26.8.16

Agar Puasa Lebih Bermakna

Background from Pixabay
Sebentar lagi Lebaran Haji atau Idul Adha. Kabarnya selain di Indonesia, lebaran haji lebih gempita dibandingkan Idul Fitri. Seharusnya sih memang begitu, soalnya kumandang takbir saat Idul Adha tiga hari lebih lama dibanding kumandang takbir saat idul fitri. Jadi, harusnya lebih semangat nih menyambut Idul Adha. Waktunya pesta makan kambing dan sapi (semoga senantiasa dimampukan. Aamiin).
Nah, salah satu persiapan menyambut Idul Adha yaitu menyambutnya dengan berpuasa di awal bulan Dzulhijah. Nah, biar puasa lebih bermakna, ardiba.com punya tips untuk membuat ibadah puasa lebih bermakna.

1. Ajak keluarga dan orang serumah untuk berpuasa

Sesuatu kalau dikerjakan beramai-ramai biasanya lebih asyik dan menyenangkan. Begitu pula dengan berpuasa. Bila dikerjakan bersama-sama, tentu akan membuat ibadah puasa kita lebih bermakna. Selain itu, dengan mengerjakan bersama-sama, tentu saja juga dapat menbuat lebih semangat menjalaninya.

2. Siapkan santap sahur dan buka yang bisa dinikmati bersama

Berbagi itu pasti sangat menyenangkan. Apalagi kalau berbagi santap sahur dan menu buka puasa yabg dapat dinikmati bersama. Tidak perlu menu mewah untuk sahur dan buka, yang penting kebersamaan saat sahur dan berbuka.

Tak perlu merogoh kocek terlalu dalam untuk dapat menikmati buka bersama yang meriah. Ada banyak pilihan resep menu minuman dan makanan berbuka puasa yang lezat dan praktis tersebar di internet. Kita dapat memilih resep mana yang ingin kita coba. Salah satu yang bisa dicoba adalah situs resep buka puasa bersama dengan Sariwangi. Ada banyak pilihan menu minuman yang praktis dan nikmat yang bisa dicoba.

3. Perbanyak kegiatan yang tidak terlalu menguras energi di siang hari

Godaan orang berpuasa umumnya adalah sulit menahan kantuk di siang hari. Memang sih, tubuh tidak mendapat asupan karbohidrat selama berpuasa, sehingga tubuh menjadi lemas, tetapi sebenarnya tubuh punya metabolisme unik sehingga kondisi tubuh tetap baik walaupun tubuh tidak mendapat asupan makan dalam jangka waktu 1-2hari.

Nah, supaya puasa lebih bermakna, jangan ragu untuk melakukan kegiatan bermanfaat saat berpuasa. Jangan hiraukan rasa lapar dan haus yang mendera. Tubuh akan tetap fit selama sahur dan berbuka dengan menu yang tepat.

4. Berbuka secukupnya dan perbanyak ibadah di malam hari

Salah satu kebiasaan berbuka yang salah adalah makan makanan buka puasa secara berlebihan. Buka puasa tak ubahnya menjadi ajang 'balas dendam' setelah seharian berpuasa. Padahal, agar puasa lebih bermakna, sebaiknya berbuka dengan secukupnya saja. Jangan sampai kekenyangan lalu mengantuk. Padahal malam hari dapat menjadi waktu yang tepat untuk beribadah.

5. Selamat menikmati hari raya!

Setelah berpuasa menjelang hari raya, pastinya Idul Adha dapat lebih dinikmati 'kemenangan'nya kan? Apalagi kemeriahan Idul Adha berlangsung selama empat hari berturut-turut. 

Selamat menyambut Hari Raya Idul Adha. ^_^

24.8.16

Konsentrasi dan Berhati-hatilah di Jalan

Berhati-hatilah di jalan! (Sumber: pixabay)
Tiba-tiba aku teringat kejadian setahun yang lalu. Saat itu adikku sedang persiapan kerja praktek ke Jakarta. Tapi malang tak dapat ditolak. Di tengah perjalanan sepulang kuliah, adikku mengalami kecelakaan. Kecelakaan tunggal. Beruntung pemilik angkringan di seberang jalan dengan sigap membantu adikku ke tepi.

