7.6.17

Perawatan Luka Pasca Sunat

Sebelumnya:
Memilih Metode Sunat
Sunat. The day!

Pas nulis ini, Ais sudah sunat tepat seminggu. Harapanku Ais sudah sembuh total lukanya dan bisa berbagi tips dengan teman-teman yang masih galau mau sunat anaknya. Eh tapi, Allah sepertinya memperingatkanku untuk nggak sombong. Makanya luka Ais belum sembuh total seminggu ini. Padahal, kalau lihat aktivitasnya 12 jam setelah sunat, aku optimis loh lukanya bakal sembuh dalam waktu seminggu.

Di tempat sunatnya Ais kemarin, obat yang diberikan cukup minimalis. Tapi obat-obat itu memang krusial untuk penyembuhan luka. Kalau dari hasil browsing sih, untuk penyembuhan luka hal-hal yang harus diperhatikan sebagai berikut:

1. Jaga area luka tetap kering.
2. Makan makanan bergizi, berprotein tinggi, dan konsumsi vitamin C untuk menjaga daya tahan tubuh dan mempercepat penyembuhan luka.
3. Jangan kontak langsung tangan dengan luka.
4. Rutin membersihkan area sekitar luka.
5. Hindari aktivitas berlebihan yang dapat memperparah luka.

Segera temui dokter jika setelah disunat, terjadi hal-hal berikut ini:

○Pendarahan tidak berhenti.
○Dari ujung penis keluar cairan bernanah atau berbau busuk.
○Dua belas jam setelah disunat, urine tidak dapat keluar seperti biasa.
○Hingga beberapa hari setelah sunat, proses buang air kecil masih saja terasa menyakitkan.
○Setelah dua minggu, penis masih bengkak.

Alhamdulillah sih Ais nggak mengalami hal-hal yang membuat lukanya 'urgent' untuk dibawa ke dokter. Tapi aku cukup khawatir sama luka di bagian bawah penisnya yang terlihat 'agak bonyok'. Ais juga kadang mengeluh sakit setelah pipis, karena mungkin ada air seni yang mengenai lukanya. Sedihnya, Ais bakalan menolak untuk dibersihkan kemaluannya dari air seninya karena takut dengan rasa perihnya. Lah, kalau kayak gini gimana sembuhnya? Sedih deh.

Terus, ibuku akhirnya bertanya langsung kepada temannya yang dulu anaknya juga sunat laser. Katanya memang seperti itu proses penyembuhannya. Bagian atas akan kering terlebih dahulu, baru bagian bawah. Tapi ya itu, harus rutin dijaga kebersihan dan kelembaban di area luka yang belum kering. Kadang kalau lagi bisa diajak kompromi, Ais mau kooperatif untuk gak banyak gerak selama kemaluannya dibersihkan dari sisa air seni. Tapi kalau dia kadung merasa perih, bakalan jerit-jerit dan banyak gerak, jadi tambah perih to? Ais itu traumatis sih anaknya. Lebay kalo kata bapaknya.

Tapi, ada untungnya juga Ais agak traumatis begitu. Jadi area kemaluannya benar-benar steril dari jamahan tangan. Tepat di hari 10 pasca sunat, tiba-tiba Ais minta mandi berendam di bak mandi bayinya. Aku ingatkan dulu, bahwa nanti penisnya bakal ibu keringin setelah mandi, jadi Ais gak boleh takut. Dia setuju. Saat mandi berendam, mulailah banyak koreng pasca sunat mengelupas dan terlihat bentuk penis yang cantik dan mungil. Hehe. Benang bekas jahitan sudah menyatu dengan daging, dan benang sisa jahitan sudah tanggal semua. Walau begitu, Ais masih saja takut penisnya sakit. Kadang masih mengeluh penisnya perih sehabis pipis.

Lalu, tepat 2 minggu setelah sunat, luka dibagian bawah juga mulai kering. Ternyata, proses penyembuhan luka di penis bagian bawah ini cukup dramatis juga. Soalnya gara-gara luka yang mengering ini, Ais kadang mengeluh sakit saat tidur. Aku pikir apa karena celananya yang kasar? Padahal sudah pakai celana kaos. Ternyata solusi untuk itu cukup sederhana, yaitu dioleskan minyak zaitun pada luka. Jadi, rupanya pedihnya itu karena luka kering yang ketarik-tarik. Duh apa ya istilahnya. Pokoknya lukanya kalau ketarik jadi perih gitu. Alhamdulillah, setelah dioleskan minyak zaitun, perlahan-lahan koreng di bagian bawah penis terkelupas, dan sekarang sudah sembuh total!

Share dong, rata-rata anak sembuh luka sunat setelah berapa lama? Trims
Reaksi:

9 komentar:

  1. Mungkin dibiasakan pakai kain yang longgar, misalnya sarung gitu ya mbak, biar luka kena angin dan cepat kering :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, celananya longgar. Ternyata luka yang kering juga bisa terasa perih.

      Hapus
  2. wah.. masa-masa genting bagi anak2. haha.. biasanya anak2 perlu motivasi dan dorongan lebih supaya mau disunat. kwkwk

    BalasHapus
    Balasan
    1. "Aku gak mau sunat lagi!" Pasti kata2 yang keluar pas anak abis sunat, wkwkwk

      Hapus
  3. anak saya disunat pake metode smart klamp. kalo gak salah, klamp dibuka stlh 5 hari, dan stlh klamp dibuka masih tetap dirawat sampe kurleb seminggu. Jadi utk benar2 sembuh total mungkin sekitar 2 minggu. Bisa beraktifitas tapi jgn berlebihan. Membersihkan stlh kencing, dgn klamp ini gak sulit dan anak gak merasa perih atau sakit.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ais pakai laser. Pada dasarnya membersihkannya nggak sulit, cuma dasar anaknya parnoan aja, hihi..

      Hapus
  4. hehe... itu momen-momen tak terlupakan mbak buat si ais,,

    BalasHapus
    Balasan
    1. gak mau sunat lg ktny..*siapa juga yg mau nyunatin lg, wkwkwk

      Hapus
  5. Wah giini ,pengalaman dulu nih,,kayanya waktu jaman saya belum ada laser ...adanya yang dijahit gitu loh ..hhiiiii

    BalasHapus

Terima kasih sudah berkunjung di lapak sederhana EDibaFREE. Komentar Anda akan sangat berarti buat kami...