak informasi selengkapnya berikut.

Desain Keren dan Fleksibel
Headset Philips Profesional A3-Pro DJ mengusung desain dan tampilan yang stylish. Perangkat yang lebih didominasi oleh warna hitam ini juga di desain dengan tampilan warna silver pada bagian dua bulatan speakernya. Tak hanya menawarkan tampilan yang menarik, headphone ini juga nyaman saat di kenakan di kepala. Bagian bulatan audio speaker-nya juga bisa Anda putar hingga sejauh 90 derajat. Hal Ini memang disematkan untuk mengakomodasi kebutuhan para DJ ketika mendengarkan dari satu telinga saat melakukan mixing. Bantalan pada audio speaker-nya sendiri dirancang khusus supaya dapat mengisolasi suara dengan baik. Sehingga memungkinkan pengguna untuk mendengarkan musik sekeras yang diinginkan tanpa khawatir akan adanya kebocoran suara dari dalam ke luar maupun sebaliknya.

Lebih ringkas dengan kabel anti kusut
Headset Philips ini juga terasa nyaman saat di bawa ataupun disimpan karena memiliki bentuk yang bisa dilipat pada bagian kedua audio speaker-nya. Hal ini memungkinkan ukuran headphone bisa di perkecil dan lebih ringkas untuk di simpan atau di bawa ke manapun.

Perangkat ini dilengkapi dengan sebuah kabel sepanjang 1,4m yang masih dapat ditarik lebih panjang lagi hingga mencapai 1,8m karena ada bagian kabel yang di desain melilit, sehingga bisa ditarik lebih panjang. Ketika ditarik memanjang desain tersebut dapat mencegah kabel menjadi tegang. Selain itu kabel ini juga bersifat fleksibel, sehingga ketiga digunakan atau saat setelah disimpan tidak akan kusut.

Headphone DJ Tanpa Distorsi
Produk ini memang lebih menyasar segmen bagi para DJ dan pengguna profesional audio. Itulah mengapa teknologi yang disematkan dalam headphone digarap dengan sangat serius oleh Philips. Bahkan untuk pembuatan headset Philips ini digandeng seorang DJ ternama, yaitu Armin van Buuren. Dia adalah seorang DJ yang telah mengantongi award sebagai DJ terbaik dunia.

headphone ini juga dibekali dengan salah satu fitur andalan berupa driver neodymium sebesar 50mm. kemampuan Driver ini untuk dapat menahan kekuatan audio sebesar 3000 mW sangat kuat. Kemudian meskipun audio diatur pada tingkat volume yang tinggi suara yang dialirkan tetap jernih dan tanpa adanya distorsi. Selain itu kemampuan Frequency response 12 – 23.000 Hz juga dimiliki oleh headset ini. Headphone dengan garansi selama satu tahun ini juga dibekali tingkat Impedance mencapai 16 ohm dan Sensitivity nya sebesar 108 dB.

Anda tertarik untuk mencoba sensasi audio layaknya DJ profesional? Segera dapatkan harga terbaik headset Profesional A3-Pro di Bukalapak. Marketplace satu ini menawarkan berbagai kemudahan berbelanja terutama bagi Anda dengan keseharian yang sibuk. Tinggal klik menggunakan jari maka barang impian sudah sampai di tempat Anda. Apalagi banyak promo menarik yang sayang dilewatkan seperti cashback, gratis ongkos kirim dan serba serbu. Anda juga tak perlu khawatir saat memutuskan untuk berbelanja online. Karena, Bukalapak tak hanya menawarkan produk original tetapi juga menjamin transaksi penggunanya aman.

11.3.19

Mooncup Vs Menscup dari China


Sudah 7 tahun lebih aku pakai menstrual cup alias menscup dengan merek mooncup. Cukup punya 1 saja, awet dipakainya. Tapi, sebagai orang yang preventif, aku merasa perlu beli menscup cadangan. Jaga-jaga kalau mooncupku hilang atau rusak (moga-moga sih nggak), tapi kalau beli cadangannya merek mooncup lagi, kayaknya kok dompet gak rela. Harga mooncup sudah membumbung 2x lipat dari harga beliku tahun 2012 lalu. Ya iyalah, sesuai sama kurs dolar sih ya. Akhirnya aku iseng browsing menscup murah.

