25.11.13

Kelelawar juga Burung

gambar dari google

Kelelawar merasa minder. Tubuhnya hitam dan sepanjang hari selalu mengantuk. Dia ingin bisa bergaul dengan para burung yang cantik. Tetapi burung-burung takut terhadapnya, karena kelelawar berkulit hitam dan berwajah menyeramkan.
Suatu hari para burung mengadakan kompetisi terbang. Semua spesies burung ikut serta. Kelelawar ikut mendaftar. Awalnya bagian pendaftaran sinis melihat kelelawar. "Huh, ngapain mahluk hitam dan jelek ini ikut kompetisi burung yang bergengsi ini?" Gerutu panitia pendaftaran dalam hati. Walaupun begitu, kelelawar tetap boleh ikut, karena kelelawar memenuhi persyaratan yaitu bisa terbang.
Lomba terbang-pun dimulai. Semua perwakilan spesies burung sudah bersiap di garis start. Kelelawar sangat bahagia mengikuti perlombaan yang sangat bergengsi ini. Dia berharap, kalau saja dia bisa memenangkan pertandingan, maka pastilah derajat spesies kelelawar akan meningkat di mata para burung.
Peluit tanda perlombaan mulai sudah dibunyikan. Semua burung terbang sekencang-kencangnya. Semua tak mau kalah, semua ingin menang, termasuk kelelawar. Tetapi kelelawar malang tidak bisa terbang secepat burung lain. Terbangnya sedikit payah karena pada siang hari matanya mengantuk. Sayapnya pun tidak begitu lebar, jadi kecepatanya tidak bisa mengalahkan burung lainnya yang bersayap lebih besar.
Pertandingan semakin sengit hingga siang pun berganti malam. Kelelawar malang tetap gigih terbang, dia terus berjuang setidaknya sampai garis finish. Di malam hari, banyak dari para burung yang kesulitan terbang. Satu per satu burung yang tadi berada di depan kelelawar disalipnya. Bagi kelelawar terbang di malam hari sangatlah mudah. Kelelawar memang binatang malam. Kemampuan terbangnya sangat baik di malam hari, sebab walaupun penglihatannya rabun namun ia memiliki gelombang ultrasonik yang menjadi petunjuk arah terbang. Bila gelombangnya memantul berarti ada rintangan dan ia harus menghindarinya.
Kelebihan ini tidak dimiliki burung lainnya. Kelelawar akhirnya memimpin pertandingan, namun belumlah sampai finish dia merasa aneh. Semua burung tidak ada lagi dibelakangnya. Rupanya para burung sudah tak sanggup meneruskan pertandingan karena tak mampu melihat di kegelapan. Kelelawar pun menawarkan diri untuk membantu mereka. Kelelawar mengiringi para burung untuk mencapai garis finish. Akhirnya tidak ada yang diputuskan menang dalam perlombaan itu, karena semua peserta sampai di garis finish secara bersama-sama.
Kelelawar sebenarnya bisa saja menang dengan kelebihannya itu. Tetapi kelelawar sadar, menang perlombaan bukanlah segalanya. Medali perlombaan memang tidak menjadi milik kelelawar. Tapi kelelawar telah memenangkan medali di antara para burung. Kelebihannya terbang di saat malam da kebaikannya menolong para burung seketika membuat kelelawar menjadi terkenal. Walaupun kelelawar tetap mahluk hitam yang berwajah kurang rupawan, namun seluruh bangsa burung menyanjungnya sebagai spesies penuh talenta yang baik hatinya.
Fisik yang buruk dan perlakuan yang buruk dari orang sekitar, janganlah membuat kita berkecil hati. Pasti ada kelebihan di balik kekurangan kita, dan selalu manfaatkan kelebihan kita untuk membantu sesama, agar orang menghargai kita.


Inspired by keripik 4 jiwa.

Aslinya kelelawar itu mamalia loh ya, cerita ini agak nyeleneh dari fakta. tapi namanya fiksi, apa aja ga dilarang kan?hehe..
Reaksi:

0 komentar:

Poskan Komentar

Terima kasih sudah berkunjung di lapak sederhana EDibaFREE. Komentar Anda akan sangat berarti buat kami...