23.7.16

Apa pun Makanan dan Aktivitasnya, Air Putih Minumannya


Selayaknya wanita pada umumnya, aku pengen punya badan yang langsing dan perut yang datar. Walau kata teman-teman sih aku nggak terlalu gendut, tetapi tetep saja suka merasa sedih dengan lemak di perut. Tapi kalau mau diet juga rasanya belum siap. Soalnya, sebagai ibu yang rutin menyuapi anaknya, seringkali aku dihadapkan pada kenyataan (halah) harus menghabiskan sisa makanan anak. Makanya kalau ingin menjaga bentuk tubuh, aku harus fokus di olahraga dan mengurangi minuman manis.

Fokus di olahraga sebenarnya gampang-gampang sulit. Gampang karena sebenarnya dari aktivitas sebagai ibu rumah tangga saja bisa dimanfaatkan untuk berolahraga. Tetapi kalau di rumah itu, godaan buat bersantai-santai itu sangat besar. Kalau urusan cuci-mencuci dan bersih-bersih sudah beres, bawaan pasti mager saja di kursi atau di kasur, hehe. Padahal banyak kalori yang masuk dari pagi hari dan seharusnya segera dibakar. Makanya, karena mengalami kesulitan membakar kalori di dalam tubuh, jadi aku berusaha mengurangi kalori yang masuk ke tubuh, yaitu dengan cara meminimalkan minuman manis. Kenapa yang dikurangi minuman manis? Karena minuman manis ini banyak yang tinggi kalori. Sebut saja minuman enak ala kafe seperti Cappucino, Mocha Frappe, Matcha Latte, dll, walaupun kelihatan segar sebagai pelepas dahaga, tetapi nilai kalori yang terdapat di dalamnya cukup tinggi. Meminum segelas minuman itu sama saja dengan makan nasi lengkap dengan lauk pauknya. Sayang banget kan 'investasi' kalori segitu banyak di tubuh?

Untungnya aku bukan penggemar minuman manis. Buatku, minuman manis itu nggak bikin kenyang dan kalau di restoran atau di kafe, harga macam macam minuman yang ditawarkan seringkali lebih mahal daripada harga makanannya. Aku kadang heran sama mereka yang suka nongkrong di kafe sambil ngopi-ngopi. Mereka bisa nongkrong berjam-jam dengan hanya segelas minuman dan mungkin beberapa batang rokok. Wih, aku sih nggak bisa kalau nggak ada camilannya. Minimal perut harus terisi nasi 1 piring lah supaya bisa beraktivitas normal beberapa jam ke depan, hehe. Tetapi kebiasaan orang memang berbeda-beda sih ya. Selama kondisi kesehatan tetap baik, apa pun kebiasaan makan dan minumnya, itu nggak masalah.

Nah, untuk kebiasaanku, karena aku bertekad untuk mengurangi minuman manis, maka aku punya prinsip:
Apa pun makanan dan aktivitasnya, air putih minumannya
Jadi kalau aku haus atau pun tenggorokan seret untuk menelan makanan, maka yang aku cari pertama kali adalah air putih. Jangan sampai minuman manis aku gunakan sebagai penghilang dahaga, karena itu akan menyebabkan asupan kalori berlebihan tanpa disadari. Begitu pula saat makan baik di rumah atau pun di restoran. Air putih tidak pernah ketinggalan menemani. Kadang beberapa orang menganggap tindakanku ini sebagai bentuk pengiritan. Ya memang iya sih, lebih hemat kalau minumnya air putih saja, tetapi tujuan utamanya adalah untuk meminimalkan asupan gula yang terdapat di minuman manis itu dong.

Kalau ditanya, apa minuman favoritku, maka aku pasti menjawab, "air putih!". Tetapi memang benar lho, air putih adalah minuman yang paling menyegarkan kala tenggorokan kering, air putih yang cukup akan membuat kulit tetap lembab, dan rutin meminum air putih bisa melancarkan buang air besar. Semua manfaat itu bisa kita dapat tanpa takut ketambahan kalori. Asyik kan? Jadi, apa pun makanan dan aktivitasnya, air putih minumannya.



Reaksi:

2 komentar:

  1. Tos ya mak dib,, udah lama nggak berkunjung webnya makin keceeeh,,background putihnya light banget,, love love love ,,
    Minum air putih banyak manfaatnya kan mak,, selain manfaat dikulit, manfaat juga dikantong :D

    BalasHapus
  2. Setuju, karena yang manis dan dingin belum tentu sebening air putih rasanya

    BalasHapus

Terima kasih sudah berkunjung di lapak sederhana EDibaFREE. Komentar Anda akan sangat berarti buat kami...