23.7.16

Nunung Nurlaela, Menginspirasi dan Bersahaja


Masih belum bosan mengulas profil teman-teman bloggerku yang selalu menginspirasi. Kali ini aku pengen bahas tentang seorang Nunung Nurlaela. Seorang emak blogger Jogja yang aku kenal lewat buku best sellingnya 'Pondok Mertua Indah'. Saat melihat buku Pondok Mertua Indah terpajang di toko buku dan menyadari kalau penulisnya adalah member Ibu-ibu Doyan Nulis, aku jadi kepo deh, siapa sih Mak Nunung ini? Kok ya kebetulan sekali ternyata Mak Nunung ini berdomisili di Yogyakarta. Aku ingat sekali pertemuan pertama kami di acaranya Mothercare. Kala itu Mak Nunung menggendong anak keempatnya, Haziq yang masih baby (sekarang Haziq bahkan sudah punya adik, Hamiz yang berusia 2,5 bulan). Eh, nggak nyangka lho ternyata dengan berdomisili di Yogyakarta aku bisa kenal dengan penulis yang aku kagumi ini. Alhamdulillah, pasti ini yang disebut 'berkah ngeblog', hehe.

Mak Nunung memang tidak terlalu intensif ngeblog. Soalnya memang selain menjadi ibu rumah tangga, beliau juga aktif menjadi dosen di UII Yogyakarta. Tetapi kalau menilik blognya di www.nunungnurlaela.com, postingannya pasti berbobot dan sarat ilmu. Paling suka sama tulisannya dengan label 'Jebol Media'. Yah, namanya juga tulisan yang dimuat di media massa, ya pasti berbobot kan ya tulisannya? Terhitung ada empat tulisannya yang jebol media, itu pun hanya kurun waktu Desember 2012-Maret 2013. Kalau sekarang mungkin tulisannya sudah di jurnal-jurnal kali ya? Kan ibu dosen, hehe. Nah, biar nggak penasaran, kemarin aku tanya-tanya banyak hal nih sama Mak Nunung. Ini dia pertanyaan dan jawabannya:

1. Mak Nunung sudah menulis dan ngeblog dari tahun berapa? Waktu itu kepikiran buat buku "Pondok Mertua Indah" gimana ceritanya? Bukunya bagus banget deh buat panduan pengantin baru yang biasanya butuh banyak penyesuaian dengan mertua.

Kira-kira akhir tahun 2012 saya ikut workshop menulis di indscript. Terus tugas akhir suruh bikin outline untuk dikirim ke penerbit. Awalnya saya tidak punya ide. Kemudian pas baca buku antologi saya sebelumnya yang pernah lolos untuk dibukukan di Gramedia (GPU). Nah kisah saya dibuku antologi itu judulnya PMI (Pondok Mertua Indah). Saya mikir kenapa gak dijadikan buku solo saja? Nah dari ide itu bermula buku PMI saya. Kemudian ngebutlah saya buat outline, karena sudah diambang deadline. Alhamdulilah, akhirnya outline saya lolos bersama dua teman saya. Dan lebih bikin senangkarena yang tertarik adalah penerbit Gramedia! Ah, gak nyangka aja mak.^_^

2. Background pendidikan Mak Nunung apa? Jadi dosen dari tahun berapa?
Saya S1 ekonomi Islam di STAIN Surakarta dan S2 ekonomi Islam di UII Yogyakarta. Saya ngajar dari lulus mak, tahun 2005, namun masih belum tetap. Lanjut S2 dsb. Nah, baru diangkat jadi dosen tetap tahun 2015.

3. Kenapa memilih profesi dosen?
Suka aja sih, Mak. Terutama ketika di kelas. Keren gitu ya, yang paling utama ya, agar ilmu saya bisa teramalkan dan tak terlupakan, terus memacu saya untuk tidak pernah berhenti belajar.

