29.3.17

Pengusir Tikus Kekinian Andalanku


Sejatinya sih ya, hidup itu harus berdampingan dengan harmonis, selaras, serasi, seimbang, bla bla bla. Tapi kayaknya hidup berdampingan dengan mahluk yang satu ini susyah cyn. Padahal si doi ya nggak gangguin juga. Tapi 'jejak' yang ditinggalkan itu loh yang kadang mengganggu.

Sampai disini bisa menebak mahluk apa yang kumaksud?
Ya, ini hewan
Ya, ini hama
Ya, ini hewan pengerat
Yes, yang kumaksud adalah tikus.

Si pengerat ini sih memang nggak secara langsung mengganggu kehidupan kita. Tapi efek yang dia tinggalkan itu loh. Bau pesing di lokasi si tikus tinggal, sampai ukiran nggak artistik yang dia kerat di ujung kaki meja, kursi, atau tumpukan kertas. Parahnya kalau yang dikerat itu kabel listrik. Bikin rusak kabel listrik dan nantinya bisa membahayakan dong.
Salah satu akibat si tikus. Owh, kebayakuu..

Jadi, rasanya untuk hewan yang satu ini aku sulit untuk hidup berdampingan. Keberadaannya harus dienyahkan dari muka bumi, eh rumah. Mulai deh aku browsing cara membasmi tikus. Mulai dari pakai kapur barus, daun mint, pelihara kucing, sampai katanya bisa dengan menangkap salah satu tikus dan mewarnainya dengan warna merah. Katanya biar temen-temennya takut gitu. Ah tapi, ribet pakai cara-cara itu. Pengennya pakai cara yang praktis dan gampang saja. Pakai racun tikus sebenarnya cukup praktis dan efektif dibanding cara-cara alami yang lebih ribet itu. Tapi, kelemahannya pakai racun itu, nanti tikusnya mati dan malah meninggalkan bau bangkai di rumah. Masalah baru lagi, yeks. Dan lagi pakai racun kan nggak enviromental friendly. *ceileh gayanya sok concern sama lingkungan ciee...

Terus, gimana ya cara membasmi tikus dengan aman, praktis, dan nggak perlu ada nyawa yang melayang (nyawa tikus maksudnya). Dari hasil browsing sih katanya bisa mengusir tikus dengan teknologi suara ultrasonik dan gelombang elektromagnetik. Jadi, suara ultrasonik yang dihasilkan suatu alat akan mengganggu pendengaran tikus tetapi tidak mengganggu pendengaran manusia, karena telinga manusia tidak dapat mendengar suara ultrasonik.

Seberapa efektif sih alat ini?

Yang jelas, sebelum pakai alat ini, tiap malam suka bunyi gelodakan di gudang belakang. Kadang plafon suka terdengar bunyi tapak kaki kecil dengan suara berdecit yang ergh, cukup mengganggu keheningan malam. Sekarang, bunyi-bunyi itu sudah tidak bergentayangan lagi.

Tuh, ternyata gampang saja membasmi si pengerat ini dengan cara 'beradab'. Tak perlu ada nyawa melayang dan jijik-jijikan membuang bangkai tikus. Tapi, jangan asal pilih pengusir tikus elektrik ya. Soalnya banyak sekali pengusir tikus yang beredar di pasaran. Parahnya, nggak semua yang beredar ini cukup efektif mengusir tikus. Nah, kalau merek yang satu ini jelas terbukti efektifnya. Teman-temanku, termasuk aku sendiri sudah membuktikannya. Merek rersebut adalah, jeng jeng jeng...

EXTRO by TISSOR

Apa sih keunggulan Extro by Tissor dibanding yang lain?
Pengusir tikus elektrik
1. Extro by Tissor memiliki dua pilihan tingkat frekuensi, model frekuensi, dan pola transmisi bunyi ultrasonik. Sehingga lebih efektif mengusir tikus.

2. Extro by Tissor memiliki lampu indikator dan tombol penguji untuk memastikan alat berfungsi.



3. Extro by Tissor dilengkapi lampu untuk pemasangan di tempat gelap.

4. Extro by Tissor praktis digunakan. Langsung dipasang di stop kontak dan dapat melindungi area sampai 100 meter persegi.

Bagaimana sih cara kerja Extro by Tissor?

Hasl efektif pemakaian Extro by Tissor baru dirasakan setelah 14-30 hari penggunaan. Karena ada step-step yang harus dilalui sebelum tikus-tikus mulai hijrah.

Minggu pertama. Atur panel pitch pada mode F (fixed) dan output C (continous). Pada minggu pertama suara ultrasonik dan gelombang elektromagnetik pada level tetap (fixed). Pada minggu ini tikus mula gelisah dan tidak nyaman di rumah.

