28.2.14

Ide Bisnis Ibu-Ibu

Ide bisnis ibu-ibu

Saat ini aku sedang meragu antara ingin resign tetapi juga masih perlu banyak biaya untuk mencapai cita-cita ‘bebas financial di usia 40 tahun’. Alasanku ingin resign sebenarnya sangat wajar. Tetapi menjadi tidak wajar di mata banyak orang, karena aku memutuskan untuk menjadi ibu rumah tangga biasa alias pengangguran. Hm, sebenarnya bukan pengangguran juga sih, aku ingin wiraswasta,. Tetapi stigma masyarakat tentang wiraswasta itu kan identik dengan pengangguran. Wiraswasta masih dipandang sebelah mata, yah, termasuk keluargaku. *keluh

Padahal, semenjak aku berencana resign, banyak sekali ide cemerlang wirausaha yang kupikirkan. Tidak kupikirkan sendiri sih, tetapi kudapat dari sharing dengan banyak teman. Subhanallah! Bila berteman dengan orang yang berjiwa positif, kita pasti ketuleran positifnya loh. Nah, sebelum lupa. Aku mau tulis dulu beberapa ide wirausaha yang kudapat dari sharing (curhat) dengan beberapa teman dan saudara.

1. Online shop fashion atau perlengkapan bayi
Ini ide yang dicetuskan suami dan diaminkan oleh mbak ipar yang kebetulan lumayan berhasil di bidang online shop. Pasar online shop itu sangat luas. Apalagi kalau lokasi kita di kota besar, soalnya pembeli kan cari yang dekat penjual biar hemat ongkos kirim.Bisnis online yang paling menjanjikan adalah fashion wanita. Soalnya wanita itu kan suka banget koleksi baju, tas, sepatu, pernak-pernik, dll. Tapi, sense-ku untuk jeli membaca trend fashion wanita sepertinya perlu diasah. Maklum, sehari-hari pakai seragam dan kalau jalan-jalan belum bosen pakai koleksi di lemari.Selain fashion wanita, perlengkapan bayi juga menjanjikan. Apalagi kalau yang ditawari nubie mom. Wah, pasti kalap mata mau beli apa saja.#saya salah satu korbannya, hehehe…

2. Menulis freelance di media
Ide ini aku dapat dari komunitas menulis yang aku ikuti. Banyak media yang menerima artikel ataupun cerpen untuk majalah atau surat kabarnya. Honornya bervariasi, yang jelas sih lumayan buat jajan bakso. Hehe.Sekarang sih, kualitas tulisanku masih perlu diasah lagi, biar joss tembus media. Doakan ya sobat…

3. Mengelola bimbingan belajar

Kalau ini, idenya didapat dari tanteku. Beliau mengelola sebuah bimbingan belajar. Belum terlalu sukses, tapi banyak hal yang bisa kupelajari dari semangatnya mengelola bimbingan belajar. Ini adalah kali kedua dia membuka bimbingan belajar. Sempat gagal saat pertama dia membuka bimbingan belajar. Tapi, kecintaannya dalam mengajar membuatnya bangkit untuk membuka bimbingan belajar lagi.
Aku sendiri mengikuti komunitas ibu profesional. Pendirinya, Ibu Septi Peni juga merupakan penemu metode berhitung dengan jarimatika dan membaca dengan abacabaca. Terus terang, ingin sekali menguasai kedua metode itu dan mengajarkan kembali kepada anak-anak. Ada kepuasan bisa berinteraksi dengan anak-anak. Sekalipun mungkin penghasilannya tidak se 'wah' kerja kantoran.

4. Berkebun
Terinspirasi dari bapak-bapak di sekitar rumah dan postingan foto kebun teman di FB. Aku menjadi kepikiran untuk menjadikan kegiatan berkebun sebagai sumber penghasilan. Sebenarnya kepikiran untuk bertanam jamur tiram, karena kelihatannya pengolahannya mudah dan resiko gagal kecil, tapi yang namanya kerja di sector produksi butuh energy ekstra agar mendapatkan hasil yang diinginkan.

5. Produksi makanan sehat
Ini sih kepikiran karena maraknya forum ibu-ibu yang bisnis makanan. Sebenernya kepikiran untuk bertanam jamur, terus hasilnya diolah sendiri untuk makanan sehat. Tetapi, aku pribadi walaupun lulusan teknologi pangan, tetapi ilmu masak-memasak aku nol besar. Malu sama teman-teman yang bukan dari jurusan pangan tetapi masakannya jempolan, hehe..Insya Allah, apapun pilihanku nanti, aku dedikasikan semata untuk keluarga, komunitas, dan lingkunganku. Semoga Allah mengijabah doaku. Aamiin ya Rabbalalamin.
Reaksi:

0 komentar:

Poskan Komentar

Terima kasih sudah berkunjung di lapak sederhana EDibaFREE. Komentar Anda akan sangat berarti buat kami...