28.10.13

Mengatasi Iri Dengki


Kita tahu iri dengki ga baik. Tapi kok ya masih suka ada ya perasaan itu ya?iri, sirik, ujung ujungnya kita jadi mau menang sendiri. Hayo ngaku, masih pada suka iri dengki??(yang buat tulisan nunjuk tangan dulu)
Hmm..ga salah sih punya perasaan itu, kan manusiawi(eh malah membela diri). Tapi yang salah kalo sampe meluapkan perasaan itu begitu saja, karena pasti ujung ujungnya kita nyesel. Ada baiknya kalo timbul rasa iri, kita mulai memikirkan beberapa hal berikut:

Sudah Perbanyak bersyukur?
Sudahkah bersyukur akan nikmat Allah hari ini?stop mengeluh terhadap apa yang tidak kita punya, sebaliknya pikirkan apa saja yang sudah kita punya. Niscaya kita akan merasa cukup dan berpikir, kenapa aku harus iri dengan orang itu? Toh mungkin dia tidak punya apa yang aku punya?ya to..?

Berempati
Pernahkah berpikir, kalo seseorang mendapat rezeki uang lebih besar sedangkan kita hanya segini gini aja, itu karena emang kebutuhan orang itu lebih banyak dari kita. Makanya rezeki Allah lebih banyak ke dia. Dan biasanya yang dapet lebih banyak, itu karena usahanya lebih giat.

Jangan pernah meremehkan orang lain
Terkadang kita suka meremehkan orang lain. Misalkan dongeng kelinci dan kura-kura. Bisa dibayangkan betapa sebel dan irinya kelinci pada kura kura yang berhasil memenangkan lomba lari. Kalo bisa ngpomong kelinci mungkin ngumpat.." Asem, aku dikalahin lomba lari sama hewan terlambat sedunia, apa kata dunia?".. tuh kan, terbukti kalo kita ga boleh ngeremehin orang, karena dengan kegigihannya, seseorang yang berkemampuan rendah bisa unggul dari yang berkemampuan tinggi. Karena Allah selalu melihat usaha kita ya..

Berkompetisilah hanya pada diri sendiri
Terkadang, yang buat kita iri itu adalah perasaan tidak mau kalah dengan siapapun. Setiap lomba harus menang, setiap rapat pendapatnya harus jadi keputusan. Hellow..sekarang ga zaman orang model gini. Kalo ada ceburin ke laut aja, soalnya orang kayak gini yang bikin perlombaan jadi ga sportif. Demi menang ga jarang dia menghalalkan segala cara. Kalo tetep kalah, bisa bisa gantung diri karena malu. Padahal ya, tujuan lomba bukan untuk menang dari orang lain, tetapi untuk menang dari diri sendiri. Menang untuk ga sombong bila menang, dan menang untuk ga minder dan terus berusaha bila kalah. Analogi orang berlari, bila dia sibuk agar menang lomba, akhirnya larinya lambat karena sibuk lihat lawan lawannya. Beda kalo pas lomba lari targetnya memecahkan rekor pribadi. Dia ga sempat toleh toleh, larinya juga jadi lebih kencang

Betulkan niat,agar tidak terjebak energi negatif

Terakhir, tanyakan kepada diri sendiri, kenapa harus iri? Benarkah orang lain tidak layak mendapat lebih?ato memang usaha kita yang minim? Betulkan niat, jangan pernah berniat negatif. Percayalah, dengan niat positif segalaya lebih indah. Ketika kita iri pada sesorang, cobalah menggali pribadinya lebih dalam. Siapa tahu malah bisa berkolaborasi dan bersinergi. Kalo iya, dijamin Rahmat Allah pasti bertubi tubi. Karena itlah ganjaran buat orang yang menjaga tali silaturahmi. Tetap bisa berangkulan walau bersaingan.
Reaksi:

1 komentar:

Terima kasih sudah berkunjung di lapak sederhana EDibaFREE. Komentar Anda akan sangat berarti buat kami...