18.12.16

Nonton Princess Jellyfish di RED by HBO

Sudah dua hari ini aku glundang-glundung (nganggur) di rumah ibu. Gara-gara itu aku jadi nonton TV. Padahal selama ini hampir nggak pernah nonton TV. Tapi siaran TV di rumah ibu kan beda, ada siaran khusus anak-anak (Baby TV) buat Ais dan kalau aku sendiri suka saluran RED by HBO. Pas Ais ikut utinya pergi, aku langsung deh setel saluran RED. Jadi di saluran ini isinya film-film Asia segala genre. Untung pas Ais pergi, film yang lagi diputar bukan film hantu, melainkan film komedi romantis. Auch, pas banget aku lagi pengen melow-melow, hahay!

Princess Jellyfish
sumber: asianwiki
Dari sinopsisnya aku suka film ini. Menceritakan tentang seorang gadis yang ‘aneh’ dan sering menarik diri dari dunia luar bernama Tsukimi. Akan tetapi, berkat bantuan seorang pria, anak politisi yang berpenampilan  seperti wanita bernama Kuranosuke, Tsukimi mendapatkan kepercayaan dirinya. Klise ya? Tapi gue banget nih. Soalnya, walaupun minderku nggak separah Tsukimi, tapi jujur masih sering merasa minder dan nggak percaya diri.

Konflik cerita terjadi ketika ada rencana pembangunan real estate di lokasi tinggal mereka. Bapak politisi beserta anak pertamanya yang juga ikut terjun di dunia perpolitikan mulai didekati pihak real estate. Si bapak mulai tergiur untuk menjual daerahnya ke pihak pengembang. Namun si anak pertama agak susah ditaklukan. Rupanya pengembang menggunakan cara licik untuk mendapatkan proyek itu. Seorang wanita ditugaskan untuk menggoda si anak pertama. Mereka pergi ke bar dan minum-minum, tanpa disadari si anak pertama bahwa si cewek sudah memasukkan obat tidur ke minuman si anak pertama. Selanjutnya, bisa ditebak. Si cewek membuat skenario kalau mereka sudah tidur bareng sehingga si anak pertama susah berkutik.

Di tempat lain, Kuranosuke, si anak kedua dari politisi, merasa tergerak untuk mencegah pembangunan real estate. Dia bersama para teman-temannya yang culun-culun (termasuk Tsukimi) melakukan penggalangan dana dengan berjualan. Awalnya, jualan mereka sepi, sampai kemudian seorang pembeli tertarik dengan boneka ubur-ubur yang dibuat Tsukimi. Akhirnya mereka secara kilat membuat banyak boneka ubur-ubur.

Konflik cerita selanjutnya adalah karena Tsukimi menyukai anak pertama politisi, tetapi kemudian patah hati karena si anak pertama sudah digandeng si cewek real estate. Tapi konflik ini cuma pemanis aja sih, pemanis yang lumayan bikin penasaran, akhirnya Tsukimi jadi nggak ya sama si anak pertama?

Kembali ke konflik utama, akhirnya Kuranosuke memutuskan mengadakan pagelaran busana untuk menggalang dana dan mencegah pembangunan real estate. Hal paling menarik ada di bagian ini. Dimulai dari tema besar untuk pagelaran busananya yang (lagi-lagi) terinspirasi dari sosok ubur-ubur yang disukai Tsukimi. Bagaimana Kuranosuke membangkitkan kepercayaan diri Tsukimi dan teman-teman culunnya yang lain. Kuranosuke juga melakukan strategi promosi yang unik namun efektif. Dia memanfaatkan momen ketika ayahnya berorasi dan disiarkan TV. Di saat itu dia berhasil mengalihkan perhatian para kru TV, sehingga berita mengenai pagelaran busananya tersiar di TV. Jadi rame deh pagelaran busananya! Apa yang dilakukan Kuranosuke dapat menjadi pelajaran buat kita, bahwa jangan takut untuk berimajinasi dan berusaha menggapai imajinasi itu. Lalu, setelah kerja keras dan usaha mati-matian mewujudkan imajinasi, selanjutnya perlu promosi yang efektif agar semua orang tahu kehebatan kita. Percuma dong kalau hebat tapi cuma diumpetin doang. #selfplak

Selanjutnya, bisa ditebak deh, pagelaran busananya sukses berat dan akhirnya pembangunan real estate pun dihentikan. Selanjutnya, geng culun ini makin serius berbisnis fashion. Mereka menggunakan label ‘Jellyfish’ untuk busana rancangan mereka.

Ternyata, Princess Jellyfish ini adalah film live action yang diadaptasi dari manga dengan judul yang sama karya Akiko Higashimura. Manga Princess Jellyfish sendiri sudah ada sejak 2008, sedangkan film yang diadaptasi dari Manga ini, rilis akhir Desember 2014. Kayaknya sih film ini nggak sampai masuk bioskop Indonesia ya? Tapi, walaupun mungkin tidak booming di Indonesia, para pecinta manga Jepang pasti tahulah tentang Princess Jellyfish ini. Dan, walaupun aku mungkin telat tahu film ini, tapi karena aku suka ceritanya, makanya aku review deh.
Princess Jellyfish versi manga. Sumber: pinterest

Dari segi cerita, Princess Jellyfish ini lumayan menarik. Konfliknya dapet. Humor-humornya juga gak basi. Dari segi sinematografi, pengambilan gambarnya bagus, dan aku paling suka penggambaran fashion shownya yang kelihatan sederhana tapi berkelas. Dan, yang paling aku suka dari film ini adalah wardrobenya! Busana yang dikanakan Kuranosuke kece semua! Cantiknya dia maksimal (sampai nggak nyangka kalau dia sebenarnya cowok), terus koleksi busana ubur-uburnya juga keren banget! Pokoknya dari awal film sampai akhir film aku dimanjakan dengan koleksi baju-baju kece di film ini.
Kuranosuke sesudah dan sebelum. Sumber: dramastyle


Terus sekarang aku penasaran, Princess Jellyfish ini ada seri komiknya di Indonesia nggak ya? Kok jadi kangen baca komik habis nonton film yang ‘komik banget’ ini.


Reaksi:

9 komentar:

  1. Dorama Jepang, ya? Jadi penasaran. ^_^

    BalasHapus
  2. Kayanya seru ya? :o Pengen nonton juga jadinya.

    BalasHapus
  3. Aku pernah liat sih yang manga. Ynag dorama pasti lebih greget, ya?

    BalasHapus
    Balasan
    1. lihat manganya dimana? Aku belum pernah baca komiknya..

      Hapus
  4. Wkwkwkwkwk covernya aja udah gokil gitu. :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Untung ada google ya. Tiap mau nonton jadi gugling dulu aku. Haha

      Hapus
  5. Ini film bersambung gitu kah mbak? eh langsung tamat ya?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Langsung tamat. Kalau manganya kayaknya berseri sih.

      Hapus

Terima kasih sudah berkunjung di lapak sederhana EDibaFREE. Komentar Anda akan sangat berarti buat kami...