14.7.16

Dimana Ada Kemauan Disitu Ada Jalan


Awalnya aku berpikir itu hanyalah slogan belaka. Macam kata mutiara yang suka ada di bawah buku tulis itu. Tetapi seiring bertambahnya umur, terutama pasca resign dari kerja kantoran, aku makin sadar bahwa kemauan yang kuat adalah modal paling utama untuk bisa bertahan sebagai 'unemployed' (jujur masih canggung bilang sebagai wirausahawan, soalnya bingung, aku itu sebenarnya usaha apa ya? Hihi).

Berawal dari keputusanku untuk resign di pertengahan tahun 2014. Alasanku resign waktu itu adalah pengen melanjutkan kuliah. Walau pun sudah hampir 5 tahun kerja kantoran, tetapi dari lubuk hati terdalam (ciee), aku masih memendam keinginan menjadi dosen, secara aku berkiblat pada ibuku yang seorang dosen. Kayaknya menjadi tenaga pengajar apalagi dosen itu adalah pekerjaan yang paling menyenangkan buat seorang wanita yang sudah berumah tangga.

Selama mempersiapkan diri untuk kuliah, otomatis tidak ada penghasilan atau pun kesibukan berarti selain mengurusi anak. Aku termasuk orang yang nggak bisa kalau harus diam di rumah, apalagi biasa pegang uang sendiri. Jujur saja minta duit sama suami itu rasanya gimana gitu. Saat itu aku bertekad kalau harus tetap punya penghasilan sendiri walau pun di rumah saja. Saat itu yang paling memungkinkan aku kerjakan yaitu bisnis fashion secara online. Suami juga sangat mendukung untuk bisnisku ini, sampai dibelikan website seharga 900.000 rupiah dengan biaya per tahun 250.000 rupiah. Tetapi kemauanku untuk berbisnis fashion tidak terlalu besar. Walau pun mbak ipar jago fashion dan sukses dengan jualan batik onlinenya, tetapi ternyata nggak serta merta aku bisa mengekor kesuksesannya. Mbak iparku ini passionnya memang di dunia fashion. Dia sangat menikmati berburu baju di pasar, membuat desain cantik untuk katalog produknya, dan dia punya teman-teman yang memang memiliki passion sama di bidang fashion.

Dari situ aku merasa lelah.

Aku nggak bisa menikmati berburu baju di pasar, ilmu desainku cetek banget, bahkan photoshop aja belum bisa, dan kalau kulirik friendlistku, rata-rata karyawan kantoran yang bukan tipe fashonista. Tapi masak iya mundur, wong suami juga udah total membantu begitu. Akhirnya tetap berusaha memanfaatkan fasilitas yang ada, Alhamdulillah hasilnya memang ada, tapi masih sangat kecil. Pelanggan loyalku saja mbak sepupu, mungkin dia langganan soalnya kasian lihat aku sering promo di FB tapi nggak terlalu ditanggapi. Haha! Singkat cerita, bisnis fashion onlineku kolaps begitu saja setelah aku masuk kuliah. Aku mending fokus kuliah saja lah, biar cepat lulus dan cepat kerja seperti definisi 'kerja' pada umumnya.

2 tahun telah berlalu. Sekarang 2016.

Aku sudah lulus kuliah dan ternyata bisa bekerja kembali seperti definisi orang normal itu nggak gampang. Apalagi kalau mau jadi dosen harus siap dengan gaji yang kira-kira separuhnya kerja di perusahaan. Hmm, tetap harus punya usaha dong ya? Dulu waktu kuliah sempat mengajar di bimbel sih, tapi mengajar di bimbel itu menyita waktu sore sampai malamku, soalnya kalau pagi kan anak-anak sekolah, wah aku paling males deh kalau ninggal anak sore-sore begitu. Aku pengen bisa kerja di jam normal yaitu dari pukul 8 sampai maksimal jam 5 sore. Memang aku belum mendapatkan pekerjaan sesuai khayalanku, tetapi ada satu kegiatan yang membuka paradigmaku tentang bekerja, yaitu BLOGGING

