13.11.13

Surat untuk Ultah 2 tahun Faris FREE

Faris, anak Ibu dan Ayah yang terhebat

Faris masih ingat perjuangan kita dua tahun yang lalu waktu kamu mau lahir ke dunia?
Seinget ibu, Faris itu anak yang paling hebat dan pengertian sama ibu. Saat itu, pukul dua dini hari. Ibu ngerasa mules, tapi ibu masih belum curiga itu kontraksi melahirkan, karena HPL mu masih seminggu lagi. Sampai saat Subuh, sakitnya semakin intens dan mulai timbul flek, tetapi kata uti tenang aja, selama belum keluar ijo ijo(air ketuban), berarti masih aman. Laaah, tapi waktu itu ibu memang udah mules banget. Entahlah apa aktivitas Ibu sampe jam sepuluh pagi itu, yang jelas, setiap kontraksi datang, uti selalu meyakinkan, "Tenanglah, sakitnya pasti berlalu, sekarang banyak zikir aja". Yah Nak, rasanya waktu terasa sangat lama, karena ibu benar benar ga sabar pengen segera lihat Kamu ke dunia, Nak!
Sampai jam 10 pagi, sebelumnya uti mau ngajak jalan jalan, kebetulan juga pas itu ada Uti Anik yang lagi dinas ke Palembang, jadi uti mau nemenin Uti Anik cari oleh oleh. Tapi berhubung ibu waktu itu udah mules banget, ga lucu nanti di toko nungging nungging, jadilah kita mampir ke Rumah Bersalin. Ternyata ibu udah bukaan lima, Nak. Artinya ibu harus stay di Rumah Bersalin. Saat itu, makanan batagor yang terenak pun terasa kelu di lidah, ibu hampir ga bisa mengusai sakitnya kontraksi. Sampai pas pukul dua. ibu masuk kamar bersalin. Sendiri. Terus terang ibu suka dalam kesendirian itu, karena ibu bisa puas melampiaskan sakitnya kontraksi tanpa menyinggung orang lain, hehe.. kamu tahu, Nak.. Akung, Uti, dan Uti Anik sampe ibu marah marahin, karena ibu ga kuat sakitnya. Jadi ngerasa bersalah sampe sekarang.
Alhamdulillah bukaan lengkap pas pukul empat, dan sampai setengah jam ibu mengejan, tepat setengah lima sore kamu lahir kedunia. Tangismu keras, sangat sehat, bahkan dokternya langsung kamu kencingi dua kali. Namun, kamu langsung dipisahkan dari Ibu saat itu, ibu belum paham IMD, dan saat itu kamu terpaksa minum susu formula, ASI ibu belum keluar. Saat tengah malam, Ayah baru datang, kata Ayah dari jam 12 siang baru dapet bis jam 5. Alhamdulillah kita sekeluarga berkumpul.
Sampai di rumah, ibu mulai frustasi, karena ASI ibu ga jua mengenyangkanmu. Membiarkanmu rawat pisah di rumah bersalin menjadi kekecewaan terbesar ibu. Ibu baru tahu kalo ga dikenyot sesering mungkin, maka ASInya ga keluar. Selama 4 hari ibu memerah ASI dan terus menyodorkan puting sesering mungkin ke kamu. Alhamdulillah, Kamu anak yang kuat dan sabar. Ga butuh waktu lama sampai kamu benar benar terbebas dari susu formula. Sedari bayi, memang kamu anak Ibu yang paling pengertian. Ga pernah ibu dibuat kurang tidur, bahkan kamu tetap anteng tidur saat Ibu tinggal mencuci dan masak. Bahkan di usia seminggu, Kamu mulai menoleh dan memperhatikan saat ibu bicara. Kadang posisi tidurmu juga bikin ibu ketawa. Hehe..

Kamu memang malaikat Ibu, dan malaikat kita sekeluarga. Kehadiranmu bawa keceriaan buat kita. Apalagi kamu cucu pertama, Nak. Semua perhatian fokus kepadamu, Kamu jadi anak yang pede dan berani. Kamu jadi anak yang menyenangkan saat bertamu, bahkan kamu langsung cocok dengan pengasuhmu, mulai dari Mbah Sut, dan sekarang hampir dua tahun diasuh Mak Ning. Saking sayangnya, sekeluarga Mak Ning sampai menganggapmu anak bungsu di keluarga mereka. Kamu sering dibuatkan bermacam makanan, dibelikan mainan, dan dituruti semua maumu. Pokoknya gede nanti, kamu harus terus ingat kebaikan mereka.
Alhamdulillah, dua tahun sudah usiamu. Dua tahun sudah ibu menjalani peran sebagai orang tuamu, ibu sadar masih banyak kekurangan ibu. Tetapi kamu tetap menganggap Ibu yang terbaik. Kamu yang selalu bersorak gembira saat ibu jemput kamu dari tempat Mak Ning. Kamu yang selalu memanggil ibu saat butuh apapun. Bahkan saat ibu sedih dan menangis, kamu selalu peluk Ibu, seolah berkata "Jangan nangis Bu, Faris bakal terus temani Ibu"

Nak, dirimu sudah menjadi pelita ibu dua tahun ini. Belum pernah ibu bersemangat seperti ini dalam belajar, hanya demi menjadi ibu yang terbaik buatmu. Ibu yang selalu membahagiakanmu. Ibu yang selalu mendorongmu menjadi anak berprestasi. Aamiin
Nak, menjadi Ibumu adalah hal luar biasa yang terindah. Saat ibu penat karena bekerja dan masih harus mengurus rumah(karena kita ga pake asisten sepeninggal Mbah Sut). Ibu selalu membayangkan senyummu. Bahkan terkadang kamu ngerecokin saat ibu bersih bersih, minta pinjem sapu, mainan kemoceng, tapi yang ibu lihat kamu anak yang berbakti, mau bantu orang tua, Insya Allah dua tahun lagi kamu beneran bisa bantu ibu ya Nak.
Ya Allah, terima kasih atas anugerah terhebat bernama FREE~Faris Raditya Edsel Ediba ini, semoga ibu bisa selalu menjaga amanah untuk membesarkanmu dalam cinta dan nilai nilai agama yang luhur. Ikutlah setiap kali ibu sholat Nak. Dengarlah setiap kali ayat suci dilantunkan. Berdoalah setiap apapun kegiatanmu. Bukan Ibu, Ayah atau Mak Ning yang akan selalu menjagamu. Tetapi Allah yang akan selalu disisimu. Allah yang akan selalu menjagamu. Ingatlah Allah selalu Nak. Karena Allah selalu memperhatikanmu. Ibu sayang Faris. Ayah sayang Faris. Tetapi Allah jauh lebih sayang Faris.
Bukan mainan mahal yang akan ibu beri, bukan makanan mewah yang akan ibu buat, untuk ulang tahunmu kali ini. Semoga tulisan ini bisa menjadi kenangan terindah saat kamu besar nanti dan merasa sendiri. Percayalah akan kasih sayang Allah lewat kami, Ayah dan Ibumu. Percayalah saat sendiri selalu ada Allah disampingmu. Tetap menjadi anak yang tangguh seperti saat dirimu lahir Nak. Insya Allah ibu akan selalu mendukung setiap langkahmu.
Love,


Ibu
Reaksi:

0 komentar:

Poskan Komentar

Terima kasih sudah berkunjung di lapak sederhana EDibaFREE. Komentar Anda akan sangat berarti buat kami...