12.12.17

Popok Bayi Modern: Kelebihan Serta Kekurangannya

 

Memiliki bayi mungil, selain lucu dan menggemaskan, Anda juga harus siap sedia dengan segala
konsekuensinya. Salah satu yang akan sering Anda lakukan adalah mengganti popok yang dikenakan
karena seringnya bayi mengompol. Makanan utama bayi yaitu susu membuat bayi lebih sering
buang air kecil dari pada buang air besar. Karenanya jumlah popok bayi biasa dibeli dalam satuan
yang paling banyak diantara perlengkapan bayi lainnya.

Seiring dengan perkembangan jaman dan kesibukan para ibu yang terkadang juga menjadi seorang
pekerja, diciptakan popok yang bisa menampung air seni bayi lebih banyak. Hal ini akan mengurangi
frekuensi ibu untuk mengganti popok karena popok modern bisa menyerap air dengan baik dan
tidak membuat bayi merasa kurang nyaman. Bayi yang merasa popok nya basah akan menangis
karena risih atau gatal dibagian bawah. Jika popok tersebut tak segera diganti, bisa mengakibatkan
ruam hingga timbul masalah iritasi di kulit bayi akibat seringnya bersentuhan dengan lapisan basah.

Popok modern memiliki bagian dengan daya serap tinggi sehingga air seni bayi bisa diubah menjadi
gel dan disimpan di dalamnya. Meski begitu popok modern tetap memiliki batas maksimal
tampungan sehingga tetap harus diganti setelah popok menyerap dalam batas maksimalnya. Popok
yang sudah menyerap air dalam jumlah banyak akan mengalami pengembangan dimensi sehingga
bisa dilihat dari bentuknya yang semakin besar dan berat. Jika tak segera diganti, bayi pun bisa
merasa kurang nyaman karena berat popok akan menyulitkan gerakan kaki bayi.

Popok modern meski memiliki kelebihan juga memiliki kekurangan yaitu:

  • Harga yang lebih mahal.
  • Sekali pakai sehingga menyebabkan limbah.
  • Memiliki faktor pengiritasi lebih tinggi dibandingkan popok kain.

Karena kekurangannya itulah, popok bayi modern tidak selalu digunakan sehari-hari tetapi hanya saat-saat tertentu saja. Anda
sebagai orang tua sebaiknya tetap memiliki 2 jenis popok yaitu popok kain dan popok modern untuk
kegiatan yang berbeda sehari-harinya. Berikut ini adalah jenis popok untuk bayi dan waktu yang
tepat untuk menggunakannya.

1. Popok kain.
Merupakan jenis popok yang lebih dahulu digunakan oleh bayi sejak jaman dahulu. Terbuat
dari kain yang nyaman dan menyerap air sehingga bisa digunakan sehari-hari karena aman
dari faktor iritasi. Tetapi kekurangan dari popok kain ini adalah langsung basah setelah
terkena air kencing bayi sehingga harus langsung diganti dengan popok baru. Bentuknya
yang minimalis memungkinkan terjadinya sirkulasi udara pada area bawah bayi.

2. Popok modern.
Ada yang berbentuk seperti popok kain untuk bayi yang belum bisa duduk, ada juga yang
berbentuk popok celana untuk bayi berusia di atas 6 bulan. Memiliki wadah resapan yang
bisa dijadikan tempat untuk menyimpan air seni bayi sehingga tak mudah basah di bagian
permukaannya. Popok jenis ini sebaiknya hanya digunakan untuk kegiatan tertentu saja
misalnya saat membawa bayi Anda menghadiri acara tertentu yang sulit untuk melakukan
ganti popok seperti yang sering dilakukan jika menggunakan popok kain.


Itulah beberapa jenis popok bayi beserta waktu yang tepat untuk menggunakannya. Yang harus
lebih diperhatikan adalah kenyamanan dan kesehatan bayi sendiri karena itulah yang menjadi tujuan
utama pemakaian popok. Jangan sampai karena kegiatan Anda atau malasnya mengganti popok,
kulit bayi yang masih sensitif justru terkena iritasi atau ruam yang menyebabkan bayi sulit tidur
karena gatal atau sakit pada bagian bawah. Untuk pembelian jumlah banyak, Anda bisa langsung
memanfaatkan pembelian melalui situs belanja online yang menyediakan pembelian secara grosir.

11.12.17

Siapa Bilang HIV dan AIDS Menyeramkan?

ODHA. Orang hidup dengan HIV/AIDS. Gimana perasaanmu ketika membaca kata itu?
1. Orang penyakitan parah?
2. Orang yang tidak punya masa depan?
3. Orang yang harus dijauhi?

