Stimulasi si Kecil untuk #PintarnyaBeda

Satu-satu kuatnya anakku    Dua-dua juga hebat akalnya   Tiga-tiga dekat dengan semua   Satu, dua, tiga, pintarnya memang beda.. ...

6.2.17

Workshop Daluang Clutch Bag di Pesona Jogja


Setelah lihat gambar ini di grup WA emak blogger Jogja, aku jadi teringat sama status yang pernah dibuat Mbak Astri Damayanti. Ternyata sebagai penggiat Kriya Indonesia doi bener-bener mewujudkan keinginan di statusnya: bikin workshop menjahit di Jogja! Dan, yang lebih seru lagi adalah karena di acara ini nggak sekedar workshop menjahit clutch bag, tapi juga ada pengenalan tentang Daluang dari profesor Sakamoto dari Jepang dan doodle dari Mak Tanti Amelia.

Tertarik dong ikutan. Apalagi ada embel2 GRATIS. Alhamdulillah ya, berkah ngeblog ini mah. Soalnya memang syarat peserta pelatihan kali ini adalah yang punya blog. Pelatihan ini nantinya nggak hanya untuk menambah keterampilan para peserta tetapi juga untuk menambah wawasan peserta mengenai Daluang.
Penjelasan tentang Daluang oleh Mbak Astri dan Prof Sakamoto

Daluang? Apa sih Daluang? Kalau nggak gara-gara ikutan workshop ini, nggak bakalan tahu deh Daluang itu apa. Ternyata Daluang adalah istilah untuk menyebut kain kulit kayu. Ini adalah kekayaan asli Indonesia yang wajib kita lestarikan loh. Bayangkan saja, ilmuan dari berbagai negara, termasuk Pak Sakamoto dari Jepang ini bela-belain ke Indonesia cuma untuk mempelajari tentang Daluang.
Ini lo kain Daluangnya.

Kenapa Daluang begitu istimewa? Pertama karena nilai historisnya. Daluang ini disebut sebagai fosil hidup atau 'living fossil' karena untuk membuatnya menggunakan alat yang sama dengan alat pada zaman megalitikum dulu. Sekilas kain Daluang mirip kain gedebog pisang kalau kata Pak Nuz-peserta laki-laki di workshop ini.

Peserta workshop dibagi menjadi dua kelompok. Kelompok pertama kebagian menjahit clutch dulu, sedangkan kelompok kedua kebagian nge-doodle dulu. Daku kebagian nge-doodle dulu. Nggak bosen-bosen deh belajar doodle sama Mak Tanti. Soalnya doi kayak cenayang gitu, bisa menganalisa karakter kita hanya dari gambar yang kita buat.

Kenapa sih Daluang perlu dikreasikan dengan doodle? Ya supaya kekinian dan tambah populer dong ya. Kan lucu tuh bisa punya clutch bag Daluang yang costumized gambarnya. Terus, doodling itu sendiri kan bisa sebagai self healing. Pokoknya kalau habis workshop doodling sama Mak Tanti, bawaan pengen ngegambar melulu.
Latihan ngedoodle di kertas

Sebelum mulai menggambar di Daluang, kita gambar di kertas gambar dulu. Nah, dari 3 aliran doodle yang ada, yaitu abstrak (oret-oretan tak beraturan), zentangle (teratur), dan Kawaii (tokoh kartun lucu, biasanya ubtuk anak-anak), Mak Tanti mengajarkan tentang motif zentangle. Ternyata kalau motif zentangle begini, daya seni nggak terlalu berpengaruh. Soalnya kan sudah teratur polanya. Makanya aku yang biasa acak-acakan jadi lumayan 'bener' gambarnya. Wkwkwk. Pewarna untuk menggambar di Daluangnya khusus menggunakan spidol waterproof.
'Perlengkapan tempur' Doodle Daluang Clutch Bag

Setelah menggambar doodle di Daluang -duh, grogi oi gambar di kertas mahal dan bersejarah-, selanjutnya kita menjahit clutchnya. Jadi untuk membuat clutch Daluang ini diperlukan busa hati dengan pola clutch bag, kain persegi panjang berwarna untuk warna dasar clutch, kain puring yang menutupi semua bagian busa hati, dan sepotong kain Daluang yang sudah digambar tadi.

Duh, belum kelar deg-degan menggambar kain daluang, sekarang harus deg-degan karena harus menjahit dengan mesin untuk pertama kalinya!Tapi untungnya pakai mesin jahit brother yang udah serba otomatis. Permasalahan menjahit hanya pada tingkat kerapianku, haha. Karena nggak pernah jahit pakai alat, bisa-bisanya itu jahitan mencong banget. Tapi, so far bangga dong. Bisa bikin clutch bag sendiri.
Udah macam di konveksi aja (twitter @GenJuno)
Dengan mesin jahit Brother, menjahit lebih fun dan artistik!Ini yang aku rasakan selama menjahit menggunakan mesin jahit brother. Menjahit busa hati yang agak tebal begini juga santai saja. Nah, bikin clutch bag sendiri memang mudah banget. Berikut langkah-langkahnya:

1. Jahit kain dasar menutupi busa hati. Caranya, sematkan jarum pentul di busa hati dan kain. Supaya pas jahit nggak lari-lari kainnya.
Penampakan kain setelah dijahit dengan busa hati (twitter @phijatuasri)

2. Pasang kain puring dengan menggunakan panas setrika. Bagian kasar puring dibagian dalam, sehingga ketika kena panas, puring akan lengket di busa hati.

3. Pasang kancing magnet dengan membolongi sedikit kain dan busa hati

4. Jahit bagian kain Daluang. Nah, pas jahit bagian kain Daluang ini, kita bisa mengkreasikan model-model jahitan yang tersedia di mesin jahit Brother. Aku pakai model no 13 kalau nggak salah. Gampang banget! Coba pakai mesin jahit biasa, mana bisa sepraktis ini, ya kan?

5. Jahit kedua sisi busa hati yang sudah tertutup kain dasar sehingga membentuk clutch bag sempurna.

Tada. The amateur clutch bag is ready! Nggak nyangka baru pertama pegang mesin jahit bisa bikin kek begini. Hihi

Senangnya ikutan workshop Daluang Clutch Bag hari ini. Lebih senang lagi karena bisa bertemu teman-teman blogger dari luar kota seperti Mbak Astri, Mbak Sally, Mbak Waya, Mbak Fitri. Terus yang nggak bosen-bosen komentarin doodleku, Mak Tanti Amelia. Plus self healing juga bisa ketemu emak blogger Jogja, Manda, Maklus, Mak Injul, Mak Irul, Kachan, Nadia, dan yang udah lama nggak turun gunung, Bubu Phie..aih, nambah keterampilan plus mempererat persahabatan..

Happy blogger and crafter (IG @kriyaindonesia)

Reaksi:

3 komentar:

  1. Aaaah clutch bagnya lucu Mak. Aku jadi pengen hehehe (yeeee bikin sendiri atuh ya, jangan minta :D).

    BalasHapus
  2. wuhh keren mbak, bisa dapet ilmu dan silaturahmi.
    ada videonya gak? pingin nyoba bikin.

    BalasHapus
  3. Bangga yaaaa bisa bikin Clutch Bag sendiri, yeaaaayy!

    BalasHapus

Terima kasih sudah berkunjung di lapak sederhana EDibaFREE. Komentar Anda akan sangat berarti buat kami...