28.3.18

Tips Mengindari Kecolongan Pulsa Saat Internetan


Sumber: pixabay.com
Penggunaan smartphone berbasis Android memang sudah bukan hal baru lagi. Kelebihan menggunakan ponsel pintar ini adalah kamu bisa selalu terhubung dengan sambungan internet. Jika dibandingkan dengan ponsel lama yang hanya bisa digunakan untuk telepon dan mengirim SMS, penggunaan ponsel pintar lebih banyak dipilih. Pengguna ponsel pintar bisa terus terkoneksi dengan teman dan sahabat melalui aplikasi seperti Whatsapp, Telegram, atau Line yang menggunakan kuota internet. Selain itu mereka juga bisa setiap saat mengakses sosial media milik mereka, dan mendapatkan informasi terbaru yang mereka butuhkan. 

Tentu saja hal tersebut membutuhkan kuota data untuk selalu terkoneksi dengan layanan internet. Hampir semua provider telekomunikasi menyediakan khusus paket data untuk menjawab kebutuhan ini, kamu bisa pulsa atau paket data operator yang kamu gunakan yang dijual di situs Traveloka. Mereka menawarkan beragam paket data dengan jumlah kuota yang bebeda dan dengan keunggulan masing-masing. Jadi kamu tinggal menyesuaikan besar kebutuhan kamu saat membeli pulsa Smartfren di situs Traveloka. Sudah cek sisa pulsa Smartfren kamu? Kalau sudah habis, segera beli agar bisa beli paket internetnya.
smartfren.com

Namun, adakalanya kita menemui pulsa yang tersedot otomatis saat menggunakan layanan internet pada smatrtphone ini. Tentu hal ini membuat kita tidak nyaman, karena tahu-tahu pulsa kita habis, dan tidak dapat menelpon atau mengirim pesan. 

Biasanya keadaan tersebut baru kita ketahui saat kita hendak menelepon atau mengirimkan SMS. Jangan panik dulu, kamu bisa melakukan cek pulsa untuk mengetahui apakah pulsamu benar-benar tersedot. Jika kamu menggunakan Smartfren, kamu bisa melakukan cek pulsa Smartfren. Beberapa cara cek pulsa Smartfren berikut bisa kamu ikuti untuk mengetahui nominal pulsa kamu.

Yang pertama dengan mengirimkan SMS ke 999 dengan mengetik “CEK”. Kamu juga bisa menggunakan layanan dial dengan mengetik *999# lalu tekan call. Dengan kedua cara ini kamu akan mendapatkan konfirmasi yang menginfokan berapa sisa pulsamu. Selain itu, kamu bisa menggunakan layanan pesan suara dengan menelepon ke nomer 999 dan mengikuti petunjuk operator. Jika kamu menginginkan informasi yang lebih lengkap, silakan mendownload aplikasi Smartfren di Play Store untuk pengguna smartphone android dan App Store untuk pengguna iPhone. Di sana terdapat menu yang bisa kamu pilih untuk mengetahui sisa pulsa, nomer Smartfrenmu, masa aktif dan info lengkap lainnya.

ponselgue.com

Kalau ternyata pulsa kamu berkurang karena paket data habis dan layanan internet langsung menyedot pulsa, kamu bisa melakukan beberapa tips berikut untuk meminimalisirnya.

Mematikan dan menghidupkan aplikasi pada ponsel secara manual
Beberapa aplikasi pada Android membutuhkan akses internet saat digunakan. Kamu bisa terus memantau aplikasi apa saja yang menggunakan data internet. Namun ada pula aplikasi yang menyedot data internet secara langsung tanpa kita sadarai, seperti GPS. Kamu bisa mematikan aplikasi semacam ini secara manual saat tidak dibutuhkan. Selain itu, kamu juga bisa menggunakan aplikasi seperti Traffic Monitor by RadioOpt untuk memantau aplikasi-aplikasi apa saja dalam ponselmu yang mengunakan data internet.

Mematikan pengaturan Auto-Update
Dengan mematikan pengaturan auto-update kamu bisa menghindari pulsamu tersedot layanan internet tanpa disadari. Biasanya aplikasi pada Android  akan meng-update  sendiri tanpa notifikasi permintaan. Dengan mengatur auto-update kamu bisa memperbarui aplikasi dalam ponselmu sesuai kebutuhanmu. 

Menghentikan Auto-Sync pada ponsel
Auto Sync adalah fitur yang mengatur agar aplikasi Android dapat langsung tersinkronisasi dengan server Google atau server-server aplikasi yang digunakan. Dengan mematikan Auto Sync kamu bisa menghentikan koneksi akses internet terhadap beberapa aplikasi yang sedang tersinkronisasi secara otomatis. 

