17.4.17

Tes Akademik dan Tes Kesiapan Mental di SD Khalifah Annizam Palembang

Flashback 2 tahun yang lalu...

"What? Baru masuk SD aja udah dites. Apa nggak stres tuh?" Komentar itu sempat aku pikirkan dalam hati waktu salah satu temanku buat status di Facebook anaknya mau tes masuk SD.

"Jangan mau masuk SD yang menerapkan tes buat calon anak muridnya!" Doktrin itu sempat tertanam di otakku saat aku belum memahami "realita" mendidik anak.

Saat ini...

Kenyataannya, ketika tahun ini aku mau memasukkan Ais ke SD Islam, ternyata semuanya menerapkan tes masuk buat calon peserta didiknya. Ironisnya, Ais cuma bertanya:
"Tes itu apa sih Bu?"

Wajar sih. Anak sekecil itu mana tahu apa itu tes. Tapi justru dengan begitu dia nggak bakalan terbebani dengan yang namanya 'tes'.

Tapi oh tapi, justru orang tuanya, termasuk neneknya yang khawatir, bisa nggak ya anak itu nanti kalau dites?

Aku dan suami sepakat mendaftarkan Ais ke SD Islam yang terdekat dari rumah yaitu SD Khalifah Annizam Palembang. Alasan utamanya sudah pernah dibahas dipostingan ini:

Survei SD IGM dan SD Khalifah Annizam Palembang

Aku bersyukur staf admin di SD Khalifah Annizam Palembang ini sangat bersahabat. Beliau pakai WA dan selalu sabar melayani WAku. Ngomong-ngomong masalah tes, saking khawatirnya aku sama hasil tes Ais nanti, aku sampai berulang kali bertanya perihal tes ini sama Bunda Astri, staf admin yang penyabar ini. Aku beberapa kali bertanya kapan waktu tesnya. Biar bisa persiapan *udah macam mau UMPTN aje. Dan benar saja, dua minggu sebelum tes jadwal sudah diumumkan.

Setelah waktu tes sudah fix, aku dan ayahnya Ais semakin mempersiapkan tes Ais. Khususnya persiapan baca tulis hitung. Tapi berulang kali diingatkan kalau Ais nanti mau tes, anaknya masih santai dan cuek saja. Ayahnya yang tetap konsisten mengajari Ais. Big thanks to Ayah Edy.

Sampai waktu tes tiba, aku kira tesnya ditemani orang tuanya. Soalnya ada rekan kerja yang anaknya tes masuk SD Islam (tapi SD Islam yang berbeda), itu ditemani ibunya. Ternyata, di SD Khalifah Annizam ini, tesnya di ruang tertutup. Kalau anaknya berani, ya nggak usah ditemani. Yah, mamak gak bisa kepo deh.

Herannya, Ais yang sebelum berangkat tes minta ditemani, begitu ketemu gurunya langsung masuk ke ruang tes tanpa menoleh kebelakang lagi. Kelihatannya langsung tune in sama gurunya ini.

Alhamdulillah anakku menunjukkan sikap mandiri dan percaya diri walau pun di lingkungan baru. Waktu tes calistungnya lumayan lama, sekitar 45 menit. Selesai tes, Ais terlihat sumringah sambil senyum malu-malu.

Ibu: Gimana tesnya, bisa nggak?
Ais: Bisa. (Pasang tampang cool)
Ibu: Bu gurunya baik ya Is?
Ais: Baik banget Bu. Nggak macam ibu. Pas Ais nggak bisa gurunya nggak marah..

Wakwaw..skak mat deh si ibu galak ini, hihihi...

Selanjutnya masih ada Tes Kematangan Mental. Sebelum memulai tes, orang tua dikumpulkan terlebih dahulu untuk diberi pengarahan. Jujur aku nggak enak sama Ayah Edy, soalnya ternyata dari dua tes ini, orang tua nggak dilibatkan sama sekali. Padahal bayanganku ada sesi wawancara pada kedua orang tua yang akan menggali kepribadian dan potensi anak. Mungkin setelah hasil Tes Akademik dan Tes Kematangan Mental ini keluar kali ya?

Pada sesi pengarahan ini, hadir sebagai pembicara Ibu Ulfa Fajarwati selaku psikolog yang akan mengetes kesiapan mental anak dan Bunda Maya selaku kepala sekolah SD Khalifah Annizam Palembang.
Pengarahan oleh Bunda Maya dan ibu Ulfa.
Bunda Maya memulai memberi pengarahan. Dikatakan beliau bahwa Tes Akademik anak SD bukan seperti tes masuk kuliah. Artinya bukan berapa banyak pertanyaan yang dijawab benar oleh anak ataupun skor nilai yang dicapai anak. Akan tetapi lebih kepada mengukur kemampuan anak ketika SD nanti. Jadi, orang tua tidak perlu mem-push anaknya dalam menjalani tes ini.

