30.7.13

Tahapan Mendidik Anak-Copas dari posting FB Superemak cibi-cibi

Hasil ikut seminar dan diskusi parenting, didiklah anak mengikuti tahap umurnya kaedah yang dianjurkan islam dalam menangani jiwa anak-anak berdasarkan tahap umurnya dibagi pada 3 fase.setiap fase mempunyai pendekatan yang beda seperti berikut:

Tahap 1 usia 1-7 tahun menggunakan pendekatan kasih sayang

 Tahap 2 usia 8-15tahun menggunakan pendekatan disiplin dengan adab-adab islam

 Tahap 3 usia 16 tahun keatas menggunakan pendekatan bersahabat,berbagi pengalaman,ilmu,dan masalah dengan mereka

 Cara mendidik yang salah usia bawah 7 tahun terlalu tegas sebelum waktunya. 
Banyak ortu yang salah cara mendidik anak dibawah umur 7 tahun,mereka mulai mendisiplinkan anak-anak dengan tegas. Contohnya bila anak telah berumur 4 tahun dipaksa tahu baca,tidak boleh melompat,tidak boleh tidur dengan ibu bapak,dicubit,dijewer,disabet kalau melakukan kesalahan. Padahal sesungguhnya anak seusia itu selayaknya anak-anak lebih banyak dididik dengan cara bermain,bercanda,bercerita,jalan- jalan dan segala macam aktivitas yang menghiburkan dan menggembirakan mereka . tidak memberikan perhatian pada tahap ini anak-anak juga senantiasa memerlukan perhatian ortunya.perhatikan anak-anak suka nimbrung waktu kita sedang ngobrol.kadang diwaktu kita sibuk itulah anak hendak menunjukkan dirinya bisa melakukan ini dan itu seperti melompat,menari,dan sebagainya.sesunggunya mereka hanya ingin perhatian dari ortunya.ortu yang tidak sabaran pasti gampang geregetan dan jengkel lalu memarahi anak.tapi jika kita berhasil memberi perhatian walau sekedar meluangkan sedikit waktu untuk jadi pendengar,anak-anak akan ,merasa disayangi dan feedbacknya mereka akan menyayangi kita dan kedepanya akan lebih nurut dan mendengar omongan kita.

 Usia 7 tahun keatas berkeras bukan bertegas
 bila telah masuk fase 2 baru kita boleh memulai untuk mengajarkan disiplin .kasih sayang yang telah diterapkan pada anak-anak sebelum ini ibarat semen yang kuat.dengan begitu barulah kita dapat membangun diatasnya. Pendek kata kalau kasih sayang telah terbangun dengan kukuh dan kuat barulah lebih mudah untuk kita menerapkan disiplin mereka dengan adab - adab isla.kita bisa mengajak mereka menunaikan sholat,mengajar tentang adab pada ortu,tetangga,guru dan sebagainya.jika pada usia 10 tahun masih belum menunaikan sholat barulah boleh disebat tapi tidak dengan mencederakan anak. Proses ini memerlukan ketegasan bukan kekerasan hukuman tidak kreatif hukuman tidak semestinya dengan memukul,menjewer,cubit atau pendekatan fisik kita bisa mendenda anak contohnya menarik kembali keistimewaan yang diberikan contoh melarang nonton tv acara favnya,atau keluar bermain.kalau masih nakal baru boleh disabet tapi dengan syarat tidak mencederakan muak kasih sayang bayangkan kalau pada tahap ini kita masih tidak mendisiplinkan anak dengan adab islam. Segelintir ortu terus -terusan menjejali anak-anak mereka dengan kesenangan dan mainan yang mahal-mahal .kalau begitu terus menerus keadaanya tidak heran kalau anak-anak mereka jadi individu yang tidak bisa ditegur atau dinasehati ketika itu menyesal sudah tidak berguna
Reaksi:

0 komentar:

Poskan Komentar

Terima kasih sudah berkunjung di lapak sederhana EDibaFREE. Komentar Anda akan sangat berarti buat kami...