4.7.18

Piknik Tanpa Dompet? Bisa!


Libur lebaran tahun ini kurang bisa dimanfaatkan olehku dan keluarga, soalnya si mungil Fafa masih rentan untuk dibawa piknik. Aku mending gak ikut piknik daripada rempong bawa bayi. Sedangkan si ayah rasanya kurang komplit kalau piknik cuma berdua sama si sulung.  Tapi, sayang juga kalau kesempatan si ayah pulang ke Jogja nggak dimanfaatkan sebaik-baiknya buat piknik. Akhirnya kita memutuskan piknik tipis ke pantai yang agak dekat, yaitu Pantai Depok-Parangtritis.
Bocah lanjut bobo di mobil

Persiapan piknik mendadak jam 4an, soalnya pulang kerja aku tepar. Setelah menyusun baju ganti satu tas penuh dan memasukkan HP, kami langsung cus. Ada yang tertinggal? Saat berangkat belum nyadar deh, ada satu barang penting yang tertinggal. Apakah itu???

DOMPET

Yeah. Setelah sampai Sewon baru sadar kalau dompet ketinggalan. Dua-duanya pula! Aku sama ayah ketinggalan dompet semua. Balik ke rumah? Hadeh, gak jadi dapet sunrise nanti. Akhirnya mengais-ngais sejumlah uang, pokoknya bisa buat bayar parkir sm retribusi deh. Alhamdulillah dari tas kamera ayah ada recehan sejumlah 95 ribu untuk menyambung hidup. Haha!

Ternyata drama nggak berhenti sampai disitu. Bensin mobil habis! Iya, ketahuan pas ada kelap kelip tanda bensin kosong, maklum mobil boleh pinjem, gak tau kalo indikator bensin ternyata ada di atas. Ayah liat indikator temperatur dikiranya indikator bensin. Waduuuh, kalo harus beli bensin, apa cukup 100 ribu? Huhu. Kan pengen makan ikan segala udah sampe pantai. Ya udah deh cari bensin dulu daripada harus dorong mobil. Alhamdulillah di pagi buta ini udah ada warung yang jual bensin di kawasan Pantai Depok-Parangtritis ini. Matok harga per liternya juga nggak sadis. 9000 per liter pertalite.
Warung bensin penyelamat

Awalnya ayah pengen ke Parangtritis setelah tadi masuk Pantai Depok katanya pantainya kotor. Hadeh, Parangtritis mah lebih terkenal dari Depok, kayaknya bakal lebih kotor deh. Aku sih prefer masuk pantai di sepanjang jalan dari Parangtritis ke Depok. Banyak pantai baru yang dibuka. Ya sebenernya masih laut yang sama kan ya, tapi kayaknya lebih sepi lebih baik.
Masuk Pantai Pelangi disambut pepohonan cemara

Kami akhirnya mendarat ke Pantai Pelangi. Puas banget Ais sama ayahnya mandi disana. Aku sama Fafa lihat dari jauh aja. Fafa kelihatan senang di pantai, tapinya dia jadi ngantuk. Udara pantai semilir membuat Fafa akhirnya tidur. Tapi sudah sempat foto-foto dong ya (ini yang penting, haha!)
Laff banget sama foto ini!

Foto keluarga ala-ala

Sunrise di Pantai Pelangi

Pulang dari Pantai Pelangi, aslinya aku sudah puas dan ayo aja kalau mau pulang. Tapi ayahnya masih penasaran pengen makan ikan. Ya, dengan recehan yang sudah buat beli bensin mana cukup. Wong buat pulang aja belum tentu duitnya cukup kalau harus beli bensin lagi.

Next mission. Dapet uang tunai daru HP.

Zaman now sih lebih gampang dari zaman baheula ya. Sekarang ada yang namanya rekening ponsel, jadi nggak bawa ATM pun bisa dapat uang tunai. Tapi saat itu aku belum punya rekening ponsel, pas banget baterai HP tinggal 12%. Ulala.. untung bisa kuhemat pakai airplane mode. Browsing pake HP ayah, dan tyt gampil banget buat rekening ponsel. Yang justru kemudian jadi masalah adalah gak semua ATM bisa mendukung fitur rekening ponsel. Saat itu aku pakai BRI, benernya sih bisa aja minta tolong agen BRILink atau semacamnya, cuma pas pagi itu belum buka, di dekat parkiran Pantai Depok padahal ada.