4. Bagaimana membagi waktu mengurus anak dan kegiatan di luar rumah?
Hal ini saya masih belajar mak. Agar bisa optimal dalam setiap tugas dan peran. Alhamdulilah, suami dan anak perempuan saya banyak membantu saya. Mertua dan adik ipar juga banyak bantu saya. Saya ngantor juga minimal 4 jam. Jadi masih banyak waktu untuk lakukan aktivitas lain.

5. Tips kalau mau jadi dosen dong Mak.
Apa ya? Tentu test masuknya kudu bagus dong mak dan pengalaman ngajar itu penting banget.

Pertanyaan terakhir memang bernada curcol, soalnya memang aku masih penasaran banget bisa jadi dosen. Yah, belum kesempatan aja kali ya? Tapi memang benar saran Mak Nunung. Kemampuan mengajar dan pengetahuan tentang materi tes harus aku tingkatkan biar bisa lolos jadi dosen. Bismillah.

Sukses selalu dan semoga semakin menginspirasi Mak!


Apa pun Makanan dan Aktivitasnya, Air Putih Minumannya


Selayaknya wanita pada umumnya, aku pengen punya badan yang langsing dan perut yang datar. Walau kata teman-teman sih aku nggak terlalu gendut, tetapi tetep saja suka merasa sedih dengan lemak di perut. Tapi kalau mau diet juga rasanya belum siap. Soalnya, sebagai ibu yang rutin menyuapi anaknya, seringkali aku dihadapkan pada kenyataan (halah) harus menghabiskan sisa makanan anak. Makanya kalau ingin menjaga bentuk tubuh, aku harus fokus di olahraga dan mengurangi minuman manis.

Fokus di olahraga sebenarnya gampang-gampang sulit. Gampang karena sebenarnya dari aktivitas sebagai ibu rumah tangga saja bisa dimanfaatkan untuk berolahraga. Tetapi kalau di rumah itu, godaan buat bersantai-santai itu sangat besar. Kalau urusan cuci-mencuci dan bersih-bersih sudah beres, bawaan pasti mager saja di kursi atau di kasur, hehe. Padahal banyak kalori yang masuk dari pagi hari dan seharusnya segera dibakar. Makanya, karena mengalami kesulitan membakar kalori di dalam tubuh, jadi aku berusaha mengurangi kalori yang masuk ke tubuh, yaitu dengan cara meminimalkan minuman manis. Kenapa yang dikurangi minuman manis? Karena minuman manis ini banyak yang tinggi kalori. Sebut saja minuman enak ala kafe seperti Cappucino, Mocha Frappe, Matcha Latte, dll, walaupun kelihatan segar sebagai pelepas dahaga, tetapi nilai kalori yang terdapat di dalamnya cukup tinggi. Meminum segelas minuman itu sama saja dengan makan nasi lengkap dengan lauk pauknya. Sayang banget kan 'investasi' kalori segitu banyak di tubuh?

Untungnya aku bukan penggemar minuman manis. Buatku, minuman manis itu nggak bikin kenyang dan kalau di restoran atau di kafe, harga macam macam minuman yang ditawarkan seringkali lebih mahal daripada harga makanannya. Aku kadang heran sama mereka yang suka nongkrong di kafe sambil ngopi-ngopi. Mereka bisa nongkrong berjam-jam dengan hanya segelas minuman dan mungkin beberapa batang rokok. Wih, aku sih nggak bisa kalau nggak ada camilannya. Minimal perut harus terisi nasi 1 piring lah supaya bisa beraktivitas normal beberapa jam ke depan, hehe. Tetapi kebiasaan orang memang berbeda-beda sih ya. Selama kondisi kesehatan tetap baik, apa pun kebiasaan makan dan minumnya, itu nggak masalah.