Kala itu tahun 2017, belum hamil adiknya Ais tuh, aku iseng browsing menscup, akhirnya aku masuk ke marketplace orange. Ternyata di marketplace itu bisa order barang langsung dari China. Dulu belum kayak sekarang yang ongkirnya cukup 10 ribu dengan standar ekspres. Dulu ongkirnya saja bisa 50 ribu. Padahal menscup made in China ini harganya cuma 9 ribuan. Bandingin sama mooncup yang hampir 700 ribu rupiah. Tapi ya tetep jabanin beli demi rasa penasaran.

Kalau sekarang, kiriman dari China sampai dalam waktu nggak sampai 2 minggu, kalau dulu nunggu sebulan Cin. Dan ternyata setelah menscupnya sampai aku lagi nggak mens lagi, karena ternyata hamil adiknya Ais.

1,5 tahun kemudian..

Beberapa teman blogger penasaran pakai menscup, tapi banyak yang masih takut dan ragu untuk pakai. Ya wajar sih, aku aja butuh 2x periode menstruasi baru benar-benar nyaman pakai menscup. Nah, karena dulu sempat beli beberapa menscup dari China dan baru dibuka 1, jadi aku tawarin ke temen yang penasaran pakai ini. Alhamdulillah, salah satunya sudah berhasil nyaman pakai. Sekarang jadi lebih mantep buat beli menscup yang 'bermerk'.
Ki: mooncup ka: menscup dari China

Ngomong-ngomong soal merek, sampai sekarang aku masih heran, menscup dari China kok bisa murahnya kebangetan gitu ya? Kalau dibilang kualitasnya jelek, aku nggak menemukan kejelekan dari menscup China ini lho. Ini aku bandingin ya menscup merek mooncup yang sudah menemani periodku selama 7 tahun dan menscup China yang sudah kucoba satu period full (sekitar 7 hari menstruasi).

1. Bahan menscup
Mooncup dan menscup China sama-sama terbuat dari silikon. Tingkat kelenturan sama, yang membedakan hanya menscup China bahannya sedikit lebih tipis dari mooncup. Tapi overall nggak beda signifikan dari bahannya.

2. Warna menscup
Mooncup hanya tersedia 1 warna, sedangkan menscup China memiliki banyak warna-warni. Menscup bermerek lain seperti Lunette Cup ada yang berwarna-warni juga sih. Kalau aku pribadi sih suka yang bening tanpa warna, tapi kalau bening tu nggak cantik difoto #halah

3. Model desain menscup
Model desain menscupnya sejenis. Terdapat stem yang bisa dipotong pada bagian bawah dan juga lubang angin pada bagian pinggir atas. Hanya mungkin secara dimensi agak berbeda. Walaupun begitu, rasanya ketika dipakai juga sama nyamannya. Ciyus deh.
Perbandingan model menscup. Hanya sedikit beda dimensi

4. Volume menscup
Karena memang modelnya sama, volume maksimal yang bisa ditampung juga relatif sama.

5. Ketahanan terhadap kebocoran
Kalau soal ini sih, sebenarnya tergantung saat pemasangan. Kadang kita masangnya agak miring, itu bisa bocor. Tapi jarang sih kejadian begitu. So far ketahanan terhadap bocornya sama saja.

Semua aspek menunjukkan bahwa menscup China cukup bagus, bahkan menjadi sangat bagus karena harganya yang hanya 1,5% harga menscup bermerek. Kemungkinan menscup bermerek menjadi mahal karena harus membayar paten untuk desain dan juga sertifikasi bahannya. Kalau yang China kan versi 'bajakan' gitu kali ya. Mungkin bisa diibaratkan beli VCD bajakan. Secara kesehatan kita nggak dirugikan, karena radiasi yang dihasilkan dari menonton VCD bajakan dan VCD asli kan sama aja. Hehehe. Tapi katanya pakai bajakan kan kayak mencuri. Hiiii

Dan hal penting yang dikhawatirkan dari penggunaan menscup dari China ini adalah tidak adanya sertifikasi bahan pada menscup, walaupun ada klaim 'medical grade'nya. Amannya tetap beli yang sudah jelas mereknya yes. Dengan begitu kita juga menghargai pemilik merek resmi. Yah, punya yang merek China nggak apa-apa sih buat cadangan atau latihan sebelum membeli yang mahal.

8.3.19

Kerja bareng sama bule itu...