Kalau sudah keadaan begini, yang ada di pikiran adikku adalah menghubungi ibu dan pacarnya. Mbaknya mah nomer sekian. Habis daripada nambahin panik aja sih, maklum mbaknya panikan, hehe. Aku pun dapat kabar kecelakaan adikku dari pacarnya. Katanya adikku sampai linglung begitu. Untungnya keluarga pacarnya adikku dengan tulus segera membawa adikku ke rumah sakit. Ibunya pacar adikku yang memilihkan rumah sakit untuk adikku dirawat. Katanya cari yang dokter tulangnya bagus.

Ternyata dari rontgen, tulang pundak adikku ada yang patah sehingga harus segera dioperasi. Akhirnya keluarga sepakat untuk operasi pasang pen dengan dokter tulang terpercaya di rumah sakit tempat adikku dirawat itu. Alhamdulillah operasi berjalan lancar. Tetapi perjuangan adikku untuk sembuh pasca kecelakaan tidak berhenti sampai di situ.

Dengan kondisi pundak kiri yang patah, otomatis tangan kiri tidak dapat berfungsi normal. Segala kebutuhan biologis mulai dari makan sampai membersihkan tubuh adikku butuh bantuan. Belum lagi harus rutin kunjungan ke dokter tulang yang cukup memakan waktu. Padahal adikku sudah harus kerja praktek di Jakarta. Untungnya keberangkatan ke Jakarta masih bisa ditunda sampai kondisi adikku membaik, setidaknya untuk bisa menggerakkan tangan kirinya. Masa pemulihan dari operasi sampai adik bisa menggerakkan tangannya, butuh waktu sekitar sebulan. Kurun waktu yang menurut dokter relatif cepat, karena usia adikku yang masih muda dan kedisiplinan adikku dalam meminum obat dan mematuhi seluruh anjuran dokter.

Dari musibah yang menimpa adikku ini, membuatku semakin menyadari kesehatan memang mahal harganya. Berhati-hati di jalan mutlak diperlukan. Bahkan, berhati-hati saja tidaklah cukup, kita juga harus berserah diri dan berdoa ketika akan melakukan perjalanan serta fokus dengan kendaraan yang ditunggangi. Karena setahuku, adikku ini adalah orang yang cukup terampil membawa kendaraan. Hanya masalahnya dia kadang kehilangan fokus dan rupanya ini yang menjadi bumerang baginya. Tidak fokus di jalan ditebus dengan sangat mahal. Kejadian adikku ini dapat menjadi pelajaran untuk selalu fokus, berhati-hati, dan berdoa selama di perjalanan. Benarlah kalau Kepolisian mengeluarkan spanduk bertuliskan "Jadilah pelopor keselamatan berkendara", karena memang keselamatan itu kita sendirilah yang mengusahakan.

Konsentrasi dan berhati-hati di jalan. Keluarga menunggu di rumah.*terus melow kangen anak. Hihi.

22.8.16

Seru bermain kode di Museum Sandi


Kalau ke Jogja, dan mampir di sekitaran McD, Raminten, atau Mirota di sekitaran Kotabaru, pasti ngelewatin museum ini. Lokasinya 'tusuk sate' sih, jadi memang kalau mata nggak awas bisa nggak kelihatan ni museum. Padahal museumnya gede dan lumayan luas. Itulah Museum Sandi.


Menempati gedung eks kantor Kementrian Luar Negeri, Museum Sandi memiliki koleksi di dua lantai gedung dan juga dilengkapi dengan perpustakaan di bangunan berbeda. Aku dan Ais kesana di hari Sabtu yang berarti museum akan tutup lebih cepat, pada pukul 12 siang. Saat ke museum waktu sudah menunjukkan pukul 10. Seharusnya waktunya cukup, tetapi ternyata sepertinya waktunya kurang deh. Rupanya Ais betah di spot perpustakaan Museum Sandi. Koleksi buku anak-anaknya lumayan, ada ensiklopedi yang menarik perhatian Ais dan dibaca Ais sampai habis!(eh bukan dibaca ding, tetapi di'intepretasi' isinya karena Ais belum bisa baca, hihi).