Mengatur penggunaan data pada ponsel
Hampir semua ponsel Android  mempunyai fitur pengaturan data. Kamu bisa menggunakan fitur ini sesuai dengan kuota data yang kamu miliki. Biasanya, ponsel akan menampilkan pemberitahuan jika data internet yang kamu gunakan sudah sampai batas pengaturan, sehingga kamu bisa memperkirakan data internet yang kamu pakai, dan kapan harus mengisi ulang data internetmu.


17.3.18

Ice Gel dari Popok Bayi


Semenjak Fafa (1,5 mo) lahir dan harus dinas keluar kota, aku bertekad harus bisa expert dalam bidang penyimpanan ASIP. Soalnya aku harus menyetok banyak ASIP selama Fafa kutinggal dan harus bawa oleh-oleh ASIP sepulang dinas. Tekadku, Fafa harus bisa ASI eksklusif (aamiin). Nah, besok April kebetulan aku harus diklat selama 40 hari di luar kota (macam naik haji aja 40 hari). Untuk stok ASIP, sedikit-sedikit aku nyetok. In sya Allah waktu sampai akhir Maret cukup buat menyetok ASIP setidaknya sampai setengah bulan (di tengah bulan ada tanggal merah jadi bisa izin). Yang jadi pikiran adalah gimana bawa oleh-oleh ASIPku nantinya. Nggak mau dong perahanku nanti tersia-sia karena aku nggak mempersiapkan penyimpanan selama perjalanannya dengan baik. Makanya segala perlengkapan penyimpanan ASIP aku siapkan sebanyak-banyaknya (bukan hanya sebaik-baiknya). Aku punya satu cooler bag dan pinjam satu cooler bag punya adik. Tapi sepertinya itu kurang, aku lalu memodif tas bayi yang agak besar untuk dijadiin cooler bag dengan cara menyelipkan styrofoam ke bagian pinggir tas. Hal lain yang harus kupersiapkan adalah ice gel, karena apalah arti cooler bag bagus tanpa ice gel di dalamnya. Tapi sayangnya stok ice gelku hanya 5 (yang 2 boleh minjem adek pula). Jumlah ini aku rasa sangat kurang. Apalagi nanti aku ada kemungkinan kirim ASIP via paket, berarti harus sedia ice gel yang banyak. Hmm, beli lagi dong ya? Tapi semenjak ada Fafa aku rada mager mau keluar rumah je. Misal mau beli online, kok nggak worthed, soalnya ice gel itu berat, malah mahal di ongkos kirim nanti. Jadi aku pilih bikin ice gel sendiri deh. Baca-baca di internet katanya bisa bikin ice gel dari popok bayi. Langsung deh penasaran bikin.

Bahan yang diperlukan:

1. Popok bayi. Boleh baru, boleh juga bekas ompol. Karena ini dalam rangka daur ulang, jadi aku pake popok bekas.
2. Air
3. Kantong plastik
4. Selotip

Alat yang diperlukan:
1. Ember
2. Saringan
3. Gunting

Cara membuatnya:
 1. Jebol bagian penyerap pipis pada popok dan keluarkan gel di dalamnya.

2. Letakkan gel di ember berisi air (kira-kira 5 liter). Untuk popok baru, rendam sekitar 5-10 menit sampai gel benar-benar terisi air (warnanya berubah bening). Beri air secara berlebihan agar gel menyerap air dengan sempurna. Diamkan sekitar 10 menit.


3. Saring kelebihan air. Bila menggunakan popok bekas ompol, bilas gel di saringan dengan air mengalir sampai baunya hilang.

3. Masukkan ke dalam plastik sesuai ukuran yang diinginkan. Kalau mau praktis, gunakan plastik klip, tetapi kalau ingin ice gel dengan ukuran lebih besar dan tidak ada plastik klipnya, bisa menggunakan plastik biasa. Nanti di-seal pakai selotip sampai rapat dan tidak memungkinkan gel bocor.

4. Dinginkan di freezer. Ice gel homemade siap digunakan!
Sudah di'packing' rapi, siap dibekukan

Mungkin beberapa di antara kita merasa jijik menggunakan popok bekas untuk ice gel. Kalau aku sih mikirnya gel ini seperti pakaian. Kalau dicuci bersih, tentu biaa digunakan kembali. Nah ini beberapa tips menggunakan popok bekas supaya layak digunakan menjadi ice gel:

1. Bilas gel bekas popok menggunakan air mengalir dengan meletakkan gel di saringan. Aku pakai saringan dengan diameter agak besar jadi bisa membilas lebih banyak. Pengalamanku kemarin sih bilas di air mengalir selama 2x30 detik sudah cukup menghilangkan bau pesingnya.