Minggu kedua. Suara ultrasonik diubah pada level bervariasi sehingga suara akan terdengar lebih keras dan berubah-ubah. Panel pitch diubah menjadi V (variable) dan output tetap C (continous). Pada minggu ini tikus mungkin terlihat lebih banyak, karena tikus mulai kebingungan mencari tempat persembunyian.

Minggu ketiga. Panel pitch tetap pada V (variable), sedangkan output diatur pada posisi R (random). Pada minggu ini tikus mulai berkurang dan berpindah secara bertahap. Dan pada minggu kelima rumah akn benar-benar bebas tikus. Yeay!

Secanggih itukah Extro by Tissor?

Ya, secanggih-canggihnya alat, kalau pola hidup kita masih salah pastinya akan tetap kurang efektif ya. Sebaiknya penggunaan alat ini dibarengi dengan gaya hidup yang lebih sehat, seperti:

a. Membuang sampah dengan segera agar terhindar dari bau.

b. Membereskan tumpukan barang bekas, kardus, dan barang tak berguna di dalam rumah karena dapat menjadi sarang tikus.

c. Rutin membersihkan rumah terutama sudut- sudut rumah.

Jadi, cara paling efektif agar rumah bebas hama, ya dengan membiasakan hidup bersih dan menghindari menumpuk barang tidak berguna. Gunakan pengusir tikus Extro by Tissor bila perlu. Sudah teruji lebih dari lima tahun, dan psst, ada jaminan uang kembali loh kalau setelah digunakan ternyata alat ini tidak efektif.

Keterangan lengkap dan pemesanan Extro by Tissor pengusir tikus, bisa kunjungi ke website:
www.tissorindonesia.com

Selamat mencoba! ^_^

27.3.17

Memilih Sekolah


Judulnya umum banget. Pusingnya juga umum dialamin setiap ibu. Apalagi aku pusingnya nggak cuma sebatas "mau disekolahin dimana?", tapi juga "mau ke jenjang apa?"

Jadi, Ais sekarang berusia 5,5 tahun. Tahun ini adalah tahun kedua Ais di TK. Tapi, belum genap dua tahun di TK, ternyata sekarang Ais harus ikut orang tuanya ke Palembang. Jadi sekarang Ais masih unschool.

Usia 5,5 tahun itu usia penuh kegalauan (orang tua, khususnya ibunya). Pas tahun ajaran baru nanti usianya 5 tahun 10 bulan. Di usia segitu anak sudah bisa masuk SD swasta yang mensyaratkan usia minimal 5 tahun 6 bulan. Tapi, banyak praktisi pendidikan yang menyarankan anak mulai SD ketika 7 tahun atau menjelang 7 tahun.

Jadinya emak galau, Ais tahun ajaran baru nanti mau TK atau langsung SD saja. Ada beberapa pertimbangan kenapa aku pengen Ais langsung SD saja.

1. Ais sudah menunjukkan sikap mau belajar. Konsentrasinya memang masih sebentar, tapi sudah mau memperhatikan pelajaran dan bertanggung jawab ketika diberi amanah.

2. Aku udah ngincer salah satu SD Islam dekat rumah yang kurikulumnya pas banget dengan prinsip keluarga. Dari rekomen orang tua yang anaknya sekolah disana, plus lihat sendiri kondisi sekolahnya, tenaga pengajarnya, fasilitasnya, aku yakin Ais bakalan betah sekolah disini.

3. Aku belum ada bayangan kalau mau TK lagi, bakalan dimasukin TK mana. Intinya aku sudah terlanjur kepincut sama SD Islam tadi. Jadi udah males mau cari info TK.

4. Uang masuk TK sama SD relatif sama banyaknya. Kondisi keuangan keluarga bakalan masih kembang kempis setahun ini, maklum baru banget merintis usaha, jadi kudu berhemat untuk uang pendidikan anak. Tanpa harus mengorbankan kualitas pendidikan si anak sendiri. Jadi, daripada Ais mengulang TK lagi, mending langsung SD, tapi yang ramah anak, biar Ais juga nggak stres.

5. Ada tes masuk SD Islam ini,  jujur ini yang membuatku yakin untuk langsung memasukkan Ais ke sekolah ini. Soalnya, kalau ternyata hasil tesnya menyatakan Ais belum siap SD, ya sudah, artinya memang harus cari TK lagi. Ada psikotes dan juga tes calistungnya. Jadi, biar sekolah lah yang memutuskan Ais sudah layak SD atau belum.

6. Menurut guru TK Ais, pendidikan di luar Jawa tertinggal 1-2 tahun dari pendidikan di Jawa. Ini yang membuatku mantap bahwa kemampuan berpikir Ais bisa setara dengan anak usia 6 tahunan di Sumatera.