Oke, jadi begini nih awal 'petualangan' kami di Museum Sandi.

Museum didesain seperti 'game', awalnya kita akan diminta untuk mengisikan data secara online di layar mobitor di sebelah resepsionis. Tampilannya persis kayak mau memulai game petualangan loh. Hehe. Terus nanti mas resepsionisnya memberi gulungan kertas yang nanti diisi kesan dan pesan setelah ke Museum Sandi ini.

Petualangan diawali dengan menonton video tentang sejarah persandian di Indonesia. Sayangnya Ais nggak begitu tertarik sehingga nggak lama-lama nontonnya. Kita langsung ke tempat berikutnya.

Di tempat berikutnya ada contoh sandi saat zaman perang. Sandi tersebut dituliskan di tas, sehingga tidak mencolok perhatian musuh. Ada juga diorama yang cukup besar sehingga lumayan menakutkan bagi Ais. Sampai di bagian ini, Ais masih belum menikmati Museum Sandi.
Tas kode
Ruangan selanjutnya berisikan alat-alat pembuat sandi dari masa ke masa. Rupanya coding di program komputer itu juga merupakan contoh sandi loh. Bahkan ada sekolah khusus untuk mempelajari sandi, yaitu Sekolah Tinggi Sandi Negara.

Museum Sandi dibangun atas prakarsa bersama antara Kepala Lembaga Sandi Negara RI, Mayjen TNI Nachrowi Ramli dengan Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta, Sri Sultan Hamengku Buwono X pada tahun 2006 dan diresmikan pada tanggal 29 Juli 2008. Keberadaan Museum Sandi membuat aku jadi melek informasi mengenai persandian di Indonesia. Tetapi sejujurnya belum terlalu melek juga sih, soalnya Ais udah ribut minta pulang karena koleksi museum ini masih belum cukup menarik buatnya.

Selesai menjelajahi lantai satu dari museum ini, selanjutnya menuju lantai dua. Di lantai dua, koleksi museum disajikan lebih atraktif dan cocok untuk media pembelajaran anak. Saran sih, kalau bawa anak ke museum ini, baiknya nggak usah terlalu lama di lantai satu, langsung ke lantai dua malah lebih seru buat anak-anak. Ada ruangan multimedia yang berisikan banyak komputer yang menyajikan game tentang sandi. Seru deh! Tetapi sebaiknya anak sudah tahu huruf ya untuk main game di komputer ini, soalnya sandi-sandinya berkaitan dengan huruf dan angka.
Bermain Multimedia di Museum Sandi
Nah, berhubung Ais belum begitu paham dengan huruf, jadinya dia malah asyik main komputer yang bisa buat selfie dan bikin video karena dilengkapi dengan webcam. Setelah bikin video singkat yang sukses bikin dia terpingkal-pingkal menertawakan dirinya sendiri, Ais lalu berlari menuju bagian selanjutnya dari lantai kedua museum. Ada permainan sandi yang (lagi-lagi) belum dipahami Ais. Duh, tahun depan kalau Ais udah paham huruf mungkin permainan-permainan di sini bisa dinikmati kali ya?
Cardan Grille, sandi yang tersembunyi di balik artikel koran/tulisan
Skytale Greek. Sandi di balik lilitan kertas

Akhirnya setelah melewati ruangan dr. Roebiono Kertopati, Bapak Sandi Indonesia, kami lalu turun ke tangga dan mendapati kalau fasilitas di Museum Sandi ini lengkap punya, ada mushola dan guest housenya loh. Bisa asyik bersantai di gazebo yang disediakan juga. Nah, setelah puas bersantai di gazebo ini kemudian kami menuju ke perpustakaannya.
Bersantai di Perpustakaan Museum Sandi
Tempatnya asyik dan cozy banget. Ais betah nih di sini sampai hampir jam 12, yang artinya kami harus pulang, sebelum museumnya benar-benar tutup, hehe. Untung sih petugasnya santai aja, padahal pengunjung yang tersisa rasanya ya tinggal kami. Hihi
Time to back home. Parkirannya lumayan luas kan?
Museum Sandi:

Jl. Faridan M. Noto No. 21, Kotabaru, 55224
Telepon: (0274) 556921
Jam Buka: Senin-Jumat jam 08.30-15.00, Sabtu-Minggu: 09.0-12.00

20.8.16

Ngeblog Itu Harus Punya Motivasi!


