Stimulasi si Kecil untuk #PintarnyaBeda

Satu-satu kuatnya anakku    Dua-dua juga hebat akalnya   Tiga-tiga dekat dengan semua   Satu, dua, tiga, pintarnya memang beda.. ...

14.3.17

Pilihan Buah Keluargaku


Mulai bulan Maret ini ada yang berubah dari hidupku. Yang semula tinggal terpisah dengan suami, sekarang Alhamdulillah bisa berkumpul kembali. Dari yang semula bebas berkegiatan tanpa anak, mulai sekarang kegiatan full bersama anak. Aku sangat menikmati rutinitas baruku ini. Setiap pagi aku memasak dan memastikan kecukupan persediaan buah untuk Makanan Sehat untuk Anak-anak. Eh, maksudnya anak aja, kan anaknya baru satu, hihi. Buah itu wajib tersedia setiap hari, karena aku belum sanggup memasak sehat, seperti semua harus serba kukus dan rebus. Ugh, kami bertiga nggak bakal doyan makan kalau belum ada lauk yang digoreng atau kerupuk..pokoknya makan harus ada suara kriuk-kriuknya. Hehe..

Dalam memilih buah, aku nggak terlalu banyak pertimbangan. Yang jadi pertimbangan utama yaitu, harga. Hahaha. Ala mbok-mbok banget ini. Ya iyalah, wong manfaatnya kurang lebih sama, ngapain bayar lebih mahal. Kayak Upin Upin nih yang suka makan buah ketempatan alias buah lokal. Buah-buahan lokal pastinya lebih segar dan mengkonsumsinya dapat membantu perekonomian petani lokal, yes? Lebih bagus kalau bisa bertanam sendiri. Tapi hasil dari kebun sendiri seringkali belum mencukupi.

Baca: Bertanam ala Rita Bottini

Dalam seminggu, aku menyiapkan satu sampai dua macam buah saja. Nggak usah banyak-banyak. Karena kulkas dan kapasitas perut juga terbatas, kan? Hehehe. Nah, beberapa buah favorit keluarga kami antara lain:

1. Pepaya
We love pepaya alias kates much! Soalnya buah ini menurutku paling berkhasiat buat melancarkan pencernaan sih. Terus buat sarapan ataupun pencuci mulut itu rasanya segar. Daripada dessertnya puding atau es krim yang tinggi gula, mending makan pepaya saja (tapi makan pepaya setelah makan nasi tidak sesuai dengan food combining. Ah, yang penting tetap makan buah, yes?).

2. Buah Naga
Buah kedua yang jadi favorit keluargaku adalah buah naga. Ais suka banget buah naga merah. Kebetulan di Indonesia ini sedang musim buah naga merah ya. Jadi enak kalau mau stok buah naga merah. Gampang nyarinya. Kalau buah naga putih malah lebih susah nyarinya. Eh tapi lebih enak yang merah sih. Warna merah meronanya membangkitkan selera, dan kalau berdasarkan ilmu sensoris, warna merah dapat meningkatkan persepsi rasa manis pada makanan ketika dimakan.

3. Jambu
Kalau buah yang satu ini aku sukanya dalam bentuk jus, soalnya malas beud sama bijinya. Tapi kalau ayahnya Ais sih suka yang masih dalam bentuk buah. Kalau dulu waktu masih di Jogja, buah jambu relatif murah dan mudah ditemukan di pasar. Kalau di Palembang ini, aku jarang beli. Sudah keduluan beli buah naga atau pepaya dulu biasanya.

4. Apel
Ais loves apple much. Jujur, aku sudah membuktikan kalau makan sebutir apel setiap hari dapat mempertahankan kesehatan. Sayangnya sih, apel yang besar dan enak itu apel impor. Dan kelebihan buah ini adalah pada tingkat keawetannya. Jadi untuk kebutuhan buah apel, aku masih mengandalkan yang impor. Huhuhu

5. Pir
Dalam seminggu biasanya digilir mau buah apel atau pir. Kadang menyesuaikan harga di pasar juga. Kalau apel lagi mahal, ya beli buah pir saja. Kalau harganya sama, ya pilih apel saja. Nggak pernah sih pir lebih mahal dari apel kayaknya. Hihi. Satu dari dua jenis buah ini wajib stok, soalnya yang paling awet di kulkas ya dua jenis buah ini.

6. Pisang
Kalau buah pisang sih optional saja. Seringnya malah nggak nyetok. Soalnya pisang itu menurutku sangat mengenyangkan (sekaligus gampang lapar nantinya) dan gampang busuk. Biasanya nggak sampai sehari dari beli juga udah habis tu pisang. Ais doyan pisang, tapi kalau pas Ais nggak doyan, emaknya bingung menghabiskannya sebelum busuk. Soalnya satu buah pisang ukuran sedang kan kalorinya setara sepiring nasi, terus aku harus makan 'berpiring-piring' pisang nih? Oh no!

7. Semangka
Ini buah doyanannya ayahnya Ais. Kalau aku sih nggak begitu suka. Soalnya perasaan kayak minum air putih saja. Rasa semangka menurutku agak light. Terus malesin banget sama kulitnya yang aduhai tebalnya. Kalau nggak karena request mas bojo, males deh beli buah ini. Hahaha..

Apa pun pilihan buahnya, tetaplah perbanyak konsumsi buah dan sayur untuk hidup lebih sehat. Aamiin.
Reaksi:

1 komentar:

  1. alhamdulillah udah pernah ngerasain semua buah diatas...

    BalasHapus

Terima kasih sudah berkunjung di lapak sederhana EDibaFREE. Komentar Anda akan sangat berarti buat kami...