23.7.16

Nunung Nurlaela, Menginspirasi dan Bersahaja


Masih belum bosan mengulas profil teman-teman bloggerku yang selalu menginspirasi. Kali ini aku pengen bahas tentang seorang Nunung Nurlaela. Seorang emak blogger Jogja yang aku kenal lewat buku best sellingnya 'Pondok Mertua Indah'. Saat melihat buku Pondok Mertua Indah terpajang di toko buku dan menyadari kalau penulisnya adalah member Ibu-ibu Doyan Nulis, aku jadi kepo deh, siapa sih Mak Nunung ini? Kok ya kebetulan sekali ternyata Mak Nunung ini berdomisili di Yogyakarta. Aku ingat sekali pertemuan pertama kami di acaranya Mothercare. Kala itu Mak Nunung menggendong anak keempatnya, Haziq yang masih baby (sekarang Haziq bahkan sudah punya adik, Hamiz yang berusia 2,5 bulan). Eh, nggak nyangka lho ternyata dengan berdomisili di Yogyakarta aku bisa kenal dengan penulis yang aku kagumi ini. Alhamdulillah, pasti ini yang disebut 'berkah ngeblog', hehe.

Mak Nunung memang tidak terlalu intensif ngeblog. Soalnya memang selain menjadi ibu rumah tangga, beliau juga aktif menjadi dosen di STEI Hamfara. Tetapi kalau menilik blognya di www.nunungnurlaela.com, postingannya pasti berbobot dan sarat ilmu. Paling suka sama tulisannya dengan label 'Jebol Media'. Yah, namanya juga tulisan yang dimuat di media massa, ya pasti berbobot kan ya tulisannya? Terhitung ada empat tulisannya yang jebol media, itu pun hanya kurun waktu Desember 2012-Maret 2013. Kalau sekarang mungkin tulisannya sudah di jurnal-jurnal kali ya? Kan ibu dosen, hehe. Nah, biar nggak penasaran, kemarin aku tanya-tanya banyak hal nih sama Mak Nunung. Ini dia pertanyaan dan jawabannya:

1. Mak Nunung sudah menulis dan ngeblog dari tahun berapa? Waktu itu kepikiran buat buku "Pondok Mertua Indah" gimana ceritanya? Bukunya bagus banget deh buat panduan pengantin baru yang biasanya butuh banyak penyesuaian dengan mertua.

Kira-kira akhir tahun 2012 saya ikut workshop menulis di indscript. Terus tugas akhir suruh bikin outline untuk dikirim ke penerbit. Awalnya saya tidak punya ide. Kemudian pas baca buku antologi saya sebelumnya yang pernah lolos untuk dibukukan di Gramedia (GPU). Nah kisah saya dibuku antologi itu judulnya PMI (Pondok Mertua Indah). Saya mikir kenapa gak dijadikan buku solo saja? Nah dari ide itu bermula buku PMI saya. Kemudian ngebutlah saya buat outline, karena sudah diambang deadline. Alhamdulilah, akhirnya outline saya lolos bersama dua teman saya. Dan lebih bikin senangkarena yang tertarik adalah penerbit Gramedia! Ah, gak nyangka aja mak.^_^

2. Background pendidikan Mak Nunung apa? Jadi dosen dari tahun berapa?

Saya S1 ekonomi Islam di STAIN Surakarta dan S2 ekonomi Islam di UII Yogyakarta. Saya ngajar dari lulus mak, tahun 2005, namun masih belum tetap. Lanjut S2 dsb. Nah, baru diangkat jadi dosen tetap tahun 2015.

3. Kenapa memilih profesi dosen?

Suka aja sih, Mak. Terutama ketika di kelas. Keren gitu ya, yang paling utama ya, agar ilmu saya bisa teramalkan dan tak terlupakan, terus memacu saya untuk tidak pernah berhenti belajar.

4. Bagaimana membagi waktu mengurus anak dan kegiatan di luar rumah?

Hal ini saya masih belajar mak. Agar bisa optimal dalam setiap tugas dan peran. Alhamdulilah, suami dan anak perempuan saya banyak membantu saya. Mertua dan adik ipar juga banyak bantu saya. Saya ngantor juga minimal 4 jam. Jadi masih banyak waktu untuk lakukan aktivitas lain.

5. Tips kalau mau jadi dosen dong Mak.

Apa ya? Tentu test masuknya kudu bagus dong mak dan pengalaman ngajar itu penting banget.

Pertanyaan terakhir memang bernada curcol, soalnya memang aku masih penasaran banget bisa jadi dosen. Yah, belum kesempatan aja kali ya? Tapi memang benar saran Mak Nunung. Kemampuan mengajar dan pengetahuan tentang materi tes harus aku tingkatkan biar bisa lolos jadi dosen. Bismillah.

Sukses selalu dan semoga semakin menginspirasi Mak!


Reaksi:

8 komentar:

  1. Begitu banyak perempuan hebat nan tangguh di sekitar kita, ngurus anak, ngurus anak orang juga, berkarya, berbagi ilmu, dan senantiasa bersahaja.

    BalasHapus
  2. Huwa...terharu saya. Mak Dib juga banyak menginsipirasi saya. Masih muda tapi punya segudang talenta dan semangat luar biasa. Sip lah.Btw, saya sekarang ngajar tetap di STEI Hamfara mak Dib. UII almamater saya 😀

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hebat pisan lah mak nunung ini,, love this article :*

      Hapus
    2. Wah, kebalik ki brati. maaf tak editnya dl.

      Hapus
  3. aku kenal nunung nurlaela ini gara-gara salah mention nama sesama nunung kalo nggak salah... hahaha..

    BalasHapus
  4. Maju terus perempuan Indonesia :) Salut sama mak Nunung hehe

    BalasHapus

Terima kasih sudah berkunjung di lapak sederhana EDibaFREE. Komentar Anda akan sangat berarti buat kami...