Dunia blogging sekarang sudah makin gemerlap saja, kalau dulu ngeblog itu sebagai sarana menyalurkan hobi menulis atau menyampaikan informasi, sekarang ngeblog juga bisa menjadi sarana memperluas koneksi sekaligus rezeki. Iya, memperluas rezeki alias menambah pundi-pundi tabungan. Makanya sekarang dunia blogging mulai penuh dengan intrik, karena sudah uang yang 'berbicara'. Jadi, kalau jangan sampai deh terjebak pada orientasi materi ketika ngeblog. Soalnya kalau sudah orientasinya materi saja, dijamin nggak tenang menjalaninya.

Motivasi utama ngeblog: Berbagi!

Semenjak membuat blog di tahun 2009 dan intens di dunia blogging sejak tahun 2013, aku mulai mengenal banyak blogger dan berbagai motivasinya ngeblog. Satu motivasi utama para blogger itu adalah: BERBAGI. Karena rata-rata mereka menulis sesuai dengan pengalaman dan pendapat mereka akan sesuatu hal. Kalau misalkan dapat pundi-pundi uang dari kegiatan ini, ya itu benefit tambahan lah.

Memiliki tujuan untuk berbagi adalah motivasi ngeblog yang paling utama. Tanpa niat itu maka 'karir' di dunia ngeblog nggak akan lama. Apalagi berharap kaya dari ngeblog, hmm, nggak ada yang instan di dunia ini! Kalau mau sukses di dunia blogging ya harus kerja keras dulu. Tapi kerja keras melakukan sesuatu yang disukai pasti lebih ringan menjalaninya.

Kerja keras pasti membuahkan hasil

Ngomong-ngomong masalah kerja keras, aku punya contoh teman blogger yang bisa sukses berpenghasilan di blog karena motivasi dan kerja kerasnya ngeblog. Dialah Arifah Wulansari, blogger Jogja yang aku kenal di awal aku masuk Kumpulan Emak Blogger. Dialah blogger competition hunter. Motivasinya ngeblog selain untuk berbagi adalah menaklukan berbagai macam kompetisi ngeblog. Buat yang sering ikut lomba blog pasti kenal sama si langganan juara ini. Soalnya hampir setiap kompetisi ngeblog dia pasti ikutan.
Arifah wulansari. fotonya ini mengingatkan awal kenalan dulu, hehe
Mak Ari, panggilan akrabnya, sering sekali menang lomba ngeblog. Aku sendiri termasuk yang sering kepo tulisan lombanya. Soalnya pengen bisa ketuleran hoki lomba ngeblog juga. Kalau dari yang aku perhatikan sih, ada satu kekuatan Mak Arifah ketika membuat postingan lomba blog dan itu menjadi perhatian utama juri (kemungkinan begitu). Mak Arifah itu kalau membuat postingan pasti detail dan lengkap. Alurnya juga dibuat menarik dan grafisnya dibuat dengan selengkap-lengkapnya. Ketika tren pemenang lomba blog banyak membuat infografis, Mak Ari yang paling semangat pengen belajar. Tetapi pada kenyataannya infografis bukan yang utama. Tulisan Mak Ari yang lengkap dan detail tetap berhasil mencuri hati juri.

Fokus, fokus, fokus

Dari tahun 2011 sampai 2016 ini, Mak Ari terus saja menambah daftar achievmentnya di bidang blogging. Padahal rata-rata blogger punya 'masa'nya sendiri menjadi juara lomba blog. Hal ini dikarenakan Mak Ari memang fokus ngeblog untuk menaklukan lomba. Tak banyak loh yang bisa konsisten seperti ini. Biasanya semangat ikut lomba blog kendur saat beberapa kali ikut lomba blog ternyata kalah, atau ada tawaran pekerjaan yang lebih menjanjikan dibandingkan dengan ngeblog yang belum tentu menang. Mak Ari membuktikan, dengan kerja keras dan konsistensi, dia bisa mendapatkan yang dia inginkan di dunia ngeblog.