Belum cukup umur, tapi..

Buatku, memasukkan anak ke SD di usia yang sebelia ini seperti menjilat ludah sendiri. Soalnya saat Ais berusia 2 tahun, aku sudah bertekad kalau Ais masuk SD di usia mendekati 7 tahun. Tetapi, idealisme bisa terkalahkan dengan keadaan. Selama Ais di TK dulu, tuntutan untuk bisa calistung cukup tinggi. Alhamdulillah Ais bisa mengikuti tapi terbata-bata dan banyak malasnya. Sedangkan sistem pendidikan TK di Palembang ini aku masih kurang paham. Aku juga concern masalah adaptasi Ais nanti. Kalau TK cuma setahun terus tahun depannya SD, Ais bakalan dua kali harus beradaptasi dengan lingkungan baru. Termasuk emaknya juga harus dua kali merayu Ais nantinya. Bukannya nggak mau, tapi ngapainlah harus mengulang hal gak perlu begitu.

Maunya sih, kalau memang mau menunggu usia Ais cukup, aku prefer dia homeschooling dulu setahun ini. Tapi ayahnya Ais sendiri kurang setuju kalau Ais kelamaan nganggur nggak sekolah. Aku pribadi juga kurang telaten mengajari anak. Intinya, HS sebenarnya solusi yang pas buat Ais saat ini, tapi untuk menjalankannya kami belum siap, huhuhu..

Ada pula opsi Ais nanti mengulang SD kelas 1 nya, misalkan ternyata dia keteteran (tapi aku optimis anakku nggak keteteran lah). Jujur, kasian lah kalau anak tinggal kelas begitu. Tapi, waktu di TK dulu, Ais dua tahun di TK kecil dan dia nggak masalah. Jadi, kalau kenyataan terpahit ini terjadi, aku yakin bisa membesarkan hatinya. Tapi jauh-jauh aku tepis kemungkinan ini. Soalnya banyak kok orang tua yang mendaftarkan anaknya di usia belum genap 6 tahun. Aku gak sendirian. Toh aku juga nggak melanggar batas usia minimum SD yang ditetapkan sekolah.

Semua kembali pada orang tuanya...

Menjadi orang tua idealis itu bagus, tetapi pada beberapa kondisi kita harus mengesampingkan idealisme itu. Yang terpenting, siapkan diri untuk kemungkinan buruk yang mungkin terjadi. Dalam hal pendidikan dasar, orang tua tetap memegang peranan yang paling utama. Nggak peduli dimana dan bagaimana sekolahnya, pendidikan keluarga tetap yang utama. Sebenarnya juga, bukan masalah masih tetap TK atau langsung SD. Mau SD swasta atau SD Negeri. Yang terpenting bagaimana orang tua mendampingi anak belajar kehidupan, nggak hanya pelajaran sekolah.

Rencana pendidikan Ais saat ini.
1. Mendaftarkan Ais ke SD Islam (swasta), dengan pertimbangan usia Ais masuk kesana dan prinsip pendidikan disana sesuai dengan prinsip pendidikan keluarga di rumah serta lokasinya yang bisa dijangkau hanya dengan berjalan kaki.

2. Meminta pihak sekolah segera melakukan tes untuk Ais. Jadi kalau ternyata hasil tesnya kurang memuaskan, aku masih punya waktu untuk cari TK, atau mungkin memantapkan diri untuk HS setahun ini, hihi..

3. Yang jelas, muter otak cari duitnya. Wakakakak. Awalnya kan pengen Ais di SD Negeri saja, enak to geratis (dasar irit). Tapi, melihat sepupu dan keponakan yang di SD Negeri, kayaknya pola pendidikan di SD Negeri rentan bikin stres aku dan Ais nantinya. Karena kulihat kecerdasan Ais bukan pada akademis, sedangkan di SD Negeri yang ditekankan adalah pada akdemis. Lagipula, aku cari duit buat siapa sih kalau bukan buat anak? Masak SPP segitu saja kesulitan?#nyinyirin diri sendiri sebelum dinyinyirin orang lain.

Bismillah. I'll try my best for you Son. My greatest and loveliest child..*ya iyalah anak baru satu..

(Inilah kenapa punya anak satu sama anak banyak rempongnya sama, soalnya yang pertama itu selalu menggalaukan, wkwkwk)

23.3.17

Review QL Matte Lipstick


Behind the review

Maret 2017 adalah titik balik keluarga kami. Akhirnya kami memutuskan untuk tinggal seatap kembali (eciecie), setelah hampir tiga tahun tinggal terpisah pulau.

