25.7.16

Belanja Aman dan Terpercaya di Blanja.com


Perkembangan e-commerce makin pesat akhir-akhir ini. Makin menjamurnya toko online menyajikan banyak kemudahan para konsumen untuk berbelanja. Kegiatan berbelanja offline seperti ke pasar dan ke mall mulai ditinggalkan karena berbelanja secara online lebih mudah dan efisien. Pembeli tidak harus keluar rumah untuk berbelanja, cukup mengandalkan ponsel pintar ataupun laptop yang terhubung dengan koneksi internet. Untuk pembeli di kota besar, berbelanja online tentu akan menghemat waktu dan tenaga yang dihabiskan bila berbelanja offline. Coba dibayangkan berapa liter bensin dan waktu perjalanan yang dihemat bila berbelanja online? Dan ternyata transaksi online juga mempermudah penjual untuk memperjual belikan dagangannya. Dengan berjualan online, maka penjual tidak perlu selalu berjaga di tokonya. Penjual dapat melayani pembeli sembari mengasuh anak atau pun mengerjakan pekerjaan di rumah. Sungguh, transaksi online telah mempermudah hidup banyak orang.

Akan tetapi, kemudahan bertransaksi online bukannya tanpa resiko. Sudah banyak kasus penipuan yang memanfaatkan kemudahan bertransaksi online. Yah, namanya orang jahat kan bisa saja mencari celah dan kesempatan untuk menipu. Nah, untuk mencegah penipuan semacam ini maka perlu sistem keamanan (security) yang menjamin keamanan bertransaksi online baik dari sisi pembeli maupun penjual.

Blanja.com sebagai salah satu situs e-commerce terkemuka di Indonesia benar-benar concern perihal keamanan ini. Kalau di e-commerce lain biasanya verifikasi ditekankan pada penjual yang akan berjualan di lapak website tersebut, nah kalau blanja.com ini verifikasi yang cukup ketat juga dilakukan untuk calon pembelinya. Hal ini tentu saja untuk meningkatkan keamanan berbelanja online. Calon pembeli yang melakukan pendaftaran di situs ini  akan mendapatkan kode verifikasi di handphonennya dan tautan link untuk verifikasi di emailnya. Verifikasi nomor handphone dan email calon pembeli harus dilakukan dalam waktu 30 menit. Ribet? Ya nggak juga lah, kan tinggal klik dan input nomor saja. Oh ya, dengan memiliki akun terverifikasi di blanja.com, maka kita bisa dengan mudah membuka toko di blanja.com. Asyik kan?
Verifikasi ke email
Verifikasi ke nomor HP
Sistem verifikasinya yang ciamik ini dikarenakan blanja.com adalah mitra dari ebay.com. Pasti tahu dong sama eBay? Menurut Wikipedia, eBay adalah situs web lelang daring yang memungkinkan orang-orang dari seluruh dunia melakukan jual dan beli berbagai barang dan jasa yang telah didirikan dari tahun 1995. eBay ini yang kemudian menjadi cikal bakal website sejenis, termasuk salah salah satu mitranya di Indonesia, yaitu blanja.com. eBay dan situs e-commerce lain adalah contoh fenomena 'long tail' yang dipaparkan Chris Andersen, bahwa pasar ideal akan tercipta di mana keragaman barang yang dijual akan semakin banyak, sementara jumlahnya semakin sedikit.

Selain bermitra dengan eBay, Blanja.com juga tengah menjalin kerja sama dengan Telkom. Jadi nggak heran deh banyak promo Telkom. Lumayan sekali buat aku yang pengguna setia Indihome dan Telkomsel ini.