Jujur, awalnya stigmaku seperti itu. Karena orang yang terkena AIDS identik dengan orang yang 'nggak bener'. AIDS adalah wujud laknat Allah buat mereka yang banyak melakukan dosa. Padahal, pemikiran itu yang justru nggak bener. Ternyata, banyak penderita HIV dan AIDS justru dari kalangan ibu rumah tangga! Bayangkan coba, ibu-ibu yang urusannya cuma dapur, sumur, dan kasur justru banyak yang menderita HIV dan AIDS. Mereka tertular dari pasangannya. Parahnya, mereka berisiko tinggi menularkan pada anak kandungnya. Ngeri ya? Makanya aku nggak mau jadi golongan yang menjauhi ODHA. Hidup mereka sudah menderita karena virus HIV, masak mau kita buat lebih menderita dengan mengucilkannya?

Untungnya, pemerintah tidak tinggal diam melihat fenomena ini. Kementrian Kesehatan RI memiliki kasubid khusus untuk menangani HIV/AIDS dan PIMS (penyakit infeksi menular seksual). Lewat acara workshop blogger #SayaBeraniSayaSehat dalam rangka hari AIDS sedunia yang jatuh pada tanggal 1 Desember 2017 lalu, beberapa narasumber ahli memaparkan fakta tentang HIV dan AIDS. Beberapa fakta yang dibeberkan pada acara ini membuatku tersadar, HIV dan AIDS itu nggak menyeramkan ya?

1. Penularan virus HIV sangat terbatas

Sebelum membahas lebih lanjut soal virus HIV dan AIDS, kita perlu memahami bahwa HIV adalah virus yang menyerang kekebalan tubuh manusia (Human Immunodificiency Virus). Apabila virus ini masuk stadium lebih lanjut, barulah tubuh mengalami gejala akibat menurunnya kekebalan tubuh.
Selama virusnya tidak berkembang menjadi AIDS, maka penderita HIV dapat beraktivitas normal layaknya orang sehat pada umumnya. Waktu inkubasi virus HIV sampai menyerang kekebalan tubuh bisa lebih dari sepuluh tahun. Dan dengan perkembangan teknologi, kemampuan virus ini melemahkan kekebalan tubuh dapat ditekan, walau tidak sembuh sepenuhnya, setidaknya tidak mengganan menjadi AIDS yang dapat merenggut nyawa dalam kurun waktu 1-2 tahun saja!
Infografis perkembangan dari HIV menjadi AIDS.


Awalnya aku mengira bahwa penularan virus HIV itu semudah penularan flu. Jadi, saat di rumah sakit dan bertemu penderita AIDS yang tubuhnya kurus kering, aku cukup khawatir tertular penyakitnya. Padahal ternyata penularan penyakit HIV dan AIDS tidaklah semudah itu. Jadi, berdasarkan workshop kemarin, hal-hal yang dapat menularkan HIV dan AIDS adalah sebagai berikut:
Hanya 4 hal ini yang bisa menyebarkan virus HIV
Jadi, kalau cuma berada satu ruangan dengan ODHA, tinggal bersama, menggunakan toilet yang sama, atau pun berbagi alat makan dengan ODHA, aku tak perlu khawatir tertular. Karena penularannya lebih kepada kontak darah. Itulah sebabnya bila donor darah dilakukan screening ketat agar jangan sampai darah pendonor positif mengandung virus HIV.

2. Deteksi dini virus HIV dapat mencegah virus berkembang menjadi AIDS

Sesuai dengan salah satu fokus kegiatan Germas (Gerakan Masyarakat Hidup Sehat) tahun 2017 yaitu rutin melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala, maka kita bisa mendeteksi ada tidaknya virus HIV dalam tubuh kita lewat pemeriksaan kesehatan.
Beberapa teman blogger sedang antri tes HIV
Tidak perlu takut atau khawatir, kemungkinan kita terinfeksi kecil, dan lagi, virus HIV saat ini sudah ada pengobatan untuk mencegah virus berkembang menjadi AIDS.

3. Penyakit HIV dikategorikan penyakit kronis menahun seperti diabetes. 

Artinya, bila penderita rutin minum obat, maka virus HIV tidak berkembang menjadi AIDS. Jadi mengidap virus HIV bukan akhir dari dunia. Ada pengobatan untuk mencegah virus HIV berkembang menjadi penyakit AIDS, yaitu dengan terapi ARV (antiretroviral). Penderita HIV mengkonsumsi obat yang berfungsi menghambat virus yang merusak kekebalan tubuh ini secara rutin setiap hari. Dengan rutin mengkonsumsi ARV setiap hari dan menerapkan gaya hidup sehat (tidak merokok, mengkonsumsi narkoba, dan berganti jarum suntik yang tidak steril), maka penderita HIV dapat hidup normal selayaknya orang sehat pada umumnya. HIV ternyata nggak seram kan? Sama seramnya kok kayak penyakit diabetes. Selama penderita disiplin minum obat dan hidup sehat, tak perlu khawatir.