Nah, untuk kebiasaanku, karena aku bertekad untuk mengurangi minuman manis, maka aku punya prinsip:
Apa pun makanan dan aktivitasnya, air putih minumannya
Jadi kalau aku haus atau pun tenggorokan seret untuk menelan makanan, maka yang aku cari pertama kali adalah air putih. Jangan sampai minuman manis aku gunakan sebagai penghilang dahaga, karena itu akan menyebabkan asupan kalori berlebihan tanpa disadari. Begitu pula saat makan baik di rumah atau pun di restoran. Air putih tidak pernah ketinggalan menemani. Kadang beberapa orang menganggap tindakanku ini sebagai bentuk pengiritan. Ya memang iya sih, lebih hemat kalau minumnya air putih saja, tetapi tujuan utamanya adalah untuk meminimalkan asupan gula yang terdapat di minuman manis itu dong.

Kalau ditanya, apa minuman favoritku, maka aku pasti menjawab, "air putih!". Tetapi memang benar lho, air putih adalah minuman yang paling menyegarkan kala tenggorokan kering, air putih yang cukup akan membuat kulit tetap lembab, dan rutin meminum air putih bisa melancarkan buang air besar. Semua manfaat itu bisa kita dapat tanpa takut ketambahan kalori. Asyik kan? Jadi, apa pun makanan dan aktivitasnya, air putih minumannya.



17.7.16

Punya Bakat Diabetes, Ini Caraku Mencegahnya


Diabetes Melitus atau penyakit kencing manis telah menjadi penyakit menakutkan bagi banyak orang termasuk aku. Secara keturunan aku memiliki eyang yang menderita penyakit kencing manis ini, tetapi Alhamdulllah ibu dan aku tidak memiliki penyakit ini. Ketakutan kami karena memiliki 'bakat' penyakit kencing manis membuat kami sangat berhati-hati dalam mengkonsumsi gula. Ibuku bahkan tidak pernah menambahkan gula untuk teh atau pun kopi yang dia minum. Kalau aku sendiri memiliki kiat mengurangi gula dengan tidak mengemil makanan manis dan banyak minum air putih. Aku bahkan kalau kumpul-kumpul di kafe sama teman (itu juga jarang banget),pesan minumnya air putih, padahal kalau di kafe biasanya minum-minum kan ya? Tapi aku terlanjur punya slogan, 'Apa pun makanan dan aktivitasnya, air putih minumannya", haha!

Sebenarnya mengurangi konsumsi gula hanyalah salah satu cara mencegah diabetes dengan cepat dan tepat karena secara langsung mengurangi asupan gula di dalam tubuh. Selain itu ada juga cara lain yang terbukti efektif untuk mencegah diabetes, antara lain dengan mengkonsumsi karbohidrat kompleks dan memperbanyak olahraga. Untuk konsumsi karbohidrat komplek, terus terang aku belum bisa berpindah ke lain sumber karbohidrat selain nasi, padahal pemerintah sudah menggalakkan untuk diversifikasi pangan terutama sumber karbohidrat, ya kan? Tetapi yang bernasib seperti ini tidak hanya aku, masih banyak 'korban orde baru' yang memang susah sekali melepaskan ketergantungan dari nasi. 'Ra sego ra wareg'-Kalau belum makan nasi maka belum kenyang. Untungnya teknologi pangan semakin maju, sehingga mulailah dikembangkan beras analog yang membuat psikologis kita berpikir sudah makan nasi, padahal berasnya berasal dari sumber karbohidrat selain beras seperti umbi-umbian, singkong, atau pun jagung.

Dalam mengkonsumsi karbohidrat kompleks, sebaiknya memperhatikan nilai IG (indeks glisemik) pada bahan pangan tersebut. Indeks glisemik adalah kemampuan suatu makanan dalam meningkatkan gula darah. Dosenku adalah ekspert di bidang penentuan indeks glisemik makanan dan aku pernah menjadi relawan penelitiannya. Selengkapnya disini. Tips saja sih, kalau mau menurunkan kadar gula darah, sebaiknya makan nasi yang cenderung pera daripada nasi pulen karena IG nasi pera lebih rendah dibanding nasi pulen. Tetapi kalau benar-benar bertekad menurunkan gula darah, maka konsumsi umbi-umbian adalah pilihan terbaik. Konsumsi kentang atau pun ubi rebus cukup efektif dalam menurunkan gula darah  karena nilai IG umbi-umbian cukup rendah (tentu saja disertai dengan diet rendah gula).