Aku dan suami adalah tipe orang yang tidak bisa diam dan 'geregetan' lihat orang nggak ada kerjaan, hihi. Jadi, sebelum memutuskan berkumpul di Palembang, kami berdiskusi dulu tentang apa yang akan aku kerjakan di Palembang nanti. Ayahnya Ais nggak mau di Palembang aku 'ola olo' atau uring-uringan karena nggak ada kerjaan. Akhirnya diputuskan kalau aku bakalan bantu usaha kakak ipar di Palembang, yang masih ada hubungannya sama usaha suami saat ini. Sebatas membereskan administrasi kantornya saja. Pengennya sih bisa memaksimalkan usaha si kakak ipar dan suami juga nantinya. Tapi, passion utama tetap di blog, soalnya belum ada pekerjaan yang seasyik dan sefleksibel ngeblog sih. Wkwkwk.

Nah, karena sudah diputuskan apa kesibukanku nanti di Palembang, jadi aku mantap deh pindah ke Palembang dari akhir Februari. Memulai lagi rutinitas sebagai pekerja kantoran, yeay!

Kerja kantoranku sekarang berbeda dengan sebelumnya. Karena perusahaan ini masih baru dan belum banyak karyawan, jadi santai saja aku membawa Ais ke tempat kerja. Alhamdulillah Ais cukup kooperatif di kantor. Betah banget dia di kantor, karena selain kantor full wifi, sering pula ada kegiatan bongkar muat barang yang sangat menarik baginya.
Hepi di kantor ibu

Walau kerja kantoran sudah macam piknik, tapi penampilan ke kantor tetap harus kece dong ya. Kan malu juga kalau ketemu costumer penampilannya kucel (walau juaraang banget ada costumer datang sendiri sih). Tapi, tiap pagi sudah ribet sama yang namanya nyiapin bekal 'piknik' Ais di kantor, mana sempat lah dandan yang neko-neko. Akhirnya, nggak jarang kegiatan dandan pun di kantor.

Inti dari berdandan itu menurutku pada pemulas bibir alias lipstik. Soalnya, pakai bedak atau maskara setebal apa pun tetap kelihatan pucat kalau nggak pakai lipstik. Sebaliknya, kadang lupa bedakan pun nggak masalah asal bibir sudah merekah, hihi.

Memilih lipstik yang bikin penampilan makin fresh.

Nah, warna lipstik sangat mempengaruhi tampilan keseluruhan wajah kita. Salah pilih warna lipstik, yang ada malah kelihatan kayak orang sakit, kan zonk kalau begini. Sebaliknya, kalau terlalu menor juga nggak bagus, ntar sakit mata orang yang lihat, hehe. Tapi, aku pribadi sih suka sama warna lipstik yang agak terang. Jadi dipakai sedikit sudah kelihatan warnanya. Nanti kalau buat acara formal kayak kondangan, baru deh pakai agak tebelan *dasar irit.

Salah satu warna must have adalah macam warna Russian Red keluaran QL Cosmetics ini. Warnanya cetar, tapi ya nggak menor juga. Dipakai tipis buat ke kantor, bikin fresh penampilan. Siap kerja sambil mengasuh anak. Hihi

QL Matte Lipstick ini mengandung vitamin E dan UV protector. Jadi sip banget nih buat bibir kering dan kadang terpapar panas matahari seperti bibirku ini.
Detail kandungan QL Matte Lipstick

Warna lipstiknya nggak gampang pudar. Padahal aku mengoleskannya tipis saja loh. Jadi, aku cuma olesin pagi hari saja, sampai sore, semburat merahnya masih merona. Ya nggak sih?


Oh ya, kebiasaan dari gadis dulu, aku tu suka sembarangan taruh barang di tas. Untungnya, kemasan lipstiknya rapat, jadi tutupnya nggak gampang lepas walau badai menghadang, eh walau tergoncang di dalam tas maksudnya.

Paling syuka sama warna kemasannya yang berwarna hitam pekat dengan tulisan berwarna biru laut. Cucok banget sama karakter ibu muda sepertiku, yang elegan tapi ceria.*halah

Harga lipstiknya juga relatif terjangkau yes. Nggak sampai 50 ribu sudah dapat yang ukuran 3.5 gram. Pokoknya, buat lipstik 'bantingan' alias dibawa kemana-mana, pas banget lah QL Matte Lipstik no 15 (Russian Red) ini.

Yuk cuss cari di toko kosmetik terdekat di kota anda yes.

Salam bibir merah merona 😘😘😘
Tekstur Ql Matte Lipstick di bibir
Simak video review QL Matte Lipstick ini...


17.3.17

7 Hal Asyik Tinggal di Ruko


Waktu pertama datang ke Plembang, Ais dengan polosnya bilang gini ke ayahnya:
"Lho, rumahnya ayah mana? Ini kan toko yah?"