4. Ayu Oktarina, contoh nyata seorang ODHA yang hidup normal dan bahagia

Pada salah satu sesi workshop kemarin, ada seorang ODHA yang dihadirkan di tengah acara yaitu Mbak Ayu Oktarina. Wah, nggak menyangka kalau Mbak Ayu ini seorang ODHA, soalnya Mbak Ayu ceria banget, badannya juga sehat, beda jauh sama stigma penderita AIDS yang sering digambarkan di TV. Ini salah satu bukti bahwa ODHA tidak berbeda dengan kita yang sehat, selama mereka memang mau sehat, dan kita tidak mendiskriminasinya.

Mbak Ayu menceritakan awal mula dia terkena virus HIV adalah dari suami pertamanya yang pecandu narkoba. Sang suami akhirnya meninggal akibat AIDS dan saat itulah Mbak Ayu sadar dia sudah terinfeksi virus HIV. Sedih, hancur, dan putus asa sudah pasti dia rasakan saat itu. Akan tetapi keluarga merangkulnya sehingga Mbak Ayu bisa bangkit melawan penyakitnya. Tuh, kita harus mencontoh semangat Mbak Ayu dan keluarganya dalam melawan virus HIV. ODHA bukan untuk dikucilkan, tetapi untuk dirangkul dan diberi semangat melawan penyakitnya.
Siapa menyangka wanita seceria ini seorang ODHA?
Mbak Ayu punya tips supaya dia nggak lupa minum ARV setiap hari, yaitu dengan memasang alarm di seluruh penjuru rumah dan meminta seluruh anggota keluarga mengingatkan jadwalnya minum obat. Rame banget itu pasti alarmnya bersahut-sahutan ya? Hehe

5. Pemerintah memiliki strategi STOP dengan target eleminasi HIV dan AIDS di tahun 2030

Dukungan pemerintah dalam memberantas HIV/AIDS. Diharapkan 3 zero di 2030, yaitu tidak ada infeksi baru virus HIV, tidak ada lagi penderita AIDS yang berujung kematian, dan tidak ada diskriminasi bagi ODHA. Untuk itu pemerintah memiliki strategi STOP, yang merupakan singkatan dari:
Suluh: 90% masyarakat paham HIV
Temukan: 90% ODHA tahu statusnya
Obati: 90% ODHA mendapatkan terapi ARV
Pertahankan: 90% ODHA yang ART tidak terdeteksi

Jadi, #SayaBeraniSayaSehat. Lakukan aktifitas fisik, perbanyak konsumsi sayur dan buah, serta rutin melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala agar terwujud GERMAS (gerakan masyarakat hidup sehat).

Workshop blogger kali ini, nggak hanya dapat banyak pencerahan seputar HIV dan AIDS, tetapi juga ada bonus workshop menulis kreatif yang dibawakan Kang Arul. Seorang dosen galau yang sudah banyak menerbitkan buku dan visitor blognya ajib deh. Mencoba menerapkan tips menulis kreatif dalam penyampaian materi HIV dan AIDS pada acara ini, kira-kira sudah cukup kreatif belum ya? ((Beloooom!))

Yeah just keep learning, keep learning (Dory style)

Sumber foto dari slide materi Workshop Blogger #SayaBeraniSayaSehat dalam Rangka Hari AIDS Sedunia 2017

6.12.17

Beat The Movement: Satukan Energi untuk Indonesia Juara


Asian Games 2018 semakin dekat. Geliat menyambutnya semakin gencar. Mengusung hastag #DukungBersama #AsianGames2018 #SatukanEnergiUntukIndonesiaJuara , acara Beat The Movement yang disponsori oleh Kominfo terselenggara dengan sukses di seputaran CFD(Car Free Day) Kambang Iwak, dengan stage di depan rumah Walikota Palembang. Acara dimulai sejak pukul 6 pagi, diawali dengan senam bersama di depan rumah Walikota Palembang. Sebelum mulai senam, yuk registrasi dulu, lumayan dapet kaos gratis dan sertifikat loh. Asyik kan?
antri registrasi
Setelah selesai registrasi, langsung deh cari tempat pewe buat senam bersama. Diawali dengan senam jantung sehat. Udah lama banget nih nggak senam ini. Prosedur (yaelah) senamnya masih belum berubah! Yaitu dimulai dari menghitung denyut nadi istirahat dan di akhir senam, dihitung lagi denyut nadi seusai olahraga. Dan, setelah senam jantung sehat, dilanjutkan pula dengan senam aerobik yang bikin suasana tambah pnas. Asyeeekkk...
Hitung denyut nadi saat senam jantung sehat
Sementara sebagian peserta jingkrak-jingkrak senam di depan rumah Walikota Palembang, di area CFD Kambang Iwak sudah bersiap-siap sepuluh komunitas terpilih di Kota Palembang untuk melakukan #ParadeKomunitas. Kesepuluh komunitas tersebut antara lain:
1. Palembang Runners
2. Lelarian Sana Sini
3. Ampera Running Club
4. PMR Palembang
5. Kompasiana Palembang
6. Cosplay Ankamen
7. UKMK Seni & Budaya Teater Arafah
8. Violicious Palembang
9. Karnaval Palembang
10. Charity Community

Kesepuluh komunitas all out mengikuti parade. Tapi diantara kesepuluh komunitas tersebut, ada satu komunitas yang all aout banget kostumnya, yaitu komunitas Karnaval Palembang. Ini nih penampakan mereka.

