23.12.16

Nikmati Saja Peranmu

Sebagai manusia biasa, kadang ada perasaan lelah dan merasa tidak ada jalan keluar pada suatu masalah. Sebagai manusia, kadang ada perasaan tak berdaya dan ingin menyerah pada suatu masalah. Sebagai manusia, kadang tak sadar terpikirkan dalam batin, "cobaan kok gini banget ya?"

Tapi, kalau mau sedikit melongok keluar dan membaca keadaan di sekeliling kita, akan kita sadari bahwa masalah kita nggak ada apa-apanya dibanding masalah orang lain. Masalah kita bahkan bukan menjadi masalah untuk orang lain. Lalu, masih berani mengeluh?

Mengeluh adalah manusiawi. Selama masih bisa mengeluh, berarti kita masih punya perasaan. Nikmati saja itu. Percayalah bahwa dalam setiap masalah bukan hanya akan ada hikmah di dalamnya, tetapi juga cerita dan memori yang akan menjadi histori dalam kehidupan kita. Lihatlah biografi orang-orang besar di dunia. Apa ada biografi mereka yang biasa saja? Apa ada dari mereka yang menjalani hidup dengan 'biasa-biasa saja'? Biografi mereka pastilah penuh lika-liku dan permasalahan yang mungkin tidak terpikirkan oleh kita. Apa yang membuat mereka besar justru berawal dari kegagalan mereka. Alert Einstein bisa menjadi penemu ulung karena kegagalannya mendapat pekerjaan setelah bertahun-tahun lulus diploma. Abraham Lincoln sebelum menjadi presiden AS djustru gagal menjadi anggota senat. Bahkan junjungan umat Islam, Nabi Muhammad SAW yang pastilah setaat-taatnya umat, juga kerap kali mengalami kegagalan.

Kegagalan dan batu sandungan dalam hidup adalah ujian kita untuk naik tingkat pada level kehidupan. Sayangnya ujian ini tidak ada jadwalnya dan tidak ada kisi-kisi soalnya. Sehingga apa yang bisa kita lakukan hanyalah, nikmati sebaik-baiknya peran kita di kehidupan dan teruslah erusaha yang terbaik. Jangan lelah dan menyerah. Kadang, ketika harapan itu sudah semakin menipis, saat itulah bantuan datang. Tetaplah berprasangka baik dengan apa yang terjadi pada hidup kita.

Jangan lelah berbuat baik dan tetaplah beramal soleh. Nikmati saja peranmu dan utamakan selalu ridho Illahi. Ketika sang pencipta ridho dengan apa yang kita lakukan, maka niscaya akan muluslah jalan kita. Menggapai ridho Allah dimulai dari ridho orang tua dan suami (bagi istri). Dengan ridho dan restu mereka, niscaya akan lancar jalan kita. Karena dibalik kesuksesan kita (nantinya), terselip doa mereka yang tulus dan tak putus.

Nikmati saja peranmu. Tak perlu iri dengan peran teman yang (sepertinya) lebih baik. Rumput tetangga memang (terlihat) lebih hijau, tapi selalu ada cara untuk menghijaukan rumput kita sendiri, bukan? Nikmati saja peranmu. Karena setiap peran pasti ada manfaatnya. Tak usah peduli omongan orang. Jalan hidup bukan mereka yang menentukan, tapi diri kita sendiri. Kita berhak bahagia dengan apappun peran kita.

Teruntuk semua ibu dan calon ibu di muka bumi, yang bekerja di rumah atau pun di luar rumah, Selamat Hari Ibu (walau telat sehari). Peran kita sangat besar. mendidik penerus bangsa. Jadilah wanita tangguh dimana saja peranmu saat ini. Karena dari didikan wanita tangguhlah akan lahir generasi tangguh.

Nikmati selalu peranmu.
Reaksi:

4 komentar:

  1. Aku setuju. Bagiku, menjadi seorang ibu dari dua bidadari cantik adalah hal yang paling nikmat. ^_^

    BalasHapus
  2. Kadang rumput tetangga sering terlihat lebih hijau, jadi saya suka banding-bandingkan. Pdhl banyak jg orang yg ingin ada diposisi saya saat ini, jadi betul2 harus sering bersyukur & menenggok kebawah :)

    BalasHapus
  3. Aku menikmati peranku sebagai Ibu. Sangat menikmati. Menyenangkan melihat anak tumbuh besar dan memanggilku Bunda. ^_^

    BalasHapus
  4. Saya menikmati peranku sebagai seorang calon suami, ahahaha

    BalasHapus

Terima kasih sudah berkunjung di lapak sederhana EDibaFREE. Komentar Anda akan sangat berarti buat kami...