21.4.16

Pengalaman Tes Rohani di RSJ Grhasia Jogja

tes rohani

Setuju kan kalau setelah lulus kuliah itu adalah awal dari perjuangan hidup?(tsah). Ternyata peluh dan lelah menyusun tugas akhir itu nggak ada apa-apanya dibanding peluh dan lelah mencari kerja -pun bagi mereka yang setelah lulus kemudian berfokus bisnis (lebay). Nah, aku termasuk golongan orang pertama, yang sekarang lagi getol dan awas banget sama lowongan pekerjaan, terutama lowongan pekerjaan dosen.

Kebetulan di kampusku lagi ada bukaan dosen tetap non CPNS. Aku merasa ini kesempatan emasku untuk menjajal peruntungan di bursa tenaga kerja calon dosen (ampun deh istilahnya). Ternyata usaha menjadi seorang dosen ternyata lebih melelahkan dibanding tempo hari aku menjadi karyawan kantoran. Kualifikasi menjadi pengajar mahasiswa tentu lebih tinggi dibandingkan kualifikasi pekerjaan lainnya. Kalau dulu modal fotokopian transkrip, ijazah, dan kadang surat keterangan sehat sudah cukup untuk melamar ke perusahaan, sekarang syaratnya lebih banyak. Selain harus mencukupi skor tertentu TOEFL dan TPA (yang berarti harus modal sendiri untuk tesnya), ternyata untuk keterangan sehat juga nggak cukup keterangan sehat jasmani, tetapi juga keterangan sehat rohani!

tes rohani


Ow, ow. Apa pula tes kesehatan rohani itu? Ternyata memang ada tes seperti ini. Di rumah sakit daerah ada pelayanan untuk tes kesehatan rohani dengan istilah 'KIR Kesehatan Rohani' (udah berasa mobil angkutan aja pake di-KIR). Di Jogja sendiri pelayanan KIR Kesehatan Rohani ada di RS Dr. Sardjito dan di RSJ Grhasia. Biasanya mengambil tes ini sekaligus dengan tes kesehatan jasmani (yang cuma dicek tensi, tinggi, berat badan, dsb) dan juga tes bebas NAPZA/narkoba. Kalau di RS Sardjito, tesnya lebih komplit tetapi harganya juga lebih mahal. Kalau di RSJ Grhasia, harganya lebih murah, tetapi hasilnya juga sudah sangat meyakinkan, karena ini kan rumah sakit jiwa, jadi dokter yang memeriksa dalam rangka pengecekan rohani kita adalah dokter spesialis yang biasa menangani pasien yang mengalami masalah dengan jiwa/rohaninya.

RSJ Grhasia
Gambar dari http://panpages.co.id/

Tes kesehatan rohani dilakukan secara mandiri di ruangan khusus. Ternyata pada hari itu cukup banyak yang melakukan tes kesehatan rohani. Peserta dibekali selembar surat keterangan dokter untuk diisikan sendiri nama, alamat, dan keperluan tes kesehatan rohani. Hal ini dimaksudkan untuk mencegah kesalahan penulisan data pribadi peserta. Selain selembar surat keterangan dokter, peserta diberi sebendel buku yang berisikan 350 pernyataan seputar kejiwaan seseorang lengkap dengan lembar jawabannya. Peserta diinstruksikan untuk memberi tanda silang pada kolom (+) untuk pernyataan yang sesuai dengan keadaan peserta sekarang, atau memberi tanda silang pada kolom (-) untuk pernyataan yang tidak sesuai dengan keadaan peserta sekarang.

Pernyataan pada tes kesehatan rohani ini cukup unik dan terkadang sedikit membingungkan. Pernyataan yang dituliskan seputar kondisi fisiologis kita, seperti:
-Nafsu makan saya baik
-Saya mampu tidur nyenyak
-Kehidupan seksual saya normal,
-dll.