Teruslah berkarya dan menyemarakkan lomba blog ya Mak Ari ^_^

19.8.16

Mini KJog Numpang Kece di Bale Raos


Sabtu kemarin, aku dan Mini, sahabat kece dari lereng Gunung Kidul mengikuti acara seminar keuangan yang kebetulan tersedia gratis di eventbrite. Awalnya sih banyak anak-anak Kompasiana Jogja (KJog) yang mendaftar. Tetapi karena satu dan lain hal, satu persatu menyatakan cancel dari acara ini. Ah, ya sudahlah, kita kencan cantik saja berdua ya Mini, hihi.

Acara seminarnya bertempat di Bale Raos. Jujur, yang menjadi alasan utama aku harus ikut seminar ini, selain mencari bahan untuk blog investasiemak.com, juga karena aku penasaran sama Restoran Bale Raos. Katanya kan di dalam Keraton tuh. Terus gimana ya suasana restoran itu? Mumpung ada seminar di sana, kan lumayan bisa potoh-potoh tanpa harus bayar makan di sana, haha!
Mupeng nggak sih makan dengan ornamen Jawa yang kental begini?
Aku sudah persiapan berangkat dari setengah sembilan, karena acara dimulai pada pukul sembilan pagi. Saat itu aku mikir, ah dekat ini dengan Pasar Ngasem. Eh nggak tahunya dari Pasar Ngasem aku kebablasan. Padahal jelas-jelas ada plang 'Bale Raos 300 m', eh akunya lempeng saja belok kanan. Soalnya nggak mengira sih kalau restorannya terletak menjorok ke dalam, Aku kira di pinggir jalan, hihi. Padahal sudah pakai Google Maps, masih saja nyasar. Entah sinyal yang mpot-mpotan atau memang akunya yang nggak memperhatikan, tetapi mbak Google Maps yang biasa memberi instruksi arah diam saja, kan aku jadi bingung harus lewat mana, hiks. Akhirnya menyerah deh, pakai Google Maps tradisional alias nanya orang di jalan saja. Alhamdulillah langsung ketemu deh. Hehe

Ke Bale Ros pake acara nyasar, demi menikmati makan mewah ala raja nih! Haha
Ternyata, untuk masuk area Bale Raos, motor diharuskan dituntun dari pintu gerbang. Benar-benar harus dituntun dan nggak sekedar mesinnya dimatikan. Aku padahal awalnya males banget mau nuntun. Pikirku yang penting mesin motornya sudah mati, selesai urusan. Eh, nggak taunya sama ibu penjaga parkir aku dimarahi. Katanya motor HARUS dituntun. Yah, walau dengan muka masam aku turuti saja keinginannya. Daripada rame urusan, hihi.

Perkara tuntun-menuntun motor rupanya masih lebih seru pengalamannya Mini. Doi bahkan nggak membaca instruksi untuk mematikan mesin dan menuntun motor yang tertulis di pintu gerbang. Alhasil doi ditegur habis-habisan sama ibu penjaga parkir. Ya iyalah, aku yang cuma nggak menuntun motor saja dimarahi begitu, apalagi yang tidak mematikan motor? Sampai di lokasi seminar, Mini katanya masih syok sama teguran ibu parkir itu. Duh dek, i feel you kok.
Keep calm and enjoy Bale Ros
Sudah ah, insiden di parkiran nggak usah dibahas lagi, sekarang waktunya senang-senang dan mengeksplorasi Bale Raos. Kebetulan sekali, di seminar ini, ternyata Kjog yang hadir selain aku dan Mini, ada juga Mbak Ita. Awalnya waktu Mbak Ita masuk ke ruangan, aku nggak ngeh sama dia. Soalnya memang belum pernah ketemu dan foto di profilnya itu rambutnya panjang. Sekarang rambutnya cepak, ya maaf ya Mbak, bukan maksud sombong, tapi beneran aku pangling nih, hehe.
Pangling sama Mbak Ita!
Nah, karena personil KJog sudah komplit (ini sih super mini KJog) dan acara seminar juga belum dimulai, kita foto-foto dulu deh.
Baju Mbak Ita cucok banget dengan ornamen di Bale Raos
Bale Raos itu tempatnya memang Herritage banget. Suasana Keraton Jawa sangat kental. Ya iyalah lokasinya juga di Keraton. Mbak Ita kok ya bisa ngepas pake baju batik dengan model kebaya, jadinya cocok banget nih jadi patung selamat datang di Bale Raos, hihi
Welcome to Bale Raos!
Testimoni pengunjungnya dibuat menarik dari bahan kulit sapi. Hal ini menambah suasana di Bale Raos semakin klasik.