1. Perfeksionis
2. Ribet
3. Seru

Perfeksionis soalnya bule itu memang total kalau mengerjakan sesuatu. Jadi suka malu sama diri sendiri yang seringnya asal selesai saja.
Dari sekian banyak bule yang 'bertandang' ke kampus. Kesemuanya punya visi misi hidup yang jelas. Mereka juga tak segan bertanya bila mendapat masalah selama penelitian. Saking tidak segannya, pernah tuh aku lagi asyik diskusi sama dosen, tiba-tiba pintu ruangan digedor dengan cukup kencang. Mungkin mbak bule nggak sadar dia gedor pintu udah kayak gempa bumi begitu. Rupanya dia mau diskusi juga. Karena pak dosen masih diskusi denganku, maka mbak bule dapat jatah diskusi besoknya. Jam diskusi juga harus jelas dan on time. Bagus sih. Memang seharusnya begitu kan?

Ribet. Soalnya bule itu steril banget. Mau mulai penelitian semua area plus alat disemprot etanol semua. Mau mecah biji jarak saja harus pakai sarung tangan komplit sama jas lab. Padahal cuaca aduhai panasnya. Ya nggak apa-apa sih. Sesuai prosedur banget kan?

Walau ribet dan 'banyak maunya', tapi kerja sama bule itu seru. Paling seru kalau harus 'body language' sama mereka. Ya iyalah bahasa Inggrisku masih cetek begini, selalu ada saja kata-kata yang stuck di otak dan akhirnya kuungkapkan dengan bahasa isyarat. Mereka juga kalau misal aku atau teknisi di lab nggak ngerti sama maksudnya, mereka tanpa pikir panjang langsung mempraktekkan instruksinya. Terus jadinya kita nggak jadi bantuin deh. Haha

Mereka juga umumnya memiliki ketertarikan besar terhadap budaya Indonesia. Jadi kadang bahasa Jawa yang kita ucapkan akan ditirunya. Segala sesuatu yang bersifat 'ndeso' dan 'basi' justru sangat membuat mereka excited. Kayak waktu kami ajak ke pengrajin tempe koro benguk di Kulon Progo. Mereka antusias sekali mendengarkan penjelasan si mbah dan sampai dibuat videonya. Si mbah jadi artis dadakan deh, hihi. Eh, begitu kita ajak ke pabrik modern, mereka lempeng aja nggak antusias. Disitu kadang saya merasa krik krik.

Kerja sama dengan bule membawa efek positif buatku. Aku jadi lebih menghargai waktu, lebih semangat untuk kerja keras, plus jadi terbiasa lebih bersih (daripada daku disemprit etanol sama mbak bule). Dan yang paling penting, bikinku jadi makin cinta Indonesia. Mereka saja semangat mempromosikan Indonesia dan kearifan lokalnya (umumnya lewat sosmed mereka), malu ah kalo aku nggak ikut promosikan dan malah 'memusnahkan' kearifan lokal yang ada.

Semoga bisa kunbal ke tempat Mbak Bule deh ya. Aamiin. *tu paspor diurus dulu makanya...

30.1.19

Hidup Ekonomis a.k.a Eco Lifestyle



Sekarang ini sedang marak-maraknya kampanye eco-lifestyle, sustainability, dan semacamnya. Terus mulai deh beli apa-apa yang katanya 'eco-friendly'. Beli tas kain banyak-banyak, eh ternyata nggak semua kepakai. Kan sayang tuh. Padahal tas kresek yang dipakai berulang itu juga 'eco-friendly' loh, kan belum berakhir jadi sampah. Yang jelas sih eco-lifestyle dan hidup minimalis itu memang yang dianjurkan dalam agama. Intinya memakai barang/energi sesuai kebutuhan, tidak menimbun barang, dan tidak banyak nyampah. Jadi eco-lifestyle (hidup ekonomis?) dan minimalis itu...

1. Membeli barang seperlunya

Eco-lifestyle itu bukan tentang harga sebuah barang. Karena eco-lifestyle kalau diterjemahkan dalam bahasa Indonesia kan jadinya 'gaya hidup ekonomis'. Tapi yang terjadi justru eco-lifestyle diidentikkan dengan sesuatu yang limited, fancy, dan mahal. Memakai tas kresek dianggap tidak 'eco-lifestyle', padahal selama tas kresek itu belum berakhir menjadi limbah, ya justru tas kresek ini adalah tas yang paling 'eco', ya iyalah wong gratis bisa didapatkan di warung terdekat. Hehe. Jadi, eco-lifestyle atau gaya hidup ekonomis adalah tentang memanfaatkan barang yang ada untuk dipergunakan semaksimal mungkin. Membeli seperlunya, karena eco-lifestyle artinya hidup hemat dan cermat, yes?

