20.12.13

Gerobak yang minder

Wah, jadi traktor itu asyik ya? Rodanya besar, gagah sekali. Traktor hampir tidak pernah terjebak di lumpur.
Jadi pesawat ripener juga asyik. Bisa menjelajahi perkebunan dengan cepat, juga bisa memantau apapun dari atas langit.
Sedangkan aku? Aku hanya sebuah gerobak. Andaikan traktor tidak menarikku, tentu saja aku akan terus berdiam disini.
Ah. Aku tak mungkin berguna tanpa traktor.
Gerobak yang biasa ditarik traktor ini rupanya sangat sedih, dia tidak bisa sebebas teman-temannya yang bermesin. Dia merasa tak berguna karena untuk berjalan, dia harus ditarik traktor. Sampai pada suatu hari.
"Aduh. Berat sekali mesin ini. Kayaknya harus pakai alat buat membawa ini. Tapi kita tidak punya kendaraan. Kalau mesin ini tidak segera diangkut dan dipasang, traktorku ga bisa jalan." Keluh seorang mekanik yang sedang memperbaiki traktor. Dia mengambil mesin baru di gudang untuk mengganti mesin traktor lama yang sudah rusak.
Ketika sedang bimbang, mekanik melihat si gerobak. Tiba-tiba terlintaslah ide untuk membawa mesin dengan gerobak.
"Aha! Aku kan bisa memakai gerobak ini untuk mengangkut mesin."
Mekanik pun meminta bantuan orang gudang untuk mengangkat mesin ke gerobak, dan mekanik pun menarik gerobaknya seorang diri menuju tempat perbaikan traktor.
"Wah, untung ada gerobak. Kalau tidak, mana bisa aku membawa mesin ini seorang diri." Ujar mekanik riang.
Ternyata yang riang bukan cuma mekanik. Gerobak pun senang karena dia bisa berguna, walaupun tanpoa traktor ataupun kendaraan lain yang menariknya.

Jangan minder teman. Semua pasti ada gunanya. Tak ada ciptaan Allah yang sia-sia. Subhanallah.

0 komentar:

Posting Komentar

Terima kasih sudah berkunjung di lapak sederhana EDibaFREE. Komentar Anda akan sangat berarti buat kami...