5 (lima) alasan memilih blanja.com sebagai mitra berbelanja online terpercaya kita:

  1. Costumer service pada hari kerja dari pukul 8 pagi sampai 5 sore
  2. Penjual terpercaya. Penjual yang terpilih telah menjalani serangkaian verifikasi sehingga terpercaya
  3. Jaminan uang kembali jika ada kesalahan transaksi
  4. Barang dijamin sampai ke tangan kita
  5. Belanja selalu aman karena transaksi kita selalu dilindungi keamanannya

Jadi. Mau belanja kemana hari ini? Jangan lupa intip blanja.com ya Sist. Yuk, capcus. ^_^

24.7.16

Jamin Masa Tua dengan Rutin Menabung


Membiasakan diri untuk hidup hemat dan rutin menabung adalah cara terbaik untuk mempersiapkan masa depan. Buat yang masih single, menabung seringkali dialokasikan untuk persiapan menikah. Bagi yang sudah berkeluarga, menabung seringkali dialokasikan untuk pendidikan anak. Apa pun status dan tujuan menabungnya, kebiasaan menabung harus dimiliki semua orang untuk mempersiapkan masa depan yang lebih baik. Kondisi perekonomian dan iklim investasi di dalam maupun di luar negeri cukup fluktuatif dan nilai mata uang cenderung menurun dari tahun ke tahun (inflasi), walaupun penanaman modal dalam negeri semakin gencar akhir-akhir ini. Oleh karena itu, menabung sebaiknya tidak sembarang menabung. Akan tetapi, menabunglah dalam bentuk yang tepat, sehingga hasil tabungan bisa sesuai dengan yang diharapkan.

Tips rutin menabung
Bagi sebagian orang, menabung adalah kegiatan yang cukup sulit dilakukan. Terkadang tidak ada uang yang bisa ditabung dan bahkan terpaksa berhutang. Untuk memulai rutin menabung, sebaiknya dimulai dengan gaya hidup sederhana dan apa adanya. Iya, apa adanya. Jangan keblinger sama yang namanya barang kreditan atau pun diskonan. Kecuali memang sudah ada budget untuk itu. Dengan gaya hidup sederhana maka kita dapat menyisihkan uang untuk ditabung. Segera sisihkan dana untuk menabung tersebut di awal bulan. Jangan ditunda-tunda, karena penundaan akan membuat uang tersebut malah terpakai.

Jangan gabungkan uang tabungan dengan uang konsumsi
Ini nih cara efektif untuk konsisten menabung. Pisahkan uang yang dialokasikan untuk kebutuhan selama sebulan dan uang yang dialokasikan untuk menabung. Akan lebih baik kalau rekeningnya terpisah yang tidak ada ATMnya. Jadi kalau mau 'membobol' tabungan butuh usaha ekstra.

Diversifikasikan jenis tabungan
Bila menabung dalam bentuk tabungan biasa, sejatinya kita 'dirampok' dengan perampok terselubung bernama inflasi. Oleh karena itu, sebaiknya diversifikasikan tabungan dalam berbagai bentuk investasi. Beberapa investasi yang bisa digunakan antara lain, tabungan emas, deposito, reksadana, maupun unit link. Apabila tertarik bermain saham, maka investasi jenis ini bisa menjadi pilihan yang cukup menggiurkan. Sekarang sangat mudah caranya bila ingin bermain saham. Tinggal buka rekening efek di sekuritas yang biasanya terdapat di bank-bank besar seperti Mandiri, BCA, BNI, dll. Setelah memiliki rekening efek maka kita bisa 'belanja' saham, reksadana, atau oun obligasi sesuai kemauan dan penawaran yang ada. Investasi sekarang jauh lebih mudah dibanding dahulu, sekarang sudah tidak ada persyaratan minimal dana di rekening efek. Jadi saldo nol rupiah pun tetap bisa transaksi, ya transaksi jual maksudnya, kalau beli mana bisa kalau saldo rekening efek nol rupiah.

Dengan rutin menabung dan menginvestasikan di tempat yang tepat, maka hari tua yang tenang bukan hanya impian. Apa pun pekerjaan dan berapapun penghasilannya, kita semua berhak memiliki hari tua yang terjamin. Mulailah menjamin diri sendiri dengan rutin menabung.

