24.12.18

Diary Fafa: Sufor Lebih Enak Buk!


"Ya ampun. Perjuanganmu kemarin bela-belain kirim ASIP harus GAGAL gara-gara ini?" Ujar seorang teman sesama busui saat bertemu di ruang laktasi.

Sudah sebulanan ini Fafa minum sufor, dan boleh dibilang, kalo saat kutinggal kerja, Fafa akan lebih memilih sufor daripada asip ibunya. Penyebabnya seperti umumnya drama busui bekerja lah, dikasih sufor sama yang momong. Padahal ASIPku ya nggak kurang. Tapi katanya biar tambah sehat dan pinter gitu. Kebetulan tetangga depan rumah anaknya sufor dan emang perkembangannya cepat.

Terus aku nggak melarang gitu? Ya awalnya aku sudah menunjukkan penolakan sih. Waktu yang momong minta aku beliin sufor buat Fafa, aku tolak dengan alasan ASIPku masih cukup. Kupikir nggak ada masalah ya. Sampai kemudian dia inisiatif beli sufor pakai duitnya sendiri. Mau ngelarang gimana coba? Yang aku lihat, dia memang sayangnya bukan main sama Fafa, masak iya aku bikin sakit hatinya dengan melarangnya memberi sufor? Lagian sufor juga bukan racun, selama pencernaan Fafa nggak masalah, ya sudahlah, biarin aja yang momong ngasih sufor sesekali (karena aku masih berusaha kasih ASIP terus tiap hari). Walau lama-lama aku jadi rada males pumping. Habisnya perputaran ASIP di kulkas jadi lambat, beberapa kali aku terpaksa buang karena ASIPnya berbau kecut. Semenjak kenal sufor Fafa juga jadi lebih milih sufor daripada ASIP. Patah hati? Iya pada awalnya, tapi rugi amat kalau aku harus bersedih dengan hal itu. Yang penting Fafa sehat dan bahagia.

Kembali ke statement temenku yang menganggapku gagal menyusui karena Fafa sudah 'terkontaminasi' sufor. Awalnya aku agak jleb juga. Lha iya ya, dulu aja pas prajab dibela-belain sampe kirim berkilo-kilo ASIP demi menjamin Fafa nggak minum sufor. Eh ternyata sekarang harus menyerah karena alasan nggak enak sama yang momong. Tapi, setelah dipikir-pikir, si temenku ini memang tipe perfeksionis, apalagi dia lagi menyusui anak pertama, jadi masih idealis banget, masih demen sama sertifikat lulus ASIX dan semacamnya. Kalau aku sih sekarang udah nggak mikir begituan. Mungkin juga karena aku merasa sudah melakukan yang terbaik demi ASI eksklusif Fafa, jadi kalau sekarang nggak 100% ASI ya gak apa-apa lah ya. Yang penting kuncinya Fafa sehat dan bahagia.

Seminimal mungkin aku harus menghindari gesekan dengan yang momong. Kalau nggak perlu-perlu amat berselisih pendapat, mending mengalah saja. Misalnya masalah ASIP ini, daripada aku maksain full ASI tapi akunya stres, soalnya sebelum dikasih sufor yang momong juga sering mengeluh Fafa kurang doyan ASIP. Benernya kurang doyan karena sudah mulai banyak makan, makanya tuh sufor jadi solusinya. Katanya sih setelah dikasih sufor minumnya lahap. Ya iyalah, sufor lebih manis gitu lo..Ya sudahlah ya. Ibu itu harus setrong hatinya menghadapi penolakan anak. Oke kita menganggap satu dan lain hal baik buat anak kita, tapi tetap anak lah yang akan memilih yang terbaik buat dirinya. Yang penting tugas ortu adalah mengarahkan dan memfasilitasi dengan baik. Masalah menyusui hanyalah masalah kecil dibanding masalah parenting kedepannya. Tetap semangat dan no baper ya buibu. Stop judging because together we strong!
Reaksi:

0 komentar:

Posting Komentar

Terima kasih sudah berkunjung di lapak sederhana EDibaFREE. Komentar Anda akan sangat berarti buat kami...