12.1.14

Bonus Waktu


Kadang kita baru menyadari berharganya waktu setelah waktu luang yang dipunyai sedikit. Pernah aku merasa iri dengan teman sekolah yang selain menjadi bintang kelas, namun juga aktif di ekstra kulikuler dan berprestasi di berbagai bidang. Energi dan waktu dari mana coba?

Eh, ga usah jauh-jauh deh, ibuku juga termasuk wanita super. Sibuk mengajar dari pagi sampai sore, tapi aku sama adikku semua terurus dengan baik, sempat masak juga. Subhanallah, waktu dari mana?
Setelah punya anak ini baru aku sadar, semakin sempit waktu luang yang kita punya, justru semakin banyak hal yang bisa dilakukan. Lewat keterbatasan waktu, kita menjadi sangat menghargai waktu, ga ada lagi menunda-nunda pekerjaan. Soalnya sekali menunda pekerjaan, bisa kacau urusan rumah tangga. Cucian numpuk, rumah berantakan, kerjaan kantor ga beres, eh masih ditambah anak rewel. Komplit stresnya kalo udah punya anak masih menunda pekerjaan!

Bisa sih pake asisten rumah tangga, cuma cari art yang cocok di hati itu ga gampang, lebih susah daripada cari jodoh, sumpah deh! Buktinya ibuku dulu akhirnya nyerah dan memutuskan mengurus rumah dan kedua anaknya setelah art terakhir menikah dan resign. Mbak iparku dua-duanya juga gitu. Walaupun bekerja, tetep bisa ngurus rumah.

Berbekal dari pengalaman mereka, akupun menjadi pede mengurus rumah dan anak tanpa asisten. Awalnya berat, tapi benarlah bahwa kalo dengan tekad yang kuat, apapun bisa dikerjakan. Ga sekedar tekad, tapi juga usaha. Salah satu usahanya ya dengan tidak menunda-nunda pekerjaan. Percayalah, pasti ada bantuan Allah dalam setiap usaha kita.

Sekarang, aku memang masih iri dengan kehebatan ibuku, mbak iparku, maupun teman-temanku yang merupakan ibu-ibu hebat. Tapi aku pasti juga seperti mereka, kuncinya manajemen waktu yang baik. Memanfaatkan sesedikit apapun bonus waktu. Daripada habis waktu buat mengeluh ga bisa produktif setelah berumah tangga, mending manfaatin bonus waktu untuk mengembangkan diri.

Siapa bilang setelah menikah karir akan terhambat? Lho, karir sebenarnya justru baru dimulai. Karir sebagai pendamping suami sekaligus pendidik bagi anak. Dan untuk menjadi pendidik yang baik haruslah senantiasa berusaha lebih baik dari hari ke hari. Salah satunya ya memanfaatkan setiap anugrah bonus waktu sesempit apapun. Mendahulukan kegiatan yang wajib(belajar, bekerja, berdoa), baru kegiatan sunah cenderung makruh(nonton serial TV, hehe)

Mimpiku sih pengen jadi wanita keren kayak Siti Khadijah, ibunya Thomas Alva Edison, Inggit Ganasih, Hilary Clinton, dan wanita-wanita keren lainnya di balik kesuksesan tokoh dunia. Aamiin.
Berilah kemudahan bagiku untuk memanfaatkan setiap bonus waktuku. Aamiin

0 komentar:

Posting Komentar

Terima kasih sudah berkunjung di lapak sederhana EDibaFREE. Komentar Anda akan sangat berarti buat kami...