Selain Komunitas Karnaval Palembang, ada juga Komunitas Cosplay Ankamen yang atraktif banget. Kedua komunitas ini yang akhirnya diganjar hadiah di puncak acara Beat The Movement. 
Parade menuju titik finish di depan rumah Walikota Palembang. Sesampainya disana, peserta parade disambut dengan warna warni balon yang siap dilepas ke udara. Semua peserta boleh ambil balonnya. Sayangnya sih, begitu diinstruksikan melepas balon, nggak semua langsung melepaskan balonnya. Sayang kali ya? Pengen dibawa pulang buat oleh-oleh anak atau adik di rumah kali ya? Hihi.
Di acara Beat The Movement ini, disediakan tempat yang nyaman untuk peserta acara yang mungkin butuh istirahat dan bisa juga dimanfaatkan sebagai meeting point. Mau numpang kayang kayak gini juga boleh. Yang penting jaga kebersihan, yes?

Oh ya, seperti janji di posternya, bakal ada banyak hadiah di acara ini. Salah satu yang beruntung adalah si babang ini. Doi menang foto di Instagram. Dan karena fotonya rame-rame, hadiah belum di tangan tapi udah ditagihin sama teman-temannya. Kasian deh Bang, hehe..
Acara yang dipandu Irgi Fahrezi, Tifanny Raytama dan dua MC lainnya semakin siang semakin seru. Setelah seseruan joget Gangnam Style, acara dilanjutkan dengan 
School Clean-Up Competition. Jadi ada 5 tim dari sekolah di Palembang yang akan memungut sampah di area sekitar Kambang Iwak. Masing-masing tim berjumlah 10 orang. Tim yang berhasil mengumpulkan sampah terbanyak dalam waktu 15 menit akan mendapatkan hadiah uang tunai Rp. 750.000. Uwow, mayan banget nii..

Acara makin seru dengan penampilan Arash Buana yang bernyanyi akustik lagu singlenya Di DekatMu dan lagu Akad. Asyik banget ni bocah, masih muda, kemampuan bermusiknya oke punya.
 
Setelah penampilan Arash Buana, stage semakin memanas dengan penampilan Midnight Quickie dilanjutkan dengan penampilan Dipha Barus. Asyik punya nih jejingkraan ditemani musik electronic pop dance seperti ini. Bakar kalori jadi nggak terasa, yes? 

 
Beat The Movement menyasar generasi muda terutama yang masih aktif di bangku pendidikan. Generasi muda ini sangat dekat dengan teknologi dan sangat mudah bagi mereka menyebarkan konten di dunia maya. Efek dari 'movement' mereka juga nggak main-main! Sekalinya viral, dampaknya bisa sangat luar biasa. Oleh karena itu acara Beat The Movement diharapkan bisa menjadi konten positif yang viral di seluruh jagat maya. Dengan demikian, Asian Games 2018 dapat tersosialisasikan dengan baik di masyarakat. Sebentar lagi sudah masuk tahun 2018. Yuk kita ambil peran menyukseskan Asian Games 2018 dari sekarang. #DukungBersama #AsianGames2018 #SatukanEnergiUntukIndonesiaJuara

Video rangkuman acara kemarin. Full of movement, because we #BeatTheMovement:

4.12.17

GAWE Apps: Mak Comblang Pekerja dan Pencari Kerja Kekinian

Cari kerjaan sulit? Itu keluhan para pencari kerja.

Cari pekerja sulit? Justru itu yang dirasakan para pengusaha. Eh, nggak cuma pengusaha malah, ibu rumah tangga saja bahkan kerap mengeluhkan susahnya mencari asisten rumah tangga.

Terus masalahnya kenapa ya kok pada susah mencari pekerjaan maupun pekerja? Salah satu masalahnya adalah kurangnya akses informasi yang bisa menjembatani keduanya. Nah, permasalahan seperti ini mulai terpecahkan dengan kemudahan akses informasi saat ini. Apalagi, sekarang ada aplikasi yang bisa menjembatani pencari kerja dan pencari pekerja. Nama aplikasinya adalah: GAWE Apps
GAWE Apps
Dari namanya, Indonesia banget kan yes? Ya iyalah, GAWE Apps adalah aplikasi buatan anak bangsa, mulai ide, desain, sampai pemrograman aplikasi. Dirancang untuk mempermudah operasional UMKM atau siapa pun yang membutuhkan pekerja atau pun pekerjaan secara cepat. Konsep aplikasinya mirip dengan aplikasi ojek online ya. Tapi menariknya, kita bisa memilih menjadi penyedia kerja atau pencari kerja.

