6.4.19

Zat Besi pada 1000 Hari Pertama Kehidupan: Penting untuk Cegah Stunting!

Cegah stunting, itu penting.
Familiar dengan kata-kata itu? Kalau nggak familiar, mungkin mainmu kurang jauh, karena spanduk ini sudah banyak di jalanan. Nggak kalah banyaknya sama spanduk caleg, hihi.
Spanduk stunting yang banyak beredar

Stunting adalah kondisi gangguan pertumbuhan sehingga anak tidak bertumbuh sebagaimana seharusnya (pendek). Oleh karena itu penting untuk mempersiapkan kehamilan seorang ibu. Karena nutrisi ibu sangat mempengaruhi perkembangan seorang anak nantinya. 1000 hari kehidupan pertama dimulai dari hamilnya seorang ibu. Status gizi ibu hamil mempengaruhi bayi yang akan dilahirkan nanti. Apabila si ibu kurang gizi, maka anak yang dikandungnya bisa saja terkena kurang gizi.

Nutrisi apa saja sih yang diperlukan?

Semua zat gizi makro dan mikro harus terpenuhi dengan baik. Zat gizi makro terdiri dari karbohidrat, protein, dan lemak. Umumnya makanan khas Indonesia banyak mengandung karbohidrat, namun kandungan protein dan lemak esensialnya cenderung kurang. Sehingga pada program pencegahan stunting ini, pemerintah menggalakkan makan ikan yang merupakan sumber protein sekaligus lemak yang baik bagi tubuh.
From: memecomic.id

MPASI bintang lima untuk kecukupan nutrisi bayi

Selain itu, untuk pemenuhan nutrisi bayi di 1000 hari pertama kehidupannya, standar MPASI saat ini tidak membatasi konsumsi daging dan protein mulai 8 bulan. Semenjak bayi 6 bulan sudah bisa dikenalkan menu MPASI bintang lima, yaitu menu komplit yang terdiri dari sumber karbohidrat seperti nasi, sumber lemak sehat seperti minyak zaitun, dan sumber protein seperti daging-dagingan. Daging merah seperti daging sapi tidak hanya sebagai sumber protein, tetapi juga sebagai sumber zat gizi mikro seperti zat besi.

Pentingnya kecukupan nutrisi zat besi

Walaupun kebutuhan tubuh akan zat besi relatif sedikit, tetapi kita tidak boleh menyepelekan pemenuhan zat besi. Saya teringat saat kuliah dulu seringkali ketiduran di kelas, ternyata saat saya mau donor darah baru ketahuan kalau ternyata Hb-ku rendah. Pantes ngantukan. Karena Hb rendah itu jadi gagal donor darah nih. Huhu

Hb rendah disebabkan darah kekurangan zat besi biasa. Gejala ini dikenal dengan istilah anemia.
Selain ngantukan (lemah, letih, lesu) ciri-ciri anemia adalah sebagai berikut:
1. Mudah marah.
2. Conjuctiva (membran transparan pada mata)berwarna pucat
3. Ujung jari bila ditekan terlihat pucat
4. Sering sakit kepala
5. Mudah lelah
6. Kurang nafsu makan
7. Pica, yaitu gangguan makan yang ekstrim. Penderita akan mengkonsumsi bukan makanan seperti serpihan semen, sabun, puntung rokok, dan lainnya.

Selain hal-hal yang tampak seperti di atas, kekurangan zat besi akan mengurangi kecerdasan fisik dan kognitif anak di masa depan. Wow, walaupun kebutuhannya 'mikro', dampak kekurangannya bisa sangat besar.

Pemenuhan Zat Besi dari 1000 Hari Awal Kehidupan
Sumber zat besi. Foto from google

Semua harus direncanakan, termasuk kehamilan. Karena dari awal janin berkembang di rahim ibu, pemenuhan nutrisinya harus diperhatikan. Salah satu yang dipantau adalah kadar Hb dalam darah. Kondisi anemia pada ibu hamil dapat berbahaya pada keselamatan kehamilannya. Selain itu ibu hamil dengan anemia rentan menularkan kondisi anemia tersebut pada anak yang di kandungnya. Oleh karena itu, ibu hamil umumnya diwajibkan dokter untuk mengkonsumsi suplemen zat besi. Inget banget kalau setiap selesai cek kandungan, baik anak pertama maupun kedua, pasti bawa oleh-oleh berstrip-strip suplemen zat besi dan berkeping-keping tablet kalsium. Memang kebutuhan kedua mineral tersebut sangat diperhatikan, karena walaupun kebutuhannya sedikit, tetapi kekurangan kedua mineral itu bisa berefek jangka panjang pada bayi yang dikandung.

Bagaimana pemenuhan zat besi yang benar?