Selanjutnya adalah pengarahan dari Ibu Ulfa selaku psikolog. Menurut Ibu Ulfa, tes psikologi untuk anak ini memakan waktu cukup lama yaitu sekitar 1-1.5 jam. Kalau anak penyesuaian diri cepat bisa 1 jam saja. Akan tetapi, orang tua tidak perlu khawatir anaknya bakalan bosan atau pun tertekan di dalam ruang tes. Soalnya tesnya berupa permainan. Ada permainan balok, tebak-tebakan sederhana, dsb. Dari kegiatan permainan ini akan diketahui:

1. Kecerdasan dasar, matematis, daya tangkap, dll.
2. Sikap kerja. Fokus atau teliti tidak?
3. Kematangan emosi
4. Kematangan secara kepribadian

Hasil tes akan menentukan apa kelebihan dan kekurangan anak, sehingga bisa lebih optimal mengembangkan potensi anak.

Menarik juga ya menelisik tentang pendidikan anak seperti ini? Dari tes ini aku bisa menganalisa calon gurunya nanti. Anak juga bisa melakukan adaptasi awal pada kondisi calon sekolahnya nanti.

Sejauh ini Ais nggak banyak kasih 'clue' apa saja yang ditanyakan di ruang tes. Tapi berjam-jam di ruang tes, dianya santai saja. Artinya Tes Calistung dan Tes Kematangan Mental calon murid SD itu sama sekali tidak menyeramkan, ya kan? Oh ya, aku sempat candid pas Ais mulai Tes Kematangan Mental.
Suasana tes kematangan. Anak diajak bermain sambil belajar.
Komentar Utinya waktu lihat foto ini:
"Apa nggak stres anak dites kayak gitu?"

Tapi nyatanya Ais dan anak-anak lain santai semua. Keluar dari ruangan wajahnya semua tetap sumringah. Ternyata orang tua yang terlalu khawatir ya. Padahal anak sendiri, karena belum begitu paham arti sebuah "tes", justru malah bisa menjalani tes tanpa beban.

Oh ya, di pengarahan kemarin, Bu Ulfa sempat mengutarakan bahwa sebelum psikotes, anak tidak perlu di push untuk belajar. Anak hanya perlu istirahat cukup dan jangan lupa sarapan sebelum psikotes. Jangan salah kaprah dan menakut-nakuti anak kalau tes itu harus begini dan begitu. Karena hal itu justru membuat anak tegang dan tidak bisa mengekspresikan dirinya dengan baik. Psikolog pun menjadi tidak bisa menggali kepribadian anak yang sebenarnya.

Setelah didesak utinya untuk menceritakan isi tesnya tadi, Ais bercerita kalau:

Tes Akademik:
1. Diminta menyebutkan dan menuliskan angka 1-15 dan huruf A sampai Z.
2. Diminta menuliskan namanya. Untung udah sering nulis nama di kertas gambarnya. Hihi
3. Membaca (apa ya? Anaknya ditanyain lupa, sigh..)

Tes Kematangan Mental:
1. Ditanya susunan keluarga. Dan Ais bilang kalau punya 2 kakak bernama Inu dan Ibal (padahal mereka itu omnya Ais, memang sih masih usia SD).
2. Diberi pertanyaan logika sederhana, yaitu: " Kenapa rumah ada temboknya?" Dan Ais jawab "Supaya orangnya nggak kabur." (Wew, rumah apa penjara ini? Wkwkwk)
Harusnya ada permainan balok dan berhitung ya, tapi mungkin kurang berkesan buat Ais, jadi dia lupa detailnya. Hihi..

Gitu aja deh bocoran tesnya. Yang jelas asyik lah tesnya. Guru-gurunya ramah dan cenderung membiarkan anak berekplorasi. Padahal beberapa anak ber"eksplorasi" dengan proyektor LCD yang sebenarnya mengganggu anak lain yang mau nonton film yang diputar. Tapi, yang kayak gitu sih harusnya orang tuanya juga yang peka lah ya. Supaya anaknya nggak mengganggu "ketertiban umum". Hihi...
Suasana menunggu tes, ditayangkan film islam yang mendidik.

Semoga berjodoh dengan sekolah ini dan makin banyak referensi pendidikan yang bisa kubagi di blog ini. In sya Allah.
Reaksi:

30 komentar:

  1. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  2. Test-nya byk banget ya.. Memang bbrp sekolah menerapkan standard tertentu utk menerima siswa.. Semoga Ais diterima ya di sekolah barunya..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya. Bagus juga sih, jd ortu sm guru punya tolok ukur mengenai kemampuan anak.

