17.1.14

Sotoy

Sotoy alias sok tahu. Sebenarnya dua sisi mata uang. Sok tahu memang berkonotasi negatif. Kesannya orangnya tukang bohong dan selalu ga mau kalah gitu. Padahal orang yang jujur dan rendah hati bisa aja punya sifat sok tahu(yang ini sih beneran tahu). Banyak dampak positif dari orang-orang yang vokal membagikan pengetahuannya-sok tahunya-ini. Tapi untuk menjadi sok tahu yang positif itu ga gampang. Salah-salah malah terkesan menggurui. Niatnya berbagi ilmu, malah berbagi musuh.

Seperti contohnya aku. Aku ini super duper sotoy. Gimana ngga, ilmu cetek secetek selokan di musim kemarau aja lagaknya berbagi ilmu. Niatnya sih, yang ada aja dibagi, biar ilmunya bertambah besar dan semakin barokah, *tsah…gombal gojis!. Tapi, berhubung aku ada sifat melankolisnya, terkadang aku merasa seolah menggurui. Bener ga ya caraku? Tersinggung ga ya mereka? Tapi, berhubung niatku berbagi lebih besar, perasaan itu selalu kutepis. Kalaupun ada yang tidak senang dengan ke-sotoy-an ku, aku anggap itulah penyeimbang hidup. Ga mungkin aku bisa membuat senang semua orang. Yang aku bisa lakukan, adalah berusaha lebih baik dan lebih layak dicintai. Hmm, ini nih bebebrapa batasanku biar ga sotoy tingkat akut:

1. Sharing pengetahuan lewat media yang relevan. Kalo ngomongin tentang penelitian ilmiah ya jangan di forum ibu-ibu.
2. Selalu berpikir untuk memberi, bukan untuk pamer
3. Jangan lupa mengapresiasi teman. Royal berbagi pujian secara jujur.
4. Upgrade diri selalu dengan pengetahuan terkini. Malu dong kalau berbagi ilmu yang udah so last year?

5. Next... ?
Reaksi:

2 komentar:

  1. oke,tipnya yahud....memang kalo ketemu orang yg sotoy itu berasa banget deh sesuatunya hehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. mending makan soto ayam mak..hehe

      Hapus

Terima kasih sudah berkunjung di lapak sederhana EDibaFREE. Komentar Anda akan sangat berarti buat kami...