23.7.16

Nunung Nurlaela, Menginspirasi dan Bersahaja


Masih belum bosan mengulas profil teman-teman bloggerku yang selalu menginspirasi. Kali ini aku pengen bahas tentang seorang Nunung Nurlaela. Seorang emak blogger Jogja yang aku kenal lewat buku best sellingnya 'Pondok Mertua Indah'. Saat melihat buku Pondok Mertua Indah terpajang di toko buku dan menyadari kalau penulisnya adalah member Ibu-ibu Doyan Nulis, aku jadi kepo deh, siapa sih Mak Nunung ini? Kok ya kebetulan sekali ternyata Mak Nunung ini berdomisili di Yogyakarta. Aku ingat sekali pertemuan pertama kami di acaranya Mothercare. Kala itu Mak Nunung menggendong anak keempatnya, Haziq yang masih baby (sekarang Haziq bahkan sudah punya adik, Hamiz yang berusia 2,5 bulan). Eh, nggak nyangka lho ternyata dengan berdomisili di Yogyakarta aku bisa kenal dengan penulis yang aku kagumi ini. Alhamdulillah, pasti ini yang disebut 'berkah ngeblog', hehe.

Mak Nunung memang tidak terlalu intensif ngeblog. Soalnya memang selain menjadi ibu rumah tangga, beliau juga aktif menjadi dosen di UII Yogyakarta. Tetapi kalau menilik blognya di www.nunungnurlaela.com, postingannya pasti berbobot dan sarat ilmu. Paling suka sama tulisannya dengan label 'Jebol Media'. Yah, namanya juga tulisan yang dimuat di media massa, ya pasti berbobot kan ya tulisannya? Terhitung ada empat tulisannya yang jebol media, itu pun hanya kurun waktu Desember 2012-Maret 2013. Kalau sekarang mungkin tulisannya sudah di jurnal-jurnal kali ya? Kan ibu dosen, hehe. Nah, biar nggak penasaran, kemarin aku tanya-tanya banyak hal nih sama Mak Nunung. Ini dia pertanyaan dan jawabannya:

1. Mak Nunung sudah menulis dan ngeblog dari tahun berapa? Waktu itu kepikiran buat buku "Pondok Mertua Indah" gimana ceritanya? Bukunya bagus banget deh buat panduan pengantin baru yang biasanya butuh banyak penyesuaian dengan mertua.

Kira-kira akhir tahun 2012 saya ikut workshop menulis di indscript. Terus tugas akhir suruh bikin outline untuk dikirim ke penerbit. Awalnya saya tidak punya ide. Kemudian pas baca buku antologi saya sebelumnya yang pernah lolos untuk dibukukan di Gramedia (GPU). Nah kisah saya dibuku antologi itu judulnya PMI (Pondok Mertua Indah). Saya mikir kenapa gak dijadikan buku solo saja? Nah dari ide itu bermula buku PMI saya. Kemudian ngebutlah saya buat outline, karena sudah diambang deadline. Alhamdulilah, akhirnya outline saya lolos bersama dua teman saya. Dan lebih bikin senangkarena yang tertarik adalah penerbit Gramedia! Ah, gak nyangka aja mak.^_^

2. Background pendidikan Mak Nunung apa? Jadi dosen dari tahun berapa?
Saya S1 ekonomi Islam di STAIN Surakarta dan S2 ekonomi Islam di UII Yogyakarta. Saya ngajar dari lulus mak, tahun 2005, namun masih belum tetap. Lanjut S2 dsb. Nah, baru diangkat jadi dosen tetap tahun 2015.

3. Kenapa memilih profesi dosen?
Suka aja sih, Mak. Terutama ketika di kelas. Keren gitu ya, yang paling utama ya, agar ilmu saya bisa teramalkan dan tak terlupakan, terus memacu saya untuk tidak pernah berhenti belajar.

4. Bagaimana membagi waktu mengurus anak dan kegiatan di luar rumah?
Hal ini saya masih belajar mak. Agar bisa optimal dalam setiap tugas dan peran. Alhamdulilah, suami dan anak perempuan saya banyak membantu saya. Mertua dan adik ipar juga banyak bantu saya. Saya ngantor juga minimal 4 jam. Jadi masih banyak waktu untuk lakukan aktivitas lain.

