3.1.14

Review Film: Journey to the west (pemburu siluman)


Di perjalanan naik jet foil ke Bangka, kami disuguhi film Asia (ternyata karyanya Stephen Chow bo) yang bercerita tentang Tong Sam Chong, gurunya kera sakti itu loh.
Cerita diawali dengan pendeta gadungan yang menangkap pari. Dibilangnya pari itu silumannya. Warga mengelu-elukannya. Tiba-tiba ada seorang cowok kriwil yang mengaku pemburu siluman betulan. Dia bilang itu mah pari biasa cuma gede aja. Siluman aslinya belum muncul. Pendeta gadungan ga terima dan menghasut warga untuk menyingkirkan si kriwil. Si kriwil jadi bulan-bulanan warga deh.
Warga akhirnya bisa melaut lagi. Untuk merayakannya para warga berenang di air. Tiba-tiba siluman betulan muncul,kriwil memburu siluman. Dengan keterampilan seadanya dan sedikit memaksa pendeta gadungan untuk membantu, akhirnya siluman berhasil ditaklukan. Seharusnya ketika siluman dilumpuhkan, langsung saja dibasmi, tapi kriwil berkeras utk mengembalikan kebaikan siluman seperti buku 300 myth rhymes. Eh, doi gagal, dan silumannya hampir saja kuat lagi. Untunglah ada pemburu siluman profesional yang datang. Si siluman langsung dilumpuhkan dan diperangkap dalam sebuah tempat kecil.
Pemburu siluman profesional ini adalah seorang wanita cantik, bisa ditebak kalo nanti ada romansanya.
Benih-benih cinta pun muncul saat mereka tak sengaja bertemu kembali dalam pertempuran melawan siluman babi. Selain kuat, siluman babi ini punya banyak anak buah siluman. Pemburu siluman cantik-kita sebut saja si cantik ya- berhasil melawan pengikut siluman babi satu per satu. Si kriwil disuruh nunggu di belakang, habisnya doi kayak orang bingung gitu sih. Sampai akhirnya saat pertarungan satu lawan satu dengan siluman babi. Cincin pengikat siluman si cantik ga berhasil melumpuhkan siluman babi dengan mudah. Sampai akhirnya si cantik berhasil melingkarkan cincin ke leher siluman babi. Namun, karena kuat, mutiara setan yang ada di mulut siluman ga bisa diambil si cantik dengan mudah. Si cantik pun meminta pertolongan kriwil. Kriwil pertamanya ngeri banget harus ciuman sama babi biar bisa ngambil mutiara tersebut. Namun kriwil ga ada pilihan lain. Bisa-bisa mereka mati di tempat kalau ga langsung bertindak. Setelah berciuman dengan babi, mutiara itupun merasuki tubuh kriwil, si cantik langsung mengambil mutiara tersebut dengan cara mencium kriwil, lalu mutiara itu dimuntahkan ke karung kecil. Sayangnya siluman babi masih bisa pulih dan malah berubah ke wujud yang lebih menyeramkan. Kriwil dan cantik akhirnya melarikan diri.
Setelah kondisi aman, barulah cantik menyadari lengannya terluka. Langsung saja dibuka bajunya sebagian, dan kriwil diminta menekan lukanya. Tentu saja kriwil ga mau, karena kriwil penganut Budha yang taat. Tapi karena ga ada pilihan lain, akhirnya Kriwil pun menyentuh si cantik.
Si cantik malah jadi penasaran dengan kriwil. Hari gini gitu malah takut grape-grape cewek? Penasaran itu pun berubah menjadi kekaguman, saat kriwil bercerita bahwa dia memburu siluman bukan dengan tujuan uang, tapi dengan tujuan menyebarkan kebaikan. Ibaratnya kalo muslim, soleh banget deh ni orang.
Karena kesolehannya, si cantik jadi tergila-gila dengan kriwil. Sampe kriwil pun dijebak dengan bantuan anak buahnya si cantik. Pura-puranya si cantik dan kriwil ditawan maniak pemburu siluman yang ga mau tersaingi pemburu siluman lain. Si cantik mengajak kriwil berakting layaknya suami istri. Tapi ujung-ujungnya ketahuan deh. Ngambek deh si kriwil. Romansa si cantik dan kriwil dikemas lucu. Atas saran anak buah yang ga lain adiknya, si cantik disuruh feminin di hadapan kriwil. Tetapi, si cantik mah ga ada lembut-lembutnya. Akhirnya pakai jimat peniru, dimana nanti si cantik akan menirukan gerakan feminin adiknya.