Nah, kalau kita memilih sebagai penyedia kerja, maka kita akan diberikan form mengenai detail pekerjaan yang akan kita berikan, berapa honornya, dan juga dimana alamatnya. Persis kayak kita order ojek online kan? Semudah dan sesimpel itu. Nggak ribet kudu pasang iklan di koran kayak zaman dulu kan? Hehe. Nah, nanti kita akan dicarikan pekerja yang siap mengambil orderan kita.

Lalu, kalau kita tidak sedang dalam mode 'Cari Pegawai', kita bisa memilih mode 'Cari Kerja', dan siap mencari pekerjaan. Namun sebelumnya kita harus memverifikasi data diri kita dengan mengupload KTP dan pas photo kita. Tujuannya tentu saja supaya yang mencari pekerjaan di GAWE Apps adalah benar-benar orang bertanggung jawab yang sedang mencari pekerjaan. Kalau akun kita sudah terverifikasi, maka kita bisa memilih icon 'siap bekerja', dan akan mendapatkan notifikasi apabila ada order pekerjaan.
Setelah nanti ada orderan pekerjaan, kita bisa pilih pekerjaan tersebut dan langsung menuju lokasi tempat bekerja. Selesai bekerja, saldo akan langsung ditambahkan ke akun kita. Tampilannya seperti ini:
Kita bisa memantau berapa jumlah penghasilan kita, berapa kali sudah bekerja melalui GAWE Apps, berapa ratingvyangvkita dapatkan, dan bisa melihat detail transaksi yang pernah atau pun yang akan kita kerjakan.

Cara kerja aplikasi ini sangat mudah dan powerful. Kuncinya adalah pada jumlah orang yang mencari pekerjaan dan mencari pekerja. Makanya, aplikasi seperti ini perlu dipromosikan dan disosialisasikan secara maksimal sehingga bisa 'menjamur' seperti halnya aplikasi ojek online. Karena, semakin banyak pengguna aplikasi ini, tentu akan semakin banyak pilihan pekerjaan bagi calon pekerja, demikian pula sebaliknya, semakin banyak pilihan pekerja bagi calon pemberi kerja.
Belum ada yang ambil orderanku, huhuhu

Website: GaweDulu
IG: @GaweApps
#GaweDulu

27.11.17

Bonding Time Minggu Seru bersama So Good Cerdik


Anakku Ais saat ini sudah SD kelas 1. Sekolahnya sampai siang, yaitu sekitar jam 1 siang. Sehabis pulang sekolah, Ais bukannya beristirahat, dia pasti langsung main. Makan siang? Mana dia ingat kalau nggak diingatkan.

Ais sendiri sebenarnya bukan tipe pemilih makanan. Tetapi, karena di pikirannya hanya main dan main, jadinya rada sulit menyuruhnya makan. Kalau nggak benar-benar lapar, ada aja alasannya menunda-nunda makan. Kecuali yang disajikan adalah makanan yang praktis seperti roti-rotian, baru deh Ais mau langsung makan. Semenjak sekolah, Ais makan nasi hanya dua kali, yaitu saat sarapan dan makan malam. Kalau siang, makannya berupa snack berat seperti roti, biskuit, atau martabak. Nah, karena kebiasaan makannya seperti ini, aku merasa perlu untuk menyetok makanan siap saji untuk dikreasikan sebagai pengganti makan siang. Salah satu makanan siap saji yang wajib aku stok adalah nugget ayam. Karena judulnya buat pengganti makan siang, maka nugget ayam yang merupakan sumber protein akan aku kreasikan dengan sumber karbohidrat seperti nasi atau mie.

Rupanya, nasi dan mie lama kelamaan membosankan buat si anak lanang. Akhirnya aku putar otak, dikreasikan seperti apa lagi ya nuggetnya? Eh, pas banget lihat di kemasan nugget ayam favorit Ais ada hadiah gambar di dalam frame foto dengan tulisan "So Good Cerdik". Apaan ini yah? Kayaknya sih semacam Augmented Reality yang lagi booming nih. Akhirnya coba instal aplikasinya deh di Play Store. Lalu, aku scan gambar di dalam frame ini dan muncullah buku cerita digital yang sangat interaktif. Saat itu, aku scan cerita "Umbo Larage bag.2". Di akhir cerita, ternyata ada bonus resep untuk membuat menu kreasi dari makanan siap saji, So Good. Dan aku pun langsung terinspirasi untuk membuat menu pengganti makan siang untuk anak lanang.
Resep inspirasi dari So Good Cerdik

Pizza Nugget (ala-ala)
Terinspirasi dari resep Mini Ebi Pizza, akhirnya aku coba bikin pizza nugget, dengan dough pizza dari roti tawar. Karena adanya nugget ayam, maka ebi panko aku ganti dengan nugget ayam. Paprika nggak aku pakai karena selain nggak punya (jujur), juga karena Ais nggak suka pedas. Roti tawar aku olesi dengan saus tomat. Untuk sumber sayur aku beri parutan wortel (sengaja ditaruh bawah biar nggak ketahuan, haha!). Lalu diatasnya beri potongan nugget ayam. Terakhir beri taburan keju dan panggang sebentar (kurang lebih 3 menit).