Aha, di acara "Pentingnya Zat Besi di 1000 Hari Pertama Kehidupan" yang diselenggarakan Maltofer Indonesia, kita dapat banyak pencerahan soal suplementasi zat besi ini. Pemenuhan zat besi bagi tubuh dapat dilakukan dengan konsumsi makanan yang kaya zat besi. dr. Ristianto Soekarno SPA mengatakan bahwa konsumsi hati ayam sangat baik untuk meningkatkan kandungan besi dalam darah. Tekstur hati ayam yang lembut akan memudahkan penyerapan di usus nantinya. Makanya MPASI dengan hati ayam dianjurkan.
dr Ristianto menjelaskan pentingnya zat besi
Namun, bila pemenuhan zat besi tidak dapat terpenuhi dengan makanan, maka bisa mengkonsumsi suplemen zat besi. Suplemen zat besi umumnya dalam bentuk ferrous. Kelemahan zat besi dalam bentuk ini adalah kurang larut air, sehingga terasa berpasir dan berbau besi saat ditelan. Resiko membuat gangguan pencernaan juga. Untungnya sekarang ada Maltofer, suplemen dengan Iron Polymaltose complex, dengan rasa coklat swiss enak dan lebih tidak beresiko gangguan pencernaan.

Kenapa Maltofer enak dan nyaman di pencernaan?

Karena zat besi tergabung dalam kompleks karbohidrat polimaltosa sehingga zat besinya bersifat seperti karbohidrat, IPC/ iron polymaltose complex memiliki keunggulan dibanding ferrous, antara lain:
- Tidak terasa bau dan berpasir seperti besi
-Larut sempurna pada air
-Lebih nyaman di lambung
-Toksisitas lebih rendah dibanding ferro
-Aman diberikan bersama susu ataupun makanan lainnya.

Hmmm, body friendly iron banget ya Maltofer ini. Lewat video dari Manda berikut ini, terlihat bukti nyata bahwa Maltofer lebih larut air dibandingkan suplemen zat besi lain.

Ini nih foto close up-nya. Beneran nggak ada endapannya!

Suplemen zat besi Maltofer untuk asupan zat besi kita semua

Maltofer terdiri dari 4 varian, yaitu:
1. Maltofer Sirup dengan dosis 1 ml=10 mg Fe. Bisa dikonsumsi segala usia
2. Maltofer Chew. Merupakan tablet suplemen zat besi pertama yang bisa dikunyah!
3. Maltofer Fol. Yaitu suplementasi zat besi dan asam folat untuk ibu hamil.
4. Maltofer Drops dengan dosis 1 ml= 30 mg Fe. Untuk kebutuhan suplementasi zat besi lebih tinggi
Varian Maltofer dengan rasa coklat Swiss yang enak

Kekurangan zat besi adalah kekurangan gizi yang paling umum terjadi. Sebanyak 3 milyar orang terindikasi kekurangan zat besi.

Siapa saja yang rentan kekurangan zat besi?

Ibu Hamil
Kebutuhan zat besi ibu hamil meningkat sampai 13 mg saat kehamilan. Sahabat blogger saya, Mak Irul dan Mak Nunung punya pengalaman kekurangan zat besi saat kehamilan, bahkan sampai pingsan di tempat. Duh, pasti nggak enak banget itu rasanya...

Remaja putri dan wanita pada usia produktif
Saat remaja putri dan wanita mengalami menstruasi, kebutuhan zat besinya meningkat menjadi 26 mg. Karena kehilangan darah saat menstruasi tidaklah sedikit. Pada acara ini Mbak Ika, blogger Semarang yang menjadi bintang tamu pada talkshow kali ini bercerita tentang pengalaman kekurangan zat besi yang menimpa anak gadisnya. Akibat kekurangan zat besi, si anak kemudian pingsan di sekolahnya.
Mbak Ika menceritakan pengalaman anaknya saat menderita anemia

Penderita cacingan
Pada orang yang menderita cacingan, akan lebih besar kemungkinan anemia karena cacing dalam tubuh akan menyedot darah 0,1 cc per hari untuk setiap ekor cacing. Padahal kalau kena cacingan kan nggak hanya 1 cacingnya.

Wah, kita para emak yang biasanya sibuknya luar biasa ternyata beresiko terkena anemia. Makanya, daripada terlambat, segera cek kadar Hb dalam darah, bila terindikasi anemia, segera konsumsi suplemen zat besi. Nggak perlu khawatir dengan efek samping suplemen zat besi, karena ada Maltofer, suplemen zat besi yang enak rasanya dan body friendly iron.

Mau tau lebih banyak soal Maltofer dan Friendly Iron Education? Klik http://maltofer.combiphar.com , yuk cuss biar lebih paham lagi seputar zat besi bagi tubuh.
Yuk cek Hb sebelum terkena anemia

Reaksi:

1 komentar:

  1. Seru ya...gak rugi bisa datang ke event yang kaya ilmu ini. Btw, maltofer enak rasanya seperti permen. Gak eneg pastinya

    BalasHapus

Terima kasih sudah berkunjung di lapak sederhana EDibaFREE. Komentar Anda akan sangat berarti buat kami...