Sayangnya acara berfoto kami harus diakhiri karena acara seminar sudah dimulai, untungnya kita sempat selfie bertiga nih. Kece kan kami? Ya iyalah fotonya di tempat kece, hehe.
Mini Kjog yang 'lepas dari penangkaran', haha!

18.8.16

Catering Harian: Solusi Tepat Mengatasi Kesibukan!

Sebagai seorang ibu, sulit sekali sepertinya untuk membagi waktu antara suami, anak, dan rumah. Terlebih apabila sang ibu merupakan seorang wanita karier. Kesibukan tidak henti-hentinya dijadikan alasan yang membuat kita melalaikan pekerjaan rumah. Salah satu solusi yang bisa dilakukan adalah dengan menyewa catering setiap harinya. Mengapa catering bisa sangat membantu? Karena dengan ketering ibu bisa:

1. Terbebas dari kewajiban memasak setiap hari
sumber: sejasa
Memang masakan ibu adalah yang terbaik. Namun, jika kesibukan menghambat Anda untuk melakukannya setiap hari, jangan sampai suami dan anak-anak Anda terabaikan dan kelaparan. Catering harian akan sangat berguna untuk saat-saat seperti ini! Anda bisa mengaturnya untuk dikirim pada hari kerja lalu tetap memasak di rumah saat akhir pekan sehingga kerinduan terhadap masakan Anda dapat diatasi.

2. Menu yang ada bervariasi
Sumber: sejasa
Tidak perlu takut bosan dengan menu yang disediakan karena banyak penyedia catering harian yang memastikan menunya berbeda setiap hari. Sebelumnya juga Anda dapat memberitahukan kepada penyedia jasa catering mengenai makanan-makanan yang Anda suka atau harapkan. Jangan lupa memberitahu apakah Anda atau anggota keluarga lainnya memiliki alergi terhadap suatu makanan. Jangan sampai terjadi hal yang tidak diharapkan!

3. Hemat waktu

Tidak hanya para wanita karier, siapa saja yang setiap harinya harus berangkat kerja pagi-pagi dan pulang sore hari, pasti mengerti betapa berharganya waktu istirahat makan siang. Namun, jika Anda perlu keluar kantor untuk mencari kantin atau restoran untuk tempat makan siang, waktu istirahat bisa habis bahkan sebelum Anda sempat menyantap makanan. Karena itu, catering pasti akan sangat mempermudah Anda.

4. Kebersihan terjamin

Sumber: sejasa
Jagalah kesehatan Anda dan keluarga dengan memastikan mereka mendapatkan asupan gizi yang sempurna dengan tidak membeli makan sembarangan. Membebaskan mereka untuk membeli makan sendiri tidak hanya membuat pengeluaran meningkat, namun mereka juga berpotensi membeli makanan yang kebersihannya kurang terjaga. Untuk menghindari penyakit yang bisa menyerang keluarga Anda, sebaiknya gunakan jasa catering untuk memastikan mereka tidak kelaparan dan makanan yang mereka konsumsi terjaga kebersihannya.