2. Memakai ulang barang yang ada

Eco-lifestyle berarti memenuhi kaidah reduce, reuse, dan recycle.
Reduce. Penggunaan tas kresek bisa dikurangi dengan membawa tas sendiri saat belanja. Bawa tumbler berisi air yang penuh, biar kalau haus nggak perlu beli air kemasan yang kemasannya berakhir di kotak sampah. Nggak usah jajan minuman, lumayan mengurangi sampah plastik dan sedotan.

Reuse. Buat ciwi-ciwi, bisa mulai pakai pembalut kain atau menstrual cup untuk periode bulanannya. Lumayan signifikan mengurangi sampah pembalut loh. Buat yang punya baby, penggunaan pospak diminimalkan, kalau memungkinkan bisa pakai cloth diaper. Dan penggunaan berulang lain seperti pada wadah makan atau tumbler.

Recycle. Sampah plastik memang susah dihindari. Anakku tiap pagi bikin susu sereal, karena kadang sarapannya sedikit. Belum lagi kalau kepepet terus masak mi instan (hayah mamak pemalas). Nah, kemasan plastik seperti ini kan susah dihindari. Tapi bisa loh kita recycle jadi bermacam kerajinan, atau nggak dikumpulin di botol terus jadi ecobrick. Ecobrick ini bisa jadi macem-macem, walau butuh konsistensi tinggi karena buat jadi 1 barang, ya butuh banyak ecobrick.

3. Memiliki barang seperlunya

Sesuai prinsip hidup minimalis. Semakin sedikit barang yang kita punya, maka semakin sedikit juga energi yang kita gunakan untuk merawatnya. Selain itu, memiliki barang sesuai kebutuhan akan menghindari kita dari sesuatu yang mubazir. Coba ingat-ingat berapa pasang sepatu dan tas yang kita punya. Coba cek satu persatu, masih layak pakai semua tidak? Kadang ada sepatu atau tas berbahan kulit yang kemudian mbrudul, rusak sebelum sempat dipakai. Persis ban motor yang lebih gampang gembos justru bila jarang digunakan. Ini salah satu contoh bahwa menimbun barang akan mubazir jadinya. Terus gimana nasib barang-barang mbrudul itu? Terus dipertahankan ya cuma bikin sumpek rumah, dijual atau dikasih ke orang belum tentu ada yang mau. Dibuang? Wah, nambahin sampah aja dong nih.

4. Berpakaian sesuai kebutuhan

Berapa lemari pakaianmu saat ini?
Para ciwi-ciwi biasanya punya buanyak baju. Ganti tren berarti ganti model baju juga. Setiap bulan bisa rutin beli baju. Lama-lama lemarinya penuh. Beli lemari baru, eh penuh juga. Padahal kalau mau efisien, punya 10-20 stel baju aja sebenarnya sudah aman. Biar nggak kelihatan bajunya itu-itu saja mungkin bisa diakali dengan membuat paketan baju setiap minggu, misal 5 hari kerja, nanti ada 4 paket baju yang digilir setiap minggunya. (Tapi jujur penulis juga belum terapin, karena masih keenakan cuci-kering-pakai, padahal stok baju banyak belum sempet-sempet diberesin, huhuhu).

Da juga yang menghindari menumpuk terlalu banyak gombal alias pakaian dengan menyedekahkan 1 baju bila membeli 1 baju baru.

5. Memasak/ membeli makanan seperlunya

Poin kelima ini memberi kontribusi yang cukup besar untuk eco-lifestyle. Karena sampah makanan di dunia ini cukup besar. Hal ini dikarenakan kurangnya perencanaan dalam menyiapkan makanan. Apalagi kalau yang makan di kondangan terus nyisain makanan banyak, ergh nyebelin banget! Okelah sampah sisa makanan merupakan sampah organik yang gampang terurai. Tapi bau busuknya itu kan amit-amit. Lagian apa nggak sedih sih buang makanan sementara di tempat lain ada orang yang kelaparan? Restoran atau hotel yang punya SOP membuang makanan sisa (biasanya pada restoran prasmanan), pastinya punya pengelolaan limbah khusus untuk mengatasi ini. Kita juga bisa mengurangi sampah busuk ini dengan membuat kolam ikan. Sisa tulang dan duri diberikan ke kucing jalanan. Intinya hidup ekonomis itu juga mampu memanage pengeluaran makanan dengan baik.

