22.2.14

Summary Kuliah Child Nutrition and Cooking Stanford University (Week 5)

Food Allergies

Food allergies semakin meningkat. Sehingga, dari 2004, perusahaan makanan wajib mencantumkan peringatan bila mengandung delapan makanan pemicu alergi (kacang-kacangan, susu, ikan, udang, gluten, dll)
Mempunyai alergi makanan terkadang merepotkan, karena harus membawa makanan sendiri, dan tidak bisa sembarangan berbagi makanan.
Bila anak kita memiliki alergi makanan, tetaplah memberi makanan yang bebas allergen kepada anak, buat makanan semenarik mungkin sehingga anak tetap makan dengan fun. Perhatikan label saat membeli makanan, dan usahakan meminimalkan penyimpanan makanan yang mengandung allergen.

Melihat Label Makanan

1. Yang utama perhatikan kalori. masuk akal tidak kalori untuk sekali sajian(per serving). Perhatikan juga  'amount per serving'nya.
2. Perhatikan total lemak. Kurangi lemak dari makanan olahan. Perhatikan juga total garam(natrium/sodium)
3. Setelah lemak dan garam, perhatikan jumlah gula pada makanan olahan.
4. Perhatikan kadungan mikronutrien(vitamin dan mineral). Mikronutrien ini bagus, tetapi tetap masih lebih baik mikronutrien dari buah dan sayuran segar, walaupun mereka tidak diberi label nutrition fact!

Stew

Merupakan teknik memasak di zaman purba yang masih digunakan sampai saat ini. Slow cooking sih prinsipnya. Kalau di Indonesia, stew ini kayak semur deh. Cara bikinnya gampang banget. Semua bahan dicemplungin terus dimasak di api kecil sampai sekitar dua jam. (Wah, kalo pake arang mantap banget nih pasti, jadi kangen Ponorogo).
kalau di kuliah Maya Adam kali ini, bahan yang diperlukan adalah daging sapi, wortel, dan kentang. Daging dibumbui garam, rempah-rempah seperti lada dan bubuk cabai.
Siapkan panci, campur kaldu ayam, jus buah(apel), [potongan bawang bombay, wortel, kentang, dan daging sapi, terus masak deh di panci tertutup dengan api kecil selama lebih kurang dua jam.
(Aslinya video kuliahnya mati pas lagi nyampur kaldu sama jus buah, tapi kira-kira lanjutannya kayak begitulah, dari hasil searching buat stew).

Salad Dressing

Salad adalah makanan yang menyehatkan. Dianjurkan mengenalkan salad pada anak sedari kecil. Mengajak anak berbelanja dan bertanam buah dan sayur untuk salad akan menambah antusias anak makan salad.

Di kuliah kali ini, Maya Adam memberikan resep membuat bumbu salad. Daripada beli bumbu salad kemasan.
Jujur,  aku taruhan jauh lebih enak 'salad dressing' Indonesia alias bumbu rujak ataupun bumbu pecel. Habisnya salad dressing resepnya Maya Adam ini adalah resep salad dressing ala Amrik, yaitu campuran lemon+olive oil+bawang putih+ garam+lada+madu+ vinegar. nah vinegarnya ini yang bikin ragu, takutnya haram, ya kan?

Food's Enviromental Impact

Apa yang baik buat dirimu adalah baik untuk lingkunganmu.
Pilihlah protein nabati lebih sering daripada protein hewani, karena tumbuh-tumbuhan menghasilkan lebih sedikit sampah(waste) dibanding hewan. Emisi gas yang dihasilkan tetumbuhan juga lebih sedikit dibanding hewan
-->Alasan bagus buat jadi vegetarian, tapi bukan berarti daging-dagingan dilarang loh ya. Apalagi anak-anak yang butuh banyak protein dan energi.

Taste & Flavor

Lidah untuk mencecap, memiliki otot yang terkuat dari tubuh. Dapat membantu memindahkan makanan di sekitar mulut dan menelan makanan dengan menekan epiglottis.Lalu meringsek masuk ke eshopagus. Bila tidak ada epiglottis, makanan bisa masuk ke trakea/batang tenggorok, untung ada sekatnya ya...
Nah, saat makan, kita dapat mencium aroma karena hidung masih 'satu wilayah' dengan mulut. Aroma dari hidung dan rasa dari lidah dikirimkan ke otak lalu kita menyadari apa yang dimakan.
Dalam lidah, ada bermacam reseptor rasa. Manis, asam, asin, umami, pungecy(pedas), berlemak, dan lewat lidah kita juga bisa menyadari suhu makanan yang kita makan.
Nah, sensitivitas bau yang bisa dirasakan hidung dapat mencapai 80% dari keseluruhan rasa di dalam makanan.
Orang yang penciumannya berkurang pastilah berkurang selera makannya.
indra pencecap dan pembau kita sensitif terhadap rasa makanan. Dengan cepat otak akan menyadari makanan yang kita makan. Bila rasanya tidak enak, maka otak akan menolak dan lidah akan reflek untuk melepeh.(fungsi preferences and warning).
Makanan sehat seperti sayur-sayuran terkadang tidak begitu disukai, tak terkecuali untuk anak-anak. Namun kita bisa mengakali dengan memberi rasa, seperti manis, asin, asam, umami,  pedas/spicy, dan berlemak. Untuk mendapatkan rasa itu kita bisa bereksperimen dengan madu untuk rasa manis, garam untuk rasa asin, lemon untuk rasa asam, bawang untuk rasa umami, lada untuk rasa pedas, dan olive oil untuk rasa berlemak.


Melindungi Kesehatan Anak

Kesehatan anak dipengaruhi oleh keluarga, komunitas, dan negara tempatnya bernaung.

Faktor-faktor yang mempengaruhi:

Dalam lingkup keluarga:
1. Tingkat pendidikan orang tua
2. Status Sosial Ekonomi
3. Kondisi rumah tempat tinggal
4. Waktu luang bersama keluarga

Dalam lingkup Komunitas:
1. Keamanan lingkungan
2. Akses transportasi
3. Fasilitas kesehatan
4. Fasilitas peribadatan
5. Fasilitas pendidikan, dll

Dalam lingkup negara:
1. Pendapatan per kapita
2. Akses kesehatan
3. Kestabilan politik
4. Peraturan perundang-undangan
5. Subsidi pemerintah
6. Kebudayaan dan gaya hidup

Contohnya di US. Subsidi pemerintah untuk bahan baku makanan olahan seperti jagung, membuat industri makanan olahan semakin menjamur. Belum lagi iklan makanan cepat saji yang tentu saja sangat menggoda anak untuk mengkonsumsinya.
Sebagai ibu, Maya Adam merasa perlu untuk mengedukasi kita semua tentang pentingnya makanan sehat. Siapa tahu dari hal kecil ini dapat merubah dunia.

Apa sih yang ngga dengan internet?ya ga? haha...

Baca keseruan lain seputar Food Technology. Plis klik: I'm proud to be food technologist!
Simak juga resume kuliah online yang pernah kuikuti: Kuliah Online
Reaksi:

0 komentar:

Poskan Komentar

Terima kasih sudah berkunjung di lapak sederhana EDibaFREE. Komentar Anda akan sangat berarti buat kami...