Selain memperhatikan asupan makanan dengan mengurangi konsumsi gula dan memperbanyak konsumsi karbohidrat kompleks (dengan IG rendah), aktivitas fisik yang cukup diperlukan untuk menjaga gula darah. Dengan aktivitas fisik, maka glukosa di dalam tubuh akan dikonversi menjadi energi sehingga tidak sempat terendap di dalam darah atau pun tertimbun sebagai lemak di bawah kulit. Aktivitas fisik sederhana yang (berusaha) konsisten aku lakukan adalah naik-turun tangga dan berjoget bersama anak. Selain tubuh menjadi lebih segar, anak juga menjadi senang karena ditemani bermain. Kalau di kampus, kegiatanku naik-turun tangga akan menghemat waktuku daripada harus mengantri lift.

Demikian tiga caraku mencegah penyakit diabetes yang sudah menjadi 'bakat' keluargaku. Kalau kamu, bagaimana caramu mencegah diabetes? Share di kolom komentar yuk.

16.7.16

Rainbow Fruit Cake untuk Ultah


Ada yang istimewa di lebaran tahun ini. Tanteku yang di Jakarta, yang berarti terhitung sebagai utinya Ais, bisa pulang kampung ke Jogja dalam waktu yang cukup lama. Biasanya karena kesibukannya sebagai editor di salah satu media di Jakarta, jadi waktu cutinya suka terbatas, tetapi Alhamdulillah tahun ini dia bisa cuti dan liburan seminggu full di Jogja. Yeay asyik!

Yang bikin asyik lagi adalah karena tepat tanggal 13 Juli lalu tanteku ini berulang tahun. Wah, sebagai keponakan yang baik, aku dan adikku nggak boleh lupa mengucapkan ucapan ulang tahun ke tante dong ya? Selain mengucapkan ucapan ulang tahun, pastinya kita nggak boleh kelupaan sama "bawaan" saat mengucapkan ulang tahun yaitu kue ultah! Hihi. Mainstream banget sih, ngucapin ultah sambil bawa kue ultah lengkap dengan lilin, tapi nggak apa-apa lah ya. Lagi buntu ide kreatif nih, haha!

Yang bertugas memesan kue ultah adalah adekku, soalnya sekalian dia pulang kantor. Selain itu, sense embaknya ini kalau milih kue kurang bagus jadi memang yang pilih kue sebaiknya si adek, hehe. Pernah waktu ultah adek aku belikan kue ulang tahun, ternyata kuenya standar banget, lemak krimnya nyangkut  di langit-langit mulut. Aduh, aku nggak mau deh itu kejadian di ultah tanteku ini. Biar mantep, pesan kue di bakery yang memang sudah terbukti kualitas kue ulang tahunnya. Namanya toko bakery favorit, jadi untuk bisa menikmati kue ulang tahun dari bakery ini, maka kita harus pesan paling tidak satu hari sebelum acara. Untungnya bakery ini terletak di rute adekku kerja, jadi bisa sekalian pulang dari kantor pesan kuenya, pulang kantor besoknya ambil pesanan deh. hehe.

Aku suka deh sama kue ultah yang dipesan adekku ini. Namanya Rainbow Fruit Cake. Eh tetapi jangan kira yang 'rainbow' itu cake-nya ya, karena yang berwarna-warni adalah topping buahnya. Seperti gambar di awal postingan, warna-warni buahnya sangat menyegarkan dan 'comotable' banget. Saking ramenya buah-buahan di cake ini, aku dan adekku sampai bingung mau taruh lilin dimana. Hehe.
Lilinnya nyempil. Hihi
Rainbow Fruit Cake ini nggak bikin eneg karena krimnya ringan dan tidak sebanyak cake pada umumnya. Kue bolu yang menjadi base/dasar topping buahnya adalah cheese cake, hmm, nyam-nyam. Rasanya lembut di lidah dan rasa kejunya sangat terasa. Sepotong Rainbow Fruit Cake pasti nggak cukup deh, karena kesegaran buah dan kenikmatan cheese cake-nya dijamin bikin ketagihan. Jadi pengen request kue ini buat ultahku besok. *modus

