10.2.14

Summary Kuliah Child Nutrition and Cooking Stanford University (Week 4)

With Maya Adam MD

Growing Kitchen Garden

Di kuliah kali ini, Maya Adam menggandeng master gardener Rita Bottini. Menurut Rita, bertanam itu tidaklah sulit. Apalagi sekarang banyak dijual benih tanaman siap pakai, lengkap dengan petunjuk penanamannya.
Mengajak anak bertanam terbukti membuat anak semakin menyukai buah dan sayur. Di sekolah, Rita bersama para murid menanam sendiri salad mereka. Para murid tampak antusias makan salad dari kebun sendiri.
Dasar teknik bertanam dalam pot dijelaskan Rita dalam kuliah kali ini. Langkah-langkahnya sebagai berikut:

  1. Isi tanah ke dalam pot, padatkan, tapi jangan terlalu padat. Biar ada udara di sela-sela tanah.
  2. Pelajari karakteristik tanaman. Apakah harus pada kedalaman tertentu dari tanah, atau malah hanya disemai di permukaan tanah. Karakteristik ini umumnya dijelaskan di kemasan.
  3. Siram benih dengan semprotan.
  4. Tutup dengan plastic wrap untuk memberi efek rumah kaca (green house). Setelah benihnya berkecambah(germinasi), segera buka plastic wrap. Pemberian wrap juga berguna untuk mencegah benih tetap lembab.


Sebaiknya menyiapkan sedikit space di rumah untuk tanaman buah, sayur, dan bumbu dapur.
Keuntungan dari bertanam:
1. Memperoleh bahan makanan yang segar setiap saat
2. Berkebun akan meningkatkan konsumsi anak pada buah dan sayur.
3. Meningkatkan kecerdasan naturalis anak (ini sih ga ada di video kuliah, hehe)

Apa sih pangan organik itu?

Seorang ahli ilmu bumi (earth sciences) di Universitas Stanford, Hannah Coreman menjelaskan bahwa terjadi pergeseran makna kata 'organik' dari arti sesungguhnya. Label organik dianggap sama artinya dengan 'sehat'. Termasuk pada makanan olahan berlabel organik.  Padahal, makanan segar tanpa label organik tetap lebih sehat daripada makanan olahan yang diberi label organik.
Menurut Hannah, definisi kata organik menurut US Departement of Agriculture meliputi buah dan sayur serta ternak.  Buah dan sayur organik berarti buah dan sayur yang bebas dari pestisida buatan, pupuk, GMO, dan  endapan limbah(zero waste kali ye?rada kurang paham sih maksud 'sewage sludge used' itu).
Pestisida dan pupuk memang meningkatkan produksi pertanian, tapi sebenarnya menimbulkan dampak negatif pada lingkungan dan kesehatan. Pupuk dan pestisida terbuat dari minyak bumi yang dapat meningkatkan global warming.Penggunaan berlebihan dapat mencemari sumber air, dan menimbulkan super bugs (hama menjadi resisten terhadap pestisida).

Ternak organik, berarti ternak itu minimal dari paparan antibiotik dan hormon pertumbuhan. Di negara seperti di Canada, bahkan penggunaan antibiotik dan hormon pertumbuhan dilarang untuk semua ternak yang bersertifikasi organik.

Pangan Lokal dan Pangan Berkelanjutan (Sustainable Eating)

Pangan lokal adalah makanan segar yang terbaik yang bisa kita makan. Bila dibandingkan dengan pangan non lokal, maka pangan lokal memiliki keunggulan:

1. Lebih segar.
2. Nutrisi lebih banyak.
3. Rasa lebih enak
4. Sisa karbon selama penyimpanan lebih sedikit, sehingga meminimalkan emisi gas.

Hal ini dikarenakan waktu dan jarak tempuh yang relatif singkat sehingga kerusakan pangan lebih minimal.

Selain manfaat dari segi nutrisi dan kesegaran, memilih pangan lokal dapat membantu perekonomian lokal, seperti pedagang pasar.

Di US, lebih dari 25% berbelanja di Walmart(kalo disini carrefour kali yak?). Padahal harga barang yang dijual umumnya lebih mahal daripada di pasar. Hal ini karena ada komponen biaya pengemasan dan pengiriman yang meliputi harga barangnya. Belum lagi hasil keuntungan itu hanya dinikmati si pemilik Walmart. Yang buat petani mah pasti sedikit sekali, ya gak?
Coba kalo kita berbelanja di pasar, sebagian besar keuntungan pasti dinikmati petani dan pedagangnya.

jadi, semakin sering kamu membeli pangan lokal(di pasar lokal), itu akan baik untukmu, masyarakat sekitarmu, dan lingkunganmu.

Kasus: Bila tersedia pangan lokal tetapi tidak berlabel organik, dan ada pangan non lokal tetapi berlabel organik, manakah yang lebih diutamakan dipilih? Menurut Maya Adam, tetap pangan lokal yang dipilih, kerena pertimbangan kesegaran dan nutrisi. (Kalo di Indonesia mah ga berlabel karena 'wong ndeso' juga ga paham istilah organik segala, hehe)

Healthy People= Healthy Planet

Tentang Daging merah-Sapi.

Makanan sapi zaman dulu= Rumput. Rumput mendapatkan energi dari matahari dan nutrisi dari kotoran sapi. Ini yang disebut 'closed loop'. Rantai makanan tertutup sepertinya ya?

Makanan sapi sekarang= CAFO(Concentrated Animal Feeding Operation). Lebih murah dari rumput. Lebih padat, jadi dengan volume sama, bisa memberi makan lebih banyak sapi. CAFO membuat sapi lebih cepat gemuk, sehingga lebih cepat dijual dan disembelih. Tetapi pengadaan CAFO tidaklah semudah pengadaan rumput.
Untuk membuat CAFO diperlukan tanaman jagung yang banyak. Dalam pertumbuhannya, tanaman jagung mendapatkan nutrisi tidak hanya dari matahari. Jagung diberi pestisida dan pupuk untuk pertumbuhannya. Dalam pengolahannya, CAFO juga ditambahkan antibiotik sehingga sapi lebih sehat. Padahal, antibiotik ini malah memicu 'superbugs'. Dikhawatirkan bakteri parasit yang seharusnya bisa dibasmi dengan antibiotik justru resisten dengan antibiotik tersebut.
Nah, kotoran sapi yang zaman dahulu biasa digunakan sebagai pupuk alami justru menjadi poluttan, tidak berguna.
Dengan penjabaran di atas, tampak bahwa ada ketidakseimbangan alam dikarenakan 'keserakahan' manusia dalam memproduksi sapi.

Sumbangan Emisi Gas Daging Merah terhadap Efek Rumah Kaca (Green House)

Daging merah sisa menyumbang emisi gas tertinggi dibanding pangan sisa lain. Sekitar 27 emisi gas dilepaskan untuk setiap kilogram daging yang terbuang.
Ayam sisa masih lebih rendah, yaitu sekitar 10 emisi gas per kilogram daging. Emisi gas terendah dihasilkan pada sayuran sisa seperti brokoli dan tofu.

Pesan dari sub bab ini:
1. Kurangi konsumsi daging merah
2. Perbanyak konsumsi sayuran

Baca keseruan lain seputar Food Technology. Plis klik: I'm proud to be food technologist!
Simak juga resume kuliah online yang pernah kuikuti: Kuliah Online
Reaksi:

0 komentar:

Poskan Komentar

Terima kasih sudah berkunjung di lapak sederhana EDibaFREE. Komentar Anda akan sangat berarti buat kami...