30.7.13

Tahapan Perkembangan Anak-Erik Erikson (tokoh psikologi anak)

menurut Erik Erikson (tokoh psikologi anak), basic trust dibangun sejak anak usia 0-18 bulan....jika orangtua berhasil membangkitkan rasa percaya anak di range usia tersebut maka setelah besar ia akan percaya dengan orang lain, jika tidak maka sebaliknya... Penjabarannya seperti ini moms:

 Kepercayaan dan ketidakpercayaan (trust versus mistrust) Adalah suatu tahap psikososial pertama yang dialami dalam tahun pertama kehidupan. Suatu rasa percaya menuntut perasaan nyaman secara fisik dan sejumlah kecil ketakutan serta kekuatiran akan masa depan.Kepercayaan pada masa bayi menentukan harapan bahwa dunia akan menjadi tempat tinggal yang baik dan menyenangkan.

 Setelah masa trust-miss trust berlalu, saatnya menaiki tahap selanjutnya yaitu:Autonomy vs Shame and Doubt (Otonomi vs Rasa Malu dan Ragu-ragu) di range usia 18 bulan - 3 tahun. Karakteristik : Setelah memperoleh kepercayaan diri dari orangtua/pengasuh, anak mulai menemukan bahwa perilaku mereka adalah milik mereka sendiri, menyadari kemauan mereka. Otonomi dibangun atas perkembangan kemampuan mental & motorik (otonomi = kemandirian). Penting bagi orangtua untuk mengenal motivasi anak untuk melakukan apa yang dapat mereka lakukan sesuai dengan kemampuan mereka. Selanjutnya mereka dapat belajar mengendalikan kemampuan psikomotorik dan dorongan keinginan mereka sendiri. Bila tahap ini terlalu banyak dibatasi / dihukum terlalu keras, maka cenderung mengembangkan rasa malu dan ragu-ragu. Pada usia ini, anak mencoba untuk mandiri yg secara fisik dimungkinkan oleh kemampuan mereka untuk berjalan, lari dan berkelana tanpa dibantu orang dewasa lagi. Dengan kebebasan ini, anak masuk dalam periode menjelajah/ eksplorasi. Beberapa hal dapat dicapai dalam periode ini, seperti keberanian untuk menjelajah, insting untuk menentukan arah sendiri.Pokoknya pada periode inilah kemampuan anak untuk percaya diri dikembangkan. Problem yang dapat terjadi, menurut Erikson, adalah rasa malu karena mereka merasa tidak mampu "be on their own". Ini akan terjadi bila orang tua terlalu banyak ikut campur misalnya membantu atau mengkoreksi kekeliruan mereka. Karena pada usia ini anak mulai belajar bahasa, maka orangtua yang terus berusaha memperbaiki anak yang sedang belajar ngomong, akan mengakibatkan anak menjadi penakut/pemalu dalam berkomunikasi.

 Tahap Erikson III: Initiative vs Guilt (Prakarsa vs Rasa Bersalah)Periode Perkembangan : masa awal anak-anak (tahun pertama pra-sekolah 3-5 tahun) Karakteristik :Ketika anak-anak sekolah menghadapi dunia sosial yang lebih luas, mereka lebih tertantang dan perlu mengembangkan perilaku yang bertujuan untuk mengatasi tantangan-tanta ngan ini. Anak-anak belajar berbuat terhadap lingkungannya sebelum ia mampu berpikir mengenai apa yang sedang ia perbuat / intelegensi dasar dimiliki anak tersebut kelak. Pada tahap ini anak-anak belajar secara praktis dengan keterampilan-keterampilan perseptual, motorik, kognitif dan kemampuan bahasa yang mereka miliki untuk melakukan sesuatu. Pengatur utama prakarsa adalah suara hati, prakarsa dan antusiasme mereka dapat menyebabkan mereka menerima hadiah / hukuman. Muncul pula gejala insight – learning (melihat situasi problematik, berpikir sesaat, spontan memperoleh pemahaman) dan perilaku-perilaku ranah cipta / kognitif. Perasaan bersalah jika anak tidak diberi tanggung-jawab dan dibuat terlalu cemas, rasa bersalah dengan cepat digantikan oleh rasa berhasil. Apa hasil dari fase ini bila dilewati dengan sukses? "A sense of Purpose" kataErikson. Anak menjadi tidak terganggu dengan perasaan bersalah. Anak bisa menentukan apakah mereka mau menjadi seperti ayah/ibu (biasanya ya) tanpa perasaan bersalah dan anak tidak akan mengalami banyak kegelisahan karena merasa tidak dimengerti. Tapi, yang jadi catatan, orangtua bisa menjadi tokoh utama yang bisa merusak fase ini lhoo
Reaksi:

0 komentar:

Poskan Komentar

Terima kasih sudah berkunjung di lapak sederhana EDibaFREE. Komentar Anda akan sangat berarti buat kami...