Cerita menjadi lucu ketika ternyata si adik malah bertingkah di luar kendali gara-gara ada temannya yang minta tolong. Jadilah malah si cantik pukul-pukul kriwil. Begitu sadar, si cantik pun pergi kaena malu. Eh, jimatnya nempel di kriwil, jadi deh kriwil malah grape-grape anak buah si cantik yang cowok.
Lalu, tiba-tiba siluman babi muncul kembali. Kereta si cantik pun dikemudikan dengan kecepatan penuh, pakai tenaga manusia lagi. Huhu. tiba-tiba siluman babi menghadang dari depan, dan si cantik pun melempar kriwil keluar. Kereta pun hancur berkeping-keping saat menabrak babi.
Saat itu terlihat kriwil cemas dengan si cantik. Tapi sampai disitu kriwil masih tidak mengakui, sepertinya sesuai ajaran Budha ya? Tidak boleh terpikat wanita. Padahal aslinya suka tuh.
Saat sedang melawan siluman babi, tiba-tiba datang si kaki besar, siluman macan yang baik, terus ada tokoh pangeran menarik-tapi impoten-. Aku ga begitu paham, mereka ini Dewa atau apa. Yang jelas, saat itu mereka bertiga berhasil melumpuhkan siluman babi, sayangnya babi belum bisa dikalahkan, habis mereka egois sih. Masing-masing ga mau kerjasama buat melumpuhkan babi. Maunya dapet nama sendiri.
Lalu, si kriwil diberi nasehat gurunya untuk ke bukit teratai. Disana doi disuruh minta tolong siluman kera(sun go kong) yang diperangkap disana untuk membantu mengalahkan siluman babi. Berbekal keyakinan pada nasehat gurunya, kriwil pun ke bukit teratai. Aslinya sih doi ga percaya lagenda kera sakti itu beneran ada.
Sampai di sana, ternyata benar ada kera saktinya. Kera sakti ini punya kebencian mendalam terhadap Budha karena Budha mengurungnya selama lebih dari 500 tahun. Ada pesan filosofis dalam perbincangan kera dan kriwil. Dibilangnya bahwa, Budha akan percaya dan membebaskan kera, asalkan kera mau tulus berbuat kebaikan. Tapi dasar kera ini ndableg, doi masih aja ga percaya. Dia bilang, ga mungkin lah mau berbuat sesuatu tanpa ada pamrihnya. Lah, padahal kriwil melewati segala perjuangan itu juga tanpa pamrih lo. Semua demi Budha. Akhirnya melihat ketulusan kriwil, kera sakti setuju membantu.
Disusunlah rencana untuk membuat siluman babi keluar dengan tarian cewek cantik di bawah bulan purnama. Siluman babi kan masih sangat mencintai istrinya, jadi pasti bakalan keluar kalau diumpankan begitu. Nah, masalahnya siapa cewek cantiknya? Masak iya kriwil mau menyamar. Terus tiba-tiba si cantik yang sedari tadi mengikuti kriwil pun muncul. Dia pun menawarkan diri.
Saat si cantik menari di bawah bulan purnama. Terlihat sekali bahwa kriwil terpesona. Lalu, siluman babi pun muncul. Mereka berdua, kriwil dan cantik bersatu melawan siluman babi. Si kera ga bisa ngapa-ngapain, wong dia terjebak di gua. Kali ini siluman babi benar-benar lenyap dan berubah menjadi gantungan kunci babi.
Akhirnya. Si cantik lagi-lagi menggoda kriwil. Kali ini cantik melamar kriwil dihadapan kera sakti dengan cincin pelumpuh siluman sebagai mas kawinnya. Kriwil ga mau, tapi cincin itu ga bisa dilepaskan. Kriwil malah mau potong jari tangannya.
Si cantik akhirnya menyerah dan pulang dengan patah hati.
Kriwil sebenarnya juga patah hati. Hatinya jadi melow, sehingga tanpa sadar dijebak untuk memetik teratai yang merupakan segel alias pengurung tidak nampaknya kera sakti.