6. Hemat pemakaian sumber energi

Seberapa care kita sama keran air yang mengalir? Kipas angin, lampu atau TV yang menyala saat akan keluar rumah? Penghematan air dan listrik tidak hanya berdampak pada hematnya tagihan air atau pun listrik. Lebih dari itu, kita dapat membantu meminimalkan penggunaan energi yang dalam pengadaannya menggunakan sumber daya alam. Oh iya, kurangi penggunaan kendaraan bermotor. Selain lebih sehat, hemat di ongkos, juga mengurangi penggunaan sumber daya alam tidak terbarukan serta mengurangi polusi udara yang mungkin dihasilkan dari knalpot lendaraan bermotor kita.

7. Hemat penggunaan sabun dan bahan berpotensi pencemaran lain

Banyak komunitas eco-lifestyle yang mulai mengurangi penggunaan sabun pabrikan. Mereka mulai membuat sabun dan deterjen sendiri. Katanya sih lebih ramah lingkungan. Kalau bisa mengikuti jejak mereka sih bagus, tapi nggak perlu memaksakan diri juga. Kalau biasa pakai deterjen super wangi, bisa kaget pakai yang buatan sendiri gini. Belum lagi waktu yang diperlukan untuk membuat. Harga juga jatuhnya lebih mahal karena dibuat dalam partai kecil. Jadi, lebih baik mulai mengurangi penggunaan sabun dan deterjen dengan mandi dan keramas secukupnya (mandi 1x sehari nggak masalah kok, malah katanya bisa membentuk mikroflora baik pada kulit) serta mencuci baju dengan kapasitas maksimal (hemat waktu, hemat deterjen, lebih ramah lingkungan juga yes?)

Jadi seberapa eco (ekonomis) gaya hidupmu? Ada urun saran?

1.1.19

2018: Tahun Terbaikku



Bukan tanpa alasan aku bilang 2018 adalah tahun terbaikku. Sebenarnya aku optimis sih tahun depan bakalan lebih baik lagi. Tapi dibanding tahun-tahun sebelumnya, tahun 2018 jelas super sekali lah. Banyak hal baru yang terjadi, semua adalah 'hasil' dari tahun 2017.
Foto keluarga 2018

1. Punya anak kedua: FREE 2.0

Pada pertengahan 2017, aku hampir gak percaya ternyata aku merasakan kembali nikmatnya kehamilan tanpa program kehamilan! Sepertinya efek karena pada 2017 kami sekeluarga berkumpul kembali setelah 2 tahun lebih LDM.

Awalnya agak malas membayangkan harus punya bayi lagi. Karena dengan usia Ais yang menginjak 5 tahun, dia sudah bisa mandiri. Aku nggak perlu ribet urusan cari rewang. Segala pekerjaan rumah bisa dihandle bertiga (Ayah bersih-bersih, aku cuci-cuci, dan Ais bertanggungjawab sendiri sama kerapian mainan2nya). Tapi, kalau nanti punya bayi, mau nggak mau harus cari rewang dong. Resign kerja jelas bukan opsi karena aku tipe yang paling nggak betah di rumah doang.

Tapi di akhir 2017, Allah kasih jawaban akan kegalauanku ini. Pokoknya luar biasa lah jawaban dari Allah ini. Tugas manusia hanya berusaha semampunya.
Alhamdulillah, salah satu sumber kebahagiaan EDibaFREE family di 2018

2. Punya pekerjaan baru yang sesuai dengan cita-cita dan passion

Keputusan ikut tes CPNS di akhir 2017 ternyata mengubah nasib keluarga. Ikut tes yang terpusat di Jakarta, niat awalnya cuma iseng-iseng berhadiah. Ibaratnya mencoba kesempatan terakhir, karena bukaan untuk formasi pendidikan pasca sarjanaku itu nggak setiap bukaan CPNS ada. Apalagi umurku sudah lebih dari umur penggaris.

Tapi rupanya Allah buktikan kuasaNya. Memang aku belajar maksimal karena ini kesempatan terakhir bisa CPNS, di LIPI Gunungkidul lagi! Tapi kalau nggak karena kuasa Allah ngasih saingan yang sepadan, sama-sama lulusan UGM, coba kalo ada yang lulusan luar negeri, pasti kalah diriku. Hehe.