Pizza nugget ini lalu aku sajikan untuk makan siang Ais. Kebetulan hari ini adalah Hari Minggu, jadi siang ini bisa bonding time bersama Ais. Tak lupa aku siapkan tablet dan kartu So Good Cerdik (CErita DIgital InteraKtif) seri Umbo Larage part 2 sebagai teman makan siang Ais.

Seru sekali bonding time kami siang ini. Ais sangat excited dengan So Good Cerdik Umbo Larage ini. Dia begitu serius memperhatikan setiap detail ceritanya. Dia sangat tertarik dengan konsep 3D pada penyajian dongeng ini. Sesekali buku digitalnya diputar-putar, karena memang bisa berputar 360 derajat ya.
Tampilan buku dapat berputar 360°

Saking serunya cerita Umbo Larage ini, Ais minta diulang membaca cerita ini sampai 3 kali! Kali ketiga dia sudah mulai menirukan beberapa adegan di cerita. Seperti saat Umbo Larage berlari menghindari orang bertopeng. Lengkap dengan adegan melompat dengan galah bambu. Untung sih nggak minta cariin bambu beneran. Wkwkkw.
Serius menyimak cerita

Dongeng interaktif yang disajikan oleh So Good Cerdik memang dirancang sebagai fasilitas bermain anak bersama orang tua. Karena dunia digital tidak bisa dipisahkan dari kehidupan anak jaman sekarang. Aplikasi mendidik seperti So Good Cerdik ini perlu diperkenalkan kepada anak sebagai variasi aplikasi dalam bermain gadget. Kebetulan, rules bermain gadget untuk Ais adalah khusus di hari Sabtu dan Minggu. Saat itu, kami sebagai orang tua bisa benar-benar mengawasi penggunaan gadgetnya. Plus, memberi sedikit intervensi dengan mengenalkan aplikasi So Good Cerdik ini. Hehe.

Setelah penggunaan aplikasi So Good Cerdik ini, sebagai ibu aku merasa:

1. Memiliki bonding time yang lebih berkualitas bersama anak.
Kami bisa berdiskusi dan bermain peran dari cerita Umbo Larage yang interaktif ini.
Kami berdiskusi tentang cerita Umbo Larage ini

2. Mengasah kreativitas anak.
Kreativitas anak terasah dengan tampilan dongeng yang interaktif. Anak serasa ikut dalam petualangan Umbo Larage tersebut. Untuk anak auditori kinestetik seperti Ais, adegan dalam Umbo Larage langsung dipraktekkan beserta dengan dialognya. Seru!
mempraktekkan dialog Umbo Larage sambil ngemil pizza nugget

3. Mengasah kreativitas ibu di dapur.
Kreativitas ibu juga terasah lewat aplikasi ini, karena bonus resep di akhir cerita dongeng. Hehe.
Lahap makan karena kreasi menu nugget So Good
Sembari membaca cerita, Ais menyantap pizza nugget ala-ala buatan ibunya ini. Tanpa terasa 2 potong tandas. Perut anak kenyang, hati ibu senang. Ah, nikmat mana lagi yang bisa kudustakan?

Untuk download So Good Cerdik di aplikasi android, bisa klik link berikut: https://play.google.com/store/apps/details?id=com.Reimajina.bookstory&hl=in

Aplikasi ini cukup besar, sekitar 124 MB, jadi pastikan space memori yang cukup sebelum mendownloadnya.

Varian produk So Good dapat dilihat disini:
http://www.sogood.id/

Drama BAB Anak Kelas 1 SD

Kelas 1 SD adalah masa peralihan anak dari usia TK. Saat duduk di bangku kelas 1, mungkin banyak anak-anak yang belum lancar membaca, belum pintar merapikan tas, memasang kancing baju yang lepas, dan bahkan belum pede ke kamar mandi sendiri.

Saat memutuskan memasukkan Ais ke SD di usia yang cukup dini, aku sebenarnya agak khawatir. Aku khawatir kalau Ais akan keteteran mengejar pelajaran. Tetapi, di SD tempat Ais bersekolah sekarang menyediakan tes kesiapan masuk sekolah bagi calon muridnya. Jadi, aku putuskan tetap mendaftarkan Ais masuk SD. Kalau ternyata hasil tesnya kurang bagus, aku nggak akan memaksa Ais masuk SD.

Alhamdulillah ternyata hasil tes menyatakan Ais siap masuk SD. Salah satu indikasinya adalah Ais cukup pede berada di kelas bersama para guru tanpa ditemani aku atau pun ayahnya. Hasil psikotesnya juga bagus. Intinya aku tak perlu khawatir masalah psikologis dia nantinya.