5. Tips kalau mau jadi dosen dong Mak.
Apa ya? Tentu test masuknya kudu bagus dong mak dan pengalaman ngajar itu penting banget.

Pertanyaan terakhir memang bernada curcol, soalnya memang aku masih penasaran banget bisa jadi dosen. Yah, belum kesempatan aja kali ya? Tapi memang benar saran Mak Nunung. Kemampuan mengajar dan pengetahuan tentang materi tes harus aku tingkatkan biar bisa lolos jadi dosen. Bismillah.

Sukses selalu dan semoga semakin menginspirasi Mak!


Apa pun Makanan dan Aktivitasnya, Air Putih Minumannya


Selayaknya wanita pada umumnya, aku pengen punya badan yang langsing dan perut yang datar. Walau kata teman-teman sih aku nggak terlalu gendut, tetapi tetep saja suka merasa sedih dengan lemak di perut. Tapi kalau mau diet juga rasanya belum siap. Soalnya, sebagai ibu yang rutin menyuapi anaknya, seringkali aku dihadapkan pada kenyataan (halah) harus menghabiskan sisa makanan anak. Makanya kalau ingin menjaga bentuk tubuh, aku harus fokus di olahraga dan mengurangi minuman manis.

Fokus di olahraga sebenarnya gampang-gampang sulit. Gampang karena sebenarnya dari aktivitas sebagai ibu rumah tangga saja bisa dimanfaatkan untuk berolahraga. Tetapi kalau di rumah itu, godaan buat bersantai-santai itu sangat besar. Kalau urusan cuci-mencuci dan bersih-bersih sudah beres, bawaan pasti mager saja di kursi atau di kasur, hehe. Padahal banyak kalori yang masuk dari pagi hari dan seharusnya segera dibakar. Makanya, karena mengalami kesulitan membakar kalori di dalam tubuh, jadi aku berusaha mengurangi kalori yang masuk ke tubuh, yaitu dengan cara meminimalkan minuman manis. Kenapa yang dikurangi minuman manis? Karena minuman manis ini banyak yang tinggi kalori. Sebut saja minuman enak ala kafe seperti Cappucino, Mocha Frappe, Matcha Latte, dll, walaupun kelihatan segar sebagai pelepas dahaga, tetapi nilai kalori yang terdapat di dalamnya cukup tinggi. Meminum segelas minuman itu sama saja dengan makan nasi lengkap dengan lauk pauknya. Sayang banget kan 'investasi' kalori segitu banyak di tubuh?

Untungnya aku bukan penggemar minuman manis. Buatku, minuman manis itu nggak bikin kenyang dan kalau di restoran atau di kafe, harga macam macam minuman yang ditawarkan seringkali lebih mahal daripada harga makanannya. Aku kadang heran sama mereka yang suka nongkrong di kafe sambil ngopi-ngopi. Mereka bisa nongkrong berjam-jam dengan hanya segelas minuman dan mungkin beberapa batang rokok. Wih, aku sih nggak bisa kalau nggak ada camilannya. Minimal perut harus terisi nasi 1 piring lah supaya bisa beraktivitas normal beberapa jam ke depan, hehe. Tetapi kebiasaan orang memang berbeda-beda sih ya. Selama kondisi kesehatan tetap baik, apa pun kebiasaan makan dan minumnya, itu nggak masalah.

Nah, untuk kebiasaanku, karena aku bertekad untuk mengurangi minuman manis, maka aku punya prinsip:
Apa pun makanan dan aktivitasnya, air putih minumannya
Jadi kalau aku haus atau pun tenggorokan seret untuk menelan makanan, maka yang aku cari pertama kali adalah air putih. Jangan sampai minuman manis aku gunakan sebagai penghilang dahaga, karena itu akan menyebabkan asupan kalori berlebihan tanpa disadari. Begitu pula saat makan baik di rumah atau pun di restoran. Air putih tidak pernah ketinggalan menemani. Kadang beberapa orang menganggap tindakanku ini sebagai bentuk pengiritan. Ya memang iya sih, lebih hemat kalau minumnya air putih saja, tetapi tujuan utamanya adalah untuk meminimalkan asupan gula yang terdapat di minuman manis itu dong.

