13.11.13

Puaskan Masa Mudamu!

Hari ini, juniorku di kantor curhat. Dia pengen izin buat panggilan tes kerja, tapi masih galau karena bosnya belum jawab sms minta izinnya(bosnya lagi di luar kota). Yah, aku bilang kans dan keinginanmu di perusahaan yang lagi bukaan ini gimana? Karena bakal biaya cukup besar untuk sekedar keluar dari site perkebunan ini. Menurutnya, kansnya cukup besar, dia punya channel disana, dan sebelum masuk ke perkebunan ini, Dia sebenarnya berharap bekerja di perusahaan yang lagi bukaan ini. Wah, tiba tiba aku jadi seperti flashback masa lalu, saat masih sibuk cari lowongan disana sini. Waktu masih kerja di Serpong sih akses ngelamar kerja masih gampang, pun bosku baik banget. Aku boleh izin tanpa potong gaji, asal aku absen dulu ke kantor. Berbeda ketika masuk perkebunan. Selain bosnya lebih susah dimintain izin(apalagi jujur mau tes kerja, bisa kena gorok, wkwk), perjuangan untuk mencapai tempat tes cukup berat. Wong kota terdekat aja 2 jam perjalanan mobil, dan akses mobil kesana juga pas pagi hari. Kalo mau berangkat sore pas pulang kerja ya kudu minta anter temen, yang belum tentu semua mau, karena sore sore rawan perampokan di jalan, hiy...
Yah, kembali lagi ke juniorku ini, keputusan untuk tetap berangkat tes memang cukup berat. Selain belum dapat konfirmasi si bos, beberapa temannya seperti 'menyalahkan' keputusannya ini. Beberapa menganggap dia tidak bersyukur, karena kerja baru bentar kok udah mau pindah. Aku, sebagai karyawan yang sudah merasakan kerja 4 tahun di perkebunan ini, merasakan getirnya berkali kali ditinggal patner kerja, dan pernah ikut merasakan perjuangan teman teman sejawatku, yang beberapa sekarang jadi PNS dan karyawan BUMN, beberapa juga masih kutu loncat. Menurutku, Juniorku ini bukannya ga bersyukur. Justru dia bersyukur kalo ambil kesempatan tes sekarang, bersyukur karena memanfaatkan peluang, dan bersyukur karena kali ini ada lagi kesempatan ilmunya di kuliah kepake. Well, aku ga lupa bilang ke dia, kalo aku tahu persis apa yang dia rasakan sekarang, aku dulu juga pernah berapi api pengen pindah ke pabrik, karena ilmu kuliahku ga kepake di kantor. Sampe saat ini juga masih suka berkhayal kalo ada karyawan pabrik lewat, dengan sepatu safety dan helmet, ga lupa HT di pinggang, ah kerennya.. sebenarnya aku bisa seperti itu. Tapi kalo aku sudah malas memperjuagkan keinginanku, karena namanya satu PT mah pasti sama aja mau ditempatin dimana. Dan lagi, aku bersyukur dengan pekerjaanku sekarang, karena ga perlu nge-shift, sehingga aku bisa tetap dekat dengan anakku.

Yah, selagi muda, ambillah semua kesempatan dan terus belajar. Sekarang, aku sedang berusaha mengambil semua kesempatan menggali ilmu parenting dan menulis. Maaf ya Allah, aku sepertinya harus menaruh sejenak ilmu kuliahku entah dimana, mungkin nanti kupakai lagi kalo dah jadi mau bisnis olahan jamur. Aamiin
Reaksi:

4 komentar:

  1. puaskan masa muda dengan mengisinya dengan hal-hal yang bermanfaat dalam amal kebaikan,,,hingga tak sesal dikemudian hari....salam :-)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betul Pakde..jadi keingetan blm nge darft buat GA Pakde..

      Hapus
  2. pencarian untuk bisa nyaman dan mantap dg pekerjaan...

    BalasHapus
    Balasan
    1. betul, dan pekerjaan utama buat kita adalah menjadi ibu ya mak..hehe

      Hapus

Terima kasih sudah berkunjung di lapak sederhana EDibaFREE. Komentar Anda akan sangat berarti buat kami...