28.10.13

Ketika Terhanyut Empati

"Oh yang anaknya meninggal itu to?terus sekarang gimana?la sampean ki piye to jaga anak?"
Jleb. Tiba tiba pertanyaan beruntun itu mengarah ke aku yang tengah berjibaku mengeluarkan motor dari parkirannya. Si Bapak sudah salah paham, yang anaknya meninggal itu tetanggaku, bukan aku, dan memang alamat rumah kami sama karena rumah kami sharing. Wajarlah si Bapak salah paham. Walaupun heran juga, peristiwa itu sudah lewat setahun yang lalu, kok ya masih ada yang salah paham. Yah namanya Bapak Bapak, wajarlah ga update berita secepat Ibu Ibu. Hehe..
Tapi entahlah, kenapa aku jadi emosi, jadi bergolak batin ini. Tiba tiba terbayang tetanggaku pasti dulu mendapat pertanyaan ini sering sekali. Dan aku jadi ikut sedih dengan pertanyaan Bapak ini. Takdir Allah siapa yang tahu, tapi tetiba aku merasa di posisi tetanggaku, disalahkan akan kematian anak sendiri! Memang itu sudah resikonya, cobaannya. Karena bagaimanapun anak 2 tahun memang masih sepenuhnya tanggung jawab ibunya. Jadi teringat kasus anak tertabrak mobil yang dikemudikan Omnya, nah yang jadi tersangka malah ibunya. Oh, tersadar aku memang inilah beratnya beban seorang ibu. Ya Allah, sungguh pasti lebih hancur kalo yang diberi pertanyaan di atas tadi adalah tetanggaku itu. Pasti mengoyak luka lamanya walaupun kematian anaknya murni kecelakaan, aku yakin pasti diapun susah memaafkan dirinya. Aku cukup tahu betul rasanya, karena aku juga punya balita 2 tahun.
Ya Allah, semoga pertanyaan menyalahkan seperti ini ga lagi aku ataupun tetanggaku dengar. Atau mungkin rasa tidak ingin disalahkanku yang terlalu tinggi?sehingga tersinggung diberi pertanyaan yang sebenarnya bukan dialamatkan kepadaku? Entahlah. Insya Allah tetanggaku lebih bijak bila mengalami hal ini. Karena aku terlihat cukup tersinggung dengan pertanyaan si Bapak dan bilang dengan agak ketus "Maaf Pak, itu tetangga saya, anak saya masih hidup kok pak" dan ngeloyor pergi.

 Tapi Ibroh dari peristiwa ini, aku jadi lebih waspada menjaga Faris. Aku selalu berdoa, semoga malaikat Allah senantiasa menjaga Faris. Aku yang teledor ini, Insya Allah memberi perhatian maksimal untuk buah hatiku satu satunya. Aamiin..
Reaksi:

0 komentar:

Poskan Komentar

Terima kasih sudah berkunjung di lapak sederhana EDibaFREE. Komentar Anda akan sangat berarti buat kami...