Kembali menjadi peneliti di Jogja. Alhamdulillah!

3. Ngerasain jadi viral

April 2018, aku harus terpisah sebulan penuh karena harus prajabatan di daerah Cibinong, Bogor. Karena masih ASI eksklusif, hasil dari 2017 lalu, hehe, jadilah aku cari banyak info seputar pengiriman ASIP. Nggak mudah, info seputar pengiriman ASIP masih sedikit, ditambah kegiatan prajabatan yang full sampai malam, mustahil aku antar ASIP ke pengiriman atau kargo, kemudian memastikan ASIPku segera terkirim.

Lagi-lagi Allah tunjukkan kuasaNya. Berbekal googling aku ketemu Bpk Purnomo yang dengan sabar mengawal pengiriman ASIPku. Seputar pengiriman ASIP ini aku bagikan di IG. Sempat diberitakan disini:

https://m.jpnn.com/news/gara-gara-asip-kinerja-pt-pos-banjir-pujian

https://m.republika.co.id/berita/nasional/jabodetabek-nasional/18/04/29/p7y1z9430-netizen-apresiasi-pengiriman-asip-pt-pos

(Ada di Radarmalang sama Jawapos juga, tapi isi beritane podo wae)
ASIP yang fairel..wkwkkw

Si anak baru di kantor tetiba bikin heboh grup WA kantor karena ada orang kantor yang share berita ini. Gara-gara berita ini juga banyak yang DM IG, tapi sayangnya nggak ngefek banget sama penambahan follower #PengabdiFollower wkwkwk

4. Jungkir balik drama sekolah Ais

Buntut dari kepindahan ke Jogja di akhir 2017, Ais harus pindah sekolah. Bukan hal yang mudah sebenarnya, karena Ais banyak tertinggal dibanding teman sekelasnya sekarang. Apalagi sekarang di sekolah negeri. Nggak ada shadow teacher seperti di Palembang dulu. Tapi lagi-lagi Allah kasih pelangi setelah badai. Wali kelas yang awalnya cuek banget sama Ais, justru jadi sangat sayang sama Ais. Anak itu punya kelebihan dalam hal personal touch ternyata. Alhamdulillah.
Sempet gondongan di sekolah

5. Long distance marriage. Again

LDM, lagi. Yah, demi karir baru dan masa depan pendidikan anak yang lebih baik, aku dan suami terpaksa tinggal berjauhan lagi. Namun berbeda dengan LDM sebelumnya, LDM kali ini aku berjibaku dengan 2 anak dan kami dalam posisi 'punya penghasilan tetap', jadi boleh dibilang lebih ayem LDMnya. Kami juga gak ngoyo harus segera kumpul, tapi ada planning jelas menuju itu. Target 5 tahun sudah harus berkumpul lagi. Syukur kalau Allah mengijabah bisa lebih cepat. Yang jelas, usaha maksimal gak boleh putus!

Dan Alhamdulillah, berkah terbesar tahun ini adalah akhirnya aku dan suami bisa mendaftar haji. Mungkin bagi orang lain mengumpulkan 50 juta setahun itu gampang saja, tapi buat kami tidak semudah itu kisanak. Yah, semoga saja pencapaian di akhir tahun ini membawa berkah di tahun 2019. Harapanku di tahun 2019 nanti...
Senyum bahagia karena gak antri. Wkwkwk

Semoga rezeki kami, terutama bisnisnya Ayah lancar, jadi bisa sering pulang ke Jogja. Semoga tahun 2019 udah ada target bisnis yang matang untuk dikembangkan di Jogja. Semoga bisnis yang di Palembang juga bisa diremote dengan lebih baik lagi sistemnya di tahun 2019. Aamiin.

Semoga seluruh anggota keluarga dilimpahi kesehatan. Semoga duo FREE selalu sehat dan In sya Allah tambah pinter. Yang gede makin fokus sama minatnya dan makin sayang adeknya, sedangkan yang kecil semoga tetep nurut sama kakaknya dan makin pinter eksplorasinya. Semoga keduanya juga tetap jadi soleh dan soleha kebanggan. Aamiin

Semoga pekerjaanku lancar tahun ini. Semoga bisa menjalankan semua amanah yang disematkan untuk tahun ini. Semoga selalu bermanfaat bagi semua. Semoga makin produktif menulis dan bisa tembus nulis jurnal internasional. Aamiin.