2. Jangan pakai popok yang ada bekas pupnya, karena bakal lebih susah hilangin bau dan mungkin warnanya juga.

3. Pastikan kemasan ice gel menggunakan plastik yang tidak gampang bocor. Bila perlu selotip seluruh permukaan plastik biar lebih tahan bocor.

Asyiknya bikin ice gel sendiri adalah kita bisa menentukan sendiri ukuran ice gel yang diinginkan. Aku buat ice gel yang agak tipis biar tidak memakan space di cooler bag. Tapi sebelum digunakan aku mengadakan percobaan sederhana untuk membandingkan ketahanan beku ice gel homemade dibanding ice gel komersial. Aku lakukan percobaan mencairkan ice gel di suhu kamar. Hasilnya ice gel dari popok bayi memiliki ketahanan yang cukup baik dibanding dengan ice gel komersial. Ice gel dari popok bayi mencair sempurna saat 2,5 jam, sedangkan ice gel komersial mencair sempurna saat hampir 3 jam. Lumayan bisa diandalkan lah ya ice gel popok bayi ini. Tertarik mencoba?

Artikel untuk collaborative writing dengan tema peduli lingkungan dengan trigger post oleh Mak Lisdha (www.daily-wife.com)

13.3.18

Ais Gondongan

Beberapa hari terakhir ini Ais lagi demen-demennya naik sepeda. Sepulang sekolah sampai magrib doa sepedaan. Di sekolah, yang biasanya dia 'jajan' mainan, pas hari Selasa minggu lalu dia bilang jajan es. Terus Rabu malam badannya hangat. Aku udah mikir pasti karena kecapekan dan jajan sembarangan. Tapi ada yang mengganjal pikiranku, Ais bilang bagian bawah kupingnya sakit. Mungkin amandel, kata kerabat di rumah. Tapi aku masih belum yakin, soalnya saat kuminta Ais membuka lebar mulutnya, tidak nampak pembengkakan pada amandelnya. Tapi katanya badannya terasa sakit.

Besoknya Ais masih sekolah seperti biasa. Tapi waktu aku tanya badannya masih sakit apa nggak, katanya iya. Ya udah, sesiangan itu dia bobok di rumah. Alhamdulillah Fafa pengertian kalo masnya sakit. Fafa bisa bobok tenang. Sebelum tidur Ais aku keloni dulu. Kasian juga lihat bocah yang biasanya pecicilan, sekarang cuma bisa terpekur.

Besoknya Ais sebenarnya masih lemas. Tapi kuminta dia tetap masuk sekolah karena saat itu sedang UTS. Paling tidak selesai UTS dia bisa pulang. Karena ikut ujian susulan itu nggak enak. Alhamdulillah Ais kuat, bahkan saat akungnya jemput, katanya Ais kelihatan baik-baik saja. Awalnya sudah mau dibiarkan sekolah seperti biasa, tapi akhirnya tetap pulang cepat. Biar betul-betul sembuh. Sorenya mulai terlihat pembengkakan di bawah telinganya. Aku curiga itu sakit gondongan. Tapi aku masih ragu, masak zaman now masih ada penyakit itu???

Malamnya, grup wali murid rame membahas gondongan. Ternyata di kelas Ais sedang mewabah gondongan! Wah, ternyata benar kecurigaanku sore tadi. Rasanya lega sudah mengetahui sebab sakitnya anak. Yang perlu aku cari tahu sekarang adalah cara penyembuhannya. Ternyata penyakin gondongan belum ada obatnya dan kekebalan tubuh anak sendiri yang akan menyembuhkannya. Jadi aku fokus meningkatkan kekebalan tubuh Ais dengan makan-makanan bergizi, vitamin penambah kekebalan tubuh, dan juga madu. Sebenarnya aku disarankan untuk membawa Ais ke dokter, tapi belum aku lakukan karena aku perhatikan gondongannya nggak parah. Besarnya pembengkakan di bawah telinga tidak sebesar gondongan zamanku dulu. Lalu, Ais juga menunjukkan tanda-tanda kesembuhan seperti mulai aktif bermain. Untuk pengobatan aku masih mengikuti kearifan lokal yaitu menggunakan blau cuci untuk mengurangi pembengkakan di bawah telinga. Susah banget cari blau cuci saat ini. Sebelum dapat blau cuci, bengkak di bawah telinga Ais aku kompres es batu. Karena fungsi blau cuci adalah untuk mendinginkan bengkaknya kan.
Kompres pakai es batu dibungkus kain
Lalu saat akungnya dapat blau cuci, langsung deh itu pipi diolesin blau cuci macam little krishna. Katanya biar mujarab, blau cucinya dicampur air cuka. Ampun deh baunya. Gara-gara itu Ais kapok, hanya sekali itu mau dipakein blau cuci. Untungnya bengkaknya memang benar-benar mengempes. Alhamdulillah, In sya Allah sembuh ya Nak. Sempat ditakut-takutin bahaya gondongan pada anak cowok bisa menyebabkan kemandulan. Tapi aku mikir pakai logika saja lah, selama nggak ada komplikasi dan anak nyaman beraktivitas, apa yang perlu dikhawatirkan? Ya kan...

