2.11.14

7 Cara Menjadi Blogger Journalism

Ngeblog Journalism. Ada yang pernah dengar? Katanya sih istilah itu bikinan aseli Pak J. Heru Margianto, jurnalis Kompas yang ngebanyol abis. Sebagai jurnalis Kompas sejak tahun 2000, pasti dong sudah banyak makan asam garam tentang jurnalisme.

Apa sih ngeblog journalisme itu? Ngeblog journalisme adalah kegiatan menulis blog dengan konten tulisan yang mengandung berita. Apa saja sih yang disebut 'berita' itu?

Ada 7 hal yang membuat sesuatu layak disebut berita.

1. It's New

Sesuatu layak disebut berita bila ada unsur 'kebaruan' disana. Sesuatu dianggap berita saat kita belum mengetahuinya. Contoh saja, soal putus cinta Raffi dan Yuni Shara sudah tidak disebut berita lagi, karena semua orang sudah tahu. Ingat bahwa berita bersifat perishable alias gampang basi.

2. It's Factual

Sesuatu yang bombastis dan keren tidak disebut berita bila tidak memaparkan fakta. Berita-berita hoax di internet tidak dapat disebut berita karena tidak mengutarakan fakta.

3. It's About People

Care about human interest. Biar lagi ngomongin tumbuhan atau teknologi informasi, kita sebenarnya berbicara tentang manusia loh. Coba deh ditelusuri, tumbuhan itu diberitakan dalam rangka apa? Pasti karena ada manfaatnya bagi orang kan? Begitu juga teknologi informasi, ujung-ujungnya ngomongin teknologi komunikasi bagi manusia kan?

4. Relevan dengan Pembaca

Masih melanjutkan poin ketiga, selain ada unsur 'kegunaan' bagi manusia, berita hendaknya relevan dengan pembaca. Kalau setelah baca tulisan kita, orang malah bingung, mengernyitkan dahi dan tidak mengerti? wah-wah jangan-jangan nggak relevan tuh isi tulisannya. Atau tidak sesuai dengan segmen pembacanya. Kalau begitu bukan berita namanya.

5. Ada Unsur Konflik dan Dramatis

Bagaikan membaca novel, kalau tidak ada konfliknya bisa-bisa pembaca bosan dan meninggalkan tulisan kita. Jadi, usahakan untuk menyelipkan 'drama' dan 'konflik' dalam berita yang kita tulis. Buat pembaca bersemangat dan betah membaca isi tulisan sampai terakhir.

6. Out of Ordinary.

Buatlah berita yang luar biasa, tidak biasa, unik, dan dramatis. Biasanya berita seperti ini tinggi tuh ratingnya. Kalau buat sesuatu yang 'out of the box' begini sih sudah mengandalkan feeling dan kreativitas.

7. Ada dampak bagi pembaca.

Biasanya, pembaca tertarik membaca sebuah berita karena merasa berita itu bermanfaat baginya. So, keep informing the usefull thing ya..

Selain ketujuh point itu, perhatikan netiket alias etika berinternet. Jangan sampai terjebak membuat berita yang merugikan orang lain hanya demi page rank semata. Nggak mau dijerat UU ITE kan?

Ada cara halus untuk mengkritik seseorang atau instansi, yaitu dengan melakukan wawancara ke teman ataupun keluarga. Kemudian menyajikannya dalam bentuk reportase. Selain terhindar dari sikap subjektif, sajian seperti ini dapat disebut berita karena tidak ada unsur opini pribadi di dalamnya.

So, ready to be blogger journalism?
Pak Heru dengan ekspresi wajahnya yang lucu

http://sosbud.kompasiana.com/2014/11/02/mau-menjadi-blogger-journalism-baca-tips-ini-689145.html
Reaksi:

5 komentar:

  1. Nice share mak tapi kayaknya aku jadi blogger ibu2 yg lemah lembut baik hati dan tidak sombong saja heheeee

    BalasHapus
  2. yg susah yang it's new. soalnya kebanyakan kesimpen di folder mak yg update update malahan.. hahhahaha.. makasih sharingnyaaa

    BalasHapus
  3. aku bikin artikel wisata dan kuliner di semarang coret modelnya berita gitu, tapi reportase ala-ala gitu hahaha

    BalasHapus
  4. I'm not ready hehe..soalnya keseringan curcol sih di blog dan kalau mau membahas sesuatu semacam reportase mungkin larinya ke penilaian subjektif :D

    BalasHapus
  5. Wah, kudu belajar nulis lagi ini mah sayanya biar bisa jadi blogger journalism gitu...Semangat! :)

    BalasHapus

Terima kasih sudah berkunjung di lapak sederhana EDibaFREE. Komentar Anda akan sangat berarti buat kami...