Eh iya, judulnya kan tentang drama BAB ya. Jadi, langsung ke inti cerita ya. Pada suatu hari, Ais pulang sekolah ngotot mau mandi. Aku heran dong, wong selama ini cuma ganti baju terus langsung main, kok ini tumben-tumben mau mandi. Cuaca juga panas kayak biasa aja. Ternyata, doi BAB di celana. Oh no! Seketika kaget, kecewa, tapi juga salut bercampur jadi satu. Kaget dan kecewa karena sebenarnya dia bisa minta temani guru atau OB di sekolah kan buat BAB? Di rumah juga udah cebok sendiri juga? Tapi disisi lain aku juga salut. Dia pinter banget menyembunyikan 'kotorannya' dan bilang gini:
"Temen-temen sama Bunda Yanda nggak ada yang kebauan kok Bu."
Wah, calon aktor nih. Tapi ya tetap saja aku nasehatin, besok lagi jangan sampai BAB di celana lagi. Dan ternyata setelah aku tanya-tanya lagi, Ais BAB di celana karena takut diusilin temennya kalo BAB di WC sekolah. Emang sih di sekolah ada satu anak yang usil banget. Terkenal di kalangan guru sebagai bocah yang butuh perhatian khusus.
"Ya sudah. Besok lagi sebelum sekolah kalau bisa Ais BAB dulu. Kalau harus BAB di sekolah, Ais bilang ke Bunda ya."
Alhamdulillah, setelah kejadian itu, Ais nggak BAB di celana lagi. Dia juga sudah berani BAB sendiri di WC sekolah. Bunda di kelas kemudian mengantisipasi biar si temen usil nggak bisa ngusilin temennya yang lagi di WC dengan mengunci pintu kelas dan nggak mengizinkan dua anak ke WC dalam waktu bersamaan.

Selepas kejadian Ais BAB di celana, rupanya aku dapat cerita beberapa teman Ais juga ada yang suka BAB di celana. Ada yang BAB di celana sampai 3 kali! Sampai-sampai si anak bawa celana cadangan kalau ke sekolah. Ada juga yang BAB di celana dan dibantu OB buat bersihin celana dalamnya. Terus celana dalamnya ketinggalan. Saat itu, Ais sempat jadi 'tertuduh', karena pada hari itu Ais izin BAB. Pas banget aku lagi keluar kota, jadinya sempat panik juga. Ternyata kata ayahnya, celana dalam Ais hari itu masih bersih, jadi celana dalam yang ketinggalan itu bukan punya Ais.

Awalnya aku sempat malu dan berpikir, kebangetan ya Ais udah SD masih BAB di celana, ternyata usia kelas 1 SD masih lumrah BAB di celana, karena beberapa anak belum terlalu pandai untuk cebok sesudah BAB.

Ternyata ya, jadi guru kelas 1 memang kudu sabar tingkat tinggi. Bener kata bapakku, usia SD, terutama kelas 1-2, nggak usahlah ditarget secara akademis. Yang terpenting mereka harus bisa mandiri di usia itu. Jadi, nggak bijak juga kalau sebagai ortu kita menuntut ini itu sama wali kelas anak. Capek banget lah kalau sekelas belum mandiri semua. Ya kan?

Peer kemandirian Ais selanjutnya adalah memakai baju berkancing dengan rapi dan benar. Seringnya nggak dilihat lagi udah sejajar atau belum, mana satu kancing bisa bermenit-menit masukinnya. Emosi jiwa dan akhirnya mau gak mau bantuin ngancingin bajunya. Bubrah semua teori parenting. Haha! Ok. Just enjoying the process ya Nak. Maafin kalo ibu masih suka nggak sabaran. Abis kadang Ais nyebelin (tapi ngangenin) sih, haha!

24.11.17

Cara Ini Bikin Moms Gak Perlu Beli Tas Sekolah Tiap Tahun Ajaran Baru!


Ya, belanja tas sekolah (klik disini) lagi. Rasa-rasanya, item ini gak boleh lupa di tiap momen kenaikan kelas. Di sisi lain, orang tua pasti senang sekali melihat anaknya bisa naik kelas dan mulai beranjak dewasa.

Namun, kadangkala hati agak gundah karena segala item sekolah pun harus baru. Salah satunya tas. Item satu ini sebenarnya gak perlu dibeli setiap pergantian tahun ajaran. Ada syaratnya sih. Item harus awet dari sisi ketahanan serta tampilannya. Nah, berikut ini ciri-ciri tas seperti apa yang awet dan gak perlu ganti tiap kenaikan kelas:

Tas sekolah punggung dan selempang
Karena akan dipakai setiap hari ke sekolah, soal kenyamanan tentu tidak bisa diabaikan begitu saja ya. Supaya nyaman saat dipakai, coba kenali dua jenis item sekolah ini yaitu:

  • model tas punggung dan 
  • tas selempang.

