11.10.13

Asupan Maksimal Sari Kedele untuk FREE(23 month old)

Lagi galau nih. Faris hobinya minum sari kedelai yang dari proses pembuatan tahu. jadi Sari kedelenya itu cair, ga begitu kental, sedikit dikasih gula, dan sengaja ga dikasih tambahan apa-apa. Aku belinya di pasar di penjual tahu. Tenang aja, pengusaha tahu ini terpercaya kok, ga neko2..wong masih tetangga sendiri juga.

Nah hasil blogwalking dapet ini, tentang sari kedelai:



Kandungan Susu Kedelai

Kedelai sendiri, yang merupakan bahan dasar pembuatan susu kedelai, memiliki berbagai zat gizi penting, diantaranya :

1. Protein.
Sebagai sumber kacang-kacangan tentu saja kedelai merupakan sumber protein non-hewani yang penting. Bagi vegetarian, protein non-hewani ini penting untuk memenuhi kebutuhan protein sehari-hari. Beberapa jenis protein yang terkandung didalamnya antara lain arginin, lisin, lesitin, glisin, leusin, niasin, isoleusin, triptofan, fenilalanin dan treonin. Zat-zat tersebut baik untuk perkembangan otak janin, memperbaiki jaringan yang rusak, memelihara fungsi organ dan memperkuat imun.

2. Lemak Nabati.
Kedelai juga mengandung lemak nabati serta omega 3 yang baik untuk kesehatan. Tidak seperti susu sapi, susu kedelai mengandung lemak jenuh yang sedikit dan tidak mengandung kolesterol. Tentunya hal ini baik untuk kesehatan. FDA (Food and Drug Administration) pada tahun 2009 mengatakan bahwa sebagai bagian dari minuman rendah lemak jenuh dan kolesterol, 25 gram protein kedelai sehari dapat menurunkan kadar kolesterol bahkan menurunkan resiko penyakit jantung.

3. Serat dan Zat Besi.
Susu kedelai mengandung 10% serat dan 8% zat besi dari kebutuhan serat sehari.

4. Asam Folat.
Asam folat dipercaya baik untuk perkembangan syaraf janin pada saat ibu mengandung.

5. Karbohidrat.
Karbohidrat sangat penting sebagai sumber energi tubuh kita.

6. Vitamin.
Vitamin A, vitamin B, vitamin B1, dan vitamin E terkandung pada susu kedelai.

Pro dan Kontra Susu Kedelai

Namun, pada tahun 1990an mulai beredar kabar mengenai efek negatif dari susu kedelai dan produk kedelai non-fermentasi lainnya. Salah satunya disebabkan oleh adanya Fitoestrogen (suatu zat dalam kedelai yang berfungsi seperti hormon estrogen). Fitoestrogen ini dikenal juga sebagai estrogen alami dari alam. Fitoestrogen ini baik untuk wanita terutama yang mengalami menopause untuk mengurangi gejala-gejala menopause yang kurang nyaman. Namun, fitoestrogen ini disinyalir akan berdampak buruk terutama pada pria, anak-anak, maupun ibu hamil yang mengandung bayi laki-laki. Beberapa penelitian menemukan kaitan antara kanker payudara dengan konsumsi berlebihan dari kedelai, walaupun penelitian ini baru dilakukan pada hewan percobaan.

1. Pada Ibu Hamil.
Susu kedelai baik untuk ibu hamil yang tidak suka rasa susu sapi yang eneg. Kandungan gizinya tak kalah daripada susu sapi, seperti yang sudah dijelaskan diatas. Namun, terdapat berbagai penelitian yang menemukan bahwa fitoestrogen pada kedelai akan mengganggu perkembangan seksual bayi laki-laki kelak saat ia dewasa. Penelitian yang menunjukkan hubungan antara genistein (zat pada kedelai) dan perkembangan seksual bayi laki-laki baru sebatas percobaan di hewan percobaan. Belum pernah dilakukan pada manusia. Sehingga keyakinan untuk mengkonsumsi susu kedelai ini menjadi pilihan ibu. Walaupun peneliti lain menyatakan bahwa susu kedelai aman dikonsumsi ibu hamil.

2. Anak dan bayi.
Terdapat beberapa penelitian yang menemukan efek negatif fitoestrogen pada anak dan bayi. Diantaranya gangguan perkembangan organ seksual anak laki-laki, penyakit tiroid, perkembangan organ seksual anak perempuan yang lebih cepat (pubertas dini), sampai gangguan endokrin yang menyebabkan kemandulan,dll. Namun, menurut Kenneth D.R. Setchell, PhD, seorang profesor dan peneliti anak di Children's Hospital Medical Center Cincinnati percaya bahwa efek negatif tersebut tidak ditemukan. Ia mengatakan bahwa penelitian tersebut baru sebatas pada hewan percobaan, bukan manusia.

3. Pada Pria.
Banyak sekali artikel maupun berita mengenai efek buruk fitoestrogen pada susu kedelai ini untuk pria. Estrogen sendiri jika diberikan pada pria akan menghambat hormon testosteron sehingga timbul feminisasi seperti payudara yang tumbuh, libido menurun sampai impotensi, penurunan konsentrasi sperma,dll. Penelitian tahun 2008 oleh Jorge Chavarro, MD, ScD tentang "Human Reproduction" mengatakan bahwa produk kedelai seperti susu kedelai dapat menurunkan konsentrasi sperma. Resiko ini lebih besar pada pria dengan obesitas atau kegemukan badan. Namun, masih belum ada penelitian yang menemukan kadar fitoestrogen yang dapat menyebabkan efek negatif tersebut.


Pro dan kontra susu kedelai maupun produk kedelai non-fermentasi lainnya masih menjadi perdebatan di kalangan peneliti dunia. Belum ada aturan batas maksimal konsumsi kedelai per hari yang dapat menyebabkan timbulnya efek negatif tersebut. Belum adanya penelitian kuat dari efek negatif kedelai pada manusia membuat banyak ahli menetapkan produk kedelai terutama susu kedelai masih aman. Namun seperti halnya zat lain,konsumsi apapun yang berlebihan tentu akan menimbulkan efek jangka panjang. Tidak dianjurkan mengkonsumsi susu kedelai bagi anda yang alergi kacang-kacangan atau penderita fenilketonuria. Sekali lagi, semua tergantung dari kepercayaan mana yang anda ambil. Tinggal anda memilih untuk pro atau kontra terhadap susu kedelai ini.  http://www.kliknatural.com/posts/141/pro-dan-kontra-susu-kedelai

Haduuh..belum ada info valid tentang ini..kayaknya perlu tanya ke beberapa forum parenting nih.. soalnya galau juga kalo anakku kebanyakan fitoesterogen seperti yang gencar diberitakan..

Baca keseruan lain seputar keluarga. Plis klik: Housewife's diary
Reaksi:

0 komentar:

Poskan Komentar

Terima kasih sudah berkunjung di lapak sederhana EDibaFREE. Komentar Anda akan sangat berarti buat kami...