Petualangan mencari ATM yang bisa akses T Bank (rekening ponsel keluaran BRI) pun harus berlanjut sampai Pasar Bantul. Tiba-tiba ayah kepikir buat minta tolong costumer yang ke ATM BRI Kretek, Bantul (ini yang paling dekat pantai). Oiya ya, ngapain repot-repot buka rekening ponsel n kesusahan cari ATMnya tadi yaa. Singkat cerita akhirnya kami dibantu sama Pak Satpam BRI yang baik bernama Pak Wiji. Beliau bahkan menolak kami beri tips. Semoga rezeki bapak lancar selalu. Aamiin.
di Kantor BRI ini akhirnya kami mendapatkan uang tunai, haha!
Dan begitulah, kami akhirnya bisa makan ikan. Wakakakak. Alhamdulillah pulang dari pantai lalu lintas aman, gak ada cegatan. Bisa gawat wong gak bawa dompet, ya gak bawa SIM, ya kan? Huhuhu
Do maem iwak aku turu mawon lah...

3.7.18

Nutrisi dan Edukasi untuk Generasi Maju Indonesia

Siapa sih yang nggak pengen anaknya sukses di masa depannya? Sebagai orang tua tentu kita akan mengusahakan yang terbaik untuk anaknya. Namun, sebagai individu yang unik, tentu orang tua harus memahami potensi yang dimiliki anak. Untuk bisa mengoptimalkan potensi tersebut, maka orang tua perlu memenuhi kebutuhan nutrisi dan edukasi si kecil.

SGM Eksplor sebagai produsen susu yang selama lebih dari 50 tahun mendukung orang tua Indonesia melengkapi kebutuhan nutrisi si kecil tahun ini mengadakan kegiatan untuk mendukung edukasi nutrisi, yaitu Sahabat Generasi Maju dan Festival Sahabat Generasi Maju.

Press Conference SGM Eksplor Festival Sahabat Generasi Maju

Generasi maju, memiliki 5 potensi prestasi, yaitu cerdas kreatif, percaya diri, tumbuh tinggi & kuat, supel, dan mandiri & percaya diri. Menurut Psikolog Anak dan Keluarga, Anna Surti Ariani, S.Psi., M.Si., Psi., atau biasa dipanggil Mbak Nina, orang tua harus menggali 5 potensi prestasi tersebut karena saling berkaitan untuk tumbuh kembang yang optimal dari aspek fisik, kognitif, emosi, bahasa, dan sosial.

Festival Sahabat Generasi Maju
Festival Sahabat Generasi Maju diadakan di Yogyakarta, Surabaya, Medan, dan Bandung. Mbak Astrid Prasetyo selaku Marketing Manager SGM Eksplor memilih Taman Pintar Yogyakarta  sebagai kota pertama festival diadakan karena Yogyakarta sebagai rumahnya SGM dan kota pendidikan.
Kelas di Festival Sahabat Generasi Maju

Potensi anak generasi maju yaitu 'cerdas kreatif' dan 'tumbuh tinggi & kuat' diasah di festival ini, dalam bentuk kegiatan seperti lomba mewarnai, kegiatan olahraga, bermain pasir kinetik dan berbagai  permainan edukatif untuk anak serta talkshow untuk orang tuanya. Yang sempat kuingat dari pemaparan Mbak Nina adalah, cara membentuk anak cerdas adalah dengan banyak bercerita, maka kreatifitas anak akan mengikuti. Jadi, nggak usah malu jadi orang tua yang cerewet, dalam artian suka bercerita sama anak, padahal anak belum tentu menanggapi. Karena dalam diamnya sebenarnya anak menanggapi dan otaknya bekerja.

Sebelum bisa menikmati permainan di Festival Sahabat Generasi Maju, bunda bisa membeli produk SGM Eksplor senilai Rp. 35.000 untuk nanti ditukar dengan tiket permainan dan lomba mewarnai.
Tempat pembelian produk SGM Eksplor sekaligus tempat registasi

Di Festival Sahabat Generasi Maju ada berbagai wahana antara lain kelas kreativitas, kelas olahraga, panggung performance, mini mobi, dan lomba mewarnai. 
Kelas kreativitas. Mengasah kreativitas lewat pasir kinetik

Kelas Olahraga

Mini mobi

Panggung Performance
Suasana lomba mewarnai

Yang seru di Taman Pintar ini ada wahana Jejak Nutrisi yang dipersembahkan SGM untuk edukasi mengenai pabrik susu. Jadi, proses pengolahan susu yang dulu zaman kuliah cuma aku ketahui dari laporan kerja praktek teman, sekarang bisa merasakan wahana interaktifnya. Beruntungnya anak-anak zaman now ya, hehe.
Ais, Arka, dan Raya siap Jelajah pabrik susu di Jejak Nutrisi!

Formulasi susu

Pengemasan susu

pabrik susu secara keseluruhan

Sahabat Generasi Maju
Merayakan dan mendukung potensi prestasi yang ada di setiap anak Indonesia, SGM Eksplor mengajak orang tua untul menceritakan potensi yang dimiliki si kecil dengan mengupload foto dan cerita potensi prestasi si kecil ke akun Facebook mulai dari 19 April-8 Juli 2018. Ada kesempatan memenangkan beasiswa senilai total 1 milyar untuk 25 pemenang. Sudah ada sekitar 8000 cerita yang masuk nih kata Mbak Astrid. Nanti Grand Final untuk penentuan 25 pemenang dilakukan pada 27-29 Juli 2018 du Sumarecon Mal Bekasi.