Selain itu juga ada pernyataan yang menelisik lebih dalam kepribadian kita, seperti kehidupan sosialisasi di keluarga dan masyarakat, serta pernyataan yang dapat memperkirakan kemungkinan peserta terjerumus minuman keras atau pun NAPZA.
-Saya memilih minum minuman keras bila sedang ada masalah
-Aku menikmati menghisap ganja
-dll

Yang menurutku paling menarik adalah pernyataan seputar pengalaman peserta tes dengan kehidupan gaib, seperti berikut ini:
-Aku merasa mendapat bisikan-bisikan gaib
-Aku pernah mengalami sesak tanpa diketahui sebabnya
-Aku merasa ada yang menguntitku
-dsb.

Soal-soal seputar kehidupan lain membuatku sedikit berpikir melenceng, bagaimana nasib Genta yang hits banget di kaskus gara-gara menceritakan pengalaman horor di kantornya bila ikut tes seperti ini ya? Aih, abaikan pikiran melenceng ini. Aku sendiri Alhamdulillah selalu berdamai dengan kehidupan gaib. Oke aku percaya mereka ada, tetapi aku sendiri menahan diri untuk kepo mereka seperti apa, dan berusaha untuk tidak mengganggu kehidupan mereka. Alhamdulillah sih dari kecil sampai sekarang aku tidak pernah bermasalah dengan kehidupan gaib. 

Oke, kembali ke tes rohani. Jadi, 350 soal (pernyataan) tes rohani di RSJ Grhasia ini disusun oleh Smart Mind Centre Jakarta pada tahun 2008. Setelah menyelesaikan tes, peserta tes kemudian menunggu hasil analisa tesnya. Setelah hasil analisanya keluar, hasil tersebut kemudian dibawa ke dokter spesialis jiwa di RSJ Grhasia dan peserta kemudian diperiksa langsung oleh dokter. Yang namanya dokter jiwa, untuk pemerikasaan ya nggak perlu pakai alat, malah rasanya pas diperiksa itu seperti lagi diwawancara tes masuk kerja. Soalnya dokternya malah banyak bertanya hal-hal kecil seputar pribadi peserta, seperti sudah bekerja atau belum, sudah berkeluarga atau belum, suami kerja apa, anak berapa, pendidikan terakhir apa, dulu sekolah dimana, dll. Dan, kesemua jawaban itu ditulis lengkap di kertas periksa, OMG! Setelah itu kemudian peserta dipersilahkan keluar dan hasil analisa lengkap bisa diambil setelah menyelesaikan biaya administrasi. 

Sejauh ini membaca pengalamanku, pasti penasaran dong biaya tes rohani di RSJ Grhasia ini? Biaya tes rohani disini adalah Rp. 131.750. Nanggung ya ada 50 rupiahnya? Hehe. Cukup murah bila dibandingkan di RS Sardjito yang kabarnya mencapai dua ratus ribu lebih. Pelayanan di RSJ Grhasia juga sangat baik. Jadi, sekitar setengah 10 sampai di RSJ Grhasia, mengantri pendaftaran sekitar setengah jam, terus langsung tes pas jam 10. Selesai tes sekitar jam 11. Terus dapat hasil sekitar jam setengah 12. Kalau pengalaman teman yang juga ambil tes kesehatan dan NAPZA, mereka baru selesai sekitar jam 2 siang. Yang jelas nggak pake spanneng kelamaan menunggu deh kalau di RSJ Grhasia ini, mungkin karena tenaga kesehatannya terbiasa menghadapi orang 'sakit jiwa', jadi hal-hal yang sekiranya mengganggu kejiwaan, mereka minimalisir. Hehe.
RSJ Grhasia
gambar dari http://panpages.co.id/

RSJ Grhasia terletak di Jalan kaliurang km.17. Tidak jauh dari pasar Pakem. Suasana sejuk di kaki Gunung Merapi cukup membuat kita rileks selama menunggu hasil tes. Tetapi sepertinya RSJ Grhasia belum mempunyai kantin khusus, sehingga saat jam makan siang ada tukang nasi keliling dan tukang bakso gerobakan yang mangkal di RSJ Grhasia. Pasien maupun pegawai RSJ Grhasia banyak yang memilih menglarisi penjaja makanan ini. Sebagai 'pasien' yang sudah selesai 'diperiksa' dan sudah dinyatakan tidak memiliki gangguan jiwa, aku dan salah seorang temanku tergoda untuk menikmati semangkuk bakso hangat sebelum kami pulang. Hmm... semangkuk bakso ala Jawa yang nikmat dan hanya seharga Rp. 6000 saja, lumayan mengganjal perut yang terasa lebih mudah lapar karena di daerah yang dingin.
Bakso Jawa di RSJ Grhasia