Variasi Menu Jamur Tiram


Saat lebaran kemarin, budidaya jamur tiram yang dikelola suami tidak ada yang mengurusi. Orang yang biasanya menjaga di tempat ini sedang mudik dan kebetulan kami sekeluarga berlebaran di Ponorogo. Untung ada ibu dan bapakku yang bersedia memanenkan jamur, padahal lokasinya 17 km dari rumah bapak. Bapak awalnya agak keberatan harus memanenkan jamur, soalnya bapak kurang paham betul lokasi rumah jamur suami. Tetapi setelah aku bujuk dan aku bilang kalau nggak dipanen maka jamurnya bakal jadi penyakit untuk baglog jamur yang ada (telat panen akan mempengaruhi kelembaban dari rumah jamur), akhirnya bapak setuju untuk memanenkan jamur. Jadilah pagi hari di H+2 Lebaran bapak, ibu, dan adekku memanen jamur.

Karena sudah dua hari tidak dipanen, maka jamur yang siap panen menumpuk! Ada sekitar 8 kg jamur yang terpanen pagi itu. Kata ibu jamurnya banyak banget. Rencana awal mau dibuat jamur crispy, tapi gempor dong kalau jamur sebanyak itu dibuat crispy. Siapa yang makan juga nantinya? Akhirnya sama ibu jamurnya dibuat variasi nuget dan bakso, menurutku sih ini variasi  makanan lezat untuk diet sehat. Dengan olahan seperti ini maka jamur bisa disimpan lebih lama di dalam kulkas atau pun freezer.

1. Nugget Jamur Tiram
Pembuatan nugget jamur tiram ini mirip dengan pembuatan nugget pada umumnya. Bahan yang dipakai kemarin sama ibu hanya jamur, tepung terigu, tepung roti, telur, bawang putih, penyedap rasa, dan garam. Cara membuatnya adalah sebagai berikut:

  • Jamur dicuci dan direndam dalam air hangat selama 15 menit. Kemudian ditiriskan dan disuwir-suwir.
  • Suwiran jamur, tepung terigu, telur, bawang putih halus, garam, dan penyedap rasa dimasukkan ke dalam chopper kemudian dicincang sampai rata.
  • Adonan nugget dikukus selama kurang lebih 15 menit.
  • Setelah dingin (dimasukkan ke dalam freezer semalam supaya tekstur lebih kompak), adonan kemudian dipotong-potong.
  • Potongan adonan dilumuri telur dan tepung roti.
  • Goreng. Ready to serve!
Nugget Jamur Tiram
2. Bakso Jamur Tiram
Percobaan ibu bikin bakso jamur tiram sebenarnya belum berhasil karena adonannya hancur saat dimasukkan ke air mendidih. Besar kemungkinan karena tepung tapioka yang digunakan kurang banyak, atau memang sebaiknya harus ditambah daging hewani seperti bakso pada umumnya. Bahan dan cara membuat bakso ini mirip dengan pembuatan nugget jamur tiram, hanya saja ada tambahan tepung tapioka dan pada bakso tidak memerlukan tepung roti. Cara membuatnya adalah sebagai berikut:

  • Jamur dicuci dan direndam dalam air hangat selama 15 menit. Kemudian ditiriskan dan disuwir-suwir.
  • Suwiran jamur, tepung terigu, tepung tapioka, telur, bawang putih halus, garam, dan penyedap rasa dimasukkan ke dalam chopper kemudian dicincang sampai rata.
  • Kukus adonan (seharusnya direbus, tetapi adonan hancur).
  • Bisa langsung dimakan, dicampur ke lauk, atau digoreng untuk camilan.
Bakso Jamur Goreng
3. Lumpia Jamur Tiram
Ini sebenarnya variasi sebagian adonan bakso dengan memanfatkan kulit lumpia sisa. Jadi walau judulnya lumpia, tetapi di dalamnya adonan bakso. #penipuan
Biarin deh, yang penting enak, hihi.
olahan jamur tiram
Lumpia Jamur Tiram
Gegara panen besar jamur kemarin, aku sampai eneg makan nugget dan bakso jamur tiram berhari-hari, haha!