Dalam hati aku agak khawatir. Duh, nanti mau gak ya Ais tinggal di ruko begini. Tapi Alhamdulillah Ais nggak masalah. Ternyata buat anak, yang penting keluarganya berkumpul.

Walaupun tinggal di ruko, tetapi toko di lantai bawah lebih untuk gudang saja. Soalnya biayanya nggak cucok kalau ayah mau buka toko di daerah sini. Udahlah kena pajak reklame yang nggak sedikit, masih harus iuran untuk jatah preman sekitar. Daerahnya juga masih sepi. Walaupun dua kilometer ke depan sudah pasar induk.

Awalnya aku pikir bakalan nggak nyaman tinggal di ruko. Kanan kiri nggak ada tetangga. Soalnya ruko yang lain banyak yang belum laku disewa, dan beberapa cuma berfungsi sebagai kantor dan gudang saja. Daerahnya juga benar-benar di pinggir jalan, lokasinya bersebelahan pula dengan jasa ekspedisi yang setiap hari berpuluh-puluh truk mampir disana. Saking banyaknya truk yang mampir, di depan ruko kami ada tukang reparasi ban truk 24 jam. Kebayang kan betapa serunya tinggal di ruko? Nggak jarang kadang harus galak sama supir truk biar nggak seenaknya parkir truk.

Tapi, semua keseruan itu bikin hidup di ruko itu nggak monoton dan tentunya menarik untuk diceritakan (disombongkan), hahahaha! Berikut 7 Hal Asyik Tinggal di Ruko.

1. Tinggal di lokasi strategis membuatmu mudah akses kendaraan umum

Aku sebenarnya punya hobi naik kendaraan umum. Jiwa ini mengalir dari bapakku yang demen puter-puter naik Bus Trans. Tapi hobi ini jarang keturutan, soalnya naik kendaraan umum itu kurang efisien di waktu. Tapi, naik kendaraan umum sekarang lebih nyaman dibanding harus motoran. Jadi, daripada bikin khawatir keluarga di rumah eh ruko, kalau aku harus pergi sendiri, ya mending aku naik kendaraan umum seperti Bus Trans. Asyiknya sih Bus Trans yang lewat di depan rumah adalah Bus Trans besar, dan aku naik tepat satu halte setelah pull bis. Jadi, pasti dapat tempat duduk. Hihi

2. Tinggal di ruko mengajak anak untuk dekat dengan pekerjaan orang tuanya

Entah beruntung atau apes kalau Ais harus melihat jatih bangun orang tuanya merintis usaha. Di satu sisi dia beruntung bisa ikut berpartisipasi dalam setiap kegiatan orang tuanya. Dia sampai paham rutinitas kerja ayah dan ibunya. Untuk ke depan, hal ini memang bagus untuk soft skillnya kelak. Tapi, disisi lain aku juga kasihan kalau masa kecilnya tidak dihabiskan dengan bermain bersama teman sebaya. Setiap hari Ais hanya bermain di ruko, dan lebih seringnya bermain sendirian. Untungnya Ais tipe anak yang asyik dengan kesendiriannya, jadi kalau terpaksa bermain sendiri ya nggak apa-apa. Paling kalau pekerjaan kami sudah selesai, barulah kami menemaninya bermain.

Kadang hidup tidak sesuai mimpi, tapi yakinlah kenyataan lebih indah dari mimpi. Tergantung bagaimana mensyukuri dan menyikapinya.

3. Tinggal di ruko memiliki beberapa hiburan gratis dari atas ruko

Bosen nonton tivi? Tinggal buka jendela dan nikmati lalu lalang kendaraan. Bisa jadi sarana berhitung dan memahami bentuk&warna yang mengasyikkan untuk anak. Dan, kami beruntung tinggal di ruko yang belakangnya masih kebun. Jadi kami full hiburan nih depan dan belakang rumah. Kalau sore, pemadangan dari kebun cantik banget. Ini sih dasar akunya aja yang nggak pernah tinggal di rumah tingkat kayaknya deh. Hehe
(Kalau di Jogja, rumahnya bapak bertingkat tapi nggak pernah ditinggali lantai atasnya)

4. Kesepian? 24 jam di depan ruko rame loh!

Tinggal bertetangga dengan jasa ekspedisi membuat ruko tidak pernah sepi dari truk yang bongkar muat barang. Setiap malam tidur kami selalu dinina bobokan dengan suara dari alat pembuka skrup ban truk. Entah jam berapa si tukang bannya istirahat, tapi bunyi alat itu selalu terdengar di sayup-sayup tidur kami. Buatku yang pelor ini, keramaian malam sam sekali nggak jadi masalah. Tapi kalau buat ayah Ais, di awal tinggal dia sempat agak terganggu. Tapi kalau sekarang mah bebel aja. Hihi

