17.2.21

SAPIH

 Awal 2021 adalah waktunya sapih. Saatnya sapih dari bantuan orang tua, karena awal tahun ini EDibaFREE resmi pindah ke Gunungkidul. Dan disusul dengan sapihnya anak wedok dari nenen ibunya.


Benar adanya, sapih memang berat di awal. Di awal pindah ke Gunungkidul dan sudah ditinggal suami pulang ke Palembang, aku sempat merasa stress. Biasa ada bapak dan rewang yang membantu, sekarang benar-benar semua dikerjakan sendiri. Ditambah sekarang memelihara kucing di rumah. Walau Faris cukup bertanggung jawab dengan kucingnya, tapi tetap saja masih butuh bimbingan dan perlu diingatkan untuk memberi makan, atau membersihkan tempatnya. Lama kelamaan aku mulai menyesuaikan diri, membuat list prioritas, jadi nggak ngoyo sama semua hal. Pendidikan dan makan buat anak jelas prioritas. Tapi bebersih rumah lakukan yang standar aja. Menyapu memang harus setiap hari, tapi ngepelnya bisa 2-3hari sekali. Anak-anak harus membereskan mainan selesai digunakan, kalau mereka hal ini saja sudah tertib, sebenarnya rumah sudah bisa lumayan rapi.


Kisah sapih selanjutnya adalah sapih pada umumnya. Anak wedok usianya sudah 3 tahun, sudah seharusnya disapih dari nenen ibu. Awalnya mau disapih di penitipan, tapi nunggu Fafa benar-benar menyesuaikan diri di lingkungan baru. Tapi akhirnya Fafa tersapih karena 2 hari dibawa rewang di Jogja dulu. Dalam 2 hari itu Fafa nggak mencari nenen. Sampai pas ketemu ibunya dia sempat rewel minta nenen. Tapi memang perlu trik untuk memuluskan penyapihan ini. Kalo katanya menyapih itu dengan cinta, nah trik ini memanfaatkan rasa cinta anak sama ibunya. Triknya ini sama seperti yang kulakukan ke Faris dulu.


Pakai plester!

Ini cara paling efektif untuk memuluskan sapih dibanding diberi olesan-olesan. Karena dengan plester, tutup sumbernya, lagian apa enaknya ngemut plester, ya kan? Manfaatkan rasa cinta anak dengan bilang, nggak usah nenen ya, puting ibu lagi sakit. Bohong dikit sih, ya demi memuluskan sapih, soalnya kalo nggak gitu anak bakal balik nenen lagi. Nggak masalah ASInya nggak ada. Yang penting dia butuh ngempeng. Itu juga nggak baik kalau dibiarkan to? Jadi, berbahagialah yang bisa menyapih dengan cinta, tapi yang menyapih dengan ala kadarnya juga nggak perlu merasa bersalah, karena hidup terlalu singkat bila harus menyesuaikan dengan teori. Yang penting anak sehat dan bahagia. Percayalah dengan 'parenting alamimu'.

Seminggu setelah sapih, Fafa sempat demam, dan saat itu dia merengek minta nenen. Karena nggak tega dan pengen demamnya Fafa cepat turun jadinya aku kasih nenen lagi. Memang nggak lama karena sudah benar-benar nggak ada isinya! Sempat khawatir kalau nanti bakal balik minta nenen lagi gimana ya? Tapi untung sih setelah sehat dia nggak minta nenen lagi. Bonusnya, sekarang kalau malam nggak pernah terbangun lagi, jadi kalau harus ritual dini hari, aku bisa lebih khusyuk. Alhamdulillah ya Allah.

0 komentar:

Posting Komentar

Terima kasih sudah berkunjung di lapak sederhana EDibaFREE. Komentar Anda akan sangat berarti buat kami...