Reaksi:

27 komentar:

  1. jadi jadi... kamu secara rohani benar2 sehat? Ba

    BalasHapus
  2. selamat, Mak. setelah lulus ujian rohani, saatnya maju jadi dosen.
    semangat!

    BalasHapus
  3. Iyolah Mas Jar. Aku sehat rohani kok. Wkwk
    Mak Phie. Nuwun dukungannya.

    BalasHapus
  4. Syukurlah..abis di test rohani trus jasmaninya laper ya..? :D

    BalasHapus
  5. Wah, kalo di RSJ Magelang ada tes rohani juga gak ya? Kayaknya aku juga perlu tes kayak gitu juga. Btw, swlamat menempuh hidup baru ya, kak. ;)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Pasti ada lah bro. Coba aja ty2.
      Kl gak krn persyaratan adminstrasi ngelamar kerja. Gak tau ada tes begini.

      Hapus
  6. Kalau Genta siy bakalan masuk kategori punya given bisa mendengar, melihat dunia lain mba hehehe (lah fokusnya ke dia)saya juga pembaca kisah genta soalnya hahaha

    BalasHapus
  7. yakin mbak, sehat rohani? hihihi piss

    BalasHapus
  8. Jadi kepo soal Genta deh, udah lama gak baca kisah horror di Kaskus... abis takut sih kalau lagi sendirian suka keingetan... padahal dulu demen banget cerita horror.

    BalasHapus
  9. Cie yang lagi cari surat sehat jasmani dan rohani...

    BalasHapus
  10. Hmm alhamdulillah saya belum pernah tes yang begituan dan alhamdulillah saya selalu diberikan kesehatan.

    BalasHapus
  11. Syukuralah mbak Diba sah dinyatakan sehat rohaninya ya? wkwkwk
    semoga lolos juga jadi Dosen :D

    BalasHapus
  12. Selamat mak diba u wisudanya, ehm jadi beneran sehat rohani kan dirimu? Eh hahahaha

    Aq njuk jadi pengen test nang kono

    BalasHapus
  13. Waah... ada juga tes kayak gitu ya.. saya baru tahu..
    Ih.. banyak pembacanya Genta ternyata.. saya juga niih..hihi

    BalasHapus
  14. Perkenalkan, saya dari tim kumpulbagi. Saya ingin tau, apakah kiranya anda berencana untuk mengoleksi files menggunakan hosting yang baru?
    Jika ya, silahkan kunjungi website ini www.kumpulbagi.com untuk info selengkapnya.

    Di sana anda bisa dengan bebas share dan mendowload foto-foto keluarga dan trip, music, video, filem dll dalam jumlah dan waktu yang tidak terbatas, setelah registrasi terlebih dahulu. Gratis :)

    BalasHapus
  15. Jumlah item di tes nya apa ada ratusan item mbak Ardiba? Saya dulu juga pernah tes kesehatan jiwa namanya di RSUD.Dr. Moewardi. Ada 150 item lebih, jawabannya cuma ya/tidak.

    BalasHapus
  16. Wah saya malah baru taw tes rohani, apa kyk konseling ya

    BalasHapus
  17. Eh busyet rohani juga mesti di test yaaa, takut kebablasan sakit jiwa hehehe

    BalasHapus
  18. Waspadalah. Waspadalah. Wkwkwk

    BalasHapus
  19. Pengalaman tes begitu yang paling mendebarkan adalah menunggu hasil tes nya :D

    BalasHapus

Terima kasih sudah berkunjung di lapak sederhana EDibaFREE. Komentar Anda akan sangat berarti buat kami...