5. Takut nggak aman? Ternyata nggak tuh. Prinsipnya kita nggak ganggu mereka, mereka segan dengan kita

Awalnya khawatir dengan keamanan tinggal di ruko. Apalagi nggak ada satpam khusus disini. Tapi kami percaya, kalau kami membina hubungan baik dimana pun, maka kebaikan akan bersama kami juga. Kami percaya Allah melindungi keluarga kami. Alhamdulillah selama ini nggak ada masalah. Dan walau supir truk yang mampir berwajah sangar, tapi mereka kesitu kan buat kerja, bukan buat maling. Jadi percaya aja deh sama perlindungan Allah. Sambil tetap mengatisipasi dari hal-hal yang tidak diinginkan, seperti memasang gembok yang kuat pada pintu ruko.

6. Mau karoke sampe volume pol? Nggak masyalah

Nggak perlu khawatir tetangga ada yang terganggu karena memang tidak ada tetangganya. Kualitas tembok ruko juga sudah cukup bagus untuk meredam suara. Jadi kalau mau latihan olah vokal untuk audisi atau acara kawinan (taelah), bisa banget disini.

7. Bebas dari nyinyiran tetangga yang bikin kuping panas

Salah satu yang bikin males hidup bertetangga adalah kalau punya tetangga yang 'lambene turah'. Hobinya gosip dan ngeluh sana sini. Bawaan aura negatif aja jadinya. Mau dijauhi juga gak enak wong tetanggaan. Nah, kalau tinggal di ruko, jauh-jauh deh ketemu yang gini. Kalau pun pada akhirnya nanti aku punya tetangga ruko yang bawa keluarga, kami juga nggak bakalan kurang kerjaan bergosip. Masing-masing pasti bakalan sibuk dengan rukonya masing-masing. Ya kan?

Itu tadi 7 Hal Asyik Tinggal di Ruko. Sebuah masa yang nanti akan kurindukan, bila saatnya kami sudah mampu beli rumah dan nggak tinggal di ruko lagi...

16.3.17

Ketika Kenyataan Tak Sesuai Impian (2)



Cerita sebelumnya disini.

Masih curcol dan inilah jawaban kenapa "Kenyataan Tak Sesuai Impian". Ternyata kudapati bahwa kenyataan pasti lebih indah dari impian. Karena Allah pasti berikan yang kita butuhkan, yes?

Butuh waktu lama untuk berdamai dengan itu semua. Ada untungnya juga moratorium tes CPNS, jadi saat ini aku mulai berdamai dengan mimpi-mimpi lamaku dan memmbangun mimpi yang sesungguhnya, mimpi yang sesuai dengan goal keluarga.

Oke jadi dosen itu keren. Tapi jadi dosen itu harus tahan banting, siap lembur tanpa bayaran, siap disuruh ini itu sama dosen senior, dan harus menjaga wibawa. Aku memang masih berhasrat mengajar, tapi mungkin sebatas menjadi dosen terbang saja nantinya...

BPOM memang gagah namanya. Dan menjadi pegawai BPOM juga harus gagah dan tangguh. Temanku yang mengabdi sebagai staf BPOM, nyatanya harus merelakan banyak kebersamaan bersama keluarga karena harus terus lembur. Is that job that i want?

Bekerja di instansi penelitian itu juga kece. Wih, pakai alat-alat canggih dan bikin penelitian paten. Kece to the max lah. Tapi coba deh ingat-ingat dulu waktu masih outsoursching sebagai staf peneliti. Apa kontribusimu buat masyarakat selama menjadi staf peneliti? Nyatanya produkmu nggak juga dinikmati banyak orang. Kelemahan ilmu pengetahuan di Indonesia memang begitu, banyak penelitian yang akhirnya berhenti sebatas skala lab saja. Padahal kalau dikomersilkan, bukan hanya menambah pundi pendapatan, tetapi juga membantu orang yang membutuhkan.

Allah ternyata kasih aku pekerjaan yang sesuai dengan diriku. Bukan salah satu dari tiga pekerjaan impianku. Tapi ternyata lebih baik dai ketiga pekerjaan itu. Bukan pekerjaan yang prestise, tapi lewat pekerjaan ini aku semakin dapat mendekatkan diri pada keluarga. Dan aku juga jadi makin percaya, rezeki itu bisa dari mana saja. Yang jelas rezeki datang saat kita berusaha. Rezeki datang saat kita membutuhkan.

Saat ini aku bekerja sebagai staf administrasi untuk perusahaan kakak ipar dan suami. Walaupun usaha keluarga, tapi kami tetap bekerja secara profesional. Jam kerjaku profesional, dan walaupun aku membawa Ais ke kantor, tetapi aku pastikan bahwa Ais tidak mengganggu jalannya pekerjaan rutin perusahaan.

