17.11.15

Review Film: Inside Out, Apa isi kepalamu?


Inilah film kami sekeluarga minggu ini! Boleh dapet dari komputer di kampus. Pas banget lagi butuh hiburan. 


Kasian nggak sih baru nonton sekarang? Habis film kartun gini rugi kalau nonton di bioskop. Biasanya seru en tetap seru mau diulang berapa kali juga! Dulu zamannya baru keluar film Big Hero 6, Ais sering banget tuh ngulang-ngulang nonton. Nah, film Inside Out ini juga sama serunya! Ibunya juga belum bosen nih nonton nih film.
Disclamer: Review ini semacam spoiler ya...
Lima pulau kepribadian Riley. Semua diwakili bola senang!

Jadi, ternyata di kepala kita itu ada mahluk yang mewakili perasaan senang (joy), sedih (sadness), takut (fear), dan marah (anger). Tokoh utama di film ini adalah Riley, gadis berusia 11 tahun yang ingatannya penuh dengan kebahagiaan. Dia punya keluarga yang hangat, sahabat yang menyenangkan, dan dia juga senang bermain hoki. Namun, ingatan bahagia mulai lenyap saat Riley sekeluarga pindah ke San Fransisco. "Tak ada alasan Riley untuk bahagia saat ini!" Kata Anger.
ingatannya dipenuhi bola jijik, takut, dan marah

Tapi Joy sangat ingin kalau Riley bisa terus bahagia. Padahal secara natural, Riley sangat sedih dengan kondisinya yang belum siap beradaptasi dengan sekolah baru, teman baru, dan rumah baru. Joy selalu menghalangi Sadness memegang bola ingatan apalagi sampai memegang panel, karena itu akan membuat Riley sedih.

Masalah terjadi karena saat hari pertama sekolah Riley sukses bersedih! Sampai menangis di hadapan guru dan teman-teman barunya. Bahkan kesedihannya itu sampai ke ingatan inti, yang artinya akan diingat selalu. Joy mencegah ini terjadi, dan hasilnya malah semua ingatan inti keluar dari tempatnya dan membuat pulau kepribadian yang merupakan representasi dari ingatan inti seketika padam. 

Keadaan diperparah karena saluran penghisap ingatan posisinya masih hidup dan menghisap Joy dan Sadness. Jadilah Joy dan Sadness terdampar di penyimpanan ingatan yang luas dan besar sekali. Selama terdampar di penyimpanan ingatan, Joy dan Sadness bertemu Bing Bong, teman khayalan Riley. Mereka bertiga pun melakukan perjalanan menuju pusat dengan menumpang kereta pikiran yang tidak mudah untuk dijangkau. Banyak lika-likunya. 
Joy dan Sadness terdampar di penyimpanan ingatan dan bertemu Bing Bong
Dalam perjalanan kembali ke pusat ini Joy menyadari bahwa keberadaan Sadness memang penting adanya. Hal ini disadari Joy saat Sadness berhasil menghibur Bing Bong yang sedih karena roket khayalannya dibuang ke jurang. Sikap Sadness yang penuh kesedihan justru mampu mengambil simpati Bing Bong. 

Roket khayalan ini dibuang ke jurang, Bing Bong sedih jadinya...

Waktu terus berjalan. Satu persatu pulau Riley hancur, Riley benar-benar menjadi anak yang berbeda dari biasanya. Dia menjadi sangat ketus, pemurung dan tidak jujur. Yah, Riley menjadi tidak jujur karena ide Anger untuk kabur dari rumah dan mencuri uang ibu untuk membeli tiket bus. Dalihnya adalah membuat ingatan inti baru di Minnesota. Akibat ide itu, pulau kejujuran menjadi runtuh dan membuat Joy dan Bing Bong jatuh ke jurang. Untung Joy teringat roket khayalan yang sebelumnya sudah dibuang ke jurang. Joy berhasil selamat dari jurang berkat roket khayalan Bing Bong ini, sementara Bing Bong merelakan dirinya tetap di jurang dan dilupakan Riley.

