2.12.13

Tips Sederhana untuk Berhemat

Tidak bisa dipungkiri, kebutuhan hidup sekarang sudah semakin mahal. Uang bagaikan air yang mengalir dengan debit tinggi. Baru tarik ATM sejuta, eh tahu-tahu 3 hari uangnya sudah ludes saja. Kadang suka heran, uang kok gampang banget habis, apa ditilep tuyul ya? Eits, jangan buru-buru nyalahin tuyul dulu. Coba deh evaluasi pengeluaran.

1. Setiap pengeluaran haruslah dicatat.
Kita bisa mencatat di buku, di excel komputer, atau yang paling praktis, install program 'expense manager' yang banyak di android store, app store, dan bbm store. Kalo yang belum punya smartphone, ada baiknya ganti hpnya dengan android murah yang ga sampe sejuta. Beneran smartphone itu worthed banget loh bikin kita jadi lebih smart.*nyengir cerdas mode on

2. Tentukan budget masing-masing pos
Setelah mencatat pengeluaran dengan konsisten selama sebulan, nanti bakal kelihatan biaya terbesar yang dikeluarkan selama sebulan dari pos apa. Taruhan deh, pengeluaran terbesar pasti di makanan(termasuk makan di luar, ngopi-ngopi, dll). Nah, pengeluaran sebulan ini dijadikan acuan untuk membuat budget bulan selanjutnya. Coba perhatikan pengeluaran yang tidak perlu. Hapuslah. Buatlah budget seminimal mungkin. Dan patuhilah budget itu.

3. Kreatif menghemat pengeluaran makan di luar
Salah satu pos yang paling gampang diutak-atik adalah pos makanan. Seringkali uang kita habis buat kafe atau makan di restoran. Coba deh kegiatan itu dikurangi frekuensinya. Akan lebih baik lagi, bila sehari-hari ke kantor membawa bekal dari rumah. Kegiatan kafe dan makan di restoran cukup dilakukan maksimal sekali seminggu.

4. Kreatif mencari acara akhir pekan gratis
Budaya masyarakat Indonesia rata-rata konsumtif. Lihat saja bila akhir pekan, mall pasti ramai oleh keluarga yang menghabiskan akhir pekan. Padahal, selain akan menghabiskan uang, juga sebenarnya sisi edukatifnya kurang baik buat anak. Yah, gimana ga menghabiskan uang? minimal kita akan keluar uang untuk parkir yang biasa ditarif perjam, dan makan di restoran yang pasti mahal. Apalagi bakal banyak toko-toko yang bikin kita 'ngiler' belanja, padahalbarang tersebut  ga terlalu diperlukan. Hal ini bakal dicontoh anak lo. Nah, lebih baik kalo ga perlu belanja bulanan, ga perlu deh ke mall. Explore saja sekitar rumahmu. Ajak anak bermain kemah-kemahan atau bertanam. Selain itu, mengajak anak bersepeda keliling perumahan dan berenang pasti asyik. Percayalah kalo anak tidak butuh materi berlimpah. Anak hanya perlu diberi perhatian dan sentuhan. Lihatlah, ketika dalam sekali pekan saja absen belanja di mall, berapa rupiah yang bisa ditabung?

5. Kreatif menyediakan fasilitas belajar anak
Kalo untuk yang satu ini, ga ada istilah penghematan. Karena inilah warisan terbesar kita buat anak, menyediakan fasilitas belajar anak. Fasilitas disini mencangkup memilih sekolah, buku pelajaran, dan pengadaan sarana belajar seperti meja tulis yang layak ataupun alat musik, bila anak tertarik belajar musik. Pastikan fasilitas yang kita berikan sesuai dengan keinginan anak. Oleh karena itu, orang tua perlu jeli memperhatikan minat dan bakat anak dari hobi anak, dan memperhatikan hal-hal yang membuat anak berbinar-binar. Jangan sekalipun memfasilitasi kegiatan yang kita mau, tetapi anak tidak mau. Karena itu percuma dan pemborosan. Ajarkan anak konsekuensi dari dini bila ternyata inkonsisten dengan pilhan belajarnya. Seperti, bila ternyata anak bosan les piano dan ingin les gitar, jangan langsung dituruti, tetapi suruh anak meyakinkan orang tuanya dulu, kenapa harus berpindah-pindah hobi begitu. Bila alasan masuk akal, baru deh diturutin. Kalau tidak ditegasin begitu, bukan ga mungkin anak akan semakin seenaknya sendiri dan ga belajar tentang konsekuensi dari sebuah pilihan.

Ada yang bisa ditambahin lagi sobat?
Reaksi:

0 komentar:

Poskan Komentar

Terima kasih sudah berkunjung di lapak sederhana EDibaFREE. Komentar Anda akan sangat berarti buat kami...