Kedua varian tas tersebut sudah terbukti nyaman saat dikenakan oleh anak pergi berburu ilmu. Namun, kita perlu mengetahui kelemahan dari kedua model tersebut. Beberapa di antaranya:

  • Model punggung membuat beban barang bawaan jadi lebih berat. Anak-anak yang notebene sedang dalam masa pertumbuhan berpotensi memiliki postur bungkuk. Apalagi bagi mereka yang berjalan kaki atau bersepeda saat sekolah.
  • Model selempang memberi beban tak seimbang bagi tubuh buah hati, dimana beban hanya ditimpakan di satu sisi saja. Apabila dibiarkan terus menerus, bisa mengalami nyeri dan proporsi tubuh yang tidak seimbang.


Pertimbangkan pula ukuran Tas Sekolah
Para moms tuh suka banget membeli bacpack sekolah berukuran besar. Ya nggak? Tujuannya sih biar buku di dalamnya muat banyak. Padahal, pelajaran sehari gak banyak-banyak amat ya. Palingan cuma 3 hingga 4 pelajaran. Itupun gak semua butuh buku diktat. Lalu, kenapa harus dibeliin yang ukurannya besar? Asal moms tahu ya, tas berukuran besar dengan beban terlalu berat akan berdampak pada bentuk tulang. Usia sekolah kan usia pesatnya tumbuh kembang anak. Kalau dipaksa memikul beban berat setiap hari, bukan tidak mungkin anak kesayangan akan mengalami gangguan tulang gara-gara ini.

Teliti jahitan tas sekolah secara mendetail
Faktor utama seberapa awet sebuah tas itu ditentukan oleh model jahitan ya. Jika dijahit dengan benar, maka ia bakal kuat menahan beban atau dipakai sesering mungkin. Cara mudah mengeceknya seperti ini, ketika dua sisi tas ditarik, jahitan akan tetap kuat serta tidak mudah renggang. Beda banget sama item abal-abal.

Berdasarkan pengalaman temen-temen arisan nih, beli tas sekolah yang selempangnya dijahit, bukan hanya direkatkan dengan paku kain. Tas yang dijahit akan lebih kuat sehingga dapat lebih awet. Coba buka qlapa.com. Moms bakal dimanjakan dengan varian produk yang beragam jenis dan rupa. Moms pun bisa memperhatikan kualitas jahitan melalui foto produk yang disediakan.

Tas Sekolah Disertai pelapis anti air
Memang sih, anak ke sekolah bukan untuk hujan-hujanan. Tapi juga namanya anak. Saat hujan turun mereka malah pengen hujan-hujanan. Oleh sebab itu, sertakan pula item yang berlapis anti air ya. Karena sifatnya yang kedap air, tas jadi lebih awet karena air tidak bisa masuk dan merusak isi tas.
Apalagi cuaca saat ini yang semakin tidak menentu, lapisan kedap air ini merupakan syarat wajib supaya ibu tenang dan anak gak khawatir saat pengen hujan-hujanan. Namun perlu diperhatikan untuk memastikan membeli item dengan lapisan kedap air berkualitas, sehingga air tidak merembes kemudian membasahi buku pelajaran.

Lihat resletingnya, ringan gak?
Maksudnya ringan di sini bukan beratnya ya moms. Namun, soal kemudahan saat dibuka dan ditutup. Tarikan pada resleting yang bagus terasa lembut, tidak kasar. Di pasaran, banyak banget beredar resleting kurang bagus. Alhasil, di anak pun bakalan kesulitan sendiri kalo tiba-tiba macet saat di sekolah.

Kalau macet, gak bisa buka tas dan terhambat proses belajarnya. Buat moms, ini adalah sinyal waktunya shopping kebutuhan pendidikan anak lagi. Dan, lagi-lagi membeli tas sekolah? Pasti rasanya nggak rela keluar duit buat membeli kayak beginian lagi, ya kan? Jadi, pastikan memperhatikan kualitas resleting sebelum membeli ya.

Jenis kain menentukan ketahanan tas sekolah
Dari jenisnya, moms bakal menemukan jenis kain yang beragam. Mulai dari bahan kain kanvas tebal, parasut, polyester, vinil, kulit imitasi, dolbi, dan jeans. Apapun jenis kainnya, tidak masalah sih moms. Asalkan ia mampu menahan beban bawaan anak yang harus dibawa ke sekolah.
Salah satu ciri kain berkualitas yaitu seratnya rapat dan tidak mudah sobek. Perhatikan secara detail setiap pori-pori kainnya. Kalau kesulitan, beli saja di Qlapa. Di sana mom bisa liat detail pori-pori serat pada tas sekolah anak. Kalau masih bingung atau ragu, moms bisa kok bertanya ke customer service melalui fitur chatting atau email bahkan by phone.

Gimana moms? Siap berburu tas berkualitas dan awet?