26.11.13

Singa si Raja Hutan dan Tikus

Gambar dari google

Tikus adalah hewan pengerat yang berbadan kecil dan hampir selalu kalah bersaing dalam mendapatkan makanan. Badannya yang kecil membuatnya susah menggapai sumber makanan yang banyak terdapat di atas pohon. Sebenarnya tikus memiliki kehebatan dalam mengerat, tetapi kemampuan mengeratnya lambat, sehingga kalah bersaing dengan hewan lain. Tikus kecil sudah dua hari belum makan. Perutnya sangat kelaparan. Lalu dia melihat ada pohon ceri yang berbuah sangat lebat. Tikus lalu memikirkan cara untuk meraih buah ceri itu. Dia melihat ada gundukan, tanpa pikir panjang dia memanjat gundukan itu. Tak disangka gundukan itu adalah seekor singa. Singa adalah hewan terhebat di hutan. Oleh karenanya singa menjadi raja hutan. Badannya kekar, suara aumannya begitu menggelegar, hingga tidak ada satupun hewan yang mampu menandinginya. Tikus menjadi ketakutan karena sudah lancang kepada raja hutan.

" Oh singa sang raja. Maafkan aku, aku sudah lancang menaikimu. Sungguh aku tidak tahu kalau gundukan ini adalah dirimu. Aku cuma ingin makan ceri di atas pohon itu. Dua hari aku belum makan." Tikus berkata penuh iba. Singa menjadi terenyuh dan tak kuasa untuk memarahi kelancangan tikus.

"Wahai tikus. Kali ini kelancanganmu aku ampuni. Baiklah, aku akan membantumu mengambil ceri di atas pohon. Aku pernah merasakan dua hari tidak makan, dan itu sangat tidak enak."

Singa lalu mempersilahkan tikus naik ke telapak tangannya, lalu telapak tangan singa mendekati pohon ceri, sehingga tikus bisa mengambil dan memakan ceri sepuasnya. Setelah kenyang dan mengambil sedikit untuk persediaan makanan, tikus lalu bersiap turun dari tangan singa
" Terima kasih singa. kebaikanmu tidak akan kulupakan. Kalau nanti kamu butuh bantuanku, bilang ya, siapa tahu aku bisa membantumu." Ucap tikus.
" Hoho..simpan saja pertolonganmu. Aku ikhlas membantumu kok." Jawab Singa. Ada sedikit kesombongan singa. Dia merasa tidak akan perlu bantuan mahluk kecil seperti tikus.

***

 Suatu hari Singa sedang berburu mangsa untuk makan siangnya. tiba-tiba dia terjerat diantara ilalang dan akar gantung pohon beringin yang menjuntai. Raja hutan itu menjadi tak berdaya, apalagi karena panik beberapa akar gantung malah justru menjerat lehernya semakin erat. Singa merasa inilah akhir hidupnya. Dia tiba-tiba teringat kesombongannya yang merasa tidak perlu bantuan orang lain. Ternyata mahluk sehebat dia pun juga perlu bantuan.
Lalu datanglah bantuan itu, tikus yang dahulu pernah ditolong singa akan menepati janjinya. Dengan kemampuannya mengerat, tikus dengan mudah memutus belitan akar gantung dan ilalang. Akhirnya singa tertolong berkat kemampuan mengerat tikus.

Sehebat apapun kita, pasti akan butuh pertolongan orang lain, sebaliknya, selemah apapun kita, pasti berguna bagi orang lain. Bukankah Allah tidak menciptakan suatu mahluk kecuali ada manfaatnya? 
Reaksi:

4 komentar:

  1. Balasan
    1. paling suka fabel. sarat makna..maksih dah berkunjung

      Hapus
  2. Setiap yang ada didunia ini sudah ada peruntukkannya masing2 dan sudah ada manfaatnya.

    BalasHapus
  3. wihhhhh. ceritanya pecahhh cetarrr banget. iya semua berguna. walupun itu ada lah yang lemah. setuju.

    BalasHapus

Terima kasih sudah berkunjung di lapak sederhana EDibaFREE. Komentar Anda akan sangat berarti buat kami...