17.4.15

Ibu ponorogo

Wisata ke Telaga Ngebel bersama Ibu Ponorogo dan Keluarga
Ibu Ponorogo,
Begitu aku memanggilnya.
Ibu mertua yang sangat kuhormati dan kusayang.
Ibu yang selalu memperhatikan semua menantunya seperti anaknya sendiri.

Ibu Ponorogo punya tujuh anak.
Ketujuhnya sudah menikah.
Saat lebaran tiba, rumah Ibu Ponorogo akan ramai oleh anak, menantu, dan cucu
Ibu Ponorogo akan senang bila kita semua berkumpul.

Sayang, kadang aku dan suami kurang beruntung. Bila tiba gilirannya suami harus piket di kebun saat Lebaran, saat itu lah kebahagiaan Ibu Ponorogo akan berkurang.
Bekurang satu keluarga berarti berkurang sebagian kebahagiaan. Aku dapat merasakan nada kekecewaan saat kami tidak bisa pulang kampung saat Lebaran.
Tapi Ibu Ponorogo tidak pernah menuntut lebih pada kami. Doanya tulus mengalir untuk keberhasilan keluarga kecil kami.
Ibu Ponorogo pintar memasak. Sampai detik ini belum juga berhasil kumanjakan lidah suami dengan masakanku. Masakan Ibu Ponorogo senantiasa luar biasa, tak kuasa aku menandinginya.

Ibu Ponorogo. Maafkan bila selama menjadi menantumu aku terkadang bersikap kurang sopan. Kultur Palembang yang kental mempengaruhi tingkah lakuku, walaupun sebenarnya aku keturunan Jawa, tapi aku sering ceplas ceplos, terkadang sok-sokan pakai bahasa Jawa, padahal bahasa itu nggak sopan untuk diucapkan di hadapan orang tua, tapi Ibu Ponorogo selalu maklum. Sekali lagi, tidak ada tuntutan berlebih dari seorang mertua kepada menantunya yang apalah ini...

Ibu Ponorogo. Terima kasih telah sudi merelakan anak lelaki kesayanganmu untuk bersamaku. Terima kasih akan keikhlasanmu untuk jauh darinya, lelaki yang menjadi suamiku, lelaki yang baru memberimu satu cucu ini. Semoga aku bisa membahagiakan mereka, sebagaimana dirimu membahagiakan Bapak Ponorogo dan anak-anakmu. Aamiin.

Ibu Ponorogo. Walau dirimu mungkin tidak membaca uangkapan hatiku ini, biarkan aku mengatakan pada dunia, betapa aku mencintaimu, menyayangimu, dan menghormatimu dengan segenap jiwaku.
Sehat selalu ibu mertuaku sayang.


Reaksi:

3 komentar:

  1. kalau di belakangnya ada nama daerah gitu mengingatkan saya sama alm kakek dan nenek, Mak. Bapak bandung, emak bandung, dll

    Semoga ibu mertua selalu diberikan kesehatan, ya aamiin

    BalasHapus
  2. Senangnya punya menantu yg sayang. Aku nggak punya ibu mertua sih sejak married. Sungkem buat ibu Ponorogo :)

    BalasHapus
  3. salam untuk ibu Ponorogo ya mak diba *_*

    BalasHapus

Terima kasih sudah berkunjung di lapak sederhana EDibaFREE. Komentar Anda akan sangat berarti buat kami...