29.8.14

Kuliah umum FTP UGM 27 Agustus 2014

Food Industry in Indonesia

by Joko Mogoginto

To be professional first, entrepreneur is bonus

Apakah bangsa Indonesia tidak bisa memproduksi produk-produk yang bagus kualitasnya, khususnya rasanya, menarik desain kemasan, dan menawarkan harga terjangkau?

Produk ada DNA nya. Seperti kemasan Taro harus berwarna hijau dan tulisan model itu, warna kuning? Itu berdasarkan persepsi masyarakat, DNA:image yang melekat pd produk.

GDP tahun 2012 9ribu trilyun. Bidang pangan 2ribu trilyun. Peluang kerja sekitar 24% dong yaa...
Sekitar 80% barang minimarket adalah wlayah kita
Jika pertumbuhan ekonomi 6%, GDP 13: 9.083.972 billion, maka new oppurtunity adalah 1.5 trilion/day

Food industry players in comfort zone:
1. Doesn't have quality standart
2. Only rely on pricing strategy to attract consumer
3. Not comply with regulation
4. Weak in pengawasan makanan
*Bonus demography. Usia produktif(15-64 thn) lebih banyak daripada usia non produktif.
* asean community on December 2015--) Indonesia is 60% of asean market.

Go to global market n feed the world. How to reach it?
Change mindset:
Optimize the skills in knowladge, well prepared/planned, well managed

Menjadi profesional, berarti:
1. Konsolidator: melanjutkan
2. Pembangun: membesarkan
3. Manajer: mengorganisasi
4. Eksekutif: bergantung pd org lain/teamwork

Supaya sukses,haruslah punya goal yg spesifik,well planned, dan tertulis.

Stay hunger. Stay foolish.

Joko.ms@tigapilar.com
Joko Mogoginta(Ceo TPS, alumni tphp 86)

Baca keseruan lain seputar Food Technology. Plis klik: I'm proud to be food technologist!
Reaksi:

0 komentar:

Poskan Komentar

Terima kasih sudah berkunjung di lapak sederhana EDibaFREE. Komentar Anda akan sangat berarti buat kami...