Perusahaan mana coba yang mengizinkan bawa anak seperti ini? Aku bisa dengan yakin memastikan bahwa anakku terjaga dengan baik. Ais juga jadi lebih paham sama kesibukan kedua orang tuanya. Alhamdulillah Ais sangat memahami kesibukan kami. Ais benar-benar jadi saksi jatuh bangun usaha kami. Pernah kami kelepasan berantem karena sama-sama capek. Ais yang mendamaikan kami. Jadi malu, karena Ais bisa bersikap dewasa menghadapi orang tuanya ini. Setelah kejadian itu, aku berjanji untuk tidak boleh kelepasan berantem lagi. Karena, boleh jadi Ais terlihat tidak masalah dengan percecokan kami, tapi siapa tahu dia memikirkannya. Keharmonisan keluarga harus kami prioritaskan.

Bismillah. Memang kenyataan tak sesuai impian. Tapi aku yakin kenyataan lebih indah dari impian.

15.3.17

Minum Susu Hamil Bisa Hamil


Aku bikin judul gitu bukan mau sok kontroversial dan viral. Tapi itu sebenarnya penggalan kata dari Ais. Menurutnya, ibunya bisa hamil kalau minum susu hamil.

Perkara hamil beberapa kali dibahas di keluarga kami. Ais sudah berusia lima tahun, dan kanan kiri sudah banyak yang menanyakan kapan Ais punya adek. Sejujurnya aku sendiri nggak ngoyo pengen segera hamil. Tapi desakan kanan kiri memaksa kami untuk membicarakan hal ini.

Sebelum merencanakan kehamilan, aku dan suami harus memastikan kesiapan dari Ais kalau nanti punya adik. Ais sendiri ternyata punya ketakutan kalau nanti dia tidak disayang lagi. Pemikiran itu dia dapat dari temannya. Nah, sebagai orang tua kami harus meyakinkan kalau hal ini cuma mitos belaka. Mumpung belum ada adiknya, kami full memberi perhatian ke Ais. Nanti kalau aku sudah positif hamil, pelan-pelan Ais diajak menyayangi calon adik. Kata temanku, anak cowok biasa bilang nggak mau punya adik. Tapi kalau adiknya sudah ada, dia nanti malah yang paling sayang.

Untuk melancarkan program hamil, bisa dimulai dengan minum susu hamil. Dengan minum susu hamil, kita mempersiapkan nutrisi yang terbaik untuk si jabang bayi, kerena Manfaat Terbaik Minum Susu Hamil terutama pada awal kehamilan. Ada jenis varian susu hamil untuk persiapan kehamilan. Nah, selain persiapan nutrisiselama kehamilan, persiapan mental juga tak kalah penting dalam mempersiapkan kehamilan.

Sebagai ibu hamil, haruslah senantiasa bahagia dan berpikir positif. Karena kondisi emosi ibu selama kehamilan akan menentukan karakter anak. Walaupun ini terkadang masih dianggap mitos, akan tetapi aku sudah membuktikannya pada beberapa temanku, dan juga ibuku. Seorang teman yang gesit selama kehamilan, melahirkan anak yang gesit dan lincah seperti ibunya. Sedangkan pada kehamilan selanjutnya, si ibu lemah lembut dan kalem, eh anak yang lahir beneran kalem kayak tuan puteri. Nah, yang kasian kalau selama kehamilan ibunya stres. Asupan gizi ke jabang bayi bisa jadi terganggu lho. Ada kasus teman yang selama kehamilan mengalami banyak masalah. Qodarallah anaknya lahir dengan kondisi fisik yang lemah. Nah, ibu hamil harus kuat melawan stres ya. Selalu berpikir positif dan menyibukkan diri dengan hal bermanfaat. Biar anaknya nanti mempunyai pikiran positif dan bermanfaat bagi nusa dan bangsa. Aamiin.

Ealah kok jadi tips hamil sih. Padahal hamil lagi juga belum. Belum rencana program hamil beneran sih. Soalnya masih banyak hal yang prioritas untuk dipikirkan selain namba momongan. Tapi kalau dikasih rezeki anak lagi, ya nggak nolak, hihi.

