4.9.14

Jurnal Faris: WWL, Semoga benar tersapih dengan cinta...

Subhanallah. Hari itu aku merasakan kebesaranMu ya Allah. Lewat mata bening anak yang hampir berusia tiga tahun.
Faris anakku sudah berumur 33 bulan pada 13 Agustus lalu. Sampai akhir Agustus, kebiasaannya nenen/minum ibu/ngASI masih saja belum hilang. Yang paling berat saat malam hari, yaitu saat akan tidur dan saat terbangun di tengah malam. Proses penyapihan yang berjalan hampir setahun mangkrak begitu saja. Padahal keluarga sudah mendukung sekali proses penyapihan. Mendukung tetapi tidak memaksa, jadi ya semua keputusan kembali kepada kami berdua, aku sebagai ibunya dan juga Faris.
Jujur terkadang iri dengan mereka yang anaknya bisa WWL,weaning with love, alias menyapih dirinya sendiri. Kayaknya indah dan menyenangkan sekali untuk diceritakan. Sedangkan aku? Melihat keras kepalanya Faris saat minum ibu, membuatku pasrah tentang waktu menyapih Faris.
No target. Forget about what people talking about.
Biasalah, buat banyak orang anak usia dua tahun wajib stop ASI. Banyak yang menyarankan mengolesi lipstik, brotowali, minyak kayu putih, bahkan minyak but-but yang baunya minta ampun. Sejujurnya aku malas melakukan itu semua. Malas dalam arti sebenarnya, bukan karena aku sok idealis pingin WWL. Nggak. Tapi akhirnya aku coba oleskan minyak but-but dan minyak kayu putih dengan pertimbangan minyak tersebut aman dikonsumsi. Kenyataannya, bau minyak but-but ataupun semriwing kayu putih tidak menyurutkan keinginan Faris untuk minum ibu. Bahkan Faris tidak protes sedikit pun dengan bau-bauan tersebut.
Kecewa? Biasa aja sih, aku sih masih percaya nanti ada momen yang membuat Faris stop nenen.

29 Agustus 2014, the moment come..
Malam itu aku iseng menempelkan plester ke puting. Cara ini dilakukan atas saran tante. Faris kan pernah lihat omnya pakai plester waktu luka, jadi kalau ibunya pakai plester dia bisa percaya kalau itu sakit.
Aku sih sebenarnya kurang suka cara yang sedikit 'berbohong' ini. Tapi sejak dua tahun, Faris tidaklah benar-benar nenen, lebih seringnya ngempeng ibu. Kan sebel tuh, kalo nenen bisa lama banget sampe boyok pegal.
Ajaib! Setidaknya cara itu berhasil sampai pagi ini. Faris tidak minta nenen sampai pagi. Sempat menunjuk-nunjuk nenen, tetapi dia nggak berani buka plesternya. Aku bilang sakit.(ya iyalah kulitnya ketarik ya pasti sakit). Agak kasian sih melihatnya. Kebiasaannya mencubit leher saat nenen semakin menjadi. Sepertinya itu menjadi pelariannya karena tidak lagi bisa nenen. Proses tidur kembali setelah terbangun di tengah malam berlangsung cukup lama. Faris agak gelisah, minta dikeloni, dan setelah merem masih saja sesekali terbangun.
30 Agustus-3 September 2014
Alhamdulillah. Tidak diduga cara plester ini berhasil begitu cepat. Sampai hari ini Faris sudah sukses meninggalkan 'dot' nya dengan penuh damai. Sesekali Faris sempat 'frustasi' kehilangan kenyamamannya menjelang tidur. Tapi tidak sampai dua hari Faris sudah menemukan kenyamanan baru menjelang tidur: Cubit leher ibu. kebiasaan ini memang selalu dilakukannya saat nenen, sekarang cara itu terbukti cukup menenangkan Faris untuk tidur tanpa nenen. 
Pada 31 Agustus 2014 plester aku lepas. Gatel. Setelah itu Faris hanya bertanya, "Susu ibu kenapa?", lalu kujawab, "Susu ibu mau istirahat.","Sakit ya?"
Hmm, jujur nggak ya... Kenyataannya kan putingku tidak sakit. Tapi kalau boleh jujur, memang puting ini suka sakit kalau dinenen Faris, soalnya doi ngempeng. Jadi kujawab saja.
"Iya. Kalau dinenen sakit."
"Ooo.." Faris hanya bilang begitu. Untunglah Faris mengerti. Ternyata beginilah ending kisah menyusui Faris.
Yah, cerita WWL Faris memang tidaklah seindah drama WWL anak lain. Bahkan menurut beberapa orang, caraku ini mungkin tidak WWL karena ada 'upaya manipulasi' menggunakan plester. Tetapi aku yakin semua ibu punya kisah penyapihan yang indah. Betapa haru melihat anak yang baru disapih. Oh, anakku sudah besar dan siap mandiri. 

