26.2.14

Harapan dan Khayalan

"Kalo suka sama orang, kenapa ya kita jadi gampang kecewa sama orang itu?"
Winda temanku menggulirkan pertanyaan ini padaku.
Bener banget. Virus merah jambu memang selalu bikin kita berbunga-bunga, bahagia, tapi juga galau, sedih, sampai kadang marah-marah. Salah satu yang bagai dua sisi mata uang adalah kita menjadi berharap lebih dari orang yang kita sukai. Berharap itu memang perlu, apalagi kita mahluk sosial yang tentu butuh orang lain. Berharap dengan orang yang kita sukai itu wajar banget. Sayang kadang kita jadi lebay, berharap diperlakukan lebih. Padahal ya gebetan juga manusia. Ga selalu bisa memenuhi mau kita. Apalagi kalo ternyata cinta kita bertepuk sebelah tangan.*hag desh
Dalam sebuah film Thailand 'a crazy little thing called love', diceritakan bahwa kekuatan cinta bisa membawa seseorang menjadi lebih baik. Terbukti, tanpa sebuah ikatan bernama 'pacaran', kalau memang udah jodoh mah pasti ketemu lagi.
Susah ya mempercayai hal seperti itu? Mudah sih kalau kita hanya berharap pada Allah, pasrah pada apa yang ditakdirkan Allah. Tapi kadang manusia suka sok keminter(termasuk aku). Kita berlagak menyusun skenario hidup kita, skenario cinta kita. Padahal sebenarnya skenario Allah itu paling luar biasa. Paling terbaik buat kita. Cuma kitanya aja yang terlanjur punya mindset tertentu tentang 'bahagia', akhirnya ketika ga dapat kekasih yang kita damba, ga dapat kehidupan impian kita, langsung deh berasa dunia jahat, ga berpihak pada kita. Parahnya mengumpat Allah. Hiii, tobat, tobat!
Jangan ngimpi kisah cinta kita sedramatis FTV, film drama, ataupun novel. Karena hidup kita bukan drama, hidup kita adalah untuk beribadah pada Allah dan menyebarkan manfaat sebesar-besarnya pada kehidupan sosial dan lingkungan kita. Jauhin diri dari angan-angan bakal hidup mewah dan diberi kejutan bunga dan coklat. Yang di cerita cuma nampilin sisi indahnya aja. Ga bakal deh diceritain gimana mereka bisa hidup mewah, kali aja dapet dari korupsi? Hehe. Kayaknya ga kerja tapi kok harta berlimpah? Seolah-olah enak ya jadi bos, cuma mikirin percintaan doank.Padahal jadi bos mah ribet, salah-salah malah kesandung kasus dan dapet ancaman pembunuhan.  Tapi sayang, ‘sisi kelam’ dari kehidupan mewah yang kayak gitu ga komersil buat dibahas. Bisa anjlok ratingnya kalo yang dibahas terlalu 'real'. Karena terkadang kita memang mengikuti fiksi semata-mata untuk melampiaskan angan-angan dan khayalan. Dari angan-angan punya cowok tampan dan kaya, punya wajah rupawan, sampai hidup serba nyaman dan mewah. Makanya film yang mengisahkan drama gadis miskin dapet cowok kaya pasti banyak peminatnya. Bisa dibilang kisah 'Cinderela' seperti ini memang mewakili sebagian besar khayalan orang di dunia.
Sayang ya, mungkin ga sih yang kayak begini gara-gara kita sedari kecil didongengin tentang drama yang kurang mendidik? Semua orang digambarkan hitam dan putih, padahal aslinya semua orang punya sisi baik dan sisi jahat. Porsinya aja yang beda-beda. Terus kita dicekoki dengan pandangan bahwa cantik itu harus putih, langsing, hidung mancung, dll. Yang ga punya semua itu jadi minder dong? Semua dipandang fisik semata. Ya pantes aja banyak yang frustasi punya wajah kurang menawan. Banyak dongeng yang beredar menggambarkan gadis yang baik itu berwajah cantik, kalo yang jahat wajahnya jelek kayak kakaknya Cinderela itu. Lah, semakin ditindas nih yang mukanya jelek. Stereotipenya wajah jelek:hati jelek. Parah! Untung sih aku tengah-tengah. Cakep banget kagak, jelek juga kagak, kalo ga bisa minta oplas aku, hehe..
Coba deh, yang banyak diceritakan itu lagenda, kisah nyata. Lagenda para nabi, sahabat nabi, dan kisah-kisah dalam Al-Quran. Selain nyata dan sangat mungkin terjadi dalam diri kita, tentu saja dongeng seperti ini tidak akan 'mempersuram' dan 'mempertakut' anak-anak yang kebetulan tidak dianugerahi wajah rupawan. Dongeng seperti ini Insya Allah akan mendekatkan mereka pada Allah dan menyadari esensi mereka hidup di dunia. Kisah cinta antara lelaki dan perempuan hanyalan sebagian kecil dari romantika kehidupan kita. Lebih banyak 'cinta' lain yang harus dipikirkan. Dan hanya cinta kepada Allah lah kita berharap.

*gampang ngomongnya, tapi susah nerapinnya. Sama-sama ngingetin ya Sobat!
Reaksi:

0 komentar:

Poskan Komentar

Terima kasih sudah berkunjung di lapak sederhana EDibaFREE. Komentar Anda akan sangat berarti buat kami...