Kali ini kera sakti menunjukkan sifat aslinya yang apatis dan tidak percaya Budha, bahkan sangat membencinya. Dia benci sama kriwil yang sangat percaya Budha. Ditantangnya Budha untuk menolong kriwil. Kriwil tidak boleh menungkupkan tangan dan berdoa. Kera menjadi marah dan menjambak-jambak kriwil sampai botak. Cantik yang belum benar-benar pergi akhirnya membantu melawan kera. Tapi kera sanatlah sakti. Demi kriwil, cantik akhirnya meregang nyawa. Menjelang kematiannya, kriwil akhirnya mengakui kalau sebenarnya suka si cantik dari awal bertemu. Kriwil berjanji akan mencintai si cantik sampai 1000 tahun, bahkan 10.000 tahun. Namun cantik cuma ingin dicintai saat ini. Lalu doi pun menghembuskam nafas terakhir Cincin pelumpuh siluman lalu diambil kriwil dan disematkan ke jarinya sendiri. Tak lama kemudian jasad cantik dihempaskan kera sampai berkeping-keping.
"Mana Budha mu? Kok ga bantu?" Ejek kera. Namun kriwil yang sekarang botak tetap kekeuh berdoa. Datanglah bantuan tiga serangkai, pangeran menarik, kaki besar, dan macan membantu kriwil. Tapi ternyata mereka pun kalah dengan si kera sakti. Endingnya, si kriwil berbah menjadi bersih dan bercahaya. Ow...ow..rupanya kriwil ini adalah Tom San Chong. Dengan bantuan budha, kera sakti berhasil dilumpuhkan. Kemudian cincin pelemah siluman disematkan ke kepala si kera.
Ending yang menurutku rada dipaksakan, setelah itu digambarkan si kriwil alias Tong Sam Chong ini ke barat mencari kitab suci bersama siluman babi(Pat Kay) dan siluman kera( Sun Go Kong) yang tadi dilumpuhkan dan sudah tobat. Satu lagi, harusnya siluman ikan yang pertama dilumpuhkan ya? Tapi kalau di film kan pengikut ketiganya hanyalah manusia biasa bernama Mu Cing.
Overall, film ini sangat menghibur, walaupun aku pribadi kurang suka kisah fantasi, namun sang sutradara mampu dengan apik menyajikan scene demi scene. Animasinya juga menarik. Kekonyolan alias komedi khas film Asia mampu membuat tawaku terbahak keras di kapal. Belum lagi romantisme kriwil dan cantik yang bikin ikut gregetan. Pengennya sih mereka happily everafter, tapi ga jadi cerita Thong Sam Chong dong kalo gitu. Walaupun aku muslim, tapi aku sepakat dengan prinsip hidupnya kriwil. Ending si kriwil membawa siluman babi dan siluman kera mencari kitab suci ke barat membuktikan teori kitab 300 myth ryhmes yang dibacanya. Aku seperti kriwil juga dengan naif sangat percaya bahwa semua dari kita dilahirkan baik dan sejahat apapun mampu berubah menjadi baik. Selain itu, bekerja dengan tulus untuk beribadah (bukan karena uang ataupun popularitas) haruslah dicontoh. Sikapnya yang menghindari zina dengan cantik juga aku acungi jempol. Film ini sangat inspiratif dengan dialog-dialog yang terkadang filosofis. Terlepas dari khayalannya diluar logika, mungkin aku bisa menilai film ini 4 dari 5 bintang. Aku suka film ini karena berhasil menghiburku di kapal yang rada mabok karena gelombang yang tinggi.
Budaya Budha sangat kental terasa di film ini. Gara-gara ini aku jadi searching tentang perjalanan ke barat ini. Rupanya sosok Tom san Chong ini ada di kehidupan nyata. Aslinya adalah biksu bernama Xuan Zhang. Bedanya doi ke barat(India) seorang diri, dan rintangan ke barat lebih masuk akal namun juga mematikan. Karena Xuan Zhang pergi tanpa paspor, karena memang tidak diizinkan. Di perjalanan pun harus melewati gurun dan hutan tanpa persediaan air dan makanan yang memadai, rintangan ini justru real dan lebih mematikan dibanding rintangan melawan siluman. Kalo siluman kan udah jelas serem dan mematikan. Tapi kalau gurun pasir dan pejabat pemerintah? Mereka ga kelihatan serem tapi lebih 'mematikan'.
Reaksi:

0 komentar:

Poskan Komentar

Terima kasih sudah berkunjung di lapak sederhana EDibaFREE. Komentar Anda akan sangat berarti buat kami...