Kalau ditanya, apa minuman favoritku, maka aku pasti menjawab, "air putih!". Tetapi memang benar lho, air putih adalah minuman yang paling menyegarkan kala tenggorokan kering, air putih yang cukup akan membuat kulit tetap lembab, dan rutin meminum air putih bisa melancarkan buang air besar. Semua manfaat itu bisa kita dapat tanpa takut ketambahan kalori. Asyik kan? Jadi, apa pun makanan dan aktivitasnya, air putih minumannya.



17.7.16

Punya Bakat Diabetes, Ini Caraku Mencegahnya


Diabetes Melitus atau penyakit kencing manis telah menjadi penyakit menakutkan bagi banyak orang termasuk aku. Secara keturunan aku memiliki eyang yang menderita penyakit kencing manis ini, tetapi Alhamdulllah ibu dan aku tidak memiliki penyakit ini. Ketakutan kami karena memiliki 'bakat' penyakit kencing manis membuat kami sangat berhati-hati dalam mengkonsumsi gula. Ibuku bahkan tidak pernah menambahkan gula untuk teh atau pun kopi yang dia minum. Kalau aku sendiri memiliki kiat mengurangi gula dengan tidak mengemil makanan manis dan banyak minum air putih. Aku bahkan kalau kumpul-kumpul di kafe sama teman (itu juga jarang banget),pesan minumnya air putih, padahal kalau di kafe biasanya minum-minum kan ya? Tapi aku terlanjur punya slogan, 'Apa pun makanan dan aktivitasnya, air putih minumannya", haha!

Sebenarnya mengurangi konsumsi gula hanyalah salah satu cara mencegah diabetes dengan cepat dan tepat karena secara langsung mengurangi asupan gula di dalam tubuh. Selain itu ada juga cara lain yang terbukti efektif untuk mencegah diabetes, antara lain dengan mengkonsumsi karbohidrat kompleks dan memperbanyak olahraga. Untuk konsumsi karbohidrat komplek, terus terang aku belum bisa berpindah ke lain sumber karbohidrat selain nasi, padahal pemerintah sudah menggalakkan untuk diversifikasi pangan terutama sumber karbohidrat, ya kan? Tetapi yang bernasib seperti ini tidak hanya aku, masih banyak 'korban orde baru' yang memang susah sekali melepaskan ketergantungan dari nasi. 'Ra sego ra wareg'-Kalau belum makan nasi maka belum kenyang. Untungnya teknologi pangan semakin maju, sehingga mulailah dikembangkan beras analog yang membuat psikologis kita berpikir sudah makan nasi, padahal berasnya berasal dari sumber karbohidrat selain beras seperti umbi-umbian, singkong, atau pun jagung.

Dalam mengkonsumsi karbohidrat kompleks, sebaiknya memperhatikan nilai IG (indeks glisemik) pada bahan pangan tersebut. Indeks glisemik adalah kemampuan suatu makanan dalam meningkatkan gula darah. Dosenku adalah ekspert di bidang penentuan indeks glisemik makanan dan aku pernah menjadi relawan penelitiannya. Selengkapnya disini. Tips saja sih, kalau mau menurunkan kadar gula darah, sebaiknya makan nasi yang cenderung pera daripada nasi pulen karena IG nasi pera lebih rendah dibanding nasi pulen. Tetapi kalau benar-benar bertekad menurunkan gula darah, maka konsumsi umbi-umbian adalah pilihan terbaik. Konsumsi kentang atau pun ubi rebus cukup efektif dalam menurunkan gula darah  karena nilai IG umbi-umbian cukup rendah (tentu saja disertai dengan diet rendah gula).

