3.12.13

Ibroh Kasus dr Ayu

Hari ini hampir saja bertengkar gara-gara acara TV. Tepatnya acara Debat di TV One yang malam ini (2 Desember 13) membahas tentang kasus malpraktek dr Ayu.

Kenapa bertengkar? Karena aslinya kita membela kubu yang berbeda. Aku yang lebih memihak dokter, karena sering baca curhatan dokter, dan suami yang lebih memihak pasien. Aslinya kasus ini memang 'mbulet'. Aku lihat, pihak pasien dan pihak dokter sama-sama ga begitu paham hukum. Tapi siapapun yang benar ataupun yang terbukti salah; paling tidak kita bisa menarik beberapa ibroh sebagai berikut:


  • Bagi pasien(termasuk saya yang ibu rumah tangga biasa ini), kasus dr Ayu jadi tamparan buat kita, supaya tidak 'mendewakan' alias pasrah 'bongkokan' sama dokter. Kayak lagi sakit flu aja, beberapa dokter masih banyak yang royal antibiotik. Padahal kalau paham gejala dan home treatment, bisa jadi antibiotik tidak perlu. Tapi gimana mau nyalahin dokter? wong dokter juga mau kita cepat sembuh. Nah, antibiotik memang cespleng buat mempercepat penyembuahan flu untuk jangka pendek, tapi sedikit yang paham resikonya di kemudian hari, seperti resistensi antibiotik. Ini baru masalah antibiotik, bisa dibayangkan kalau masalahnya lebih besar, seperti keputusan operasi? Dokter juga manusia, gak bisa kita nuntut dokter pasti bisa nyembuhin penyakit kita. Kita dong yang harusnya berjuang buat kesembuhan kita. Jadi, jangan lagi kita ke dokter terus bilang, ''Semuanya terserah dokter saja. Pokoknya saya mau sembuh''. Karena itu sama saja membebankan beban yang berat buat dokter. Kitalah yang bertanggung jawab buat kesehatan kita sendiri. Kesembuhan dan kematian kita di tangan Allah, jadi kalau ternyata operasi berujung kesembuhan atau malah kematian, itu semua ya karena Allah, dokter cuma perantara. Sepakat buat jadi pasien smart ya? Karena kitalah yang paling paham kesehatan kita sendiri. Bukan dokter. Wong dokter cuma periksa 5 menit, atau kalau rawat inap paling 2 hari, itu juga tidak observasi 24 jam. Right?
  • Buat dokter, tentu saja ini pelajaran mahal, bahwa dokter tidak kebal hukum, dan hendaknya dokter berhati-hati dalam setiap tindakannya. Beberapa dokter mungkin saja ada yang arogan(manusia biasa gitu lo) dan tidak mau disalahkan. Sadarilah bahwa anda manusia biasa yang bisa salah.
  • Pelajaran selanjutnya buat dokter dan pasien; Hendaknya hubungan dokter-pasien itu sejajar, jadi dokter harus cerewet memberikan informasi tentang penyakit pasien, home treatment yang bisa dilakukan, dan jangan pelit berbagi kayak takut kehilangan pasien gitu..*eh curcol. Wong kita-kita pasien ini justru senang dokter yang enak diajak omong. Ga zamannya lagi dokter superior dan pasien inferior. Kita semua sederajat dan sama-sama berpendidikan. Begitupun pasien, hendaklah kritis terhadap apapun diagnosa dokter. Jangan pasrah ketika dapat dokter jutek. Percayalah, banyak dokter yang komunikatif kok, kalo nemu dokter ga asyik, mending tinggalin aja. Cari dokter lain!Hm, tapi percaya deh, gegara kasus ini, aku yakin makin banyak dokter yang mau berbagi. Secara mereka juga ga mau kan disalahin atas penyakit yang tidak bisa mereka sembuhkan. Sekali lagi kuncinya, komunikasi.
  • Buat dokter dan pasien(lagi), Dewasalah, terkadang dokter kurang dewasa mengakui kalau dia memang melakukan kesalahan. Begitu pun pasien, terkadang tidak dewasa mengakui kenyataan bahwa penyakitnya parah dan sulit sembuh, maunya cuma sembuh, tapi ga mau tahu caranya sembuh. Ujung-ujungnya yang pihak dokter ga mau disalahkan, pihak pasien sibuk menuntut karena ga juga sembuh(atau malah meninggal). Capek kan? Kayak gitu kali ya kenapa kasus dr Ayu dibesar-besarkan.? Entahlah.
 Aku sih ga peduli siapa yang benar dan salah di kasus ini. Kayaknya sih semua juga salah. Tapi Alhamdulillah banyak ibroh yang kita dapat dari kasus ini. Dari sisi dokter, maupun pasien. Termasuk kalau bisa jangan sampai jadi pasien, karena yang namanya sakit, biar kata cuma flu ringan tetap saja ga enak. Hehe..

Akhir kata, jadilah dokter bagi diri sendiri dulu, ini berguna untuk mencegah dokter salah diagnosis. Karena, dokter juga manusia.*seureus mode on.

Reaksi:

0 komentar:

Poskan Komentar

Terima kasih sudah berkunjung di lapak sederhana EDibaFREE. Komentar Anda akan sangat berarti buat kami...