29.4.19

Pentingkah Tes Kecerdasan Pada Anak?


Diibaratkan nonton bioskop,  ada yang perlu baca sinopsisnya, hingga reviewnya,  agar dapat pilihan film yang pas.
Ada pula yang berprinsip,  pokoknya kalo dibintangi si A bakal kutonton,  gak perlu baca sinopsis/review lagi.
Nah kamu type mana?
(Imam Teguh Santoso, 2019)

Berawal dari status galauku di Facebook soal penting nggak sih tes-tes buat anak? Dan karena hidup ini adalah panggung sandiwara (ecieee), pendapat seorang teman yang urun rembug di status ini ada benarnya juga. Kebutuhan setiap anak dan orang tua akan pentingnya tes kecerdasan itu berbeda-beda. Ada anak yang memang kecerdasannya nampak terlihat tanpa harus dilakukan tes, tetapi ada juga anak yang tidak terlihat kercedasan menonjolnya apa. Begitu juga orang tua, ada yang tipikal kalau nonton film harus tahu sinopsisnya dulu, ada yang tipikal suka kejutan.

Namun, sebenarnya tes pada anak nggak melulu hanya soal kecerdasan. Seorang anak harus dipastikan bahwa tumbuh kembangnya sudah sesuai dengan milestone sesuai usianya dan kematangan psikologisnya ketika memasuki usia sekolah. Dan tes kecerdasan itu sendiri nggak semata soal kecerdasan IQ, tetapi juga memetakan soal gaya belajar dan bakat anak.

Hmm, pas banget nih. Sebagai ibu dengan anak yang memasuki usia sekolah dasar, aku punya persoalan klasik yaitu anak susah belajar. Setelah banyak sharing sama teman dan membaca artikel, ternyata kesulitan belajar bukan semata karena anak malas, tetapi karena anak belum merasakan asyiknya belajar. Nah, memetakan kecerdasan anak bisa membantu orang tua membimbing anak menemukan asyiknya belajar.
Tes Kesiapan masuk SD anakku 2 tahun yang lalu

Tes kecerdasan bukan hanya soal nilai IQ dengan hasil berupa angka yang intimidatif, kalau angkanya rendah anak dicap bodoh, sebaliknya kalau angkanya tinggi lalu ekspektasi orang tua berlebih pada anak. Karena sejatinya setiap anak itu nggak ada yang bodoh, dan secerdas apapun seorang anak, kalau nggak usaha belajar ya sama saja. Oleh karena itu tes kecerdasan anak terus berkembang. Kalau tes kecerdasan yang dikonversi sebagai nilai IQ lebih menekankan pada kemampuan numerik dan linguistik semata, saat ini sudah diidentifikasi 8 kecerdasan yang tidak semuanya tercangkup dalam nilai IQ.

#YukKenaliAnakKita
Seperti halnya membaca buku atau menonton film, sinopsis buku atau film tetap diperlukan untuk memandu kita memahami cerita yang disajikan. Ya kalau membaca buku atau menonton film, misalkan kita kurang paham dengan jalan ceritanya, kita bisa mengulang membaca atau menonton, tetapi kalau dalam mendidik anak, nggak ada kan istilah waktu diulang? Jadi, bila terdapat kendala dalam perkembangan anak, segeralah berkonsultasi dengan ahlinya. Jadi, karena anakku kulihat punya kendala dalam belajar, mungkin tes kecerdasan yang tepat bisa membantu memudahkan anakku untuk menikmati belajar

#TesKognitifAJT

Pucuk dicinta ulam tiba. Pencarianku lalu bermuara pada sebuah tes kecerdasan yang tidak hanya berfokus pada suatu kecerdasan tertentu, melainkan 8 aspek kecerdasan, yaitu #AJTCogTest. Sebuah tes yang merupakan hasil riset lebih dari 4 tahun para tim psikolog di Indonesia, bekerja sama dengan Fakultas Psikologi Universitas Gadjah Mada (UGM), dan Kevin McGrew sebagai konsultan proyek, ahli dari teori CHC dan Co-Author dari Woodcock-Johnson III & IV. AJT CogTest telah diuji coba di 10 Sekolah terkemuka se-Jabodetabek sehingga tes ini sangat tepat untuk diterapkan pada anak-anak Indonesia. Tes yang dapat dilakukan pada rentang usia 8-15 tahun mengacu pada teori kecerdasan paling mutakhir saat ini, yaitu Cattle-Horn-Carrol Theory (CHC Theory) sehingga akurat dan komprehensif dalam membantu mengidentifikasi kekuatan serta kelemahan belajar anak.

Suasana AJT CogTest. Santai.

Ada 2 jenis tes kognitif AJT yang bisa dilakukan.
1. AJT CogTest Full Scale. Mengidentifikasi 8 kemampuan kognitif lengkap yang menampilkan profil lengkap kekuatan dan kebutuhan belajar anak.

2. AJT CogTest Comprehensive. Diperuntukkan ketika seorang anak memerlukan data lebih terperinci untuk dianalisis dengan tambahan tes yang direkomendasi psikolog.

AJT CogTest sementara ini masih melayani wilayah Jabodetabek saja karena lokasi tesnya di daerah Kuningan. Namun demikian, apabila ada kesempatan, tentu aku akan mengikutkan anakku mengikuti AJT CogTest. Karena sejatinya aku masih butuh banyak panduan dalam membimbing belajarnya.

Kembali lagi ke pertanyaan, penting nggak sih tes kecerdasan anak? Saat ini sih aku menganggap, iya jelas penting, sama pentingnya dengan pengecekan kesehatan rutin setiap tahun. Tetapi tentu saja kita jangan hanya terpaku pada hasil dari tes semata, karena banyak faktor yang berpengaruh dalam sebuah tes. Dan yang lebih penting daripada itu, sebagai orang tua kita harus lebih memperhatikan anak dan meningkatkan kepekaan kita terhadap kondisi psikologis anak. Dengan memahami anak secara personal, ditunjang dengan penilaian psikolog lewat AJT CogTest, pastinya kemampuan belajar anak dapat menjadi sangat optimal. Karena hidup itu mudah kalau kita senang dan bahagia. Ya kan?

Simpan dulu informasi tentang PT MCI, siapa tahu nanti ada kesempatan ikutan tesnya. Hehe

1. AJT CogTest Full Scale = Rp. 760.000
2. AJTCogTest Comprehensive= Rp. 1.200.000

PT. Melintas Cakrawala Indonesia
Blok Kav 1, Jl. H. R. Rasuna Said Blok Kav 1 No.2, RT.6/RW.4, East Kuningan, Setiabudi, South Jakarta City, Jakarta 12950

Instagram: @melintascakrawalaid

Website: www.melintascakrawala.id

WhatsApp CS: 087883258354

3 komentar:

  1. Tes atau tidak, kembali ke finish yang diharapkan para orangtua, jadi bisa beda-beda jawabannya

    BalasHapus
  2. Aku type langsung nonton kalo yg main denzel washington, keanu reeves atau collin farrel😀, kalau menurut saya penting enggaknya psikotes tergantung kebutuhan si anak😊

    BalasHapus
  3. Buat aku sih penting bgt mengtahui kemampuan dan kekurangan anak sejak dini, agar bisa sejak dini mengarahkannya

    BalasHapus

Terima kasih sudah berkunjung di lapak sederhana EDibaFREE. Komentar Anda akan sangat berarti buat kami...