Selain memperhatikan asupan makanan dengan mengurangi konsumsi gula dan memperbanyak konsumsi karbohidrat kompleks (dengan IG rendah), aktivitas fisik yang cukup diperlukan untuk menjaga gula darah. Dengan aktivitas fisik, maka glukosa di dalam tubuh akan dikonversi menjadi energi sehingga tidak sempat terendap di dalam darah atau pun tertimbun sebagai lemak di bawah kulit. Aktivitas fisik sederhana yang (berusaha) konsisten aku lakukan adalah naik-turun tangga dan berjoget bersama anak. Selain tubuh menjadi lebih segar, anak juga menjadi senang karena ditemani bermain. Kalau di kampus, kegiatanku naik-turun tangga akan menghemat waktuku daripada harus mengantri lift.

Demikian tiga caraku mencegah penyakit diabetes yang sudah menjadi 'bakat' keluargaku. Kalau kamu, bagaimana caramu mencegah diabetes? Share di kolom komentar yuk.

16.7.16

Rainbow Fruit Cake untuk Ultah


Ada yang istimewa di lebaran tahun ini. Tanteku yang di Jakarta, yang berarti terhitung sebagai utinya Ais, bisa pulang kampung ke Jogja dalam waktu yang cukup lama. Biasanya karena kesibukannya sebagai editor di salah satu media di Jakarta, jadi waktu cutinya suka terbatas, tetapi Alhamdulillah tahun ini dia bisa cuti dan liburan seminggu full di Jogja. Yeay asyik!

Yang bikin asyik lagi adalah karena tepat tanggal 13 Juli lalu tanteku ini berulang tahun. Wah, sebagai keponakan yang baik, aku dan adikku nggak boleh lupa mengucapkan ucapan ulang tahun ke tante dong ya? Selain mengucapkan ucapan ulang tahun, pastinya kita nggak boleh kelupaan sama "bawaan" saat mengucapkan ulang tahun yaitu kue ultah! Hihi. Mainstream banget sih, ngucapin ultah sambil bawa kue ultah lengkap dengan lilin, tapi nggak apa-apa lah ya. Lagi buntu ide kreatif nih, haha!

Yang bertugas memesan kue ultah adalah adekku, soalnya sekalian dia pulang kantor. Selain itu, sense embaknya ini kalau milih kue kurang bagus jadi memang yang pilih kue sebaiknya si adek, hehe. Pernah waktu ultah adek aku belikan kue ulang tahun, ternyata kuenya standar banget, lemak krimnya nyangkut  di langit-langit mulut. Aduh, aku nggak mau deh itu kejadian di ultah tanteku ini. Biar mantep, pesan kue di bakery yang memang sudah terbukti kualitas kue ulang tahunnya. Namanya toko bakery favorit, jadi untuk bisa menikmati kue ulang tahun dari bakery ini, maka kita harus pesan paling tidak satu hari sebelum acara. Untungnya bakery ini terletak di rute adekku kerja, jadi bisa sekalian pulang dari kantor pesan kuenya, pulang kantor besoknya ambil pesanan deh. hehe.

Aku suka deh sama kue ultah yang dipesan adekku ini. Namanya Rainbow Fruit Cake. Eh tetapi jangan kira yang 'rainbow' itu cake-nya ya, karena yang berwarna-warni adalah topping buahnya. Seperti gambar di awal postingan, warna-warni buahnya sangat menyegarkan dan 'comotable' banget. Saking ramenya buah-buahan di cake ini, aku dan adekku sampai bingung mau taruh lilin dimana. Hehe.
Lilinnya nyempil. Hihi
Rainbow Fruit Cake ini nggak bikin eneg karena krimnya ringan dan tidak sebanyak cake pada umumnya. Kue bolu yang menjadi base/dasar topping buahnya adalah cheese cake, hmm, nyam-nyam. Rasanya lembut di lidah dan rasa kejunya sangat terasa. Sepotong Rainbow Fruit Cake pasti nggak cukup deh, karena kesegaran buah dan kenikmatan cheese cake-nya dijamin bikin ketagihan. Jadi pengen request kue ini buat ultahku besok. *modus