Impian akan lebih mudah menjadi nyata bila diutarakan dan dituliskan. Semoga postingan blog di awal tahun ini jadi pemecut semangat untuk bisa lebih baik dibanding tahun 2018 yang luar biasa kemarin! Aamiin

24.12.18

Mengenal 5 Ciri-Ciri Sepatu Sneakers Original


Sepatu sneakers menjadi pilihan tepat untuk kamu yang ingin tampil keren dalam berbagai kesempatan. Bukan tanpa alasan, sebab model sepatu ini memang elegan dan cocok dipadukan dengan fashion item lainnya. Lebih dari itu sepatu ini juga nyaman dipakai karena bahannya ringan sehingga memudahkan kamu yang cenderung aktif bergerak.
Nilai tambah dari sepatu ini adalah cocok dipakai untuk berbagai kegiatan. Mulai dari kuliah, jalan-jalan, jogging, maupun untuk bekerja. Meski satu sepatu bisa diandalkan untuk kegiatan apa pun, sehingga baik pria maupun wanita,banyak yang kemudian mengkoleksi sepatu model ini.

Ciri Sepatu Sneakers Original

Menjadi salah satu sepatu yang tengah menjadi trend membuat sepatu model ini rentan diduplikasi oleh produsen sepatu yang kurang bertanggung jawab. Ya, kini banyak sekali sepatu-sepatu kualitas KW yang beredar di pasaran. Lantas apa saja ciri-ciri dari sepatu sneakers yang original? Berikut uraiannya.

  1. Logo sepatu
Periksa dengan teliti apakah logo yang tertera pada sepatu memiliki kecacatan atau tidak. Logo dari sepatu palsu biasanya mempunyai bentuk yang tidak sinkron, letak logo yang terbalik atau bisa juga warna logo yang berbeda. Pastikan kamu sudah hafal bagaimana logo sepatu yang asli.

  1. Sol sepatu
Perlu diketahui bahwa setiap sepatu model ini mempunyai sol yang berbeda-beda. Jadi, antara merk New Balance, Nike, maupun Converse akan memiliki pola sol yang berbeda. Ini yang menjadikan sepatu-sepatu tersebut terlihat unik karena setiap merknya memiliki pola sol yang tidak sama. Coba cek kembali sepatu kamu yang ada di rumah, dan kenali serta hafalkan pola solnya. Ini akan memudahkan kamu menemukan sepatu yang kualitas ori.

  1. Bahan dasar sepatu dan jahitannya
Saat memilih sepatu, usahakan untuk memeriksa bahan dasar dari sepatu tersebut. Periksa apakah material sepatu yang dipilih ini kasar atau lembut. Sepatu dengan kualitas ori dibuat dengan bahan yang lembut dan berkualitas tinggi sehingga membuatnya terlihat elegan. Selain itu juga perhatikan jahitan sepatu, jika jahitannya rapi, ini dapat menjadi tolok ukur bahwa sepatu tersebut adalah asli.

  1. Label sepatu
Cara lain untuk memastikan bahwa sepatu yang akan dibeli adalah berkualitas original, kamu juga disarankan untuk memeriksa label box maupun label sepatu. Jadi, di sini kamu bisa mencocokkan apakah informasi yang tertera pada label box sesuai dengan informasi yang ada di dalam sepatu. Poin-poin yang perlu dicek adalah perihal jenis, ukuran, warna hingga negara tempat pembuatan sepatu tersebut. Apabila ada kesesuaian antara informasi pada label box dan sepatu, itu artinya sepatu yang kamu pilih adalah sepatu original.

  1. Harga sepatu logis atau tidak?
Harga yang ditawarkan juga bisa menjadi pertimbangan kamu ketika memilih sepatu. Umumnya, sepatu sneakers original akan dibanderol dengan kisaran harga ratusan ribu hingga 8 juta rupiah. Jadi, apabila kamu menemukan sepatu yang harganya tidak wajar atau tidak logis, mungkin saja itu sepatu palsu. Meski begitu bedakan antara harga promo dengan harga normal. Karena bisa saja sepatu yang akan kamu beli tersebut adalah sepatu original yang tengah masuk list promo sehingga wajar apabila ditawarkan dengan harga yang relatif miring.