Di Festival Sahabat Generasi Maju ini, Ais terlihat seru bermain dengan  teman-teman barunya. Jadi potensi 'supel'nya terasah juga ya. Hehe.
Pandawa in Red

13.5.18

Ramadan Ekstra, Hemat Belanja Online dengan Tokopedia

Ramadan sebentar lagi, yeay! Nggak terasa yah, dan Ramadan kali ini bakal ekstra spesial karena EDibaFREE Family ketambahan satu personil baru yang belum genap 6 bulan. Artinya apa? Artinya daku sebagai ibu kudu ekstra puasanya tahun ini, karena ng-ASI kudu jalan terus. Asupan nutrisi harus diperhatikan, karena targetnya Bulan Ramadan ini bisa puasa penuh, jadi kudu sehat terus dong yes. Walaupun secara pribadi nggak terlalu percaya sama suplemen pelancar ASI, tetapi demi memaksimalkan puasa di Bulan Ramadan nanti, kayaknya perlu deh belanja beberapa camilan pelancar ASI. Aku pilih belanjanya online saja, apalagi sekarang lagi ada promo belanja online hemat menyambut Ramadan Ekstra buatku di Tokopedia:


1. Mudah membandingkan harga setiap toko online di Tokopedia
Sudah jadi kebiasaan kalau mau belanja online pasti ke aplikasi Tokopedia, ketik kata kunci, terus filter berdasarkan harga termurah dan paling direkomendasikan. Gampang banget, nggak perlu keliling-keliling toko kayak dulu lagi deh.

2. Pilih produk dalam negeri yang berkualitas
Biar irit, nggak perlulah beli produk impor. Untuk pelancar ASI, fenugreek memang dipercaya berkhasiat melancarkan ASI. Tetapi kalau harus beli yang impor dari Thailand, kayaknya kok berat juga. Nah untungnya dengan kemudahan dunia online dan banyak lapak yang berjualan di Tokopedia, jadi tahu deh kalau ada produk pelancar ASI lokal yang juga mengandung fenugreek.

3. Memilih toko online dengan lokasi terdekat
Memilih toko online terdekat dengan lokasi kita akan menghemat biaya, karena ongkos kirim jadi lebih murah. Selain itu untuk produk makanan yang memiliki masa kadaluarsa relatif cepat, memilih toko online dengan lokasi terdekat berarti mempercepat sampai barang yang dipesan. Jadi masa pakainya juga bisa lebih lama deh. Di Tokopedia kita bisa memilih sesuai lokasi penjualnya. Asyik kan?

4. Memilih kurir pengiriman yang efisien
Tokopedia menyediakan banyak alternatif kurir pengiriman, mulai dari pengiriman secara konvensional hingga kurir instan melalui jasa transportasi online. Hal ini akan memudahkan kita melilih metode pengiriman dengan jasa kurir yang paling efisien.

5. Pantengin aplikasi demi promo dan diskon 
Belanja online di Tokopedia itu asyiknya karena banyak promo dan diskon. Banyak promo cashback yang tentu saja akan menghemat biaya belanja online kita. Bisa bikin Ramadan nanti makin ekstra, ya kan?

Dan, Ramadan nanti makin Ekstra, karena akan ada rahasia kejutan pada 25 Mei dari Tokopedia! Bakalan seru seperti festival belanja online kayak Black Friday, kira-kira kejutan seperti apa ya yang bakal buat pengalaman belanja online di bulan Ramadan Ekstra ini jadi lebih spesial? Sebagai mamak-mamak, aku sih paling senang kalau kejutannya cashback, jadi bisa buat beli pulsa atau token listrik yang menyangkut hajat hidup orang serumah, hehe. Moga-moga sih cashbacknya lebih gede dari biasanya, kalau biasanya cashback sampai 20%, pas momen Ramadan ini bisa cashback 50% mungkin? Hihi...

29.4.18

Tips Mengirim ASIP dari Jabodetabek ke Luar Kota

Drama ini dimulai ketika aku harus diklat selama Bulan April sampai hampir pertengahan Mei di Cibinong. Liburnya hanya hari Minggu, sehingga aku urungkan niatku untuk pulang ke Jogja setiap minggu. Konsekuensinya, karena Fafa masih ASIX dan aku rutin pumping, jadi aku harus mengirim ASIPku. Walaupun sebelum diklat aku sudah stok ASI sebanyak-banyaknya, tapi 40 hari bukan waktu yang sebentar, jadi di tengah diklat aku pasti harus mengirimkan ASIPku.

