Stimulasi si Kecil untuk #PintarnyaBeda

Satu-satu kuatnya anakku    Dua-dua juga hebat akalnya   Tiga-tiga dekat dengan semua   Satu, dua, tiga, pintarnya memang beda.. ...

21.12.16

Catatan Akhir Kuliah (Final Note) yang bikin Baper!

Masih tentang keseruan nonton film Asia di RED by HBO. Kayaknya jiwa nonton filmku memang lebih ke film-film Asia, terlebih ke film Indonesia pastinya. Ya iyalah, secara kultur dan budaya kan sama ya. Nggak terlalu mengumbar adegan romantis juga. Pokoknya fokus ke cerita lah ya. Nah kali ini aku pengen ngebahas film 'Final Note' yang merupakan film dari Indonesia.

Sebenarnya, sebelumnya sudah sempat sepintas nonton film ini, entah di youtube atau di TV. Tapi waktu itu nggak fokus memperhatikan ceritanya, nah kali ini bisa khusyuk nonton filmnya deh. Apalagi anakku suka juga sama film ini. Berasa lagi nonton Oke Jek gitu deh, soalnya pemeran Ajeb di film ini adalah pemeran Beta di Ok Jek, si Abdur Arsyad. Terus bintang utamanya juga dari Stand Up Comedy lho, si Muhadkly Acho.
Poster Catatan Akhir Kuliah. Sumber: Wikipedia

Film Final Note ini berjudul asli Catatan Akhir Kuliah. Cerita film ini diangkat dari novel karya Sam Maulana dengan judul yang sama. Novel Catatan Akhir Kuliah sendiri merupakan kisah nyata Sam selama dia berkuliah dan berjibaku menyelesaikan skripsi. Akan tetapi, untuk film ada beberapa perubahan sebagai kejutan sutradara di film ini.

Tokoh sentral di film ini adalah Sam Maulana. Seorang 'matelu' alias mahasiswa telat lulus, karena hampir dua semester mengajukan proposal penelitian tidak jua di-acc dosen pembimbing. Terus apa sih yang bikin baper di film ini selain buat mantan mahasiswa seperti aku gini kalau nonton film ini?

Film ini mengambil setting kehidupan mahasiswa jurusan Gizi di IPB yang mata kuliahnya itu Teknologi Pangan banget. Jadi, lebih gampang buat terbawa suasana nih akunya, mulai dari setting Sam di kuliah Pengolahan Daging terus menjawab pertanyaan dosen tentang mekanisme pengerasan daging. Aduh, biokimia pangan banget itu! Jadi inget zaman kuliah jungkir balik menghapal mekanismenya, yang masih diinget sekarang cuma lingkaran siklusnya aja, senyawanya apa aja udah lupa.  Ada juga setting ketika Sam dan teman-teman mau ikut PKM (Pekan Kreativitas Mahasiswa), jadi ingat dulu zaman kuliah sempat tembus PKM sampai 3 judul, tapi yang 2 judul terpaksa diserahkan ke adik tingkat karena aku waktu itu sudah lulus dan kerja di Serpong. Kenangan ngelab sampai nginep demi laporan PKM, seru deh kalau diinget. Terus terakhir tentang penelitian Sam tentang indeks glisemik ubi cilembu. Penasaran deh sama hasilnya, aku coba cari di google nemunya indeks glisemik ubi jalar dan yang meneliti jurusan Gizi Kesehatan UGM, ah sayang, judul skripsinya hanya fiktif. Dan sebagai mantan relawan penelitian indeks glisemik, sayang banget nih masa penelitian Sam kurang digali. Tapi mungkin nggak penting juga dibahas ya, kalau untuk bisa dapat nilai indeks glisemik itu butuh relawan dengan BMI dan gula darah normal setidaknya 10 orang.

Baca: Jadi Relawan Indeks Glisemik oleh Prof Marsono 

Terlepas dari masalah kuliah Sam yang membuatku benar-benar nostalgia dengan masa lalu, aku salut sama alur cerita film ini yang nggak lebay. Pemainnya juga berakting natural, dandanannya nggak ada yang menor, dan aku paling suka sama soundtrack lagu 'Friendzone' yang dibawakan Budi Doremi.

Awalnya aku pikir ini film buatan anak IPB loh, soalnya mengambil setting di kampus IPB. Ternyata pengambilan kampus IPB karena Sam Maulana asli dulunya mahasiswa IPB. Coba di UGM, kali aja aku bisa nampang jadi figuran, ye kan? Oh ya, setelah aku kepoin, Darihati Films selaku rumah produksi film ini baru berdiri 2014 lalu loh. Tapi sesuai namanya, Darihati, rumah produksi ini memang berhasil membuat film yang touching heart.

Film ini diklaim sebagai film bergenre komedi motivasi pertama di Indonesia. Harus lebih banyak film semacam ini di Indonesia nih. Biar para pemuda yang merasa hidupnya gagal, menderita, dan putus asa bisa bangkit semangatnya. Orang yang gagal dalam percintaan, susah di-acc skripsinya, padahal ya nggak males-males banget kuliahnya saja harus berjuang keras menyelesaikan skripsinya, apalagi elu yang pas kuliah pacaran aja? #eh #kayak ngomong ama cermin, jangan nyalahin takdir kalau kamu sendiri belum berusaha sampai titik nadir. Just remember, hasil tidak akan mengingkari kerja keras.

Semangat selalu anak muda Indonesia!!!
*kenapa endingnya jdi gini banget yak. Ya nggak apa-apa lah, namanya bikin resensi film motivasi, haha!
Reaksi:

4 komentar:

  1. hehe si Sam ini seangkatan sama aku mba. jadi pas nonton filmnya ya aku juga menjiwai. settingnya juga banyak di IPB

    BalasHapus
  2. Tapi dikau ITB kan ya kl gak salah?

    BalasHapus
  3. Tapi dikau ITB kan ya kl gak salah?

    BalasHapus
  4. Tunggu ya Dek Diba, yg setting UGM sedang kupikirkan...haiyyyaa, sedang dipikirkan???

    BalasHapus

Terima kasih sudah berkunjung di lapak sederhana EDibaFREE. Komentar Anda akan sangat berarti buat kami...