22.3.24

Mengenal Berbagai Tipe Sahabat Menstruasi. Mana Bestimu?

Katanya, menjadi wanita itu rumit. Mulai dari A sampai Z semua ada aturannya. Termasuk setiap bulan harus mengalami menstruasi. Ketika menstruasi, hidup terkadang menjadi lebih rumit, perasaan menjadi lebih sensitif, kondisi tubuh terasa kurang fit, apalagi harus berurusan dengan darah amis yang bikin kondisi fisik dan jiwa bertambah labil. Oleh karena itu, penting untuk memilih sahabat menstruasi yang tepat untuk melewati masa menstruasi kita. Ya, perkara penampung darah menstruasi tidak bisa dianggap sepele ya, karena apabila tidak diperhatikan dengan baik maka akan beresiko terkena iritasi atau bahkan sampai terkena toxic shock syndrome.

Di Indonesia sendiri, masyarakat kita umumnya hanya familiar dengan tipe pembalut kapas yang bersifat sekali pakai untuk menampung darah menstruasi. Padahal, ada banyak jenis penampung darah menstruasi yang bisa jadi besti menstruasimu. Apa saja ya?

1. Pembalut sekali pakai

Pembalut sekali pakai adalah penampung darah haid yang paling umum digunakan di Indonesia. Penggunaan pembalut sekali pakai praktis digunakan dan harganya relatif murah. Akan tetapi, pembalut sekali pakai sebenarnya memiliki resiko bila digunakan dalam jangka waktu yang lama. Penggunaan pembalut sekali pakai dalam jangka waktu yang lama dan dengan kondisi pembalut telah kotor terkena darah adalah tempat yang nyaman untuk mikrobia tumbuh. Mikrobia ini akan menyebabkan iritasi pada area selangkangan dan sekitar kemaluan kita. Pembalut sekali pakai ini pun juga ada banyak jenisnya. Ada yang berbahan dasar kapas, mengandung herbal, atau pun yang berbahan arang bambu. Untuk pembalut sekali pakai yang mengandung herbal dan berbahan arang bambu, harganya relatif mahal dibanding yang berbahan dasar kapas. Namun, apapun jenis pembalut sekali pakainya, pastikan untuk rutin mengganti setiap 6 jam sekali dan mengemas pembalut bekas pakai dengan benar sebelum dibuang ke bak sampah

Pembalut sekali pakai

2. Tampon

Tampon ini sebenarnya serupa dengan pembalut kain karena sama-sama berbahan dasar kapas dan dapat menyerap darah. Namun hal yang berbeda adalah pada penggunaanya. Tampon memiliki  bentuk memanjang dan dimasukkan ke lubang vagina. Penggunaan tampon relatif lebih higienis pada daerah sekitar selangkangan karena darah tidak keluar, sehingga area celana dalam relatif tetap bersih. Namun, penggunaan tampon tidak familiar di Indonesia karena memasukkan benda ke vagina adalah hal yang tabu bagi masyarakat Indonesia. Selain itu, seperti halnya pembalut seklai pakai, tampon harus diganti tiap 6 jam sekali, sehingga potensi menghasilkan sampah yang cukup banyak pula.

Tampon



3. Pembalut kain

Pembalut kain

Nah, berkaca pada permasalahan lingkungan yang ditimbulkan dari penggunaan pembalut atau tampon sekali pakai, maka muncul produk pembalut kain untuk mengakomodir para pecinta lingkungan yang ingin mengurangi sampah (dan kaum mendang mending, karena dengan pemakian berulang tentu pembalut kain akan lebih hemat). Model pembalut kain ada beraneka ragam, bahan yang digunakan bermacam-macam, ada bahan alami seperti serat bambu, katun, ataupun bahan sintetis seperti mikrofiber, poliester, poliamida, atau thermoplastic polyurethane (TPU). Penggunaan pembalut kain dapat mengurangi resiko iritasi akibat bahan kimia yang umumnya terkandung pada pembalut sekali pakai dan lebih aman bagi kesehatan. Namun, penggunaan pembalut kain cukup merepotkan saat mencucinya, karena apabila pencucian kurang bersih, maka pembalut akan berbau tidak sedap saat digunakan kembali. Lalu, perlu diperhatikan juga sabun dan air yang digunakan untuk mencuci pembalut kain. Kalau aku yang males mencuci ini sih big no pakai pembalut kain. Apalagi saat ini ada pilihan menggunakan menstrual cup dan menstrual disc. 



Apa itu menstrual cup dan menstrual disc?

Penggunaan dua jenis penampung darah ini belum bisa populer di Indonesia karena mengacu pada budaya kita yang masih tabu memasukkan benda ke dalam vagina tadi. Lalu, kita sebagai wanita juga banyak yang belum paham area kewanitaan kita sendiri.  Sehingga banyak yang terintimidasi dengan bentuknya yang besar dan khawatir tertelan di vagina. Padahal, struktur vagina kita itu unik, dan bentuk menstrual cup maupun menstrual disc sudah disesuaikan dengan struktur vagina itu sendiri. 

Perbandingan letak menstrual cup dan menstrual disc pada vagina


4. Menstrual cup

Menstrual cup diletakkan di dalam saluran vagina. struktur vagina yang menyempit di luar memungkinan menstrual cup yang berbahan dasar silikon untuk tetap tertahan pada tempatnya. Jangan terintimidasi bentuknya, kesulitan menggunakan menstrual cup umumnya adalah karena belum rileks saat menggunakannya. Padahal apabila kondisi tegang, otot vagina akan mengeras, hal ini dapat menyebabkan menstrual cup sakit saat dimasukkan.

Berbagai model menstrual cup


Untuk lebih lengkapnya bisa simak tutorial wikihow ini: https://id.wikihow.com/Memakai-Cangkir-Menstruasi

Menstrual cup ada berbagai merek, kisaran harganya ada yang hanya belasan ribu (made in china) atau yang bermerek seperti Mooncup (terakhir harganya 600.000, tapi udah nggak nemu di marketplace. Dari review secara kasat mata, kedua jenis silikon ini tidak jauh berbeda. Mungkin ada di perbedaan grade silikonnya. Untuk kaum bebal sepertiku, pakai yang murah juga nggak masalah.


5. Menstrual disc

Menstrual disc juga dimasukkan ke dalam vagina, cara memasukkannya mirip memasukkan tampon. Akan tetapi menstrual disc akan berada tepat di bawah leher rahim dan terjepit di bagian serviks. Cara memasukkan menstrual disc agak berbeda dengan memasukkan menstrual cup. Mennstrual cup bisa dimasukkan secara tegak lurus ke dalam vagina, hal ini dikarenakan peletakannya memang di bibir vagina dan tidak sampai serviks. Namun berbeda dengan menstrual disc. Kondisi terlipat pada menstrual disk berukuran panjang seperti tampon. Bagiku yang nggak pernah pakai tampon, menggunakan menstrual disc agak susah pada awalnya. Akhirnya dengan memahami lagi daerah kewanitaan membuatku tidak kesulitan memakai menstrual disc ini.

Semalam, lihat tutorial ini dan Alhamdulillah sekarang nggak suit lagi menggunakan menstrual disc: https://www.periodnirvana.com/tips-for-inserting-a-menstrual-disc/


Berbagai model menstrual disc

Jadi, yang mana bestimu? 


0 komentar:

Posting Komentar

Terima kasih sudah berkunjung di lapak sederhana EDibaFREE. Komentar Anda akan sangat berarti buat kami...