Sepotong pesan untuk ibu pejuang ASI dan pejuang sapih

Teruntuk para ibu yang masih galau dengan sapih anak seperti yang kualami, saranku, trust your heart. Ga perlu memaksakan diri mentarget masa sapih anak, atau justru terlalu idealis harus WWL. Setiap ibu pasti menyapih dengan cinta, bagaimanapun caranya. Kuncinya hanyalah keikhlasan dan kerelaan dari ibu dan anak untuk meninggalkan ikatan bonding terindah bernama menyusui.

Sepotong surat kecil saat sapih dari ibu untuk Faris.

Dear Farisku sayang, kalau nanti besar kamu baca kisah sapihmu, kamu jangan benci karena ibu memisahkan kamu dengan nenen. Percayalah sayang, tanpa nenen pun kasih sayang ibu tidak akan berkurang. Kamu boleh peluk ibu kapan pun kamu mau. Tak ada sedikit pun yang berubah, kecuali tidak ada nenen di antara kita.
Ibu bangga padamu Nak. Tak mudah pastinya melewati hari-hari kehampaan tanpa nenen. Tapi Faris pasti bisa. Bahkan mencuci baju sendiri saja bisa, lepas nenen mah keciiil. Ya kan...
Terima kasih sudah menjadi kado terindah buat ibu.

Love


Ibu
Reaksi:

13 komentar:

  1. Menyapih memang mengharukan ya.. *jadi inget masa-masa menyapih Ganesh dulu.. sediiih.. tapi harus kuat :)
    Selamat untuk Faris yaaa.. sudah bisa jadi kakak dong kalo gitu.. hihi :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. emaknya yang belum siap Faris punya adek..hehe

      Hapus
  2. Pas Al dah ga mau nenen padahal usianya baru 8 bulan, Fenny yang meraung-raung nangis. Menyalahkan diri sendiri sampai akhirnya pasrah :(

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya, selama anak sehat, ga perlu menyesal. Itulah yang terbaik

      Hapus
  3. proses menyapih selalu membuat setiap emak mengharu biru... seringnya gak tega... tapi ya harus bisa.

    Selamat buat Faris... besok-besok makin rajin cuci baju sendiri ya... hihihi

    BalasHapus
    Balasan
    1. Haha..Iya, hobi kok cuci baju, malem2 lagi

      Hapus
  4. Aku koq gak pernah menyapih yaaa...anak2ku pada bosen nenen aq mak hihihiii... yg anak pertama umur setahun berhenti sendiri, yg anak kedua malah parah lagi, umur 4 bulan blas ndak mau nenen, padahal ASIku masih keluar.

    BalasHapus
    Balasan
    1. haha, tiap anak memang unik, seperti namamu mak, hehe

      Hapus
  5. Iyes setuju, nggak usah terlalu idealis. Nikmati aja prosesnya. Faris hebaatt. Udah jadi abang-abang nih, siap jadi anak besar yippie! Ubii disapih paksa kemarin pas opname. Terus dia menggila ahahahaha. Sekarang aku suka kangen nenenin Ubii. Aku sodor2in, eh Ubii nya yg ogah. Siyaaal. I feel rejected -_- *lebay

    BalasHapus
  6. makasih gan infonya dan salam sukses selalu

    BalasHapus
  7. terimakasih gan tentang infonya dan salam sukses

    BalasHapus
  8. mantap bos buat infonya dan salam kenal

    BalasHapus

Terima kasih sudah berkunjung di lapak sederhana EDibaFREE. Komentar Anda akan sangat berarti buat kami...