Hasil perah ASIP 2 minggu

Beberapa ekspedisi aku survei. Yang memungkinkan waktu pengiriman lebih cepat memang ekspedisi port to port dimana barang dibawa ke bandara untuk kemudian diambil di bandara tujuan. Tapi jadwal diklat padat dengan izin keluar asrama yang agak sulit, jadi opsi ini aku coret. Padahal sebenarnya sudah ada kargo port to port yang bersedia mengangkut ASIPku dengan catatan aku mengikuti standar pengemasan produk cair. DBM Cargo di Soekarno Hatta. Biayanya super duper murah, sekitar Rp. 6350-Rp. 8500 per kilogram (minimal kiriman 10 kg) untuk rute Cengkareng ke Jogja. Contact personnya responsif menjawab Whatsapp, jadi buat yang mau kirim ASIP dan memungkinkan untuk ke bandara, bisa hubungi kargo ini. Kata CPnya ini (ealah aku gak tanya nama Pak CPnya lho), barang yang sampai pagi bisa diusahakan sampai sorenya dengan catatan sebagai berikut:

1. Buat reservasi minimal 3 hari sebelumnya. Jumlah berat kiriman sudah harus fix karena maskapai hanya mentoleransi berat 30% saja. Untuk tahap ini, DBM Kargo bisa bantu, mungkin sebaiknya langsung ditransfer biayanya biar sama-sama enak.

2. Datang selambat-lambatnya 5 jam sebelum jadwal penerbangan yang dimaui. Oiya di Halim nggak ada kargo, semuanya dipusatkan di terminal kargo di Soekarno Hatta. Untuk rute ke Jogja cuma ada 2 kali kirim yaitu jam 9 pagi dan 12 siang. Untuk kirim ASIP sebaiknya di pagi hari biar nggak panas ya cyyn, yang artinya jam 4 udah harus sampai terminal kargo.

3. Kemas paket dengan benar agar tidak menghabiskan waktu untuk perbaikan pengemasan.

Nah, karena aku nggak bisa ke bandara (jam 5 pagi sudah mulai diklat, dan hari minggu tidak ada penerbangan), go send juga tidak dianjurkan, sehingga opsi kirim kargo port to port aku tinggalkan. Alhamdulillah untuk lokasiku di Cibinong, bisa menghubungi Pak Purnomo, agen PT POS di Depok. Awalnya sih bisa dapat kontak Pak Purnomo saat aku mencari agen kiriman Lion Parcel. Pikirku pakai Lion Parcel bisa cepat nih kayak di iklannya. Tapi saat aku menghubungi Pak Purnomo sebagai CP Lion Parcel Depok, beliau malah menyarankan untuk kirim ASIP melalui PT POS. Hah? PT POS yang kirimannya suka terlambat itu? Eits jangan salah, sekarang PT POS sudah banyak berbenah, sudah sama baiknya dengan pengiriman swasta lainnya. Dirut PT POS mempunyai misi kemanusiaan, jadi pengiriman ASIP yang menjadi sumber kehidupan bagi seorang bayi, akan menjadi prioritas utama pengiriman. Pak Purnomo sudah 3x mengawal pengiriman ASIP dan sampai ke tujuan dalam waktu 18 jam. Cukup lama memang, tapi dengan kondisi pengemasan yang baik In sya Allah ASIP tidak mencair. Di PT POS sendiri disediakan kontainer pendingin untuk menyimpan produk yang membutuhkan penyimpanan dingin. Pak Purnomo memberikan video tutorial pengemasan produk cair yang dikeluarkan PT POS. Untuk menghindari kerusakan ASIP selama diperjalanan, Pak Purnomo memanduku dalam mengemas ASIP via whatsapp. Berikut beberapa poin penting dalam mengemas ASIP:

1. Pengemasan menggunakan kotak styrofoam dan kardus. Styrofoam berfungsi untuk menahan suhu ASIP tetap dingin dan beku. Kardus juga dapat membantu menahan dingin walau tidak sebaik styrofoam, selain itu kardus juga akan menjaga styrofoam tertutup rapat dan melindungi styrofoam dari resiko terkena benturan.

2. Pastikan produk tidak goncang dengan mengisi styrofoam dengan ASIP sebanyak-banyaknya. Bila ada celah sebaiknya sumpal dengan ice gel, bubble wrap atau bisa juga dengan potongan kertas.

3. Kemas kardus dengan plastik. Biar keamanan pengemasannya semakin maksimal.

Standar pengemasannya sih kurang lebih begitu, tapi aku akan menambahkan beberapa tips supaya pengemasannya lebih aman dan maksimal lagi.

