1.7.16

Keseruan Tamasya ke Pantai Slili Bersama Manda

Tamasya bersama teman2 blogger (foto from Manda)
Tamasya adalah kegiatan menyenangkan yang kerap dinantikan. Aku senang punya banyak teman yang suka bertamasya. Lewat tamasya kita bisa menyegarkan pikiran sekaligus menambah wawasan. Salah satu referensi tamasya baik wisata travelling maupun wisata kuliner kudapat dari tamasyaku.com. Aku ketagihan mengikuti blog milik Manda ini semenjak aku dan manda kopdar (bertemu langsung) di Arisan Ilmu Kumpulan Emak Blogger. Kami memiliki beberapa kemiripan, salah satunya adalah selera berwisata kami, yaitu sama-sama suka wisata alam pantai. Salah satu referensi wisata pantai di blognya adalah wisata ke Pantai Slili. Bedanya, kalau Manda waktu itu sampai menginap di Pantai Slili, kalau aku karena keterbatasan waktu (dan budget), jadi balik hari aja. Terus karena sukanya sama Pantai Slili, kami akhirnya trip bareng deh kesana. Seru dan kangen deh kalau ingat itu.
Keseruan Manda and The Gank tamasya ke Pantai Slili (Photo by Manda)

Mengenal sosok Manda sekitar setahun silam. Belum lama untuk ukuran waktu, tetapi karena beberapa kemiripan tadi, kami sudah layaknya kakak adik. Kebetulan juga Manda punya adik yang umurnya sama denganku, sama-sama punya balita cowok 4 tahun, dan kami sama-sama memiliki sifat cuek. Jadi Manda bilang kalau lihat aku persis kayak lihat adik kandung satu-satunya itu.

Manda adalah sosok yang perhatian dan penyayang. Saat trip ke Pantai Slili kemarin, Manda membawa banyak perbekalan demi memastikan peserta trip tidak kelaparan. Oh ya, peserta trip ini terdiri dari Manda, Panda, aku, Berbi, Makprim, dan seorang bintang tamu, blogger dari Semarang, Lestari. Saat itu Makprim membawa komplit keluarganya dan aku membawa Ais. Saat sampai di Slili, cuaca sedang hujan cukup deras. Tetapi kami tetap nekat bermain air di pantai. Rugi dong sudah sampai di pantai cuma duduk-duduk santai di gazebo. Lagian kena hujan atau pun main air sama-sama basah, ya kan? Tetapi sayangnya Ais nggak mau main air. Jadilah dia yang menunggu gazebo beserta segala isinya (tas, makanan ringan, smartphone). Ini sebenarnya mana yang emak mana yang anak ya? Kok yang main air emaknya sementara anaknya jagain barang. Haha. Yeah, anggap saja emansipasi ibu dan anak (apa sih).
Ais mengawasi ibu main air. Photo by Tari
Keseruan bermain air belum usai. Selanjutnya keseruan dilanjutkan dengan makan siang dengan menu seafood. Kami makan ikan bakar yang endes (perasaan memang nggak pernah kecewa deh dengan kuliner makanan laut di sepanjang Pantai Gunung Kidul, soalnya ikannya fresh!). Selesai makan kami pun bersiap kembali pulang ke kota (cie ke kota). Perjalanan pulang kami tepar semua. Untungnya Manda punya suami yang tangguh menyetir. Panda, kami padamu. Hehe. Kami bertiga (eh berempat sama Ais), ibaratnya anaknya Panda dan Manda. Udah capek ya tinggal bobok, hihihi. Makasih ya Manda dan Panda. Walau telat banget bikin postingan ini, mudah-mudahan tidak mengurangi kehangatan persahabatan (dan persaudaraan) kita.

Seluruh foto-foto di postingan ini adalah hasil jepretannya Manda (kecuali fotonya Ais yang dijepret Tari). Eh iya, sudah pernah aku beberkan sebelumnya bahwa Manda ini expert banget foto selfie. Kayaknya tangannya ibarat tongsis deh. Selalu kece pengambilan gambarnya. Seperti selfi kami di mobil berikut ini. Bagus kan?
Panda, Manda, dan 4 orang anak, haha! (photo by Manda)

Miss this moment...

Paling suka foto ini. Aku bawa batu berbentuk love. Seperti perasaanku pada persahabatan ini.*uhuk

Reaksi:

11 komentar:

  1. Dan waktu yang akan terus menjadi saksi cerita perjalanan kita ya ibu ais, ardiba... Semoga terulang lagi keseruan jalan2 ala travel blogger.. Love this moment.. Thank kiss..

    BalasHapus
  2. Betul Mba.. Aku juga foto2nya mba Manda yg eksis banget pas difoto...

    BalasHapus
  3. Sesuai dengan passionnya yaa, travel blogger, jadi semua diabadikan ga terlupa sampai hal terkecil. Gak kaya saya, jalan2 kok dilalah malah hape lowbatt..ga jadi poto2 hasilnya cuma terekam dalam ingatan #eeaa

    BalasHapus
  4. Kata Manda, dia memang paling suka tamasya pantai.
    Btw, ini profil Manda atau kisah Ardiba? Seru bener persahatannya.
    Oya, salam buat Ais. Kau memang anak yg berbakti, maunya jaga barang, sementara mamakmu kece-kecean disana. Tante Lidha (*tante*) suka padamu.

    BalasHapus
  5. Sebagai sesama penyuka wisata pantai, kapan kalian ke Pantai Losari? Lalu kopdar dengankuuh? :))

    BalasHapus
  6. Wooo kirain puasa ini kesananya, udah heran aja. Aku belum pernah ke Slili, banyak bgt sih pantai disana, belum semua didatengi. Tapi emang bener, tangan Manda kyk tongsis ya.

    BalasHapus
  7. Serru banget uda kopdar dan jalan bareng....
    Kapan kopdar Arisan grup 4...
    hehhe...

    BalasHapus
  8. Wah serunya tamasya, memang ya kalau blognya tentang traveling pasti isinya jalan2 mulu hehe

    BalasHapus
  9. Ternyata anak nya kak manda dah gede2 yaaa, udah pada perawan hua hua

    BalasHapus
  10. Seruuuu, eh, baru tahu ttg pantai ini.
    Hiks, tambah panjang daftar pantai yg blm dikunjungi.

    BalasHapus

Terima kasih sudah berkunjung di lapak sederhana EDibaFREE. Komentar Anda akan sangat berarti buat kami...