29.11.16

Pelatihan Safety Riding: Safety Minds and Riding Skills bersama YRA Jogja

Sepertinya Allah memang memberikanku petunjuk untuk lebih safety dalam berkendara. Setelah insiden ditilang karena lupa bawa helm (walaupun suami yang kena tilang, tapi aku ikut merasakan deg-degannya sidang). Hari Minggu, 27 November 2016 ini, aku berkesempatan mengikuti pelatihan Safety Riding bersama YRA (Yamaha Racing Academy) Jogja.
Foto by YRA Jogja

Materi safety riding diawali dengan teori mengenai kondisi lalu lintas dan perilaku pengendara. Pada pemaparan ini, ditampilkan gambar dan video pengendara kendaraan bermotor yang tidak mengindahkan tentang keselamatan. Ada yang bonceng bertiga, menyalip dari arah yang salah, tidak menggunakan helm, dan pengendara di bawah umur.
Melihat fenonena seperti itu, sangat wajar bila pertumbuhan sepeda motor sebanding dengan angka kecelakaannya.

Dari tahun 2013-2016 terjadi peningkatan jumlah kendaraan bermotor di Indonesia dengan angka kecelakaan yang juga meningkat. Tapi, ada yang menarik dari data ini, yaitu terjadinya penurunan kecelakaan dari 2015 sampai 2016. Rupanya hal ini terjadi karena ATPM (Agen Tunggal Pemegang Merek) berlomba-lomba mengedukasi konsumen untuk mengenal safety riding, termasuk Yamaha Riding Academy yang merupakan bagian dari merek Yamaha. Jadi sekarang sudah mulai digalakkan, walau belum sepenuhnya diterapkan, mengenai pelatihan safety riding ketika akan membeli kendaraan bermotor. Salah satunya juga untuk mengurangi kemungkinan orang tua membelikan kendaraan bermotor bagi anaknya yang masih di bawah umur.

Nah. Sudah paham kan manfaat safety riding? Yuk, masuk ke materi inti oleh Mas Danang Hermanto.
Outfit instrukturnya kece beud *gagal fokus.

Jadi, dalam berkendara, kita harus mengutamakan keamanan dan keselamatan (safety). Keselamatan berkendara tidak hanya safety riding, tapi juga safety mind.

Ada 3 (tiga) penyebab kecelakaan:

1. Manusia.
Yang perlu diperhatikan adalah etika dan kedisiplinan berkendara, kondisi fisik dan emosi pengendara, keterampilan/skill pengendara (pengereman, eye point, body point). Bila ada salah satu hal tersebut yang tidak dipenuhi, maka lebih besar kemungkinan kecelakaan.

Kecepatan aman berkendara sebenarnya bergantung skill pengendara. Ada yang masih bisa mengendalikan motor saat kecepatan 80 km/jam, ada yang 60 km/jam saja sudah kewalahan (itu sih aku).

2. Kendaraan. Kurang mengenal karakter kendaraan, fungsi kelengkapan keamanan kendaraan, dan perawatan kendaraan yang salah. dapat menyebabkan kecelakaan.

3. Kondisi lingkungan atau jalan. Tidak menegenal karakter jalan, cuaca buruk, dan tidak memahami kebiasaan pengguna jalan lainnya dapat mengakibatkan kecelakaan.

Tips:
Saat masuk lobang, jangan mengerem. Biarkan roda tetap berputar.
Saat cuaca buruk jangan dipaksa berkendara. Waspadai pohon tumbang, dll.

Dari 3 hal itu, yang paling berpengaruh adalah safety mind (manusia).

Safety riding preventive terdiri dari Safety Mind dan Riding Skill.

Safety minds merupakan kesadaran untuk berkendara secara aman dengan persiapan diri dan kendaraan dalam kondisi aman. Safety minds meliputi pemakaian safety gear (helm, jaket, protector), pengecekan kondisi motor (bahan bakar, oli, ban, rem), pemahaman perilaku berkendara yang baik dan kepatuhan terhadap rambu-rambu lalu lintas.
Gagal eksis. Safety gearnya sudah oke, cuma riding skillnya masih kurang! Kaki kanan nggak boleh di bawah harusnya!

Riding skill merupakan teknik berkendara yang baik, meliputi posisi berkendara yang benar, teknik pengereman, keseimbangan, dan teknik berbelok yang benar.

Tips:
saat belok sebaiknya tidak mengerem. Karena saat motor miring, cengkraman ban dan rem tidak maksimal.

Otak mempunyai daya tangkap terhadap bahaya sekitar 0.4 detik untuk 1 hal dan 0.8 detik untuk lebih dari 1 hal. Jadi berhati-hatilah dengan kecepatan kendaraanmu. Jaga jarak aman agar tidak terjadi tabrakan. Waspadai pula blind spot! yaitu titik dimana pengendara mobil, bus, atau truk tidak menyadari keberadaanmu. Gunakan pakaian terang agar terlihat dengan jelas oleh pengendara lain.

Teknik berkendara dengan membawa anak. Malah sebaiknya jangan diikat. Kalau dari safety riding, membonceng anak kecil sebetulnya tidak dianjurkan.Kalau mau membonceng anak secara aman, pastikan ada orang dewasa lain sebagai pendamping. Secara ringkas, beginilah praktek riding yang benar menurut Mas Danang.


Practice Time!!!!

Setelah sesi teori, selanjutnya kami bisa mempraktekan langsung teori safety riding yang sudah diajarkan. Pelaksanaan praktek ini mirip ujian praktek pada pembuatan SIM, tapi rintangannya lebih bervariasi. Kalau di ujian praktek SIM seingatku (udah lama banget sih buat SIM), hanya track slalom, alias berkendara secara zig-zag saja.

Suasana praktek. Macam syuting sinetron 'Anak Jalanan' aja, hihi

Akan tetapi, pada praktek safety riding kali ini, ada juga track chidori dan praktek breaking yang benar. Aqied sempat mengabadikan chidori track ala Manda nih, mulusss...



Setelah melewati chidori track, selanjutnya Slalom dan diakhiri dengan praktek breaking yang benar.
Slalom track, kayak buat ujian SIM itu.

Asyik kan belajar safety riding bareng YRA Jogja? Tertarik buat belajar mengenai safety riding? Bisa hubungi Yamaha Riding Academy Jogja ya, khusus di hari minggu saja, pada pukul 8 pagi sampai jam 1 siang.

YRA JOGJA
Sayap barat Stadion Maguwoharjo
IG dan Twitter: @yrajogja
FB: YRA Jogja
Reaksi:

8 komentar:

  1. mantap mbak diba, pengen kesana lagi sampek bisa rasanya

    BalasHapus
  2. wah ibu ibu gak kalah kece juga buat safety riding ya..
    gimana perasaannya :)

    BalasHapus
  3. Ibu, jangan jatuh lagi ya. Keseimbangan termasuk safety mind yes

    BalasHapus
  4. Seandainya semua pengendara seperti ini pasti jalanan bakalan lebih aman dan tingkat kecelakaan menurn drastis

    BalasHapus
  5. Itu umbrella girl yang difoto kece bgt yak hehehe

    BalasHapus
  6. Wah habis kena tilang, itu kenapa ada umbrella girl

    BalasHapus

Terima kasih sudah berkunjung di lapak sederhana EDibaFREE. Komentar Anda akan sangat berarti buat kami...