4. Masukkan kotak styrofoam ke dalam tas. Kalau aku kemarin memang memodifikasi tas bayinya Fafa buat jadi cooler bag. Di setiap sisi tas kulapisi styrofoam meteran yang sudah kupotong sesuai ukuran tas.

5. Simpan ASIP dalam kemasan besar. Hal ini dimaksudkan agar ASIP tidak gampang mencair. Ibaratnya, es batu pada kemasan kecil tentu lebih cepat mencair dibandingkan es batu dalam kemasan yang besar. Bungkus beberapa botol/kantong asip ke dalam satu plastik agar masing-masing botol/kantong berkoloni mempertahankan dingin.
ASIP kemasan 200 ml dikemas per 3-6 bungkus

Kiriman ASIPku kemarin agak terlambat sampai dikarenakan kargo penerbangan yang overload. 28 jam baru sampai. Sempat panik karena lebih dari 24 jam ice gel biasanya sudah mencair, jangan-jangan ASIPku juga mulai mencair. Tapi Alhamdulillah, berkat pengemasan yang baik dan pelayanan PT POS yang responsif, ASIPku hanya sebagian kecil yang mencair. Itu pun masih membeku separuhnya, jadi aman untuk dibekukan kembali.

Ini referensi nomor whatsapp agen pengiriman yang cukup responsif:

Daring (agen PT POS dan Lion Parcel Depok, Bp Purnomo): +62813-1066-3789
DBM Cargo (ekspedisi antar bandara): +62 817-0921-980

Jarak bukan halangan bagi kita untuk sukses menyusui!!!!

12.4.18

Barang-barang Wajib Bawa Busui saat Bepergian


Melahirkan dan menyusui adalah anugerah yang dimiliki seorang wanita. Kecerdasan dan kesehatan seorang anak ditentukan oleh ibunya. Anak yang lahir dari rahim ibu yang bahagia dan sehat cenderung tumbuh menjadi anak yang sehat dan cerdas. Selama hamil, ibu harus menjaga moodnya agar tetap bahagia. Setelah melahirkan pun, ibu harus tetap harus menjaga moodnya karena anak cenderung peka dengan mood ibunya.

Menjadi ibu memang bukan perkara gampang. Ibaratnya, masa depan anak bangsa berada di tangan para ibu masa kini. Untuk menjamin kesehatan dan kecerdasan anak, seorang ibu disarankan untuk menyusui anaknya. Eksklusif selama 6 bulan dan dilanjutkan sampai 2 tahun. Namun, bagi sebagian ibu, menyusui bukan perkara gampang. Banyak persoalan yang biasa menjadi drama ibu menyusui seperti anak tidak mau menyusui karena bingung puting, puting lecet sampai drama ibu bekerja dalam menyiapkan ASI selama ditinggal bekerja. Namun, walau menyusui butuh perjuangan, tapi hasilnya akan memuaskan. Pemberian ASI eksklusif akan meningkatkan antibodi anak dan kandungan nutrisi yang diserap sempurna akan meningkatkan kecerdasan anak. Nah, buat ibu menyusui yang mungkin harus tinggal berjauhan dengan anaknya, masih bisa kok mengusahakan ASI buat anaknya dengan cara diperah dan disimpan di lemari pendingin. Saat perjalanan, ibu tetap dapat memerah ASI dan disimpan di cooler bag. Dengan rutin memerah ASI, maka aliran ASI akan tetap lancar walaupun tidak dihisap anak. Ini beberapa item yang gak boleh ditinggalkan busui:

1. Breastpump
Pompa ASI adalah yang terpenting tidak boleh ketinggalan. Walaupun sebenarnya bisa memerah dengan tangan, tapi akan cukup merepotkan dilakukan sembari bepergian, terutama saat di kendaraan umum. Disarankan menggunakan pompa ASI manual atau bila menggunakan elektrik, pastikan baterainya cukup untuk digunakan tanpa tersambung aliran listrik. Saat bepergian akan sulit mencari sambungan listrik.
Breastpump manual, bisa memompa di mana saja

2. Appron Menyusui
Ini barang kedua yang sama pentingnya dengan breastpump. Karena selama bepergian mungkin kita akan memompa di tempat umum (jangan berharap selalu ada ruang laktasi, dan sebaiknya hindari memompa ASI di kamar mandi). Nah, agar tidak mencolok dan dianggap melakukan pornografi, appron menyusui jadi item yang sangat penting untuk dimiliki.
Appron menyusui

3. Botol/plastik ASI
ASI yang sudah diperah tentu membutuhkan wadah untuk menampungnya. Gunakan botol atau pun plastik untuk menyimpan ASI hasil perahan.