Joy tidak bisa berlama-lama bersedih kehilangan Bing Bong, dia diburu untuk segera kembali ke pusat dan memperbaiki semuanya.  Joy langsung mencari Sadness dan menyusun strategi kembali ke pusat. Setelah mereka sampai kembali ke pusat, Joy menyerahkan panel sepenuhnya ke Sadness, karena saat ini memang yang harus dirasakan Riley adalah bersedih. Tapi, sedihnya Riley kali ini diselipi perasaan bahagia, sehingga untuk pertama kalinya ingatan inti Riley adalah perpaduan sedih dan senang.
Ingatan inti Riley tidak dominan bola senang lagi.
Pulau kepribadian Riley tambah rame!

Menurutku, film ini kreatif abis! Bikin ngerasa kalau ini sih 'kita banget'. Jadi mengkhayal kalau di kepala kita ada bermacam-macam warna-warni ingatan senang, sedih, takut, jijik, dan marah, seru ya? Aku suka konflik cerita seperti ini. Cerita yang tokoh antagonisnya adalah keadaan, bukan seseorang. Soalnya aslinya di kehidupan nyata kan konflik hidup kita yang paling sering adalah konflik di pikiran kita sendiri, ya kan?

Kartun ini juga pas banget buat segala usia. Nggak ada kekerasan berlebihan atau pun adegan percintaan lawan jenis yang bikin gak pantes ditonton anak-anak.

Oh ya, gara-gara film ini, aku jadi penasaran sama teman imajinasinya Ais. Ais suka banget sama Bing Bong. Ais paling suka adegan Joy sama Bing Bong naik roket Bing-Bong. Bagian film yang paling menyedihkan sebenarnya, karena Bing Bong mengorbankan dirinya dan akhirnya lenyap di scene ini.
Who's the friend who likes to play? Bing Bong Bing Bong!

Selain adegan naik roket, Ais juga suka ending film saat Riley mau bertanding hoki. Riley menabrak anak laki-laki dan si anak cuma bengong ngeliatin Riley. Saat di-zoom isi kepala si anak laki-laki, rupanya sedang terjadi chaos di kepalanya karena berinteraksi dengan perempuan. Ais menyebutnya scene 'girl'. Jadi tiap mau nonton adegan ini, Ais bilang "Bu, mau nonton 'girl, girl'." Haha!

scene 'girl' favorit Ais.

Di akhir film juga diperlihatkan isi kepala ibu guru, pelayan toko pizza, badut, supir bus, sampai ke isi kepala anjing dan kucing. Kocak semua deh pokoknya! Pas banget ni buat hiburan karena penat mikirin tesis tak berujung. Wkwkwkwk

10 komentar:

  1. Seru, ya. Yang udah dewasa juga tetap worthed buat nonton. Ini mah bukan cuma dialami anakkecil aja. Yang udah dewsa juga bisa banget ngalamin. Aku jadi pengen nyari filmnya ah.

    BalasHapus
  2. Ini film emang keren!! Mungkin emang bener yaa dipikiran kita itu ada macam-macam karakter gitu. Hahaha.. :D

    Dan saya juga setuju, pada kehidupan nyata sebenarnya konflik dipikiran sendiri itu, justru masalah yang sulit untuk dihadapi.

    Salam dari Medan. :)

    BalasHapus
  3. Aku nangis nonton niiii hikss
    Bingbongnya lutuuuu

    BalasHapus
  4. Wahahaahah kocak dengar ceritanya dari tulisan ini , ekspresinya itu yang gak kebayang hihi

    BalasHapus
  5. Thanks Mak rekomendasinya :D lama nih nggak nonton animasi :D

    BalasHapus
  6. Film ini memang epic banget psikologinya...suka.

    BalasHapus
  7. Film yang ini mang keren abisssss. Bikin mikir tapi seru nontonnya.

    BalasHapus

Terima kasih sudah berkunjung di lapak sederhana EDibaFREE. Komentar Anda akan sangat berarti buat kami...