Demikianlah 5 ciri-ciri sepatu sneakers original yang perlu kamu ketahui. Mengingat sepatu model ini memiliki beberapa jenis merk, pastikan kamu juga mengenal betul kriteria sepatu favoritmu ya. Ini untuk menghindari kesalahan dalam membeli sepatu. Nah, jika kamu ingin menambah koleksi sepatu sneakers dapat membelinya di Bukalapak.
Marketplace Bukalapak menyediakan berbagai pilihan produk sepatu dengan kualitas original. Selain itu, transaksi melalui Bukalapak juga terjamin aman sehingga kamu bisa bertransaksi dengan mudah dan nyaman.

Diary Fafa: Sufor Lebih Enak Buk!


"Ya ampun. Perjuanganmu kemarin bela-belain kirim ASIP harus GAGAL gara-gara ini?" Ujar seorang teman sesama busui saat bertemu di ruang laktasi.

Sudah sebulanan ini Fafa minum sufor, dan boleh dibilang, kalo saat kutinggal kerja, Fafa akan lebih memilih sufor daripada asip ibunya. Penyebabnya seperti umumnya drama busui bekerja lah, dikasih sufor sama yang momong. Padahal ASIPku ya nggak kurang. Tapi katanya biar tambah sehat dan pinter gitu. Kebetulan tetangga depan rumah anaknya sufor dan emang perkembangannya cepat.

Terus aku nggak melarang gitu? Ya awalnya aku sudah menunjukkan penolakan sih. Waktu yang momong minta aku beliin sufor buat Fafa, aku tolak dengan alasan ASIPku masih cukup. Kupikir nggak ada masalah ya. Sampai kemudian dia inisiatif beli sufor pakai duitnya sendiri. Mau ngelarang gimana coba? Yang aku lihat, dia memang sayangnya bukan main sama Fafa, masak iya aku bikin sakit hatinya dengan melarangnya memberi sufor? Lagian sufor juga bukan racun, selama pencernaan Fafa nggak masalah, ya sudahlah, biarin aja yang momong ngasih sufor sesekali (karena aku masih berusaha kasih ASIP terus tiap hari). Walau lama-lama aku jadi rada males pumping. Habisnya perputaran ASIP di kulkas jadi lambat, beberapa kali aku terpaksa buang karena ASIPnya berbau kecut. Semenjak kenal sufor Fafa juga jadi lebih milih sufor daripada ASIP. Patah hati? Iya pada awalnya, tapi rugi amat kalau aku harus bersedih dengan hal itu. Yang penting Fafa sehat dan bahagia.

Kembali ke statement temenku yang menganggapku gagal menyusui karena Fafa sudah 'terkontaminasi' sufor. Awalnya aku agak jleb juga. Lha iya ya, dulu aja pas prajab dibela-belain sampe kirim berkilo-kilo ASIP demi menjamin Fafa nggak minum sufor. Eh ternyata sekarang harus menyerah karena alasan nggak enak sama yang momong. Tapi, setelah dipikir-pikir, si temenku ini memang tipe perfeksionis, apalagi dia lagi menyusui anak pertama, jadi masih idealis banget, masih demen sama sertifikat lulus ASIX dan semacamnya. Kalau aku sih sekarang udah nggak mikir begituan. Mungkin juga karena aku merasa sudah melakukan yang terbaik demi ASI eksklusif Fafa, jadi kalau sekarang nggak 100% ASI ya gak apa-apa lah ya. Yang penting kuncinya Fafa sehat dan bahagia.

Seminimal mungkin aku harus menghindari gesekan dengan yang momong. Kalau nggak perlu-perlu amat berselisih pendapat, mending mengalah saja. Misalnya masalah ASIP ini, daripada aku maksain full ASI tapi akunya stres, soalnya sebelum dikasih sufor yang momong juga sering mengeluh Fafa kurang doyan ASIP. Benernya kurang doyan karena sudah mulai banyak makan, makanya tuh sufor jadi solusinya. Katanya sih setelah dikasih sufor minumnya lahap. Ya iyalah, sufor lebih manis gitu lo..Ya sudahlah ya. Ibu itu harus setrong hatinya menghadapi penolakan anak. Oke kita menganggap satu dan lain hal baik buat anak kita, tapi tetap anak lah yang akan memilih yang terbaik buat dirinya. Yang penting tugas ortu adalah mengarahkan dan memfasilitasi dengan baik. Masalah menyusui hanyalah masalah kecil dibanding masalah parenting kedepannya. Tetap semangat dan no baper ya buibu. Stop judging because together we strong!