9.9.16

Diversifikasi Sumber Protein dan Karbohidrat Kita


Resep masakan dari ayam terpopuler saat ini apa hayo? Kalau menurutku sih ayam goreng tepung. Mulai dari fried chicken, nugget, karage, bahkan street food khas Thailand, semua berbasis ayam dan tepung yang digoreng. Memasaknya juga sangat mudah. Tinggal marinasi ayam dengan bumbu. Diamkan sebentar, kemudian balur dengan tepung bumbu yang tersedia di pasaran. Kalau mau krispi dan renyah sepanjang hari seperti yang dijual di pasaran, memang perlu campuran tepung bumbu khusus. Biar renyah ditambahkan tepung beras katanya.

Ayam goreng memang makanan yang tidak bisa ditolak siapa pun, termasuk anak-anak. Ayam memiliki tekstur daging yang tidak sealot daging sapi, tetapi baunya juga tidak seamis daging ikan. Tambah lagi, kartun favorit anak-anak, yaitu Upin dan Ipin, punya makanan favoritnya ayam goreng. Anak-anak jadi tambah suka ayam goreng.

Mengolah daging ayam tergolong paling mudah dibanding daging jenis lain. Daging ayam tidak perlu diempukkan terlebih dahulu dan tidak terlalu amis saat harus membersihkan isi perutnya. Namun, walau memasak ayam terbilang mudah, bukan berarti kita dapat menyajikan menu Yam tanpa berganti-ganti. Ingatlah piramida makanan dimana selain asupan nutrisi sesuai kebutuhan, keberagaman sumber pangan juga diperhatikan. Sumber protein lain seperti ikan perlu dipertimbangkan. Ikan, terutama ikan laut adalah sumber lemak baik seperti omega 3 dan omega 6. Selain bermanfaat untuk mencukupi kebutuhan harian, sumber lemak yang masuk kategori HDL (High Densitu Lipoprotein) yang berarti lemak baik. Lemak baik ini memiliki mekanisme menghambat produksi LDL (Low Density Lipoprotein) yang akan dialirkan dari darah ke seluruh tubuh. Berkat 'blokade' ini, maka bisa berefek pada penurunan kolesterol darah. Makanya, mulai makanan beragam dari sekarang.

Selain asupan protein, penduduk Indonesia seharusnya lebih variatif lagi dalam memilih sumber karbohidrat. Asumsi 'ra sego ra wareg' alias nggak nasi nggak kenyang, membuat sosialisasi sumber karbohidrat selain nasi jarang berhasil. Berbagai inovasi mendiversifikasi sumber karbohidrat salah satunya dengan menjadikan sumber karbohidrat selain nasi, dibuat menyerupai nasi, berasnya umum disebut sebagai beras analog alias beras tiruan.

Usaha membuat beras analog tidak semudah memanen beras di sawah. Sumber karbohidrat terlebih dahulu dikeringkan dan dibuat tepung, setelah itu baru dicetak kecil-kecil menyerupai beras. Dengan proses panjang seperti ini, nasi yang dihasilkan terkadang belum seenak nasi dari beras yang dipanen dari sawah.

Melihat kesulitan itu, alangkah bijaknya jika anak kecil sebaiknya dikenalkan berbagai macam jenis makanan terutama beebagai jenis karbohidrat, agar generasi ke depan tidak ketergantungan dengan beras dan nasi.

Reaksi:

3 komentar:

  1. Jangan sampai makan mi rebus pakai nasi lauk krupuk

    BalasHapus
  2. perlu memang pengenalan berbagai macam jenis makanan pada anak2 supaya besarnya nanti tdk ketergantungan pada satu jenis makanan saja

    BalasHapus
  3. iya.. kadang suka kebiasaan sih, diganti jenis makanan lain susah penyesuaiannya

    BalasHapus

Terima kasih sudah berkunjung di lapak sederhana EDibaFREE. Komentar Anda akan sangat berarti buat kami...