27.11.13

Fiksi vs Non Fiksi

Sebenarnya aku bercita-cita membuat satu tulisan bermanfaat setiap hari. Tetapi nyatanya aku mulai kehilangan ide. Beberapa hari postinganku hanyalah menceritakan ulang dongeng anak yang kutonton di saluran kesayangan anakku, Jim Jam. Entahlah, aku mulai melirik fiksi, seperti cerpen dan puisi. Tetapi, aku selalu merasa minder kalo ngomongin dua hal ini. Bukan apa-apa, SMU dulu aku getol banget bikin puisi dan ikut lomba puisi. Tapi seringkali aku kalah. Walau pernah juga sekali menang. Zaman sekolah dulu aku juga menyukai drama. Pengen sih bikin lagi semacam skenario cerita ataupun puisi dan cerpen-cerpen seperti zaman sekolah dulu. Banyak ide yang bisa kumanfaatkan, tapi sepertinya aku kesulitan dalam 'berbohong'. 'Berbohong' dengan menceritakan kembali kisah asli menjadi fiksi. 'Berbohong' dengan menyamarkan tokoh-tokoh yang sebenarnya nyata, namun menjadi fiksi. Ternyata kreativitas itu lebih susah. Dan membuat fiksi jauh lebih susah daripada membuat artikel non-fiksi.

Baiklah, mungkin aku tidak akan memaksakan diriku membuat sesuatu yang belum aku kuasai, tapi percayalah, suatu saat aku akan jadi ahli fiksi. Malu dong ikut Monday Flash Fiction tapi ga bisa nulis fiksi. Huhuhu..
Reaksi:

0 komentar:

Poskan Komentar

Terima kasih sudah berkunjung di lapak sederhana EDibaFREE. Komentar Anda akan sangat berarti buat kami...