14.3.17

Pilihan Buah Keluargaku


Mulai bulan Maret ini ada yang berubah dari hidupku. Yang semula tinggal terpisah dengan suami, sekarang Alhamdulillah bisa berkumpul kembali. Dari yang semula bebas berkegiatan tanpa anak, mulai sekarang kegiatan full bersama anak. Aku sangat menikmati rutinitas baruku ini. Setiap pagi aku memasak dan memastikan kecukupan persediaan buah untuk Makanan Sehat untuk Anak-anak. Eh, maksudnya anak aja, kan anaknya baru satu, hihi. Buah itu wajib tersedia setiap hari, karena aku belum sanggup memasak sehat, seperti semua harus serba kukus dan rebus. Ugh, kami bertiga nggak bakal doyan makan kalau belum ada lauk yang digoreng atau kerupuk..pokoknya makan harus ada suara kriuk-kriuknya. Hehe..

Dalam memilih buah, aku nggak terlalu banyak pertimbangan. Yang jadi pertimbangan utama yaitu, harga. Hahaha. Ala mbok-mbok banget ini. Ya iyalah, wong manfaatnya kurang lebih sama, ngapain bayar lebih mahal. Kayak Upin Upin nih yang suka makan buah ketempatan alias buah lokal. Buah-buahan lokal pastinya lebih segar dan mengkonsumsinya dapat membantu perekonomian petani lokal, yes? Lebih bagus kalau bisa bertanam sendiri. Tapi hasil dari kebun sendiri seringkali belum mencukupi.

Baca: Bertanam ala Rita Bottini

Dalam seminggu, aku menyiapkan satu sampai dua macam buah saja. Nggak usah banyak-banyak. Karena kulkas dan kapasitas perut juga terbatas, kan? Hehehe. Nah, beberapa buah favorit keluarga kami antara lain:

1. Pepaya
We love pepaya alias kates much! Soalnya buah ini menurutku paling berkhasiat buat melancarkan pencernaan sih. Terus buat sarapan ataupun pencuci mulut itu rasanya segar. Daripada dessertnya puding atau es krim yang tinggi gula, mending makan pepaya saja (tapi makan pepaya setelah makan nasi tidak sesuai dengan food combining. Ah, yang penting tetap makan buah, yes?).

2. Buah Naga
Buah kedua yang jadi favorit keluargaku adalah buah naga. Ais suka banget buah naga merah. Kebetulan di Indonesia ini sedang musim buah naga merah ya. Jadi enak kalau mau stok buah naga merah. Gampang nyarinya. Kalau buah naga putih malah lebih susah nyarinya. Eh tapi lebih enak yang merah sih. Warna merah meronanya membangkitkan selera, dan kalau berdasarkan ilmu sensoris, warna merah dapat meningkatkan persepsi rasa manis pada makanan ketika dimakan.

3. Jambu
Kalau buah yang satu ini aku sukanya dalam bentuk jus, soalnya malas beud sama bijinya. Tapi kalau ayahnya Ais sih suka yang masih dalam bentuk buah. Kalau dulu waktu masih di Jogja, buah jambu relatif murah dan mudah ditemukan di pasar. Kalau di Palembang ini, aku jarang beli. Sudah keduluan beli buah naga atau pepaya dulu biasanya.

4. Apel
Ais loves apple much. Jujur, aku sudah membuktikan kalau makan sebutir apel setiap hari dapat mempertahankan kesehatan. Sayangnya sih, apel yang besar dan enak itu apel impor. Dan kelebihan buah ini adalah pada tingkat keawetannya. Jadi untuk kebutuhan buah apel, aku masih mengandalkan yang impor. Huhuhu

5. Pir
Dalam seminggu biasanya digilir mau buah apel atau pir. Kadang menyesuaikan harga di pasar juga. Kalau apel lagi mahal, ya beli buah pir saja. Kalau harganya sama, ya pilih apel saja. Nggak pernah sih pir lebih mahal dari apel kayaknya. Hihi. Satu dari dua jenis buah ini wajib stok, soalnya yang paling awet di kulkas ya dua jenis buah ini.

6. Pisang
Kalau buah pisang sih optional saja. Seringnya malah nggak nyetok. Soalnya pisang itu menurutku sangat mengenyangkan (sekaligus gampang lapar nantinya) dan gampang busuk. Biasanya nggak sampai sehari dari beli juga udah habis tu pisang. Ais doyan pisang, tapi kalau pas Ais nggak doyan, emaknya bingung menghabiskannya sebelum busuk. Soalnya satu buah pisang ukuran sedang kan kalorinya setara sepiring nasi, terus aku harus makan 'berpiring-piring' pisang nih? Oh no!

7. Semangka
Ini buah doyanannya ayahnya Ais. Kalau aku sih nggak begitu suka. Soalnya perasaan kayak minum air putih saja. Rasa semangka menurutku agak light. Terus malesin banget sama kulitnya yang aduhai tebalnya. Kalau nggak karena request mas bojo, males deh beli buah ini. Hahaha..

Apa pun pilihan buahnya, tetaplah perbanyak konsumsi buah dan sayur untuk hidup lebih sehat. Aamiin.