13.3.18

Ais Gondongan

Beberapa hari terakhir ini Ais lagi demen-demennya naik sepeda. Sepulang sekolah sampai magrib doa sepedaan. Di sekolah, yang biasanya dia 'jajan' mainan, pas hari Selasa minggu lalu dia bilang jajan es. Terus Rabu malam badannya hangat. Aku udah mikir pasti karena kecapekan dan jajan sembarangan. Tapi ada yang mengganjal pikiranku, Ais bilang bagian bawah kupingnya sakit. Mungkin amandel, kata kerabat di rumah. Tapi aku masih belum yakin, soalnya saat kuminta Ais membuka lebar mulutnya, tidak nampak pembengkakan pada amandelnya. Tapi katanya badannya terasa sakit.

Besoknya Ais masih sekolah seperti biasa. Tapi waktu aku tanya badannya masih sakit apa nggak, katanya iya. Ya udah, sesiangan itu dia bobok di rumah. Alhamdulillah Fafa pengertian kalo masnya sakit. Fafa bisa bobok tenang. Sebelum tidur Ais aku keloni dulu. Kasian juga lihat bocah yang biasanya pecicilan, sekarang cuma bisa terpekur.

Besoknya Ais sebenarnya masih lemas. Tapi kuminta dia tetap masuk sekolah karena saat itu sedang UTS. Paling tidak selesai UTS dia bisa pulang. Karena ikut ujian susulan itu nggak enak. Alhamdulillah Ais kuat, bahkan saat akungnya jemput, katanya Ais kelihatan baik-baik saja. Awalnya sudah mau dibiarkan sekolah seperti biasa, tapi akhirnya tetap pulang cepat. Biar betul-betul sembuh. Sorenya mulai terlihat pembengkakan di bawah telinganya. Aku curiga itu sakit gondongan. Tapi aku masih ragu, masak zaman now masih ada penyakit itu???

Malamnya, grup wali murid rame membahas gondongan. Ternyata di kelas Ais sedang mewabah gondongan! Wah, ternyata benar kecurigaanku sore tadi. Rasanya lega sudah mengetahui sebab sakitnya anak. Yang perlu aku cari tahu sekarang adalah cara penyembuhannya. Ternyata penyakin gondongan belum ada obatnya dan kekebalan tubuh anak sendiri yang akan menyembuhkannya. Jadi aku fokus meningkatkan kekebalan tubuh Ais dengan makan-makanan bergizi, vitamin penambah kekebalan tubuh, dan juga madu. Sebenarnya aku disarankan untuk membawa Ais ke dokter, tapi belum aku lakukan karena aku perhatikan gondongannya nggak parah. Besarnya pembengkakan di bawah telinga tidak sebesar gondongan zamanku dulu. Lalu, Ais juga menunjukkan tanda-tanda kesembuhan seperti mulai aktif bermain. Untuk pengobatan aku masih mengikuti kearifan lokal yaitu menggunakan blau cuci untuk mengurangi pembengkakan di bawah telinga. Susah banget cari blau cuci saat ini. Sebelum dapat blau cuci, bengkak di bawah telinga Ais aku kompres es batu. Karena fungsi blau cuci adalah untuk mendinginkan bengkaknya kan.
Kompres pakai es batu dibungkus kain
Lalu saat akungnya dapat blau cuci, langsung deh itu pipi diolesin blau cuci macam little krishna. Katanya biar mujarab, blau cucinya dicampur air cuka. Ampun deh baunya. Gara-gara itu Ais kapok, hanya sekali itu mau dipakein blau cuci. Untungnya bengkaknya memang benar-benar mengempes. Alhamdulillah, In sya Allah sembuh ya Nak. Sempat ditakut-takutin bahaya gondongan pada anak cowok bisa menyebabkan kemandulan. Tapi aku mikir pakai logika saja lah, selama nggak ada komplikasi dan anak nyaman beraktivitas, apa yang perlu dikhawatirkan? Ya kan...

Bengkaknya benar-benar kempes setelah seminggu. Dipakaikan blau cucinya hanya sekitar 2 hari(sehari blau cuci dilarutkan air cuka, sehari blau cuci dilarutkan air biasa). Teman-teman punya pengalaman gondongan?
Reaksi:

0 komentar:

Posting Komentar

Terima kasih sudah berkunjung di lapak sederhana EDibaFREE. Komentar Anda akan sangat berarti buat kami...