5. Hemat pengeluaran

Menggunakan jasa catering harian sama saja dengan menganggarkan pengeluaran untuk makan setiap harinya. Anda tidak perlu takut kehabisan bahan makanan untuk masak di rumah karena akan selalu tersedia sesuai dengan hari dan waktu yang Anda tentukan.

Memang sudah banyak penyedia jasa catering di Indonesia, namun menentukan jasa catering yang berkualitas dan terpercaya bukanlah hal yang mudah. Sejasa.com membuat proses mendapatkan jasa catering harian menjadi mudah! Mengapa? Karena di Sejasa.com, Anda hanya cukup mengisi form request singkat untuk melakukan permintaan jasa.

Capture catering harian.JPG

Setelah mengisi form, akan ada beberapa penyedia jasa yang mengirimkan estimasi harga dan informasi detail terkait permintaan Anda. Selain itu, Anda juga dapat membaca review dari customer sebelumnya dan melihat portofolio di halaman business profile penyedia jasa. Dapatkan jasa catering harian terbaik hanya di Sejasa.com!

Inspirasi dari Blogger Mahasiswa, MutMuthea


Inspirasi dari teman blogger terus mengalir. Kali ini aku terinspirasi dengan sosok blogger yang masih aktif berkuliah dan berasal dari Pekanbaru. Dia adalah Mutia Nurul Rahmah. Awalnya sih aku tidak mengira kalau dia masih anak kuliahan. Aku kira yang ikut arisan link Blogger Perempuan pasti sudah 'berumur'. Soalnya yang hobinya curhat n curcol di blog kan emak-emak, ya kan? Tapi ternyata Mutia ini berbeda. Dan curcolnya Mut ini nggak sembarang curcol. Sebagai Lifestyle Blogger, Curcolnya dengan ala-ala jurnalistik begitu. Jadi misalkan dia cerita perjalanannya bersama teman-temannya, itu berasa kayak diulas di masjalah. Katanya sih, teman-temannya sampai ketagihan pengen 'nampang' di blog Mut. hihi. Oh ya, walau masih mahasiswa, tapi Mut sama sekali nggak alay seperti remaja pada umumnya. Dia diajak berbincang tentang parenting juga nyambung, bahkan waktu Dancow Explore The World diadakan di Pekanbaru, Mut juga ikutan bersama Blogger Pekanbaru lainnya.

Pengalaman Mut di dunia menulis dan sosial media cukup banyak. Doi pernah menjadi aktivis Kaskuser regional Pekanbaru, relawan Akademi Berbagi Pekanbaru, relawan KongkowNulis, dan kontributor website seputar Pekanbaru, infopku.com dari tahun 2013-2015. Selain itu, di grup arisan link BP, Mut sering sharing seputar social media terutama Instagram. Beda emang ya kalau anak muda utak atik social media. Antusiasme dan kreativitasnya lebih bila dibanding emak-emak sepertiku.

Kalau lihat prestasi dan semangat Mut mengembangkan social media dan blognya sembari masih berjibaku dengan tugas akhir kuliah, aku jadi malu sendiri. Soalnya saat aku seusia Mut, mana mikir aku masalah membangun branding, koneksi, dan skill. Masa-masa tugas akhir kuliahku malah sibuk pacaran, ups, haha! Habis penelitian ya pacaran. Masalah masa depan gampang lah nanti cari kerja. Dan memang zaman dulu mencari kerja nggak sesulit era sekarang. Huhu.

Anyway. Tetap nggak ada waktu terlambat buat memperbaiki semuanya kan? Walaupun aku tidak semuda MutMuthea, tetapi dengan bergaul dengannya, bisa dong meniru semangat dan kerja kerasnya. Tetap menginspirasi dalam berkarya dan mempersiapkan masa depan terbaik ya Mut. Jadilah generasi muda Indonesia yang kreatif, bersemangat, dan berakhlak mulia, ya seperti dirimu apa adanya sih. Proud to be your friend Sista!*biar ala2 instagramer getoh.

Oh ya, yang mau kepoin MutMuthea, bisa cuss ke rumah mayanya di www.mutmuthea.com. Semua informasi tentang Mut termasuk akun-akun sosmednya tersedia lengkap di blognya.