Blogging bukan hanya kegiatan menulis di blog, lebih dari itu, ada persahabatan, jaringan, dan berbagai peluang menghasilkan pundi uang dari sana. Awalnya ngeblog cuma buat curcol dan menulis tips ala-ala, tetapi bila ditekuni maka blog bisa menjadi salah satu sumber penghasilan. Besarnya penghasilan yang didapat dari blog tergantung dari besarnya effort untuk membuat dan mempromosikan suatu tulisan. Yak, sesuai judul postingan ini, dimana ada kemauan disitu ada jalan. Blogging itu nggak cuma menulis terus dapat duit. Perlu riset dan latihan menulis untuk membuat tulisan yang bagus dan enak dibaca. Sama seperti bisnis online yang sempat aku tekuni kemarin, perlua kemauan yang kuat, skill yang mumpuni, dan jaringan yang tepat intuk bisa melesatkan hobby menjadi sumber penghasilan. Oke lah waktu aku bisnis online tempo hari aku nggak punya kemauan yang kuat untuk sukses berbisnis online, nggak punya skill yang mumouni untuk nyemplung di dunia bisnis online, dan belum menemukan komunitas yang tepat untuk mendukung usaha fashion onlineku. Tetapi di dunia blogging ini, In Sya Allah aku punya ketiga hal ini.

1. Kemauan yang kuat.
Kemauanku yang kuat untuk menjadi blogger profesional didasari karena kecintaanku menulis. Aku nggak masalah harus menulis tanpa dibayar. Asalkan orang bisa mengambil manfaat dari tulisanku, itu sudah menjadi 'bayaran' sepadan buatku. Alhamdulillah kemauan yang kuat ini mulai memberikan hasil dan aku optimis hasilnya akan terus meningkat seiring bertambah baiknya skill dan bertambah luasnya jaringanku. Aamiin.

2. Skill yang mumpuni.
Aku nggak bilang kalau aku expert ngeblog. Tetapi dari pertemananku dengan banyak blogger profesional yang seringkali dengan senang hati memberi masukan, kritik, dan ilmu ngeblognya kepadaku, aku yakin sih skillku menulis cukup mumpuni untuk bersaing di dunia writerpreneur. Walau tetap harus belajar dan terus belajar. Aku percaya bahwa hasil tidak akan mengingkari kerja keras, yes?

3. Jaringan/network yang tepat.
Menyuil pribahasa "Berteman dengan tukang minyak wangi akan tertular harumnya", atau "Siapa temanmu saat ini akan menentukan kamu 5 tahun kemudian", maka aku sangat bersyukur bisa bertemu komunitas blogger yang tepat. Aku bergabung dengan Kumpulan Emak Blogger dan mendapat beberapa kesempatan layaknya blogger profesional dari sana. Ada juga Komunitas Blogger Jogja yang memungkinkanku berkenalan dengan blogger-blogger keren se-Jogja (psst, blogger Jogja termasuk yang paling rame dan seru dibanding blogger kota-kota lain lho, ini katanya salah satu vendor yang pernah mengundang kami lho). Ada juga Blogger Perempuan Network dengan program Fun Blogging yang sarat ilmu bermanfaat. Pokoknya dari komunitas-komunitas itu aku menemukan banyak mentor di dunia blogging yang rata-rata pada loyal banget berbagi ilmu bahkan berbagi rezeki. Benarlah pribahasa yang mengatakan "banyak teman banyak rezeki", rezekiku ya punya teman kayak yang lagi blogwalking di postingan ini. Makasih ya guys, berkatmu page viewku naik, alexa turun, dan mudah-mudahan DA PA juga naik, jadi semangat ngeblogku juga naik. Semoga aku bisa konsisten menulis sesuatu yang baik dan bermanfaat. Biar bisa ketuleran kece kayak kamu. Iya, kamu yang lagi baca dan komen di postingan ini.
Reaksi:

2 komentar:

  1. Setuju Mba, banyak orang yang pengen profesional ngeblog tapi maunya instan..walaah...padahal kan kudu lewatin banyak proses ya, salah satunya juga ikut serta nuntut ilmu tentang blogging.

    Semoga sukses Mba

    BalasHapus
  2. Bener Mbak Ipeh, walau katanya 'cuma' nulis tetapi butuh effort dan konsistensi. Kadang aja aku suka desperate sama kemampuan menulisku, tapi tetap semangat! Hehe

    BalasHapus

Terima kasih sudah berkunjung di lapak sederhana EDibaFREE. Komentar Anda akan sangat berarti buat kami...