Variasi Menu Jamur Tiram


Saat lebaran kemarin, budidaya jamur tiram yang dikelola suami tidak ada yang mengurusi. Orang yang biasanya menjaga di tempat ini sedang mudik dan kebetulan kami sekeluarga berlebaran di Ponorogo. Untung ada ibu dan bapakku yang bersedia memanenkan jamur, padahal lokasinya 17 km dari rumah bapak. Bapak awalnya agak keberatan harus memanenkan jamur, soalnya bapak kurang paham betul lokasi rumah jamur suami. Tetapi setelah aku bujuk dan aku bilang kalau nggak dipanen maka jamurnya bakal jadi penyakit untuk baglog jamur yang ada (telat panen akan mempengaruhi kelembaban dari rumah jamur), akhirnya bapak setuju untuk memanenkan jamur. Jadilah pagi hari di H+2 Lebaran bapak, ibu, dan adekku memanen jamur.

Karena sudah dua hari tidak dipanen, maka jamur yang siap panen menumpuk! Ada sekitar 8 kg jamur yang terpanen pagi itu. Kata ibu jamurnya banyak banget. Rencana awal mau dibuat jamur crispy, tapi gempor dong kalau jamur sebanyak itu dibuat crispy. Siapa yang makan juga nantinya? Akhirnya sama ibu jamurnya dibuat variasi nuget dan bakso, menurutku sih ini variasi  makanan lezat untuk diet sehat. Dengan olahan seperti ini maka jamur bisa disimpan lebih lama di dalam kulkas atau pun freezer.

1. Nugget Jamur Tiram
Pembuatan nugget jamur tiram ini mirip dengan pembuatan nugget pada umumnya. Bahan yang dipakai kemarin sama ibu hanya jamur, tepung terigu, tepung roti, telur, bawang putih, penyedap rasa, dan garam. Cara membuatnya adalah sebagai berikut:

  • Jamur dicuci dan direndam dalam air hangat selama 15 menit. Kemudian ditiriskan dan disuwir-suwir.
  • Suwiran jamur, tepung terigu, telur, bawang putih halus, garam, dan penyedap rasa dimasukkan ke dalam chopper kemudian dicincang sampai rata.
  • Adonan nugget dikukus selama kurang lebih 15 menit.
  • Setelah dingin (dimasukkan ke dalam freezer semalam supaya tekstur lebih kompak), adonan kemudian dipotong-potong.
  • Potongan adonan dilumuri telur dan tepung roti.
  • Goreng. Ready to serve!
Nugget Jamur Tiram
2. Bakso Jamur Tiram
Percobaan ibu bikin bakso jamur tiram sebenarnya belum berhasil karena adonannya hancur saat dimasukkan ke air mendidih. Besar kemungkinan karena tepung tapioka yang digunakan kurang banyak, atau memang sebaiknya harus ditambah daging hewani seperti bakso pada umumnya. Bahan dan cara membuat bakso ini mirip dengan pembuatan nugget jamur tiram, hanya saja ada tambahan tepung tapioka dan pada bakso tidak memerlukan tepung roti. Cara membuatnya adalah sebagai berikut:

  • Jamur dicuci dan direndam dalam air hangat selama 15 menit. Kemudian ditiriskan dan disuwir-suwir.
  • Suwiran jamur, tepung terigu, tepung tapioka, telur, bawang putih halus, garam, dan penyedap rasa dimasukkan ke dalam chopper kemudian dicincang sampai rata.
  • Kukus adonan (seharusnya direbus, tetapi adonan hancur).
  • Bisa langsung dimakan, dicampur ke lauk, atau digoreng untuk camilan.
Bakso Jamur Goreng
3. Lumpia Jamur Tiram
Ini sebenarnya variasi sebagian adonan bakso dengan memanfatkan kulit lumpia sisa. Jadi walau judulnya lumpia, tetapi di dalamnya adonan bakso. #penipuan
Biarin deh, yang penting enak, hihi.
olahan jamur tiram
Lumpia Jamur Tiram
Gegara panen besar jamur kemarin, aku sampai eneg makan nugget dan bakso jamur tiram berhari-hari, haha!