      Hapus
  3. ahahaha Ais bikin ketawa tante ipeh nih. Dan iya kok Mba Diba, sekarang setiap sekolah menerapkan sistem tes, emang buat liat seberapa level kemampuan dalam motorik dan sensorik. Kalo ada catatan khusus, biasanya mereka udah siap dengan stimulasi apa yang cocok dengan si anak. Gitu sepengetahuanku.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ya gitu itu anak lanang satu2nya. Hehe

      Hapus
  4. Huaaa, 4-5 taun lagi gimana modelnya ya?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Pastinya lebih mantap lagi dong. Dan harusnya lebih stress free..

      Hapus
  5. Waaah...buat bekal kalau Shoji test besok SD niih...
    Masih belum kebayang juga mau dimana, karena kata Bu Guru Shoji sekarang kemampuan Shoji masih bisa banget dioptimalkan.
    Suwun yaaa bocorannya Diba ����

    BalasHapus
    Balasan
    1. Dilama2in TK juga gak papa. Ini krn udah kadung males cari TK lg ibunya. Hahahha

      Hapus
  6. Ais udah SD ajaaaaaaaa. Nggak kerasa. Pas main ke rumahku kayaknya nggak beda jauh sama Ubii. Semoga betah, banyak teman, dan hepi di sekolah ya, Ais.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iyaa..inget dong Ubii diapelin dua cowok chubby..hihi..kangen deh ngegosip bertiga.haha

      Hapus
  7. ikut tegang bacanyaaa, aamiin ya ais, pokoknya smga bisa belajar dgn gembira :)

    BalasHapus
  8. Marwah juga dulu pas mau masuk SD di tes, tes kematangan dan psikologinya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kerasa banget ya manfaat tes ini? Jd lebih punya arah pembelajaran anak nantinya.

      Hapus
  9. Wah semoga sukses ya Aiss, masuk dunia baru SD
    Tesnya banyak juga hehe

    BalasHapus
  10. Aku loh deg2an baca tulisan ini mak Diba. Tes masuk kok yo bikin orang tua mules hiks..
    Semoga Ais lulus ya mak ^^

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ortunya udah parno duluan sama istilah tes. Padahal ternyata ya gak serem sama sekali, hihi

      Hapus
  11. Aiissssss, ciweeelll lho yaaaa, ditanyain Ibu jawabnya sok cool banget siii.. sukses terus ya nak lanang ganteng ^_^

    BalasHapus
  12. Huaa Najla belum bisa baca. Hoho dulu aku masuk SD juga ada tesnya
    Di SD Ungaran tes nyanyi, di SD Jetis tes nama hewan dari gambar, di SD Muh Sapen tes mengaji

    BalasHapus
  13. Aku yg bukan ortunya aja ikut deg2an. x_x Enggak kebayang andai Luna usia 5th bsk tes macem2. Kadar stres anak kan beda2 ya.. Bisa jadi Ais syantai, tpi anak lain enggak. Tapi semoga Ais lulus yaa... bisa masuk di sekolah yang diimpikan. Good luck Ais! :)

    BalasHapus
  14. DI sekolah tempatku ngajar juga ada tes masuk SD mb, soalnya sih standar cuma mau lihat kemampuan anak gimana, maklum sekolahku semi internasional

    Tapi nggak ada kesiapan mentalnya sih wkwlwlwkwkw

    BalasHapus
  15. Semakin ketat ya tapi memang perlu untuk menciptakan generasi yang lebih hebat! :)

    BalasHapus
  16. Hihihi skak mat deh emaknya, aku pun kyknya jg gtu di mata anak2ku huhuhu

    Btw pertanyaan tesnya kyk gtu ternyata ya dan jawaban anak2 kecil emang suka gak terduga

    Moga lulus tesnya ya Ais :D

    BalasHapus
  17. Di sekolah anakku juga pake tes mba...soalnya yang minat sama daya tampung banyakan peminatnya. Jadi mmng di seleksi.

    Anak2 di lihat kemandirian..misal suruh make kaos kaki, ngerjain soal yang mana lingkaran..mana persegi..sama iqra mb.

    Soalnya nanti ada pelajaran bahasa arab, jadi mmng iqra harus mininal jilid 4 pas tes masuk. Kelas 1 ke kelas 2 targetnya dah alquran.

    BalasHapus
  18. Zaman sekarang anak kecil juga ada tesnya ya

    BalasHapus
  19. Memang penting ya tes-tes seperti itu untuk anak kecil?

    BalasHapus
  20. MasyaAllah... udah kayak ujian buat SIM aja :D
    Kalo belum masuk TK sebelumnya bisa takut skolah ni anaknya, hihi

    BalasHapus

Terima kasih sudah berkunjung di lapak sederhana EDibaFREE. Komentar Anda akan sangat berarti buat kami...