7.4.14

Ilmu Homeschooling Anak Usia Dini=Ilmu Wajib Orang Tua

Just let it flow...
Itu yang aku tangkap dari keseluruhan materi Webinar Homeschooling Anak Usia Dini. Masa usia dini adalah masa bersenang-senang dengan orang tua. Ini penting untuk membentuk rasa aman dan nyaman pada diri anak. Ketika anak sudah merasa aman dan nyaman, tentu akan mudah bagi mereka untuk belajar dan mengeksplorasi sekitar.
Anggapan bahwa menyekolahkan anak sedini mungkin akan melatih sosialisasinya itu salah besar. Orangtualah yang bertanggung jawab pada kemampuannya bersosialisasi. Seberapa peduli orang tua terhadap lingkungan sekitar anak. Sosialisasi tidak terbatas pada teman sebaya. Lingkungan tempat anak berinteraksi juga sosialisasi. Termasuk memilihkan tayangan edukatif dan permainan yang mendidik untuk anak.

Homeschooling Anak Usia Dini sebagai Pendidikan Dasar setiap Anak
Homeschooling anak usia dini adalah semudah-mudahnya homeschooling, namun paling krusial. Kelak, bila nantinya anak akan meneruskan homeschooling di usia sekolah ataupun bersekolah formal, homeschooling anak usia dini akan menjadi pondasi terpenting untuk pembentukan mental dan karakter anak nantinya.
Modal utama untuk menjalankan HS usia dini hanyalah kehadiran diri para orang tua. Tidak perlu spesialisasi khusus. Hanya temani anak bermain. Sesimpel itu. Memang ada arahan untuk permainan agar perkembangan anak sesuai dengan umurnya. Namun sejatinya, perkembangan ini tidaklah sama di setiap anak, pun, tanpa stimulasi khusus pun, selagi kemampuan motorik anak tidak mengalami hambatan dan tidak terlalu banyak larangan, biasanya perkembangan ini akan terjadi secara alami sesuai dengan umurnya.
Teorinya memang mudah, namun prakteknya tentu tidak. Sebagai manusia biasa, terkadang minder melanda. Pertanyaan "mampukah saya?" Kerap kali mendera. Aku pribadi mencoba menerapkan HS usia dini tanpa target khusus. Tidak idealis sama sekali. Bagaimanan tidak? Aku pribadi masih belum bisa 100% hadir dalam proses bermain Faris. Kalaupun sekarang aku sedang tidak bekerja, tetapi banyak juga waktuku tersita untuk kegiatan di luar rumah dan terpaksa menitipkan Faris ke orang lain. Tapi yang jelas, aku selalu memastikan Faris dalam kondisi aman dan nyaman seperti prinsip utama HS usia dini. Toh, HS bukan berarti membuat kita menjadi eksklusif dan tidak percaya orang lain. Untuk pendidikan anak, memang tidak mungkin 100% dihandle orang tua. Yang 100% itu tanggung jawabnya.

Insya Allah. Rampung empat sesi webinar ini, aku menjadi semakin yakin untuk 100% mampu bertanggung jawab terhadap pendidikan anakku. Aamiin.

Baca keseruan lain seputar keluarga. Plis klik: Housewife's diary

Simak juga resume kuliah online yang pernah kuikuti: Kuliah Online
Reaksi:

1 komentar:

  1. Saya setuju dengan aman dan nyaman ini Mbak, keponakan suami saya karena gak pernah bergaul dan langsung masuk TK sekarang jadi tidak bis aberkembang, kalau di rumah dia pinter tapi di sekolah dia gak berani explore kemampuan.
    Dia seperti ada rasa takut berlebih berkumpul dengan banyak orang karena di rumah pun selalu merasakan ketakutan, tidak boelh kluar rumah takut diculik oleh tante dia dsb. Apapun permasalahannay seharusnya orang tua bis amenciptakan rasa aman dan nyaman, ya?

    BalasHapus

Terima kasih sudah berkunjung di lapak sederhana EDibaFREE. Komentar Anda akan sangat berarti buat kami...