15.7.16

Manfaat Jangka Panjang dari Pijat Bayi


Ini foto anakku saat masih berusia sekitar 4 bulan. Saat ini dia sudah hampir berusia 5 tahun. Saat baru lahir sampai berusia enam bulan, dia diasuh oleh bulek yang juga seorang ahli memijat. Kalau kata orang di kampung sih beliau ini dukun pijat. Banyak pelanggan yang rutin pijat sama bulek. Termasuk keluargaku. Tentang bulekku ini pernah aku bahas di postingan ini.

Jadi bulek ini tipe petualang. Walau pun usianya sudah tidak muda lagi, tetapi bulek senang menjelajah satu daerah ke daerah lain. Bulek pernah jadi tenaga kerja wanita (TKW) di Malaysia dan Saudi Arabia. Saat itu beliau berprofesi sebagai tukang masak. Multi talenta juga ya? Pintar memijat dan juga ahli memasak. Makanya begitu tahu bulek saat itu sedang bekerja di Lampung dan hanya bersebelahan perusahaan dengan perusahaan tempat kami bekerja dan tinggal saat itu, aku dan suami langsung sepakat buat mengajak bulek tinggal di rumah, sebagai pengasuh bayi kecil kami yang memang saat itu belum ada yang bisa merawat.

Alhamdulillah bulek bersedia tinggal bersama kami dan menjaga anakku selama aku bekerja. Selama bulek tinggal bersama kami, hidup kami rasanya enak banget. Enak karena bulek kan pintar memasak, jadinya lidah kami selalu dimanjakan oleh masakan bulek yang endes. Terus, kalau kami nggak enak badan, bulek pasti dengan senang hati mau memijat kami.

Mempunyai pengasuh seorang ahli pijat membuat anakku rutin dipijat. Usia enam bulan pertama kehidupan adalah masa-masa rentan dan mudah sakit. Alhamdulillah anakku tidak terlalu bermasalah kesehatannya, apalagi setiap bulan rutin dipijat oleh bulek. Sayangnya bulek harus pulang ke kampung saat anakku berusia enam bulan. Katanya harus mengurus dan menemani simbah di kampung. Jadi praktis anakku tidak lagi diasuh oleh bulek, dan semenjak saat itu anakku tidak pernah rutin menjalani pijat bayi lagi.

Ternyata manfaat pijat bayi sampai enam bulan itu berdampak positif bagi kesehatan anakku. Dia tumbuh menjadi anak yang berbadan sehat dan kencang, karena dengan pijat bayi aku bisa meminimalkan ketergantungan obat saat anak sakit. Setelah usia dua tahun anakku sudah jarang sekali sakit, kalau pun demam kadang hanya berlangsung sehari dan langsung sembuh tanpa minum obat.

Pijat bayi telah terbukti mampu memberi dampak positif bagi kesehatan anakku. Selain meminimalkan ketergantungan obat saat anak sakit, aku tetap rutin melakukan sendiri pijat untuk anakku saat dia susah buang air. Pijatan I (O) U di perut (i love you-pijat dengan membentuk huruf I, O, dan U pada perut anak) terbukti cukup efektif melancarkan buang air besarnya. Bahkan, pijat ini juga aku lakukan ke perut sendiri saat susah buang air besar lho, hehe.

Pijat bayi memang berdampak baik untuk kesehatan, akan tetapi tetap imbangi dengan nutrisi yang baik dan olahraga yang cukup agar kesehatan terjaga dengan baik.