4. Cooler Bag +ice gel
Untuk memastikan ASI yang diperah tetap memiliki kualitas baik,  maka penyimpanan ASI haruslah baik, pastikan menggunakan cooler bag dengan insulator dingin yang baik. Letakkan ice gel secukupnya di dalam cooler bag untuk mempertahankan suhu dingin pada cooler bag. Untuk mempertahankan suhu dingin selama 24 jam, gunakan 2 ice gel ukuran 500 gram.
Cooler bag wajib bawa!

5. Smartphone
Selama memerah ASI, ibu harus rileks. Bingung mau ngapain selama memerah? Mainan smartphone aja, ya nggak sih? Busui bisa memerah sambil bermain game, cek medsos, berselancar, atau membaca e-book di smartphone.

6. Powerbank
Lagi asyik bermain smartphone tiba-tiba baterai smartphone drop? Jangan sampai itu terjadi. Sedia selalu power bank, karena di perjalanan tidak selalu ada colokan listrik. Jangan malas membawa power bank dengan alasan berat atau ribet. Power bank zaman now banyak yang berkapasitas mumpuni tapi berukuran kecil, desain slim, dan beratnya juga ringan. Baru-baru ini Asus mengeluarkan varian ZenPower Slim yang berukuran hanya sebesar kartu nama dengan ketebalan minim, hanya 1.5 cm. Berat powerbank ini juga cukup ringan, tidak sampai 200 gram saja. Cukup praktis untuk dibawa busui selama bepergian. Tambahan lagi, warnanya merah metalik tentu menambah gaya untuk dibawa bepergian.

Asus Zenpower Slim 6000 memiliki beberapa keunggulan yang membuat kepincut:

1. Desain body slim, ringan, dan gampang dibawa
Buat ibu-ibu yang memang sudah ribet dengan berbagai bawaan, powerbank yang ringan dan gampang dibawa tentu akan menjadi primadona. Dimensi Asus Zenpower Slim 6000 adalah 110.9 mm x 67.6 mm dengan tebal 14.82 mm. Sangat ringan untuk powerbank dengan kapasitas 6000 mAh.

2. Fast charging, jadi hemat waktu
Daya masuknya sebesar 2 V sehingga cepat mengisi daya powerbanknya. Hanya perlu sekitar 3.5 jam sampai baterai benar-benar terisi penuh.

3. Safe charging, aman buat yang suka lupa cabut colokan saat mengisi daya powerbank
Suka ngecharge terus ditinggal tidur? Sama. Itu sebenarnya kebiasaan buruk, tapi kabar baiknya asus Zenpower Slim 6000 ini sudah dilengkapi fitur safe charging, jadi saat daya powerbank sudah terisi penuh, maka aliran listrik menuju powerbank otomatis terputus. Powerbank pun aman dari overcharging yang berdampak pada keawetan powerbank tersebut.

4. Warna merah yang elegan
Warna Asus Zenpower Slim 6000 adalah merah metalik yang cakep buat dibawa hang out. Elegan dan mewah.

5. Terbuat dari bahan metal yang adem
Suka sebel karena smartphone jadi panas saat diisi dayanya? Dengan menggunakan powerbank Asus Zenpower Slim 6000 setidaknya masalah ini dapat teratasi. Bodi powerbank dari metal yang adem akan menjaga powerbank tetap adem, plus mendinginkan bodi smartphone yang menjadi panas karena tuntutan harus tetap digunakan walau kondisi mengisi daya.

Walaupun sudah canggih begitu, ada hal-hal yang perlu diperhatikan sebelum menggunakan Asus Zenpower Slim ini. Pada paket pembelian tidak disertakan charger. Sebaiknya isi daya powerbank menggunakan charger asli bawaan smartphone, sebab bila menggunakan charger sembarangan akan menyebabkan pengisian daya lebih lama dan kualitas powerbank menurun.

Nah, dari keenam barang yang wajib dibawa busui saat bepergian tersebut, ada yang belum punya tidak?

28.3.18

Tips Mengindari Kecolongan Pulsa Saat Internetan


Sumber: pixabay.com
Penggunaan smartphone berbasis Android memang sudah bukan hal baru lagi. Kelebihan menggunakan ponsel pintar ini adalah kamu bisa selalu terhubung dengan sambungan internet. Jika dibandingkan dengan ponsel lama yang hanya bisa digunakan untuk telepon dan mengirim SMS, penggunaan ponsel pintar lebih banyak dipilih. Pengguna ponsel pintar bisa terus terkoneksi dengan teman dan sahabat melalui aplikasi seperti Whatsapp, Telegram, atau Line yang menggunakan kuota internet. Selain itu mereka juga bisa setiap saat mengakses sosial media milik mereka, dan mendapatkan informasi terbaru yang mereka butuhkan. 

