21.1.16

Penghargaan Anugerah Budaya 2015

Yogyakarta emang nggak pernah kehabisan acara kece! Ini sebenarnya acara lama sih, hampir sebulan yang lalu, tanggal 18 Desember 2015. Acaranya yaitu Penghargaan Anugerah Budaya 2015. Yang menyelenggarakan Dinas Kebudayaan Daerah Istimewa Yogyakarta. Acara ini berlangsung malam hari dan bertempat di Bangsal Kepatihan Daerah Istimewa Yogyakarta.

Sebelum bahas tentang acara ini, aku pengen cerita dikit tentang bagaimana perjalananku ke Bangsal Kepatihan ini. Ceritanya aku salah googling lokasi. Yang aku googling lokasi Kompleks Kepatihan. Alhasil aku nyasar dan harus puter balik agak jauh supaya sampai ke Bangsal Kepatihan. Agak memalukan memang, soalnya kan Bangsal Kepatihan lokasinya di Malioboro, lah aku bukannya ke arah Malioboro tapi malah ke arah Palagan Tentara Pelajar. Haha

Sampai tempat acara molor setengah jam dari jadwal yang ditetapkan Rian(koordinatornya cin), baru tahu aku ternyata ditengah keramaian Malioboro terselip kantor yang megah dengan masjid yang luas di dalamnya. Hihi. Untung pas aku sampai acaranya belum mulai. 

Penghargaan Anugerah Budaya Kota Yogyakarta


Selepas sholat Magrib, rombongan Blogger Jogja segera menuju ke lokasi acara yang bertempat di bangsal kepatihan. Saat itu acara belum dimulai sehingga bisa foto background di atas, hehe.


Sebelum penghargaan diberikan, undangan dimanjakan dengan tarian tradisonal Yogyakarta yang epik seperti gambar di atas. Oh ya, aku dan Rian sempat foto sama penarinya, hanya sayang fotonya aku sedang nggak pegang, jadi nggak bisa upload di sini. 

Oh ya, sebagai blogger amatir, aku sempat merekam detik-detik penyerahan penghargaan anugerah budaya Kota Yogyakarta. Ngebayangin kalau yang dapat penghargaan itu adalah orang tua kita sendiri, jadi bikin terharu.*anaknya baper banget.

Penghargaan buat penggiat budaya di Kota Yogyakarta ini nggak main-main loh. Uang pembinaan senilai 25 juta, piala, piagam, serta pin emas siap menjadi rewardnya. Tapi sebenarnya, dibandingkan dengan jasa para penggiat sastra yang menerima penghargaan, nominal hadiah yang didapatkan masih belum sebanding dengan apa yang mereka dedikasikan untuk kebudayaan di Yogyakarta.


Di akhir acara, penonton disuguhi tarian Gareng yang energik dan lebih modern dibanding tarian sebelumnya. Kabarnya sih kreasi tari ini menang di lomba apa gitu *lupa. Aku suka banget ngulang-ngulang nonton dance ini, berasa lagi nonton tarian boyband, haha!

Reaksi:

6 komentar:

  1. Huah ... hadiahnya luar biasa. :D Seneng banget kalo bisa hadir di acara kaya gini

    BalasHapus
  2. Iya. Bisa menikmati pertunjukan kelas dunia dan penghargaan prestise se Kota Jogja.

    BalasHapus
  3. Iya. Bisa menikmati pertunjukan kelas dunia dan penghargaan prestise se Kota Jogja.

    BalasHapus
  4. Putri mahkota kan beberapa kali nari disitu kalau malam, penonton gratis. Aku pernah ngeblog ttg itu. Tp ini acara propinsi to, bukan kota. Kalau kota, kepala dinasnya masku ipar, pak Eko Suryo.

    BalasHapus
  5. wah acaranya seru ya mak diba.. sarat budaya..

    BalasHapus
  6. Saya tertarik dengan tulisan anda mengenai sastra. Sastra merupakan sesuatu yang penting yang harus diajarkan bagi pelajar Indonesia. Saya memiliki beberapa pembahasan sastra yang bisa anda kunjungi di www.lepsab.gunadarma.ac.id

    BalasHapus

Terima kasih sudah berkunjung di lapak sederhana EDibaFREE. Komentar Anda akan sangat berarti buat kami...