14.7.16

Dimana Ada Kemauan Disitu Ada Jalan


Awalnya aku berpikir itu hanyalah slogan belaka. Macam kata mutiara yang suka ada di bawah buku tulis itu. Tetapi seiring bertambahnya umur, terutama pasca resign dari kerja kantoran, aku makin sadar bahwa kemauan yang kuat adalah modal paling utama untuk bisa bertahan sebagai 'unemployed' (jujur masih canggung bilang sebagai wirausahawan, soalnya bingung, aku itu sebenarnya usaha apa ya? Hihi).

Berawal dari keputusanku untuk resign di pertengahan tahun 2014. Alasanku resign waktu itu adalah pengen melanjutkan kuliah. Walau pun sudah hampir 5 tahun kerja kantoran, tetapi dari lubuk hati terdalam (ciee), aku masih memendam keinginan menjadi dosen, secara aku berkiblat pada ibuku yang seorang dosen. Kayaknya menjadi tenaga pengajar apalagi dosen itu adalah pekerjaan yang paling menyenangkan buat seorang wanita yang sudah berumah tangga.

Selama mempersiapkan diri untuk kuliah, otomatis tidak ada penghasilan atau pun kesibukan berarti selain mengurusi anak. Aku termasuk orang yang nggak bisa kalau harus diam di rumah, apalagi biasa pegang uang sendiri. Jujur saja minta duit sama suami itu rasanya gimana gitu. Saat itu aku bertekad kalau harus tetap punya penghasilan sendiri walau pun di rumah saja. Saat itu yang paling memungkinkan aku kerjakan yaitu bisnis fashion secara online. Suami juga sangat mendukung untuk bisnisku ini, sampai dibelikan website seharga 900.000 rupiah dengan biaya per tahun 250.000 rupiah. Tetapi kemauanku untuk berbisnis fashion tidak terlalu besar. Walau pun mbak ipar jago fashion dan sukses dengan jualan batik onlinenya, tetapi ternyata nggak serta merta aku bisa mengekor kesuksesannya. Mbak iparku ini passionnya memang di dunia fashion. Dia sangat menikmati berburu baju di pasar, membuat desain cantik untuk katalog produknya, dan dia punya teman-teman yang memang memiliki passion sama di bidang fashion.

Dari situ aku merasa lelah.

Aku nggak bisa menikmati berburu baju di pasar, ilmu desainku cetek banget, bahkan photoshop aja belum bisa, dan kalau kulirik friendlistku, rata-rata karyawan kantoran yang bukan tipe fashonista. Tapi masak iya mundur, wong suami juga udah total membantu begitu. Akhirnya tetap berusaha memanfaatkan fasilitas yang ada, Alhamdulillah hasilnya memang ada, tapi masih sangat kecil. Pelanggan loyalku saja mbak sepupu, mungkin dia langganan soalnya kasian lihat aku sering promo di FB tapi nggak terlalu ditanggapi. Haha! Singkat cerita, bisnis fashion onlineku kolaps begitu saja setelah aku masuk kuliah. Aku mending fokus kuliah saja lah, biar cepat lulus dan cepat kerja seperti definisi 'kerja' pada umumnya.

2 tahun telah berlalu. Sekarang 2016.

Aku sudah lulus kuliah dan ternyata bisa bekerja kembali seperti definisi orang normal itu nggak gampang. Apalagi kalau mau jadi dosen harus siap dengan gaji yang kira-kira separuhnya kerja di perusahaan. Hmm, tetap harus punya usaha dong ya? Dulu waktu kuliah sempat mengajar di bimbel sih, tapi mengajar di bimbel itu menyita waktu sore sampai malamku, soalnya kalau pagi kan anak-anak sekolah, wah aku paling males deh kalau ninggal anak sore-sore begitu. Aku pengen bisa kerja di jam normal yaitu dari pukul 8 sampai maksimal jam 5 sore. Memang aku belum mendapatkan pekerjaan sesuai khayalanku, tetapi ada satu kegiatan yang membuka paradigmaku tentang bekerja, yaitu BLOGGING