Tentu saja hal tersebut membutuhkan kuota data untuk selalu terkoneksi dengan layanan internet. Hampir semua provider telekomunikasi menyediakan khusus paket data untuk menjawab kebutuhan ini, kamu bisa pulsa atau paket data operator yang kamu gunakan yang dijual di situs Traveloka. Mereka menawarkan beragam paket data dengan jumlah kuota yang bebeda dan dengan keunggulan masing-masing. Jadi kamu tinggal menyesuaikan besar kebutuhan kamu saat membeli pulsa Smartfren di situs Traveloka. Sudah cek sisa pulsa Smartfren kamu? Kalau sudah habis, segera beli agar bisa beli paket internetnya.
smartfren.com

Namun, adakalanya kita menemui pulsa yang tersedot otomatis saat menggunakan layanan internet pada smatrtphone ini. Tentu hal ini membuat kita tidak nyaman, karena tahu-tahu pulsa kita habis, dan tidak dapat menelpon atau mengirim pesan. 

Biasanya keadaan tersebut baru kita ketahui saat kita hendak menelepon atau mengirimkan SMS. Jangan panik dulu, kamu bisa melakukan cek pulsa untuk mengetahui apakah pulsamu benar-benar tersedot. Jika kamu menggunakan Smartfren, kamu bisa melakukan cek pulsa Smartfren. Beberapa cara cek pulsa Smartfren berikut bisa kamu ikuti untuk mengetahui nominal pulsa kamu.

Yang pertama dengan mengirimkan SMS ke 999 dengan mengetik “CEK”. Kamu juga bisa menggunakan layanan dial dengan mengetik *999# lalu tekan call. Dengan kedua cara ini kamu akan mendapatkan konfirmasi yang menginfokan berapa sisa pulsamu. Selain itu, kamu bisa menggunakan layanan pesan suara dengan menelepon ke nomer 999 dan mengikuti petunjuk operator. Jika kamu menginginkan informasi yang lebih lengkap, silakan mendownload aplikasi Smartfren di Play Store untuk pengguna smartphone android dan App Store untuk pengguna iPhone. Di sana terdapat menu yang bisa kamu pilih untuk mengetahui sisa pulsa, nomer Smartfrenmu, masa aktif dan info lengkap lainnya.

ponselgue.com

Kalau ternyata pulsa kamu berkurang karena paket data habis dan layanan internet langsung menyedot pulsa, kamu bisa melakukan beberapa tips berikut untuk meminimalisirnya.

Mematikan dan menghidupkan aplikasi pada ponsel secara manual
Beberapa aplikasi pada Android membutuhkan akses internet saat digunakan. Kamu bisa terus memantau aplikasi apa saja yang menggunakan data internet. Namun ada pula aplikasi yang menyedot data internet secara langsung tanpa kita sadarai, seperti GPS. Kamu bisa mematikan aplikasi semacam ini secara manual saat tidak dibutuhkan. Selain itu, kamu juga bisa menggunakan aplikasi seperti Traffic Monitor by RadioOpt untuk memantau aplikasi-aplikasi apa saja dalam ponselmu yang mengunakan data internet.

Mematikan pengaturan Auto-Update
Dengan mematikan pengaturan auto-update kamu bisa menghindari pulsamu tersedot layanan internet tanpa disadari. Biasanya aplikasi pada Android  akan meng-update  sendiri tanpa notifikasi permintaan. Dengan mengatur auto-update kamu bisa memperbarui aplikasi dalam ponselmu sesuai kebutuhanmu. 

Menghentikan Auto-Sync pada ponsel
Auto Sync adalah fitur yang mengatur agar aplikasi Android dapat langsung tersinkronisasi dengan server Google atau server-server aplikasi yang digunakan. Dengan mematikan Auto Sync kamu bisa menghentikan koneksi akses internet terhadap beberapa aplikasi yang sedang tersinkronisasi secara otomatis. 

Mengatur penggunaan data pada ponsel
Hampir semua ponsel Android  mempunyai fitur pengaturan data. Kamu bisa menggunakan fitur ini sesuai dengan kuota data yang kamu miliki. Biasanya, ponsel akan menampilkan pemberitahuan jika data internet yang kamu gunakan sudah sampai batas pengaturan, sehingga kamu bisa memperkirakan data internet yang kamu pakai, dan kapan harus mengisi ulang data internetmu.