Bengkaknya benar-benar kempes setelah seminggu. Dipakaikan blau cucinya hanya sekitar 2 hari(sehari blau cuci dilarutkan air cuka, sehari blau cuci dilarutkan air biasa). Teman-teman punya pengalaman gondongan?

1.3.18

Nggak Pakai Korset Setelah Melahirkan Bikin Turun Peranakan?


Jadi orang tua dulu selalu menyarankan anak perempuannya buat disiplin pakai korset biar kembali langsing dan peranakannya nggak turun. Untuk masalah biar langsing sih okelah ya, dengan memakai korset lemak diperut akan terbakar, walaupun sebenarnya membentuk perut masih lebih efektif dengan olahraga seperti sit up. Tapi yang bikin gengges sekalogus ngeri adalah ancaman turun peranakan. Mungkin analoginya bila pakai korset itu perut jadi nggak turun, padahal ya nggak segitu lemahnya juga si rahim sampai bisa merosot turun kalau nggak dipakaikan korset, ya nggak? Nah kebetulan pas aku lahiran kemarin dokter kandungannya lagi kebetulan lagi penelitian soal turun peranakan ini. Istilah sederhananya 'Disfungsi Dasar Panggul', yang difokuskan adalah prevalensi terjadinya disfungsi dasar panggul ini setelah melahirkan.

Nah, apa saja sih gejalanya? Gejala disfungsi dasar panggul salah satunya adalah kesulitan dalam menahan buang air, baik buang air kecil maupun buang air besar, bahkan kentut sekalipun. Pada penderita disfungsi dasar panggul, otot yang berfungsi menahan kentut dan buang air tidak berfungsi dengan baik. Semakin sulit menahan buang air berarti semakin parah disfungsi panggulnya. Beberapa penyebab disfungsi dasar panggul antara lain:
1. Melahirkan. Semakin sering melahirkan, resiko turun peranakan lebih besar, terutama pada kelahiran normal yang butuh mengejan dengan kuat.

2. Mengangkat benda berat. Jangan memaksakan mengangkat benda yang terlalu berat karena kita akan refleks mengejan. Bila mengejannya terlalu berlebihan, ya bisa menyebabkan otot sekitar panggul bekerja berat dan kendor.

3. Sering susah buang air. Susah buang air akan membuat kita mengejan kuat. Itu akan memberatkan kerja otot panggul.

Diatara ketiga penyebab itu, melahirkan paling besar resiko mengalami disfungsi dasar panggul. Teknik mengejan yang salah dan kondisi rahim yang lemah pasca melahirkan dapat menyebabkan wanita mengalami disfungsi dasar panggul. Tetapi gejala disfungsi dasar panggul setelah melahirkan, seperti susah menahan kentut atau buang air ini bisa disembuhkan. Caranya dengan rutin melakukan senam kegel, yaitu senam dengan gerakan seperti menahan pipis, kira-kira 15 menit sehari. Beberapa teman mengatakan bahwa gejala susah menahan buang air perlahan pulih seiring bertambahnya umur bayi.

Benarkah korset dapat mengurangi resiko disfungsi dasar panggul?

Secara signifikan tentu tidak. Bahkan tanpa menggunakan korset pun perut bisa kembali mengecil karena mengecilnya rahim adalah proses yang alami pasti terjadi. Menyusui justru dilaporkan sangat efektif mengecilkan rahim pasca melahirkan. Dan cara yang lumayan efektif mengurangi disfungsi dasar panggul adalah dengan senam kagel tadi.

Jadi, kalau misal merasa nggak nyaman pakai korset, stagen, atau gurita pasca melahirkan, ya udah nggak usah dipakai. Ketakutan akan perut melar bisa diatasi dengan rutin sit up dan olahraga perut lainnya. Ketakutan akan turun peranakan bisa diatasi dengan rutin melakukan senam kegel dan mengurangi mengangkat beban berat pasca melahirkan. Jadilah ibu menyusui yang bahagia. Jangan sampai perkara korset bikin menyusui dan istirahat busui tidak nyaman.

Artikel untuk collaborative writing KEB dengan tema kesehatan. Trigger oleh Mak Ria (www.momsodell.com)