Blogging bukan hanya kegiatan menulis di blog, lebih dari itu, ada persahabatan, jaringan, dan berbagai peluang menghasilkan pundi uang dari sana. Awalnya ngeblog cuma buat curcol dan menulis tips ala-ala, tetapi bila ditekuni maka blog bisa menjadi salah satu sumber penghasilan. Besarnya penghasilan yang didapat dari blog tergantung dari besarnya effort untuk membuat dan mempromosikan suatu tulisan. Yak, sesuai judul postingan ini, dimana ada kemauan disitu ada jalan. Blogging itu nggak cuma menulis terus dapat duit. Perlu riset dan latihan menulis untuk membuat tulisan yang bagus dan enak dibaca. Sama seperti bisnis online yang sempat aku tekuni kemarin, perlua kemauan yang kuat, skill yang mumpuni, dan jaringan yang tepat intuk bisa melesatkan hobby menjadi sumber penghasilan. Oke lah waktu aku bisnis online tempo hari aku nggak punya kemauan yang kuat untuk sukses berbisnis online, nggak punya skill yang mumouni untuk nyemplung di dunia bisnis online, dan belum menemukan komunitas yang tepat untuk mendukung usaha fashion onlineku. Tetapi di dunia blogging ini, In Sya Allah aku punya ketiga hal ini.

1. Kemauan yang kuat.
Kemauanku yang kuat untuk menjadi blogger profesional didasari karena kecintaanku menulis. Aku nggak masalah harus menulis tanpa dibayar. Asalkan orang bisa mengambil manfaat dari tulisanku, itu sudah menjadi 'bayaran' sepadan buatku. Alhamdulillah kemauan yang kuat ini mulai memberikan hasil dan aku optimis hasilnya akan terus meningkat seiring bertambah baiknya skill dan bertambah luasnya jaringanku. Aamiin.

2. Skill yang mumpuni.
Aku nggak bilang kalau aku expert ngeblog. Tetapi dari pertemananku dengan banyak blogger profesional yang seringkali dengan senang hati memberi masukan, kritik, dan ilmu ngeblognya kepadaku, aku yakin sih skillku menulis cukup mumpuni untuk bersaing di dunia writerpreneur. Walau tetap harus belajar dan terus belajar. Aku percaya bahwa hasil tidak akan mengingkari kerja keras, yes?

3. Jaringan/network yang tepat.
Menyuil pribahasa "Berteman dengan tukang minyak wangi akan tertular harumnya", atau "Siapa temanmu saat ini akan menentukan kamu 5 tahun kemudian", maka aku sangat bersyukur bisa bertemu komunitas blogger yang tepat. Aku bergabung dengan Kumpulan Emak Blogger dan mendapat beberapa kesempatan layaknya blogger profesional dari sana. Ada juga Komunitas Blogger Jogja yang memungkinkanku berkenalan dengan blogger-blogger keren se-Jogja (psst, blogger Jogja termasuk yang paling rame dan seru dibanding blogger kota-kota lain lho, ini katanya salah satu vendor yang pernah mengundang kami lho). Ada juga Blogger Perempuan Network dengan program Fun Blogging yang sarat ilmu bermanfaat. Pokoknya dari komunitas-komunitas itu aku menemukan banyak mentor di dunia blogging yang rata-rata pada loyal banget berbagi ilmu bahkan berbagi rezeki. Benarlah pribahasa yang mengatakan "banyak teman banyak rezeki", rezekiku ya punya teman kayak yang lagi blogwalking di postingan ini. Makasih ya guys, berkatmu page viewku naik, alexa turun, dan mudah-mudahan DA PA juga naik, jadi semangat ngeblogku juga naik. Semoga aku bisa konsisten menulis sesuatu yang baik dan bermanfaat. Biar bisa ketuleran kece kayak kamu. Iya, kamu yang lagi baca dan komen di postingan ini.