17.3.18

Ice Gel dari Popok Bayi


Semenjak Fafa (1,5 mo) lahir dan harus dinas keluar kota, aku bertekad harus bisa expert dalam bidang penyimpanan ASIP. Soalnya aku harus menyetok banyak ASIP selama Fafa kutinggal dan harus bawa oleh-oleh ASIP sepulang dinas. Tekadku, Fafa harus bisa ASI eksklusif (aamiin). Nah, besok April kebetulan aku harus diklat selama 40 hari di luar kota (macam naik haji aja 40 hari). Untuk stok ASIP, sedikit-sedikit aku nyetok. In sya Allah waktu sampai akhir Maret cukup buat menyetok ASIP setidaknya sampai setengah bulan (di tengah bulan ada tanggal merah jadi bisa izin). Yang jadi pikiran adalah gimana bawa oleh-oleh ASIPku nantinya. Nggak mau dong perahanku nanti tersia-sia karena aku nggak mempersiapkan penyimpanan selama perjalanannya dengan baik. Makanya segala perlengkapan penyimpanan ASIP aku siapkan sebanyak-banyaknya (bukan hanya sebaik-baiknya). Aku punya satu cooler bag dan pinjam satu cooler bag punya adik. Tapi sepertinya itu kurang, aku lalu memodif tas bayi yang agak besar untuk dijadiin cooler bag dengan cara menyelipkan styrofoam ke bagian pinggir tas. Hal lain yang harus kupersiapkan adalah ice gel, karena apalah arti cooler bag bagus tanpa ice gel di dalamnya. Tapi sayangnya stok ice gelku hanya 5 (yang 2 boleh minjem adek pula). Jumlah ini aku rasa sangat kurang. Apalagi nanti aku ada kemungkinan kirim ASIP via paket, berarti harus sedia ice gel yang banyak. Hmm, beli lagi dong ya? Tapi semenjak ada Fafa aku rada mager mau keluar rumah je. Misal mau beli online, kok nggak worthed, soalnya ice gel itu berat, malah mahal di ongkos kirim nanti. Jadi aku pilih bikin ice gel sendiri deh. Baca-baca di internet katanya bisa bikin ice gel dari popok bayi. Langsung deh penasaran bikin.

Bahan yang diperlukan:

1. Popok bayi. Boleh baru, boleh juga bekas ompol. Karena ini dalam rangka daur ulang, jadi aku pake popok bekas.
2. Air
3. Kantong plastik
4. Selotip

Alat yang diperlukan:
1. Ember
2. Saringan
3. Gunting

Cara membuatnya:
 1. Jebol bagian penyerap pipis pada popok dan keluarkan gel di dalamnya.

2. Letakkan gel di ember berisi air (kira-kira 5 liter). Untuk popok baru, rendam sekitar 5-10 menit sampai gel benar-benar terisi air (warnanya berubah bening). Beri air secara berlebihan agar gel menyerap air dengan sempurna. Diamkan sekitar 10 menit.


3. Saring kelebihan air. Bila menggunakan popok bekas ompol, bilas gel di saringan dengan air mengalir sampai baunya hilang.

3. Masukkan ke dalam plastik sesuai ukuran yang diinginkan. Kalau mau praktis, gunakan plastik klip, tetapi kalau ingin ice gel dengan ukuran lebih besar dan tidak ada plastik klipnya, bisa menggunakan plastik biasa. Nanti di-seal pakai selotip sampai rapat dan tidak memungkinkan gel bocor.

4. Dinginkan di freezer. Ice gel homemade siap digunakan!
Sudah di'packing' rapi, siap dibekukan

Mungkin beberapa di antara kita merasa jijik menggunakan popok bekas untuk ice gel. Kalau aku sih mikirnya gel ini seperti pakaian. Kalau dicuci bersih, tentu biaa digunakan kembali. Nah ini beberapa tips menggunakan popok bekas supaya layak digunakan menjadi ice gel:

1. Bilas gel bekas popok menggunakan air mengalir dengan meletakkan gel di saringan. Aku pakai saringan dengan diameter agak besar jadi bisa membilas lebih banyak. Pengalamanku kemarin sih bilas di air mengalir selama 2x30 detik sudah cukup menghilangkan bau pesingnya.

2. Jangan pakai popok yang ada bekas pupnya, karena bakal lebih susah hilangin bau dan mungkin warnanya juga.

3. Pastikan kemasan ice gel menggunakan plastik yang tidak gampang bocor. Bila perlu selotip seluruh permukaan plastik biar lebih tahan bocor.

Asyiknya bikin ice gel sendiri adalah kita bisa menentukan sendiri ukuran ice gel yang diinginkan. Aku buat ice gel yang agak tipis biar tidak memakan space di cooler bag. Tapi sebelum digunakan aku mengadakan percobaan sederhana untuk membandingkan ketahanan beku ice gel homemade dibanding ice gel komersial. Aku lakukan percobaan mencairkan ice gel di suhu kamar. Hasilnya ice gel dari popok bayi memiliki ketahanan yang cukup baik dibanding dengan ice gel komersial. Ice gel dari popok bayi mencair sempurna saat 2,5 jam, sedangkan ice gel komersial mencair sempurna saat hampir 3 jam. Lumayan bisa diandalkan lah ya ice gel popok bayi ini. Tertarik mencoba?

Artikel untuk collaborative writing dengan tema peduli lingkungan dengan trigger post oleh Mak Lisdha (www.daily-wife.com)